Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rizka Fahmia; Pembimbing: Helda; Penguji: Syahrizal Syarif, Astuti Giantini, Tristiyenny Pubianturi
Abstrak: COVID-19 menjadi pandemi di seluruh dunia sejak Maret 2020. Hipertensi merupakan penyakit penyerta yang banyak diderita oleh pasien COVID-19. Banyaknya kasus COVID-19 membuat daya tampung fasilitas kesehatan hampir tidak mencukupi untuk memberikan pelayanan medis rawat inap yang memadai pada pasien COVID-19.Perpanjangan lama rawat inap pasien COVID-19 berefek terhadap besaran biaya yang ditanggung pemerintah atau pasien sendiri. Penentuan prioritas pasien rawat inap menjadi penting untuk rekomendasi panduan pelayanan pasien COVID-19. Saat ini penelitian tentang hubungan hipertensi dengan durasi lama rawat inap pasien COVID-19 di Indonesia masih belum ada. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara hipertensi dengan lama rawat inap pasien terkonfirmasi COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI). Desain studi kohort retrospectif dilakukan pada 369 pasien terkonfirmasi COVID-19 yang dirawat inap di RSUI selama Maret sampai dengan Oktober 2020, menilai hubungan hipertensi dengan lama rawat inap pasien terkonfirmasi COVID-19 setelah di kontrol usia, jenis kelamin, komorbid, tingkat keparahan, status PCR saat pulang dan status pasien pada akhir rawat
Read More
T-6216
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Niken Sasanti Ardi; Pembimbing: Dumilah ;Ayuningtyas Penguji: Wahyu Sulistiadi, Adang Bachtiar, Astuti Giantini, Fidiansjah
Abstrak:
Hasil swaperiksa di situs PDSKJI adalah 69% responden memiliki masalah psikologis: cemas 68%, depresi 67% dan trauma psikologis 77%, serta sebanyak 49% responden yang mengalami depresi juga memiliki ide untuk mengakhiri hidupnya. Sebanyak 48% pasien dengan positif COVID-19 mengalami stress psikologis saat memasuki ruang isolasi. Alokasi anggaran kesehatan jiwa tahun 2019 sebesar Rp. 44.554.492.000. Rasio Psikiater di Indonesia adalah 1:278.000, penyebaran Psikiater belum merata. Terjadi beberapa situasi dimana pasien COVID-19 menerjunkan diri dari ruang lantai perawatan pada beberapa rumah sakit di Indonesia, yang terjadi pula di RS UI. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh pemodelan sistem dinamik yang menjadi opsi strategi pelayanan kesehatan mental COVID-19 di RS UI. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif (mix method) non-eksperimental/observasional design sequential exploratory dengan studi literatur, telaah dokumen (30 rekam medis), observasi, wawancara mendalam dan pemodelan sistem dinamik. Hasil penelitian adalah kelima unsur input memiliki pengaruh terhadap seluruh proses pelayanan kesehatan mental COVID-19 di RSUI, yaitu kebijakan (sosialisasi skrining status mental belum menyeluruh), sumber daya manusia (jumlah kurang dan tidak ada pelatihan psikiatri), sarana prasarana (keamanan ruangan belum sesuai syarat), logistik (persediaan obat rawat jalan yang belum memenuhi) dan anggaran (belum spesifik dicantumkan di rencana anggaran). Pemodelan sistem dinamik digunakan untuk memotret dinamika sistem pelayanan kesehatan mental COVID-19 di RSUI dan melakukan simulasi skenarioskenario yang dikembangkan untuk kondisi yang akan datang. Dari simulasi yang dilakukan dengan kondisi Business As Usual, akan terjadi peningkatan jumlah pasien cemas-depresi sebanyak 3795 pasien di bulan Juni 2021 jika RSUI tidak melakukan intervensi apapun. Skenario Moderat akan memprediksi jumlah pasien cemas-depresi sebanyak 2875 pasien, sedangkan dengan skenario Optimis jumlah pasien cemas-depresi sebanyak 2300 pasien. Di setiap skenario, manajemen RSUI dapat mengantisipasi peningkatan tersebut

The results of self-examination on the PDSKJI website were 69% of respondents had psychological problems: 68% anxiety, 67% depression and 77% psychological trauma, and as many as 49% of respondents who experienced depression also had the idea of ending their life. As many as 48% of patients who tested positive for COVID-19 experienced psychological stress when entering isolation rooms. The mental health budget allocation for 2019 is Rp. 44,554,492,000. The ratio of psychiatrists in Indonesia is 1: 278,000, the distribution of psychiatrists is not evenly distributed. There have been several situations where COVID-19 patients have dropped themselves from the treatment floor rooms at several hospitals in Indonesia, which also happened at UI Hospital. The purpose of this study was to obtain dynamic system modeling as an option for the mental health service strategy for COVID-19 at UI Hospital. This research is a qualitative and quantitative research (mix method) non-experimental / observational sequential exploratory design with literature study, document review (30 medical records), observation, in-depth interviews and dynamic systems modeling. The results showed that the five elements of input had an influence on the entire process of mental health services for COVID-19 at RSUI, namely policies (socialization of mental status screening was not comprehensive), human resources (insufficient number and no psychiatric training), infrastructure (room security was not yet according to requirements), logistics (inadequate outpatient medicine supplies) and budget (not specifically included in the budget plan). Dynamic system modeling is used to capture the dynamics of the COVID19 mental health service system at RSUI and simulate developed scenarios for future conditions. From the simulations carried out with Business As Usual conditions, there will be an increase in the number of anxious-depressed patients by 3795 patients in June 2021 if RSUI does not intervene. The Moderate scenario will predict the number of anxious-depressed patients as much as 2875 patients, while with the Optimistic scenario the number of anxious-depression patients is 2300 patients. In each scenario, RSUI management can anticipate this increase
