Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Hendriko; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: M. Hafizurrachman, Rima; Hutasoit, Freddy
Abstrak:
Latar belakang : RS PMI Bogor adalah Rumah Sakit swasta dengan akreditasi B yang merupakan unit pelaksana teknis PP PMI yang menyelenggarakan pelayanan rumah sakit umum dengan unggulan di bidang trauma dan kegawatdaruratan. Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit produksi rumah sakit yang melibatkan kegiatan dengan tekanan (tension) dan beban kerja tinggi; sehingga dan dalam memberikan pelayanan membutuhkan tenaga kesehatan yang terampil, fasilitas yang menunjang, serta dukungan logistik obat yang cepat dan tepat.
Tujuan penelitian : untuk mengetahui upaya pengendalian persediaan obat dan alat kesehatan IGD RS PMI Bogor
Metode : penelitian deskriptif studi kasus dengan teknik analisis distribusi ABC Indeks Kritis. Penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara dan observasi; selain itu pengumpulan data sekunder, dan penyebaran kuesioner nilai kritis rata-rata.
Hasil : pendistribusian persediaan obat dan alkes IGD PMI Bogor berdasarkan indeks kritis menghasilkan 21 jenis item yang menjadi prioritas pengendalian. Obat dan alat kesehatan ini merupakan 81,4% dari seluruh nilai investasi dengan biaya sebesar Rp 1.699.291.318,- atau sebanyak 10% dari seluruh jenis obat dan alkes IGD. Selain itu terdapat pula kelompok yang perlu diperhatikan yaitu 71 item obat dan alkes atau sebesar 33,81% dari keseluruhan persediaan obat dan alkes IGD yang memiliki nilai kritis yang tinggi. Persediaan tersebut tidak membutuhkan banyak biaya, hanya sebesar Rp 129.820.069,- atau 5,96% dari keseluruhan total biaya.
Kesimpulan : pengelompokan persediaan obat dan alkes IGD PMI Bogor melalui Analisis ABC Indeks Kritis menghasilkan kenaikan jumlah item dari distribusi pemakaian dan investasi; dimana alat kesehatan mendominasi sebagian besar dari kelompok A analisis ABC Indeks Kritis ini.
Kata kunci : obat, alat kesehatan, analisis ABC Indeks Kritis
Daftar bacaan : 31 (1988 - 2005)
Background : PMI Hospital is a private hospital with B accreditation. The hospital takes charge all the mandatory given by PP PMI and has excellent service in trauma and emergency departments. The Emergency Department is one of the units in a hospital which involves high tension situations and high work load conditions; therefore, it requires qualified crews, good facilities, and pharmacy logistics.
Objective : to know the medicine supply control and medical equipment of PMI Bogor's Emergency Department.
Methods : using an operations research which is ABC Critically Index Analysis. Interview and observations are included in this research, and secondary data, as well as Critically Value Questioner.
Results : the 21 items becomes the priority in the distribution. The amounts of investment is Rp 1.699.291.318,- which is 81,4% of total investments; which is 10% of all medicines and medical equipments in the emergency department. On the other hand, the other 71 items, which is 33,81% of all medicines stocks, need well attention as well. The cost for the 71 items is not too expensives, which is Rp 129.820.069,- for 5,96% of total cost.
Conclusions : by using an ABC Critically Index Analysis , the grouping of medicine supply and medical equipment in PMI Bogor's Emergency Department results an increasing amounts in used items and investments; whereas the medical equipment dominate it.
Keywords : medicines, medical equipment, ABC Critically Index Analysis
References : 31 (1988 - 2005)
Read More
Tujuan penelitian : untuk mengetahui upaya pengendalian persediaan obat dan alat kesehatan IGD RS PMI Bogor
Metode : penelitian deskriptif studi kasus dengan teknik analisis distribusi ABC Indeks Kritis. Penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara dan observasi; selain itu pengumpulan data sekunder, dan penyebaran kuesioner nilai kritis rata-rata.
Hasil : pendistribusian persediaan obat dan alkes IGD PMI Bogor berdasarkan indeks kritis menghasilkan 21 jenis item yang menjadi prioritas pengendalian. Obat dan alat kesehatan ini merupakan 81,4% dari seluruh nilai investasi dengan biaya sebesar Rp 1.699.291.318,- atau sebanyak 10% dari seluruh jenis obat dan alkes IGD. Selain itu terdapat pula kelompok yang perlu diperhatikan yaitu 71 item obat dan alkes atau sebesar 33,81% dari keseluruhan persediaan obat dan alkes IGD yang memiliki nilai kritis yang tinggi. Persediaan tersebut tidak membutuhkan banyak biaya, hanya sebesar Rp 129.820.069,- atau 5,96% dari keseluruhan total biaya.
Kesimpulan : pengelompokan persediaan obat dan alkes IGD PMI Bogor melalui Analisis ABC Indeks Kritis menghasilkan kenaikan jumlah item dari distribusi pemakaian dan investasi; dimana alat kesehatan mendominasi sebagian besar dari kelompok A analisis ABC Indeks Kritis ini.
Kata kunci : obat, alat kesehatan, analisis ABC Indeks Kritis
Daftar bacaan : 31 (1988 - 2005)
Background : PMI Hospital is a private hospital with B accreditation. The hospital takes charge all the mandatory given by PP PMI and has excellent service in trauma and emergency departments. The Emergency Department is one of the units in a hospital which involves high tension situations and high work load conditions; therefore, it requires qualified crews, good facilities, and pharmacy logistics.
Objective : to know the medicine supply control and medical equipment of PMI Bogor's Emergency Department.
Methods : using an operations research which is ABC Critically Index Analysis. Interview and observations are included in this research, and secondary data, as well as Critically Value Questioner.
Results : the 21 items becomes the priority in the distribution. The amounts of investment is Rp 1.699.291.318,- which is 81,4% of total investments; which is 10% of all medicines and medical equipments in the emergency department. On the other hand, the other 71 items, which is 33,81% of all medicines stocks, need well attention as well. The cost for the 71 items is not too expensives, which is Rp 129.820.069,- for 5,96% of total cost.
Conclusions : by using an ABC Critically Index Analysis , the grouping of medicine supply and medical equipment in PMI Bogor's Emergency Department results an increasing amounts in used items and investments; whereas the medical equipment dominate it.
Keywords : medicines, medical equipment, ABC Critically Index Analysis
References : 31 (1988 - 2005)
B-895
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anthoni Simatupang; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi, Ede Surya Darmawan; Penguji: Amila Megraini, Yuli Prapancha, Freddy Hutasoit
Abstrak:
Tujuan : Melakukan evaluasi kinerja instalasi rawat inap RSUD Kabupaten Karimun dari aspek pelanggan, ketenagaan, pelayanan dan keuangan.
Rancangan Penelitian : Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dimaksudkan untuk menggambarkan kinerja instalasi rawat inap RSUD Karimun melalui kegiatan observasi dan wawancara serta pengajuan kuesioner.
Sumber Informasi dan Pengumpulan data : Informasi diperoleh dari pasien rawat, petugas rawat inap, manajer dan data sekunder hasil kegiatan tahun 2004. Data dikumpul melalui hasil survei oleh enumerator terlatih selain peneliti sendiri.
Bahan dan Cara : Setiap responden baik dari pelanggan maupun dari petugas, diberikan kuesioner untuk mengisi harapan dan kenyataan yang dialami serta mewawancara beberapa manajer. Data sekunder diperoleh dari laporan tahunan pelayanan dan keuangan. Analisis dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif.
Hasil : Kepuasan pelanggan terbesar pada dimensi tangible 68,8%, terkecil pada dimensi assurance sebesar 38,5%. Kepuasan kerja petugas terbesar pada dimensi pekerjaan sebesar 65,0%, terkecil pada dimensi promosi 28,3%. BOR 41,3%, LOS 4 hari, TOI 6 hari, BTO 36 kali, NDR 30/mil, GDR 66/mil. Realisasi keuangan terhadap rencana sebesar 70,73%, pendapatan rawat inap terhadap total RSUD 80,69% dan CRR rawat inap 61,14%.
Kesimpulan : Secara keseluruhan kinerja RSUD Karimun diatas masih rendah khususnya pada tingkat manajemen dan petugas pelaksana. Namun demikian hal ini dapat dimaklumi mengingat bahwa RSUD Karimun adalah rumah sakit yang baru berdiri.
Kata Kunci : Kinerja, Rawat inap RSUD, Hasil evaluasi.
Objection: To carry out a performance evaluation of in-patient installation at RSUD in Karimun regency from the aspects of costumer, employment, service and finance.
Design of Research: This research is a descriptive one, intended to describe the performance of inpatient installation at RSUD Karimun through the activities of observation and interviews also the proposal of questionnaires based on the cross sectional design.
Resource of information and data acquirement: Observation is obtained from the patients nursed, the in-patients officials, managers and secondary data. Data is collected through the survey result by the skilled enumerator beside the researcher himself.
Matters and procedures: Each respondents not only costumer but also the officials, given the questionnaires to fill the expectation and the realization realized also to interview several managers. Secondary data is obtained from the annual report of service and finance. The analysis is done both quantitatively and qualitatively.
Result: The largest costumer satisfaction is on the dimension of tangible (68,8%), the lowest is on the dimension of assurance as much of 38,5%. The highest official work satisfaction is on the dimension of occupation as much of 65,0% while the lowest is on dimension of promotion as much of 28,3%. BOR is 41,3%, LOS is 4 days, TOI is 6 days, BTO is 36 times, NDR is 30/mil, GDR is 66/mil. Financial realization to the planning is 70,73%, the in-patient income to the whole of RSUD income is 80,69%, and in-patient CCR is 61,14%.
Conclusion: Entirely the performance of RSUD of Karimun is still low, especially on the level of management and operational officials. Nevertheless this could be understood that RSUD Karimun is a new-established hospital.
