Ditemukan 20 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Wenna Yolanda; Pembimbing : Hendra; Penguji: Baiduri Widanarko, Masjuli
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor ndash; faktor risiko kelelahan seperti shift kerja, durasi mengemudi, durasi lembur, situasi jalan, kuntitas tidur, waktu terjaga, dan commuting time pada pengemudi truk skid-tank LPG PT. X tahun 2017. Desain studi cross-sectional digunakan dalam penelitian ini, menggunakan kuesioner The Checklist of Individual Strengts sebagai instrumen untuk mengukur kelelahan. Sebanyak 87 pengemudi truk skid-tank LPG PT. X diwawancarai pada Maret 2017. Hasil analisis univariat menunjukkan 24,1 pengemudi mengalami kelehan. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna ?=0,05 antara durasi mengemudi nilai p=0,046 dan waktu terjaga nilai p=0,017 terhadap kelelahan.
Read More
S-9353
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Oktomi WIjaya; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Masjuli
S-5988
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Febrina Dhyani Putri; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Masjuli
S-6292
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Asep Zaenal Muttaqien; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Antonius Sulistya Wibowo, Masjuli
Abstrak:
Angka kematian yang diakibatkan kecelakaan lalu lintas masih sangat tinggi, datamenunjukan terdapat 1,3 juta orang meninggal karena kecelakaan lalulintas.Tingginya angka kecelakaan yang menyebabkan kematian, cacat permanen,kerusakan properti yang cukup besar menjadi salah satu hambatan dalamperkembangan usaha terutama dalam bidang logistik dan transportasi. PT Xmerupakan salah satu perusahaan beton yang memiliki permasalahan terhadaptingginya angka kecelakaan yang terjadi dibidang transportasi. Berdasarkan datakecelakaan yang terjadi di PT X dari Tahun 2008 sampai dengan Tahun Tahun 2014,dapat diketahui bahwa angka kecelakaan disektor transportasi merupakan kecelakaanyang paling banyak terjadi setiap tahunnya dibandingkan kecelakaan kerja yang lain.Total kecelakaan kerja yang terjadi dari Tahun 2008 sampai dengan Tahun 2014adalah sebesar 159 kasus, dimana jumlah kecelakaan di sektor transportasi adalahsebesar 131 kasus sedangkan kecelakaan non-transportasi sebanyak 28 kasus.Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan transportasi di PT X berdasarkanklasifikasi faktor manusia adalah pengemudi kurang terampil, pengemudi kurangpengamatan, pengemudi tidak disiplin dan pengemudi lelah. Faktor kendaraan terdiridari rem blong dan kendaraan kurang perawatan. Faktor lingkungan terdiri dari jalanamblas, jalan menikung, jalan sempit, jalan licin, jalan rusak berlubang, blind spotdan keamanan.
Kata Kunci : Matrik Haddon, Kecelakaan Transportasi, Road safety.
The traffic accident rate is still high, there was 1,3 million people die caused roadaccident. The high number of accidents resulting in death, permanent disability,property damage is large enough to be one of the obstacles in the development ofbusiness, especially in logistics and transportationPT X is one of the concretecompany that has a problem with the high number of accidents that occurred intransportation. Based on data from the accident that occurred in PT X from 2008 untilthe year 2014, it is known that the number of accidents transportation sector is themost common accidents each year than other occupational accidents. Total accidentsthat occurred from 2008 to 2014 amounted to 159 cases, where the number ofaccidents in the transport sector amounted to 131 cases while non-transport accidentsas many as 28 cases.The Accident factors that could cause transport accidents in PT X could be classifybased on of the human factor are less skilled driver, the driver's lack of observation,the driver does not discipline and driver fatigue. The vehicle factors are consists of avehicle brake failure and lack of maintenance. The environmental factors consist ofcollapsed road, street corners, narrow roads, slippery roads, bad roads potholes, blindspot and security.
Key words : Haddon Matrix, Traffic Accident, Road safety.
Read More
Kata Kunci : Matrik Haddon, Kecelakaan Transportasi, Road safety.
The traffic accident rate is still high, there was 1,3 million people die caused roadaccident. The high number of accidents resulting in death, permanent disability,property damage is large enough to be one of the obstacles in the development ofbusiness, especially in logistics and transportationPT X is one of the concretecompany that has a problem with the high number of accidents that occurred intransportation. Based on data from the accident that occurred in PT X from 2008 untilthe year 2014, it is known that the number of accidents transportation sector is themost common accidents each year than other occupational accidents. Total accidentsthat occurred from 2008 to 2014 amounted to 159 cases, where the number ofaccidents in the transport sector amounted to 131 cases while non-transport accidentsas many as 28 cases.The Accident factors that could cause transport accidents in PT X could be classifybased on of the human factor are less skilled driver, the driver's lack of observation,the driver does not discipline and driver fatigue. The vehicle factors are consists of avehicle brake failure and lack of maintenance. The environmental factors consist ofcollapsed road, street corners, narrow roads, slippery roads, bad roads potholes, blindspot and security.
Key words : Haddon Matrix, Traffic Accident, Road safety.
T-4442
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Feri Hendriyadi; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Hendra, Masjuli
Abstrak:
Kegiatan maintenance dan operational produksi crude oil pasca pemboran merupakan salah satu aktivitas yang berpotensi terjadinya kecelakaan kerja di industri minyak dan gas bumi lepas pantai. kecelakaan yang terjadi bisa menyebabkan cidera ringan, serius dan bahkan sampai menyebabkan kematian, kerusakan peralatan dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pembuatan analisa keselamtan kerja pada pekerja di departemen Produksi dan Perawatan di anjungan lepas pantai PT X. Desain penelitian Deskriptif dengan pendekatan kualitatif dilakukan dengan cara wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara pelaksanaan analisa keselamatan kerja dilapangan dengan kecelakaan kerja yang terjadi dilapangan selama periode 2013-2014. Dari hasil penelitian ini disarankan bagi perusahaan untuk melakukan pelatihan dan pelatihan penyegaran yang berhubungan dengan pelaksanaan analisa keselamatan kerja, melakukan evaluasi secara berkala oleh para pimpinan dilapangan, meningkatkan kesadaran pekerja dalam melakukan analisa keselamatan kerja dengan baik dan konsisten. Dan membuat formulir analisa keselamatan kerja yang lebih sederhana agar setiap pimpinan tim kerja lebih mudah dalam membuat analisa keselamatan kerja lebih berkualitas. Kata kunci: Analisa keselamatan kerja, identifikasi bahaya
Read More
T-4537
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kemas Ahmad Widad; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Zulkifli Djunaedi, Muhammad HIkam, Masjuli
Abstrak:
Tesis ini membahas mengenai analisis yang dilakukan terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran pada saat penerimaan di tangki timbun BBM. Dilatar belakangi oleh kejadian kebakaran T.24 Depot Plumpang, penulis melakukan pengukuran persentase LBL (Lower Explosion Limit) di atas tangki timbun, pengukuran MIE (Minimum lgnition Energy), dan energi akibat gesekan peralatan yang digunakan. Dari hasil pengukuran persentase LEL didapat kondisi di atap tangki timbun BBM pada saat penerimaan BBM berlangsung merupakan kondisi yang flammable, baik pada waktu siang maupun malam hari dimana persentase LEL 30 % didapat pada jarak sekitar 3 meter dari sumber. Sedangkan dari pengukuran MIE didapatkan hasil BBM klas 1 yang didapat dari pengujian ini didapat antara 0,25 Joule sampai dengan 0.274 Joule dan dalam kondisi LEL 20% sampai dengan 40%. Dimana untuk Premium 0.274 Joule pada LEL 40 %. Pertamax 0,243 Joule pada LEL 30% dan Pertamax Plus 0.25 Joule pada LEL 20%. Pertamax plus mempunyai minimum ignition energy yang lebih kecil dibandingkan premium dan pertamax. Untuk energi gesekan didapatkan hasil energi minimal pada material tali cotton sebesar 7,4 E -9 J dan maksimal pada material dipstick stainless 4,5 I li-5 J. Hasil penelitian merekomendasikan untuk tidak diperbolehkan adanya kegiatan di atas tangki selama penerimaan BBM berlangsung.
This thesis will explain further about analysis of factors which can caused fire in receiving fuel storage tank activities. Tank fire in T. 24 Depot Plumpang, is what forms the background of this thesis. The writer will do some measurements such as persentage of LEL (Lower Explosion Limit), MIE (Minimum Ignition Energy) on the top of the fuel storage tank and also energy that occurs because of friction with equipments which are been used. From the measurement of LEL's percentage, the result is, the condition at the top of fuel storage tank when receiving activity is done will be in flammabe circumstances, either in the afternoon or in the night, where the percentage of LEI is 30% about 3 meter far from the source. From MIE measurement the result of class I fuel is 0.25 Joule-0,274 Joule in LEL's condition of` 20%-40%. For premium 0.274 Joule in LEL's percentage of 40 %. Pertamax 0.243 Joule in LEL`s percentage of` 30% dan Pertamina Plus 0.25 Joule in LEL's percentage of` 20%. Pertamax plus has the Smallest minimum ignition energy compared with premium and pertamax. For friction energy, the result is, minimum energy in cotton rope is 7,4 E -9 J and maximum energy in dipstick stainless material is 4,5l E-5 J. The researcher suggests that to not doing activity on the top of fuel storage tank when receiving activity is done.
Read More
This thesis will explain further about analysis of factors which can caused fire in receiving fuel storage tank activities. Tank fire in T. 24 Depot Plumpang, is what forms the background of this thesis. The writer will do some measurements such as persentage of LEL (Lower Explosion Limit), MIE (Minimum Ignition Energy) on the top of the fuel storage tank and also energy that occurs because of friction with equipments which are been used. From the measurement of LEL's percentage, the result is, the condition at the top of fuel storage tank when receiving activity is done will be in flammabe circumstances, either in the afternoon or in the night, where the percentage of LEI is 30% about 3 meter far from the source. From MIE measurement the result of class I fuel is 0.25 Joule-0,274 Joule in LEL's condition of` 20%-40%. For premium 0.274 Joule in LEL's percentage of 40 %. Pertamax 0.243 Joule in LEL`s percentage of` 30% dan Pertamina Plus 0.25 Joule in LEL's percentage of` 20%. Pertamax plus has the Smallest minimum ignition energy compared with premium and pertamax. For friction energy, the result is, minimum energy in cotton rope is 7,4 E -9 J and maximum energy in dipstick stainless material is 4,5l E-5 J. The researcher suggests that to not doing activity on the top of fuel storage tank when receiving activity is done.
T-3260
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Luqmantoro; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Mila Tejamaya, Hendra, Masjuli, Agus Joko Haryanto
Abstrak:
MIC (Methyl Isocyanate) adalah bahan kimia yang sangat berbahaya dan beracun yang telah terbukti menjadi sumber bencana pada tragedi Union Carbide Bhopal tahun 1984. PT X sebagai perusahaan penghasil MIC harus memastikan adanya perlindungan keselamatan proses yang baik. Untuk memastikan hal tersebut perlu dilakukan penilaian risiko secara sistematis dan menyeluruh terhadap alat atau proses produksi MIC. Tesis ini membahas penilaian keselamatan proses menggunakan teknik Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). 57 potensi kegagalan teridentifikasi di penelitian ini. Hasil penelitian memberikan gambaran tentang profil severity, occurance dan detection serta diperolehnya nilai Risk Priority Number (RPN) dari ke-57 potensi kegagalan tersebut. Profil FMEA yang dihasilkan menjadi input untuk membuat skenario terburuk potensi kegagalan ganda. 8 nilai RPN tertinggi dengan potensi keparahan mayor diperoleh untuk segera ditindaklanjuti dengan tindakan perbaikan. Selain itu, diperoleh pula 2 potensi kegagalan ganda terburuk yang harus menjadi perhatian. Di akhir tesis ini rekomendasi diberikan kepada PT X baik rekomendasi teknis terkait hasil penilaian risiko ini maupun rekomendasi yang bersifat umum untuk meningkatkan perlindungan keselamatan proses di PT X.
Kata Kunci: Keselamatan proses, potensi kegagalan, severity, occurance, detection, Risk Priority Number (RPN)
Read More
Kata Kunci: Keselamatan proses, potensi kegagalan, severity, occurance, detection, Risk Priority Number (RPN)
T-4464
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hendri Amirudin Anwar; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Indri Hapsari Susilowati, Masjuli, Trisnajaya
Abstrak:
Robot merupakan sebuah mesin yang kompleks dan rumit dengan kemampuanuntuk bergerak dengan berbagai kecepatan dan berbagai arah. Interaksi antaraorang, robot dan lingkungan berkontribusi menciptakan resiko yangmembahayakan manusia maupun properti yang berada di sekitar robot.Berdasarkan informasi dari situs resmi departemen tenaga kerja Amerika Serikatsejak tahun 1984 hingga tahun 2013 telah terjadi 37 kecelakaan fatal di tempatkerja terkait robot. Tesis ini membahas penilaian risiko yang dilakukan padapekerjaan pengoperasian dan maintenance robot di PT X. Identifikasi bahaya padapenelitian ini menggunakan metode analisa bahaya pekerjaan (JSA/JHA) danpenghitungan nilai risikonya dengan menggunakan metode analisa risko semikuantitatif. Hasil penelitian ini memberikan gambaran tingkat risiko pekerjaanpengoperasian dan maintenance robot, dimana risiko tertinggi adalah tertabraklengan robot baik saat pekerjaan pengoperasian maupun maintenance robot.Tingkat risiko tersebut didapat dari kombinasi kemungkinan kejadian(probability) dan keparahan dampak (severity). Selain itu dihasilkan rekomendasiuntuk mengendalikan sisa risiko yang ada.
Robot is a complex and complicated machine with the ability to move at differentspeeds and in different directions. The interaction between human, robot andenvironment contribute to create risk endangering people and property which islocated around the robot. Based on information from the official website of theUS labor department from 1984 to 2013. There have been 37 fatal accidents in theworkplace related to robots. This thesis discusses the risk assessment carried outon the operation and maintenance work of the robot at PT X. Identification ofdanger in this study using a job hazard analysis (JSA / JHA) and the calculation ofthe risk value using semi-quantitative analysis method. The results of this studyprovide an overview of risk level operation and maintenance work of the robot,where the highest risk is hit by a robot arm while doing the work operation andmaintenance robot. The risk level is obtained from the combination of theprobability of occurrence and severity of impact. These research give somerecommendation to control residual risks.
Read More
Robot is a complex and complicated machine with the ability to move at differentspeeds and in different directions. The interaction between human, robot andenvironment contribute to create risk endangering people and property which islocated around the robot. Based on information from the official website of theUS labor department from 1984 to 2013. There have been 37 fatal accidents in theworkplace related to robots. This thesis discusses the risk assessment carried outon the operation and maintenance work of the robot at PT X. Identification ofdanger in this study using a job hazard analysis (JSA / JHA) and the calculation ofthe risk value using semi-quantitative analysis method. The results of this studyprovide an overview of risk level operation and maintenance work of the robot,where the highest risk is hit by a robot arm while doing the work operation andmaintenance robot. The risk level is obtained from the combination of theprobability of occurrence and severity of impact. These research give somerecommendation to control residual risks.
T-4685
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rumiris Feronika Simaremare; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Indri Hapsari Susilowati, Trisnajaya, Masjuli
Abstrak:
Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan penilaian terhadap pajanan tekanan panasdi workshop pembuatan batik yang terletak di Kecamatan Mauk, Tangerang.Sebanyak 84% dari pekerja yang diwawancarai mengeluh tentang suhu lingkungankerja yang dirasa terlalu panas, meskipun dalam hal ini sudah terdapat pengendalianterhadap tekanan panas yang terpasang pada bangunan. Penilaian didasarkan pada tigakriteria menurut Worksafe BC 2007, yakni faktor lingkungan, faktor pekerja, danfaktor pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Suhu Basah dan Bola(ISBB) di luar ruangan (outdoor) lebih tinggi dibanding ISBB di dalam ruangan(indoor) dan indeks panas berada pada area berbahaya dengan level risiko tinggi.Hasil observasi faktor pekerja yang meliputi aklimatisasi, status hidrasi dan pakaiankerja tidak menunjukkan adanya upaya pengendalian yang dilakukan. Demikian jugahasil observasi pada faktor pekerjaan yakni beban kerja dan pola kerja tidakmenunjukkan adanya pengendalian administratif yang diupayakan dalam menanganikeluhan terhadap pajanan tekanan panas ini. Penurunan tingkat risiko pajanan tekananpanas diharapkan dapat dilakukan dengan modifikasi pengendalian teknis,mengupayakan pengendalian administratif serta penggunaan pakaian kerja yangsesuai dengan lingkungan kerja dengan pajanan tekanan panas.
The aim of this study was to make an assessment of the heat stress exposure in a BatikWorkshop located at Kecamatan Mauk, Tangerang. 84% of interviewed workerscomplained about the working environment temperature that tends to be very hot,although the building already has a built-up control to heat stress. The assessment isbased on three criteria by Worksafe BC 2007 that is environmental, worker, and workfactors. The result showed that the Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) outdoorhigher than indoor, and the heat index is at dangerous area with a high risk level.Observation on worker (acclimatization, hydratin and clothing) and work (work loadand work rate) factors did not show any control measures undertaken. The level ofrisk can be reduced by modification of engineering control, administrative control andthe proper personal protective equipment (clothing).
Read More
The aim of this study was to make an assessment of the heat stress exposure in a BatikWorkshop located at Kecamatan Mauk, Tangerang. 84% of interviewed workerscomplained about the working environment temperature that tends to be very hot,although the building already has a built-up control to heat stress. The assessment isbased on three criteria by Worksafe BC 2007 that is environmental, worker, and workfactors. The result showed that the Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) outdoorhigher than indoor, and the heat index is at dangerous area with a high risk level.Observation on worker (acclimatization, hydratin and clothing) and work (work loadand work rate) factors did not show any control measures undertaken. The level ofrisk can be reduced by modification of engineering control, administrative control andthe proper personal protective equipment (clothing).
T-4746
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Adi Janitra Suardian; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Hendra, Masjuli, Iting Shofwati
Abstrak:
Laboratorium teknik gigi merupakan fasilitas pendukung pelayanan kesehatangigi, yang bertugas mengerjakan pembuatan gigi tiruan. Di laboratorium teknikgigi, pekerja teknik gigi bekerja dengan berbagai macam material pembuat gigitiruan dan berpotensi terpapar dengan material tersebut. Material yang palingumum digunakan yaitu resin metil metakrilat (MMA) atau yang lebih umumdikenal sebagai akrilik. Dalam beberapa penelitian diketahui paparan langsungMMA dapat meyebabkan asma akut, dermatitis kontak alergi, gejala subyektifrespirasi, dan penurunan fungsi paru. Teknologi sistem ventilasi merupakanmetode yang digunakan untuk menurunkan konsentrasi kontaminan di udaratempat kerja yang salah satunya pada laboratorium teknik gigi hingga batas yangtidak membahayakan bagi kesehatan dan keselamatan pekerja. Penelitian inibertujuan untuk mengevaluasi sistem ventilasi terpasang pada laboratorium teknikgigi X, akibat ditemukannya gejala subyektif respirasi pada pekerja danpermasalahan pada sistem ventilasi terpasang.Penelitian ini menggunakan metode gabungan, yaitu metode kualitatif yangdigunakan untuk mengkaji gejala subyektif yang timbul dan metode kuantitatifyang digunakan untuk mengkaji konsentarasi uap metil metakrilat (MMA) danmengevaluasi sistem ventilasi terpasang pada laboratorium teknik gigi Xmenggunakan SNI 03-6572:2001 dan ACGIH. Jenis data yang digunakan adalahdata primer hasil wawancara mendalam, pengukuran konsentrasi uap MMA,pengukuran kecepatan udara, serta pengukuran dimensi dari alat penunjangventilasi dan ruang laboratorium X.Konsentrasi uap metil metakrilat (MMA) di laboratorium teknik gigi X beradajauh dibawah NAB ACGIH (50 ppm) dan diatas nilai odor threshold (0,014 ppm).Sebanyak dua orang pekerja yang terpapar uap MMA, memiliki latar belakangalergi dan riwayat penyakit pernapasan mengalami gejala subyektif respirasikronis, yakni asma dan berdahak. Hasil evaluasi dari sistem ventilasi terpasangpada laboratorium X diketahui tidak memenuhi kriteria yang baik berdasarkanSNI 03-6572:2001 dan ACGIH. Desain ulang sistem ventilasi laboratorium Xdilakukan berdasarkan kriteria SNI 03-6572:2001 dan ACGIH untuk menunjangkeefektifan dalam mengendalikan kontaminan di udara laboratorium teknik gigiX.Kata kunci: Ventilasi, Metil metakrilat.
Read More
T-4785
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