Read More
B-2186
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Listya Tresnanti Mirtha; Pembimbuing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Ede Surya Darmawan, Purnawan Junadi, Astuti Giantini, Fathema Djan Rachmat
Abstrak:
Rumah sakit di Indonesia belum melihat aspek kedokteran olahraga sebagai komponen penting dalam upaya pencegahan maupun tata laksana penyakit, walaupun semakin banyak masyarakat Indonesia memilih gaya hidup baik secara individu maupun komunitas yang berpaut dengan kegiatan latihan fisik dan olahraga demi mencapai kondisi tubuh yang lebih sehat. Peningkatan kebutuhan akan layanan kedokteran olahraga menjadikan peluang untuk dapat merumuskan Pusat Layanan Komprehensif Berbasis Kedokteran Olahraga dan Keafiatan (Sports and Wellness Center) di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) yang tergabung dalam Academic Health System bersama dengan Fakultas Kedokteran dan pusat-pusat penelitian di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan peta rencana dan model bisnis Sports and Wellness Center di RSUI sebagai salah satu layanan unggulan yang berdaya manfaat dan menguntungkan bagi banyak pihak sesuai dengan Rencana Strategi Bisnis (RSB) RSUI periode tahun 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kualitatif dengan integrasi metode Design Thinking dan Business Model Canvas untuk mendapatkan hasil inovasi yang lebih baik. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer didapatkan dari obeservasi, informasi hasil diskusi kelompok terarah, dan dokumentasi. Sementara data sekunder merupakan hasil telaah dokumen RSUI. Narasumber dipilih sesuai dengan kriteria untuk mewakili kelompok pemangku kebijakan, tenaga profesional pelaksana, dan pengguna layanan. Hasil analisis situasi dan pemetaan posisi RSUI pada kuadran “hold and maintain”, sehingga dapat menerapkan strategi “integration & development”. Berdasarkan hasil diskusi kelompok terarah didapatkan sebuah kebutuhan atas layanan komprehensif Sports and Wellness Center, sehingga dapat disusun sebuah peta rencana pengembangan Sports and Wellness Center dan proses rencana bisnis sebagai layanan unggulan one-stop service di RSUI pada tahun 2024 dengan proyeksi pengembangan secara bertumbuh dalam trimester sesuai dengan kemampulaksanaan yang dimiliki serta berorientasi pada aspek kualitas pelayanan rumah sakit berbasis Tri Dharma Perguruan Tinggi, pemanfaatan sumber daya manusia, pemenuhan sarana prasarana, dan strategi pengelolaan keuangan.

Hospitals in Indonesia currently do not recognize the significance of the sports medicine as a crucial element in the efforts to prevent and manage diseases. This is despite the fact that an increasing number of Indonesians are adopting lifestyles, both individually and communally, that involve physical exercise and sports activities with the aim of achieving better physical well-being. Recognizing the growing demand for sports medicine services, there is an opportunity to establish a Sports and Wellness Center at the Hospital of Universitas Indonesia, which is integrated into the Academic Health System in collaboration with the Faculty of Medicine and other research centers in Indonesia. This research project aims to formulate roadmap and business model for the Sports and Wellness Center at RSUI, positioning it as center of excellence that is advantageous and profitable for various stakeholders, aligning with the RSUI Business Strategy Plan for the 2020–2024 period. The study adopts a qualitative research approach, integrating Design Thinking and Business Model Canvas methods to enhance innovation outcomes. Data sources include both primary and secondary data. Primary data is gathered through observations, information derived from focus group discussions, and documentation. Secondary data comprises the examination of RSUI documents. Key informants were carefully selected to represent policy stakeholder groups, professional staff involved in implementation, and loyal customer groups. The analysis of RSUI's current situation and its positioning reveals that it falls within the "hold and maintain" quadrant, prompting the adoption of the "integration & development" strategy. The outcomes from focus group discussions underscore the demand for comprehensive services from the Sports and Wellness Center. As a result, a roadmap and a business model have been formulated to establish the Sports and Wellness Center as a leading one-stop service at RSUI by 2024. The projected growth is structured over trimesters, aligning with the hospital's implementation capabilities. The plan is oriented towards enhancing aspects such as the quality of hospital services based on the Tri Dharma Perguruan Tinggi, effective utilization of human resources, fulfillment of infrastructure needs, and financial management strategies.