Keywords: Performance, In-patient of RSUD, Evaluation result.
Read More
Rancangan Penelitian : Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dimaksudkan untuk menggambarkan kinerja instalasi rawat inap RSUD Karimun melalui kegiatan observasi dan wawancara serta pengajuan kuesioner.
Sumber Informasi dan Pengumpulan data : Informasi diperoleh dari pasien rawat, petugas rawat inap, manajer dan data sekunder hasil kegiatan tahun 2004. Data dikumpul melalui hasil survei oleh enumerator terlatih selain peneliti sendiri.
Bahan dan Cara : Setiap responden baik dari pelanggan maupun dari petugas, diberikan kuesioner untuk mengisi harapan dan kenyataan yang dialami serta mewawancara beberapa manajer. Data sekunder diperoleh dari laporan tahunan pelayanan dan keuangan. Analisis dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif.
Hasil : Kepuasan pelanggan terbesar pada dimensi tangible 68,8%, terkecil pada dimensi assurance sebesar 38,5%. Kepuasan kerja petugas terbesar pada dimensi pekerjaan sebesar 65,0%, terkecil pada dimensi promosi 28,3%. BOR 41,3%, LOS 4 hari, TOI 6 hari, BTO 36 kali, NDR 30/mil, GDR 66/mil. Realisasi keuangan terhadap rencana sebesar 70,73%, pendapatan rawat inap terhadap total RSUD 80,69% dan CRR rawat inap 61,14%.
Kesimpulan : Secara keseluruhan kinerja RSUD Karimun diatas masih rendah khususnya pada tingkat manajemen dan petugas pelaksana. Namun demikian hal ini dapat dimaklumi mengingat bahwa RSUD Karimun adalah rumah sakit yang baru berdiri.
Kata Kunci : Kinerja, Rawat inap RSUD, Hasil evaluasi.
Objection: To carry out a performance evaluation of in-patient installation at RSUD in Karimun regency from the aspects of costumer, employment, service and finance.
Design of Research: This research is a descriptive one, intended to describe the performance of inpatient installation at RSUD Karimun through the activities of observation and interviews also the proposal of questionnaires based on the cross sectional design.
Resource of information and data acquirement: Observation is obtained from the patients nursed, the in-patients officials, managers and secondary data. Data is collected through the survey result by the skilled enumerator beside the researcher himself.
Matters and procedures: Each respondents not only costumer but also the officials, given the questionnaires to fill the expectation and the realization realized also to interview several managers. Secondary data is obtained from the annual report of service and finance. The analysis is done both quantitatively and qualitatively.
Result: The largest costumer satisfaction is on the dimension of tangible (68,8%), the lowest is on the dimension of assurance as much of 38,5%. The highest official work satisfaction is on the dimension of occupation as much of 65,0% while the lowest is on dimension of promotion as much of 28,3%. BOR is 41,3%, LOS is 4 days, TOI is 6 days, BTO is 36 times, NDR is 30/mil, GDR is 66/mil. Financial realization to the planning is 70,73%, the in-patient income to the whole of RSUD income is 80,69%, and in-patient CCR is 61,14%.
Conclusion: Entirely the performance of RSUD of Karimun is still low, especially on the level of management and operational officials. Nevertheless this could be understood that RSUD Karimun is a new-established hospital.
Keywords: Performance, In-patient of RSUD, Evaluation result.
T-2103
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Arief Rahman; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Ede Surya Darmawan, Taufik Santoso, Freddy Hutasoit
Abstrak:
Pelayanan pasien rawat jalan di RSUD Provinsi NTB memiliki waktu yang melebihi Standar Pelayanan Minimal Kepmenkes No.129/Menkes/SK/II/2008. Klinik Penyakit Dalam diambil sebagai subjek penelitian karena memiliki kunjungan terbanyak. Penelitian ini bertujuan mengurangi waktu tunggu pelayanan dengan menggunakan manajemen Lean. Peta Aliran Nilai disusun melalui data dari proses observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen untuk memberikan potensi solusi perbaikan dan mengurangi waste/pemborosan. Waste waiting terjadi di seluruh tahapan pelayanan. Root Caused Analysis menunjukkan faktor Man dan Methode yang berperan besar sebagai penyebab inefisiensi pelayanan. Usulan perbaikan berupa penerapan 5S, visual management, spaghetti diagram, pendaftaran berbasis sms/whats app/aplikasi, integrasilisasi SIM RS, dan menjalin komitmen dengan dokter spesialis. Perbaikan secara cepat dengan melakukan simulasi implementasi pendaftaran berbasis sms/aplikasi dan pengaturan interval kedatangan pasien 30 menit sebelum dokter spesialis memulai pemeriksaan mampu meningkatkan waktu pelayanan dari 276,3 menit menjadi 47,9 menit dengan peningkatan kegiatan value added 5,3% menjadi 30,9 %.
Read More
B-2100
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
