Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Rizky Aniza Winanda; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Helen Andriani, Wachyu Sulistiadi, Tirsa Persila Awairaro, Sutopo Patria Jati
Abstrak:
Read More
Budaya organisasi dapat menjadi jembatan untuk mencapai tujuan organisasi pelayanan kesehatan namun juga sebaliknya dapat menjadi pemicu terjadinya hambatan dalam menunjang keselamatan pasien. Budaya organisasi dan budaya keselamatan pasien menjadi landasan untuk dilakukannya perubahan, terutama dalam hal peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit. Untuk menciptakan budaya organisasi yang positif, salah satu faktor esensial yang harus dimiliki rumah sakit adalah sumber daya manusia (SDM) yang mampu mendukung tujuan organisasi. Penelitian ini ditujukan untuk memahami bagaimana kepribadian individu sebagai staf di rumah sakit memengaruhi pembentukan budaya organisasi dan penerapan budaya keselamatan pasien di RSUD Scholoo Keyen. 131 tenaga medis fungsional dan struktural menjadi responden dalam penelitian kuantitatif. Selanjutnya dilakukan wawancara mendalam terhadap 9 informan dan diskusi kelompok terfokus bersama 3 perwakilan manajemen rumah sakit. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa banyak staf yang cenderung mengalami sikap permusuhan, kurang mampu bertanggung jawab dalam pekerjaan, dan memiliki kapasitas menyelesaikan masalah yang rendah. Penilaian terhadap budaya organisasi menunjukkan bahwa nilai-nilai organisasi di tingkat makro masih dinilai rendah. Selain itu, 84.7% staf menilai penerapan budaya keselamatan pasien di rumah sakit masih negatif dan belum efektif. Staf menilai bahwa manajemen rumah sakit masih perlu melakukan perbaikan dari aspek kepemimpinan, kerja sama tim, pengenalan stres, dan pengembangan potensi staf.
Organizational culture (OC) serves as a bridge to achieve a health service organization’s purpose, but on the contrary, a negative OC can impede patient safety. Organizational culture and patient safety culture (PSC) aims to improve the quality of services in hospitals. To create a positive OC & PSC, one of the essential factors is human resources (HR) that organizational goals. This research aims to understand how individual staff personalities influence the formation of OC and the implementation of PSC at Scholoo Keyen Regional Hospital. medical personnel were included in the quantitative research. Qualitative research was then conducted through in-depth interviews with 9 informants and a focused group discussion with 3 hospital management representatives. The results of this research found that a substantial portion of staff had hostile attitudes, are less able to take responsibility at work, and have a low capacity to solve issues. Assessment of OC shows that organizational values at the macro level are still considered low. In addition, 84.7% of staff assessed that the implementation of PSC in the hospital was negative and not effective. Staff reported that hospital management needs to improve in terms of leadership, teamwork, stress recognition, and developing staff potential.
B-2492
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ambo Sakka; Promotor: Ede Surya Darmawan; Kopromotor: Dumilah Ayuningtyas, Dewi Gayatri; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Wachyu Sulistiadi, Syahrir A. Pasinringi, Sutopo Patria Jati, Farida Briani Sobri
Abstrak:
Read More
Utilisasi pelayanan rumah sakit pada pasien kanker payudara dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menunjukkan pola yang heterogen dan belum terpetakan secara empiris. Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi kelas laten pola utilisasi pelayanan rumah sakit pada pasien kanker payudara peserta JKN melalui Analisis Kelas Laten; (2) menganalisis distribusi variabel prediktor berbasis Andersen Behavioral Model antar kelas utilisasi yang terbentuk; (3) membangun dan mengevaluasi model prediksi kelas utilisasi menggunakan pendekatan pembelajaran mesin dengan analisis kontribusi variabel prediktor; serta (4) merumuskan implikasi kebijakan berbasis temuan empiris untuk penguatan sistem JKN. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif berbasis Data Sampel BPJS Kesehatan periode 2017–2024 dengan sampel 3.186 pasien kanker payudara (ICD-10 C50.x dan D05.x) untuk pembentukan kelas utilisasi, dan 3.131 pasien untuk pemodelan prediktif. Hasil LCA mengidentifikasi empat kelas utilisasi yang berbeda secara substantif: Low Utilizer (33,5%; n=1.066), Moderate Outpatient (26,4%; n=841), High Inpatient Complex (21,6%; n=687), dan High Outpatient (18,6%; n=592), dengan model optimal memiliki nilai BIC 24.081,73 dan Entropy 0,894. Model prediksi yang dibangun mencapai akurasi 67,8% pada data uji independen, nilai Cohen's Kappa 0,56, dan rata-rata AUC makro 0,889 dengan kemampuan identifikasi kelas High Inpatient Complex mencapai AUC 0,910. Analisis kontribusi variabel prediktor mengkonfirmasi dominasi faktor kebutuhan klinis dimana lima dari lima prediktor teratas adalah faktor klinis, dengan episode kemoterapi sebagai determinan terkuat (nilai kontribusi 0,7456) yang mengkonfirmasi secara empiris prediksi Andersen Behavioral Model tentang dominasi kebutuhan klinis dalam sistem dengan cakupan finansial tinggi. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan sistem peringatan dini berbasis data klaim, perluasan program pengelolaan penyakit kronis ke kanker payudara, reformasi tarif pelayanan berbasis kompleksitas utilisasi longitudinal, serta integrasi data klaim BPJS Kesehatan dengan Registri Kanker Nasional sebagai fondasi pemantauan berbasis nilai layanan kesehatan.
Hospital service utilization among breast cancer patients in Indonesia's National Health Insurance (JKN) program demonstrates heterogeneous patterns that have not been empirically mapped. This study aimed to (1) identify latent classes of hospital service utilization among breast cancer patients enrolled in JKN using Latent Class Analysis; (2) analyze the distribution of Andersen Behavioral Model-based predictor variables across the identified utilization classes; (3) develop and evaluate a predictive model for utilization class classification using a machine learning approach with predictor variable contribution analysis; and (4) formulate evidence-based policy implications for JKN system strengthening. This retrospective cohort study utilized BPJS Kesehatan's Sample Data 2017–2024, with a sample of 3,186 breast cancer patients (ICD-10 C50.x and D05.x) for utilization class formation and 3,131 patients for predictive modeling. LCA identified four substantively distinct utilization classes: Low Utilizer (33.5%; n=1,066), Moderate Outpatient (26.4%; n=841), High Inpatient Complex (21.6%; n=687), and High Outpatient (18.6%; n=592), with the optimal model achieving BIC of 24,081.73 and Entropy of 0.894. The predictive model achieved 67.8% accuracy on an independent test set, Cohen's Kappa of 0.56, and macro-average AUC of 0.889, with High Inpatient Complex identification reaching AUC of 0.910. Variable contribution analysis confirmed the dominance of clinical need factors, chemotherapy episodes emerged as the strongest determinant (contribution value 0.7456), empirically confirming the Andersen Behavioral Model's prediction about clinical need dominance in high-coverage systems. This study recommends developing claims data-based early warning systems, expanding chronic disease management programs to breast cancer, reforming reimbursement tariffs based on longitudinal utilization complexity, and integrating BPJS Kesehatan claims data with the National Cancer Registry.
D-646
Depok : FKM-UI, 2026
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