Read More
B-2447
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Pratiwi Suwandi; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Anhari Achadi, Ede Surya Darmawan, Astuti Giantini, Rakhmad Hidayat
Abstrak:
Employee Engagement yang baik menggambarkan pegawai yang memiliki komitmen, motivasi, dukungan dari organisasi secara positif sehingga dapat bekerja dengan efektif maupun efisien dalam meningkatkan organisasi tempat bekerjanya. Pengukuran Employee Engagement penting dilakukan salah satunya untuk Dokter Umum yang merupakan salah satu bagian yang secara langsung dari segi performa atau kinerjanya akan memberikan dampak pada kualitas pelayanan rumah sakit ke pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis determinan Employee Engagement Dokter Umum di Rumah Sakit Universitas Indonesia pada Tahun 2023. Penelitian melalui survei Employee Engagement dan wawancara mendalam dengan menganalisis data determinan yang dapat memengaruhi Employee Engagement pada Dokter Umum di Rumah Sakit Universitas Indonesia. Survei Employee Engagement dihasilkan sebanyak 20 Dokter Umum kategori “Engaged”, 30 Dokter Umum kategori “Not Engaged” dan tidak ada Dokter Umum kategori “Disengaged”. Hasil wawancara mendalam menunjukkan persepsi respons positif pada pertanyaan terkait Status Kepegawaian, Pengembangan Kompetensi, Penghargaan, Lokasi Penempatan, Hubungan Rekan Kerja, dan Kesesuaian Harapan. Hasil wawancara mendalam menunjukkan persepsi respons negatif pada pertanyaan terkait Kompensasi, Pengembangan Karir, Beban Kerja, dan Program Peningkatan Employee Engagement. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit perlu melakukan evaluasi strategi perbaikan determinan Employee Engagement Dokter Umum untuk mempertahankan engagement yang baik kedepannya dan memberikan dampak positif bagi rumah sakit. Beberapa strategi diantaranya adalah sosialisasi pembekalan pada awal rekrutmen Dokter Umum di rumah sakit secara lengkap, pendataan kompetensi yang dibutuhkan di setiap penempatan kerja Dokter Umum sebagai dasar penetapan capaian kompetensi penempatan hingga remunerasi, pendataan Analisis Beban Kerja Dokter Umum sesuai dengan jenis dan jumlah beban kerja, serta monitoring secara rutin tingkatan engagement Dokter Umum di Rumah Sakit Universitas Indonesia.

Good Employee Engagement describes employees who have positive commitment, motivation and support from the organization. Therefore, they can work effectively and efficiently to improve organization which they work in. It is important to measure Employee Engagement, including for General Practitioners, who are one of the departments whose performance will directly impact the quality of hospital services to patients. This research aims to conduct an analysis of the determinants of Employee Engagement for General Practitioners at the Universitas Indonesia Hospital in 2023. The research uses an Employee Engagement survey and in-depth interviews by analyzing determinant data that can influence Employee Engagement for General Practitioners at the Universitas Indonesia Hospital. The Employee Engagement Survey resulted in 20 General Practitioners in the "Engaged" category, 30 General Practitioners in the "Not Engaged" category and no General Practitioners in the "Disengaged" category. The results of in-depth interviews show a positive response perception to questions related to Employment Status, Competency Development, Awards, Placement Locations, Colleague Relations, and Matching Expectations. The results of in-depth interviews show a perception of negative responses to questions related to Compensation, Career Development, Workload, and Employee Engagement Improvement Program. Therefore, hospital management needs to evaluate strategies for improving the determinants of General Practitioner Employee Engagement to maintain good engagement in the future and have a positive impact on the hospital. Some of the strategies include providing complete outreach at the beginning of the recruitment of General Practitioners in hospitals, data collection on the competencies required for each General Practitioner work placement as a basis for determining competency achievements for placements and remuneration, data collection on General Practitioner Workload Analysis according to the type and amount of workload, as well as regularly monitoring the level of engagement of General Practitioners at the Universitas Indonesia Hospital.
Read More
B-2419
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive