Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Irwan Eka Saputra; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Pujiyanto, Suprijanto Rijadi, Sardi, Muhammad Hasan
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program Jamkesda Tahun 2012- 2014 di Propinsi Kepulauan Riau. Evaluasi dilakukan dengan menganalisis input (peraturan, informasi, dana, tenaga dan peserta Jamkesda), proses (sosialisasi program, pengajuan klaim dan kelancaran pembayaran klaim) dan output (pemanfaatan pelayanan kesehatan dan pemanfaatan dana). Rancangan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Sosialisasi program Jamkesda belum maksimal, 2. Dana Jamkesda tahun 2014 tidak habis terserap karena banyak peserta Jamkesda yng pindah menjadi peserta BPJS, 3. Belum ada tenaga verifikator khusus Jamkesda di rumah sakit, 4. Pendataan masyarakat miskin belum akurat, 5. Masih banyak kelemahan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi. Diusulkan agar pemerintah daerah, rumah sakit dan puskesmas melakukan sosialisasi program Jamkesda secara lebih efektif, puskesmas meningkatkan fungsinya dengan melengkapi fasilitas pelayanan, bila mungkin menambah dokter spesialis tertentu dan melakukan pendataan masyarakat miskin yang lebih akurat.
Kata kunci : Evaluasi, Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Daerah

The objective of this study is to evaluate the implementation of the Regional Health Insurance program (Jamkesda) 2012-2014 in the Riau Islands Province by analyzing the input (regulations, information, funds, personnel and participants), the process (socialization program, claims ) and the output (utilization of health services and the utilization of the funds). The study used qualitative and quantitative research design. The findings were : 1. The socialization of Jamkesda program is not maximum, 2. The 2014 Jamkesda fund was not fully absorbed due to many Jamkesda users moved and registered to the National Insurance Scheme (JKN).3. At the hospital,there is verificator for handling the Jamkesda claims, 4. Data of the poor are not accurate, and 5. Weak monitoring and evaluation activities. This study proposed that the regional government, including hospitals and health centres of the Riau Islands Province to conduct more effective socialization on the Jamkesda program, improve functions of the health centres by completing health care facilities to avoid d unneccessary referrals, if posible adding on doctors with certain specializations and collect more accurate data of the poor.
Keywords: Evaluation, Regional Health Insurance Program Implementation
Read More
T-4414
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eravianti; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Muhammad Hasan, I Nengah Mustika
Abstrak:

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan pengguna terhadap penyelenggaraan Program Khusus D-III Keperawatan dan hal-hal apa yang mempengaruhi kebutuhan ini. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-November tahun 2005 di lima Kota di Indonesia yang mempunyai lulusan Program Khusus D-III Keperawatan terbanyak di Jurusan Keperawatan Politeknis Kesehatan di bawah binaan Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesiaa yaitu: Lampung, Semarang, Surabaya, Makasar, Samarinda. Responden (informan) pada penelitian ini adalah pengguna langsung dan pengguna tidak langsung lulusan Program Khusus D-III Keperawatan yang bekerja di rumah sakit pemerintah dan puskesmas. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan menggunakan metode kuantitatif untuk memperoleh inforrnasi tentang kebutuhan pengguna terhadap Program Khusus D-III Keperawatan dan juga melakukan penelitian kualitatif untuk memperoleh jawaban atau informasi yang mendalam tentang pendapat dan perasaan seseorang yang dapat memperkaya informasi. Hasil yang didapatkan pada penelitian tentang kebutuhan pengguna terhadap Program Khusus D-Ill Keperawatan sama antara penelitian kuantitatif dan kualitatif. Pengguna langsung dan pengguna tidak langsung lulusan Program Khusus D-III Keperawatan sebagian besar masih membutuhkan Program Khusus D-III Keperawatan. Dengan adanya keinginan pengguna untuk mengirimkan kembali stafnya untuk mengikuti pendidikan pada Program Khusus D-III Keperawatan, ataupun merekomendasikan pada orang lain untuk mengirimkan stafnya yang masih SPK/SPR/Suplementary untuk mengikuti pendidikan pada Program Khusus D-III Keperawatan karena untuk melanjutkan pendidikan dengan Program Regular tidak mungkin dilakukan karena harus meninggalkan tugas. Sementara basil penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif untuk faktor-faktor yang meyebabkan pengguna membutuhkan Program Khusus D-III Keperawatan Baling mendukung. Adapun faktor-faktor tersebut seperti kepuasan, kebijakan pemerintah tentang tenaga keperawatan lulusan SPK/SPR/Suplementary harus menjadi D-III keperawatan, pendanaan, rencana organisasi, desain organisasi, dan persediaan tenaga memberikan kontribusi yang menyebabkan pengguna membutuhkan Program Khusus D-III Keperawatan. Dan hasil penelitian ini disarankan bagi Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan RI supaya tetap mempunyai kebijakan agar Program Khusus D-III Keperawatan diteruskan sampai tidak ada lagi tenaga lulusan SPK/SPR/Suplementary di rumah sakit, puskesmas dan pelayanan kesehatan lainnya dengan selalu meningkatkan peran evaluasi dan koordinasi. Juga agar Politeknik Kesehatan Jurusan Keperawatan melakukan peningkatan mutu yang berkelanjutan agar pengguna tetap puas dan akan terus mengirimkan tenaga keperawatannya untuk mengikuti pendidikan pada Program Khusus D-III Keperawatan.


 

This research purpose is to find the user needs toward the conducting of Nursing D-III Special Program, and things that affect these needs. This research done in October-November 2005 in five country on Indonesia that have the largest number of Nursing D-M Special Program with Health Polytechnic in Nursing Majors under health staff education centre of health Department RI which are Lampung, Semarang, Surabaya, Makasar, and Samarinda. Respondent in research is direct user and non-direct user from Nursing D-III Special Program that work in government hospital and public health centre. This research is study case research, by using quantity method to get information about user needs toward Nursing D-111 Special Program, and also using qualitative to get answers or deeper information according to someone opinion and feeling that can excess the information from quantity research. Result from research about user needs toward Nursing D-III Special Program is equal between quantity and qualitative research. Most of user directly and non-directly from Nursing D-III Special Program, user still need Nursing D-III Special Program. With the present of user will to send back his staff to follow Nursing D-III Special Program education, or recommend other to send his staff that equal to SPI/SPR/Supplementary to follow education in Nursing D-III Special Program because continuing education with Regular Program is impossible to do because they'll leaving the job behind. Meanwhile the quantitative and qualitative researches for factors that cause the user need Nursing D-III Special Program support each other. Those factors are satisfaction, government policy toward SPK/SPR/Supplementary graduate has to continue their education to Nursing D-III Special Program, financing, organization planning, organization design, and personnel supply, give contribution that cause user need Nursing D-III Special Program. From this research result suggested to Health Staff Education Centre of Health Department RI constantly have policy that makes Nursing D-III Special Program continues, until there is no SPK/SPR/Supplementary graduate in hospital, public health centre, and other health services, and always conduct evaluation and coordination. Moreover, make Health Polytechnic in Nursing Majors gradually increasing the quality in order to satisfy the user and constantly send their nursing staff to follow Nursing D-III Special Program education.

Read More
T-2281
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zuhana Zen; Pembimbing: Sudiyanto Kamso; Penguji: Anwar Hasan, Muhammad Hasan, Netty Sylvia Sofyan
T-1368
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Silmi Alya Mahmud; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno, Muhammad Rohman Al Hasan
Abstrak:
PT X telah menerapkan teknologi Mobile Digital Video Recorder (MDVR) untuk memantau aktivitas pada kabin pengemudi secara real-time. Namun, penerapan MDVR di PT X masih belum optimal karena masih ditemukan banyak kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi sejauh mana faktor manusia, sistem, teknologi, maupun lingkungan menjadi penghambat penerapan teknologi sistem MDVR menggunakan metode Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) sehingga dapat merekomendasikan langkah evaluasi yang berkaitan sistem MDVR. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif evaluatif. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara terstruktur kepada pihak manajemen, pengawas, dan operator kendaraan. Data sekunder didukung oleh rekapitulasi 134 data kecelakaan tahun 2025, analisis log alarm MDVR triwulan 4 tahun 2025, serta peninjauan dokumen draf regulasi internal perusahaan. Analisis dengan metode HFACS menunjukkan bahwa faktor laten pada tingkat Prakondisi Tindakan Tidak Aman (Preconditions for Unsafe Acts) menjadi kontributor penyebab insiden paling dominan (48%). Sistem MDVR sebagai barrier pencegahan kecelakaan belum berfungsi secara optimal akibat kendala teknis akurasi sensor (false alarm) yang tinggi serta lemahnya interaksi faktor manusia terhadap adanya perubahan teknologi yang diterapkan sehingga PT X disarankan untuk melakukan kalibrasi ulang threshold alarm, mengintegrasikan teknologi wearable sebagai validasi objektif kesiapan kerja, meningkatkan pemeliharaan fisik kabin kendaraan, serta menyusun Tata Cara Kerja MDVR yang terstandardisasi dan melibatkan pendekatan partisipatif dari seluruh mitra kerja.

PT X has implemented Mobile Digital Video Recorder (MDVR) technology to monitor activities in the driver’s cabin in real time. However, the implementation of MDVR at PT X remains suboptimal due to several challenges. This study aims to analyze the effectiveness of using MDVR as a system designed to prevent accidents involving heavy equipment at a coal mining company in South Sumatra during the implementation of the MDVR system using the Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) method, so that recommendations can be made for evaluating the MDVR system. This study employs a case study design with a descriptive-evaluative qualitative approach. Primary data collection was conducted through structured interviews with management, supervisors, and vehicle operators. Secondary data was supported by a compilation of 134 accident records from 2025, an analysis of MDVR alarm logs from the fourth quarter of 2025, and a review of draft internal company regulations. Analysis indicates that latent factors at the “Preconditions for Unsafe Acts” level were the most dominant contributors to the incidents (48%). The MDVR system, as an accident prevention barrier, has not functioned optimally due to technical constraints such as high sensor accuracy issues (false alarms) and weak human adaptation to implemented technological changes; therefore, PT X is advised to recalibrate alarm thresholds, integrate wearable technology as an objective validation of work readiness, improve physical maintenance of vehicle cabins, and develop standardized MDVR operating procedures that incorporate a participatory approach involving all stakeholders.
Read More
S-12280
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive