Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Euis Sunarsih; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Mieke Savitri, Mujaddid, Aditiawarman
T-4332
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erena Fabyola Laurensia; Pembimbing: Ratna Djuwita Hatma; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Mujaddid
S-8086
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pujiarti Sri Hastuti; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Mieke Savitri, Mujaddid
Abstrak: Skripsi ini membahas keterpaparan terhadap Program Dunia Remajaku Seru (DAKU) dan perilaku seksual berisiko pada remaja di SMKN 32 Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dan pengambilan sampel dilakukan dengan Systematic Random Sampling. Hasil penelitian menunjukan siswa yang perilaku seksual berisiko rendah (65,3%) dan perilaku seksual tinggi (34,7%). Responden yang mempunyai perilaku seksual berisiko tinggi lebih banyak pada siswa yang tidak ikut DAKU (37,1%), jenis kelamin laki-laki (57,3%), umur ≥ 16 tahun (37,8), umur pubertas dini (52,2%), pendidikan orang tua tamat ≥ SMA/SMK/sederajat (37,9%), uang saku ≥ 20.000 (54,1%), pengetahuan kurang (43,3%), pernah/punya pacar (36,7%), frekuensi pertemuan dengan pacar sering (52,3%), persepsi negatif (42,8%), sikap negatif (56,5%), dan komunikasi dengan orang tua yang pasif (52%). Terdapat hubungan antara keterpaparan terhadap Program Dunia Remajaku Seru (DAKU) dan perilaku seksual berisiko pada remaja di SMKN 32 Jakarta (p=0,04). Kata kunci: Program Dunia Remajaku Seru (DAKU), remaja, perilaku seksual berisiko.
Read More
S-8604
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erikaliza Agustina; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Caroline Endah Wuryanningsih, Mujaddid
Abstrak: Perencanaan remaja sejak dini terhadap penyiapan keluarga yang meliputi penundaan usia perkawinan, menjarangkan kehamilan, dan mencegah kehamilan dapat mengurangi faktor risiko kesehatan bagi ibu dan calon anak. Sementara usia perkawinan pertama wanita di Jawa Barat masih rendah yaitu dibawah 16 tahun (22,6%) dari seluruh provinsi di Indonesia yang menunjukkan masih kurangnya perencanaan berkeluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran preferensi keluarga berencana pada remaja dan determinannya. Desain penelitian adalah cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah remaja pria yang berusia 15-24 tahun dan remaja wanita yang berusia 15-19 tahun di Provinsi Jawa Barat yang berhasil diwawancarai pada SDKI KRR 2012 yaitu sebanyak 773 orang. Uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar remaja memeliki preferensi keluarga berencana yang baik (76,3%) serta ada perbedaan proporsi antara jenis kelamin, pengetahuan reproduksi, paparan informasi reproduksi, dan peran orang tua dengan preferensi keluarga berencana. Paparan informasi reproduksi yang memiliki hubungan signifikan dari setiap unsur keluarga berencana dapat menjadi peluang untuk meningkatkan preferensi keluarga berencana yang baik pada remaja.
 

 
Adolescent preparation of family planning is postpone marriage, manage the number of children, and prevent pregnancy. They can decrease risk of maternal and child health. But age at first marriage for a woman is still under 16 years old (22,6%) in West Java. It means adolescent have less preparation of family planning. The purpose of this study is to understand how preferences and determinants of family planning in adolescent. Design study is cross sectional on never marriage men age 15-24 and never marriage women 15-19 in West Java from Adolescent Reproductive health (ARM) component of the 2012 Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS). There are 773 respondents. It used chi square type. Knowing this show many adolescent have good preferences of family planning (76,3%) and there are differences in proportion between preferences of family planning and sex, knowledge of reproduction, exposure to reproduction information, the role of parents. The researcher suggests that increase exposure to reproduction information.
Read More
S-8893
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Luluk Rosida; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Besral, Toha Muhaimin, Wahyu Permono, Mujaddid
Abstrak: Penelitian bertujuan mengetahui kepadatan hunian, aktivitas seksual orang tua danefeknya terhadap perilaku seksual remaja di Yogyakarta tahun 2015. Penelitian inimenggunakan desain cross sectional, analisis regresi logistik. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa orang tua yang tinggal di hunian padat mempunyai resiko 2kali lebih tinggi untuk melakukan aktivitas seksual yang berdampak negatif bagianaknya dibanding orang tua yang tinggal di hunian yang tidak padat (OR 2,0695% CI: 1,030-3,723). Remaja yang tinggal di hunian padat mempunyai resiko1,7 kali untuk melakukan perilaku seksual beresiko dibanding remaja yang tinggaldi hunian yang tidak padat (OR 1,78 95% CI:0,63-5,00). Faktor yangmempengaruhi perilaku seksual remaja adalah jenis kelamin, sikap, mediainformasi dan peran teman sebaya. Saran Bagi Dinas Kesehatan dan puskesmassetempat program program penyuluhan remaja PKPR dan melatih konselor temansebaya (Peer Group) sebaiknya juga dilakukan di daerah dengan kepadatanhunian tinggiKata kunci : Kepadatan hunian, aktivitas seksual orang tua, perilaku seksualremaja.
The study aims to know residential density, sexual activity of parents and itseffect on sexual behaviour among teenagers in Yogyakarta in 2015. The studyuses cross sectional design with regression logistic analysis. The result shows thatthe parents who live in dense residents have risk two times higher to do sexualactivity that has bad effect on the children than the parents who live in otherresidents (OR 2,06 95% CI: 1,030-3,723) while the teenagers who live in denseresidents has risk 1.7 times higher to do risked sexual activity than the teenagerswho live in other place (OR 1,78 95% CI:0,63-5,00). Moreover, the factors ofsexual activity among teenagers are sex, attitude, media and the role of peergroup. The suggestion for health department and community health centre in thearea is doing a campaign forteenagers and training in risked area i.e. urban area,especially area that has high number of population.Key words: residential density, sexual activity of parents, sexual behaviour ofteenagers
Read More
T-4398
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive