Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
ABSTRACT
Penelitian ini membahas kinerja dosen Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan
Jakarta di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Masa kerja,
pengetahuan, sikap, motivasi, kehadiran, desain pekerjaan, pelatihan, insentif,
sarana dan fasilitas dihubungkan dengan hasil kinerja dosen. Penelitian cross
sectional ini menggunakan kuesioner tentang variabel independen yang diberikan
kepada 58 dosen, sedangkan penilaian kinerja diisi oleh pimpinan institusi. Hasil
penelitian 63,8% kinerja dosen baik dan 36,2% kinerja dosen kurang. Kinerja
dosen kurang disebabkan oleh tugas penelitian dan pengabdian masyarakat yang
belum terlaksana dengan baik. Analisis multivariat membuktikan pengetahuan
berpengaruh dominan terhadap kinerja. Sehingga pimpinan institusi perlu
memperhatikan variabel tersebut.
Kata kunci: kinerja dan pengetahuan
This study discussing the performance of the midwifery’s lecturer in Health
Politechnic Jakarta in the educational, research and community's service. The
working periode, knowledge, attitude, motivation, presence, design of the work,
training, incentive, means and facilities associated with performance of the
lecturer. This cross sectional study using kuersioner which contains the
independent variable that was given to 58 lecturers, where as the assessment of
the performance was filled up by the head of midwifery institution. Results of this
study 63,8% good performance of the lecturer and 36,2% his performance is less.
The less performance of the lecturer because of the research and the community's
service that were still not implemented well. Multivariate analyse knowledge
evidently influential dominant towards the performance of the lecturer, so as the
head of the institution must pay attention to this variables.
Keywords: performace and knowledge
Pertolongan persalinan di rumah masih sering dilakukan di Indonesia, dan persalinan perlu dipantau kemajuannya dengan partograf. Penelitian dilakukan di dua wilayah kerja Puskesmas di Banten, guna melihat penerapan partograf oleh bidan dan faktor yag berhubungan dengan penerapannya. Dengan rancangan crossectional dan analisis model logistik pada 31 bidan yang bekerja di wilayah kerja Puskesmas Kramat Watu dan Puskesmas Waringin Kurung yang menolong persalinan di rumah pasien. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan pelatihan APN dengan penggunaan partograf (p 0,004). Terdapat kecenderungan untuk lebih menggunakan partograf pada responden yang umurnya ≥ 34 tahun, pengetahuan baik, bersikap bahwa partograf penting, mendapatkan pelatihan APN, didukung ketersediaan alat dan bahan, keterampilan baik serta ada dukungan atasan. Terdapat juga kecenderungan untuk tidak menggunakan partograf pada responden dengan kondisi pasien yang ditemui bidan di rumah. Dari hasil penelitian di sarankan untuk memberikan pelatihan APN kepada para bidan dan pendidikan kesehatan kepada masayrakat untuk merencanakan persalinan. Agar penggunaan partograf dapat dilaksanakan perlu membuat lembar partograf sesuai tafsiran persalinan ibu dengan ukuran besar di rumah pasien ditempel ditempat strategis agar pencatatan dapat segera dilakukan saat proses pertolongan persalinan. Memberikan dukungan pada bidan untuk menggunakan partograf pada setiap persalinan di semua tempat. Kata Kunci: Partograf, Pelatihan Asuhan Persalinan Normal, Persalinan
Delivery at home is still often in Indonesia and need to be monitored by partografh. Studies are conducted in two working areas of helath centers in order to see partografh applications by midwives and factors related to the application. This research is a cross-sectional design in the form of logistic analysis of 31 midwives working in the area of Kramat Watu health centers and Waringin Kurung health centers that facilitate delivery midwives at patient's home. The sample in this study is the total population. The results showed an association between APN training and the use of partograph (p 0.004). There is a tendency to use partograph more on respondents aged ≥ 34 years, good knowledge, good attitude, received APN training, complete availability of tools and materials, good skills and good support from superiors. The condition of patients at home, as seen by midwives, tends to not make midwives use partograph. From the results of the study, it is advised to provide APN training for midwives and health education for community to plan the delivery. In order to implement the use of partograph, it is necessary to make a large size sheet partograph in patients' homes according to the interpretation of labor so that recording can be done immediately during the process of delivery aid. Provide support for midwives to use partograph for every birth at all places. Keyword: Partograph, Normal Childbirth Care Training, Childbirth
