Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sri Denti On Madya; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujianto; Mardiati Najib, Fani Syafani, Nia Widyanti
Abstrak: Jumlah tenaga kerja informal lebih banyak dibandingkan dengan tenaga kerja formal di Indonesia. Cakupan kepemilikan jaminan kecelakaan kerja masih sangat rendah sedangkan angka kecelakaan kerja masih cenderung tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jaminan kecelakaan kerja pada tenaga kerja informal di Indonesia. Variabel yang diamati yaitu, wilayah, umur, jenis kelamin, status pernikahan, status kesehatan, pendidikan, tingkat resiko pekerjaan, lama bekerja, Kepemilikan JKN, rawat jalan dan pendapatan tenaga kerja informal. Data yang digunakan adalah Data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) tahun 2017 diolah menggunakan stata dengan uji logit serta dianalisis dengan pendekatan model ekonometri. Hasil penelitian dengan p value <0,05 menunjukkan adanya hubungan antara wilayah, umur, jenis kelamin, status kesehatan, pendidikan, tingkat resiko pekerjaan, Kepemilikan JKN, dan pendapatan tenaga kerja informal terhadap kepemilikan jaminan kecelakaan kerja di Indonesia. Sedangkan variabel umur, status pernikahan, rawat jalan tidak berhubungan secara statistik dengan kepemilikan JKK. Nilai Ods Ratio (OR) tertinggi antara lain variabel pendapatan (OR 6,37), pendidikan tinggi (OR 2,99) dan kepemilikan JKN (OR 2,44) sedangkan yang terendah adalah variabel jenis kelamin (0,71).
Read More
T-5599
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dien Kurtanty; Pembimbing: Vetty Yulianty Permansari; Penguji: Mardiati Najib, Alvina Rubianti, Doni Arianto
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk menilai besarnya biaya akibat stroke pada penderita stroke yang mengalami kejadian stroke pertama kalinya pada periode 1 Januari – 31 Maret 2011 di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain studi cost of illness crosssectional retrospektif, menggunakan pendekatan insiden kasus dan metode estimasi biaya dengan pendekatan ”bottom up”. Sampel populasi penderita stroke diambil berdasarkan purposive sampling sebanyak 100 responden. Untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi biaya stroke digunakan uji Kai Kuadrat dan untuk melihat derajat hubungan menggunakan Odds Rasio dengan CI 95%. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa estimasi rata-rata biaya akibat stroke per pasien pada tahun pertama adalah Rp18.872.561, dari total biaya ini rata-rata besar biaya langsung adalah Rp. 15.110.241 dan rata-rata biaya tidak langsung adalah Rp 3.762.360. Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya akibat stroke antara lain Lama Hari Rawat, Status Neurologis saat masuk pertama kali ke rumah sakit, kondisi pasien saat keluar RS serta perbedaan kelas perawatan, tingkat pendidikan, status pekerjaan, tingkat pendapatan serta mekanisme pembayar. Hasil penelitian ini menyarankan kepada Kementerian Kesehatan dan Rumah Sakit untuk menata ulang perhitungan tarif dari semua penjamin baik Askes, Jamkesda, Jamkesmas dan TM DKI supaya banyak provider yang mau ikut serta dalam mekanisme pembiayaan ini. Kata kunci : Stroke, biaya, RSUP Fatmawati.


 This study aimed to estimate the cost of stroke among stroke patients who experienced the first stroke acute  in the period of 1 January to 31 March 2011 at the Fatmawati Public Hospital Jakarta. This research is design by cost of illness study of cross-sectional retrospective, using incident cases and the approach to cost estimation methods with a "bottom up". Sample population of stroke patients will be taken based on purposive sampling as much as 100 respondents. Factors that influence the cost of stroke in tests using the Kai Squares test and to see the degree of relationship using the Odds Ratio with 95% CI. The results showed that the estimated average cost per patient of a stroke in the first year is Rp18.872.561, the average of direct cost is Rp. 15.110.241 of total cost and the average of indirect cost is Rp 3.762.360. Factors that affect the cost of a stroke include the Length Of Stay (LOS), Neurological status at first time admission to the hospital, condition when patient’s discharge and treatment of class differences. In the present study also found that the cost of a stroke is indirectly affected by education level, employment status, income and method payment. These results suggest to the Ministry of Health and Hospitals to conduct the rate calculation of all method payment so many providers are willing to participate in this financing mechanism. Key words: Stroke, cost, Fatmawati Public Hospital Jakarta.

Read More
T-3688
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aan Anjarwati; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Mardiati Najib, Effendy Slamet, Robi Adios
Abstrak:
ABSTRAK Prevalensi penyakit Gagal Ginjal Kronik cenderung makin tinggi sejak 3 tahun terakhir ini (sejak tahun 2015). Sehingga mereka harus menjalani hemodialisis (cuci darah). Adapun komplikasi saat hemodialisis yaitu demam, menggigil, hipotensi, dan keram. Faktor-faktor yang mempengaruhi komplikasi saat hemodialisis pada pelayanan mulai dari faktor pasien terdiri dari durasi HD, akses HD, lama menjalani HD, komorbiditas pasien). Selain itu juga ada peran dari sisi manajemen yaitu Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang pencucian dialiser ulang dan kebijakan direktur. Faktor pasien dan manajemen penting dalam kualitas pelayanan hemodialisis rawat jalan. Metode penelitian yang digunakan adalah mix method. Tahapan yang dilakukan pertama adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan melanjutkan dengan wawancara mendalam dari hasil penelitian. Hasil analisis bivariat, didapatkan bahwa durasi hemodialisis berhubungan signifikan secara statistik dengan komplikasi hemodialisis (p 0.005). Hasil analisis multivariat, diperoleh durasi hemodialisis 4 jam 30 menit berisiko menyebabkan komplikasi sebesar 2.76 (IK 95% 0.9-8.47) kali dan akses AVF-Shunt berpengaruh paling tingi menyebabkan komplikasi sebesar 3.32 (IK 95% 0.76-14.57) kali. Dari hasil wawancara mendalam dengan informan, bahwa kurangnya implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) pencucian dialiser ulang meningkatkan risiko komplikasi. Triangulasi sumber data didapatkan bahwa RS. Anna belum menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan baik dibandingkan RS. Anna Medika dalam pengukuran volume primming atau Total Cell Volume (TCV) dan tidak dilakukan penandaan dialiser setelah dicuci ulang. Adanya data pencantuman volume priming pada dialiser ulang merupakan bentuk penjaminan mutu layanan unit hemodialisis RS. Dan hal ini bisa menjadi kebijakan direktur terkait penggunaan dialiser ulang. Kejadian komplikasi saat hemodialisis di Rumah Sakit dapat diatasi dengan memperhatikan aspek keselamatan pasien yaitu melakukan Standar Operasional Prosedur dengan baik dan menjamin mutu layanan hemodialisis dengan cara membuat kebijakan penggunaan dialiser ulang.

ABSTRACT Prevalence of Chronic Kidney Failure tends to be higher since the last 3 years (since 2015). So they have to undergo hemodialysis (dialysis). The complications of hemodialysis are fever, chills, hypotension, and cramps. Factors that influence complications during hemodialysis in services are from patient factors consist of duration, access, length of time hemodialysis, patient comorbidity. In addition, there is also a role from the management side, namely the Standard Operating Procedure (SOP) reuse dialyzer and director policies. Patient and management factors are important in the quality of outpatient hemodialysis services. The research method used is the mix method. The first step is quantitative research with a cross-sectional approach and continues with in-depth interviews from the results of the study. The results of the bivariate analysis showed that the duration of hemodialysis was statistically significant with complications of hemodialysis (p 0.005). The results of multivariate analysis, obtained the duration of 4 hours 30 minutes hemodialysis at risk of causing complications of 2.76 (95% CI 0.9-8.47) times and the highest effect of AVF-Shunt access caused complications of 3.32 (95% CI 0.76-14.57) times. From the results of in-depth interviews with informants, that the lack of implementation of the Standard Operational Procedure (SOP) for repeated dialysis washing increases the risk of complications. Triangulation of data sources was found that Anna hospital has not run the Standard Operating Procedure (SOP) well compared to Anna Medika hospital in measuring primming volume or Total Cell Volume (TCV) and dialysis marking is not done after repeated washing. The data of inclusion priming volume on repeated dialiser is a form of hemodialysis unit service quality assurance. And this could be the director's policy regarding the use of repeated dialiser. The occurrence of complications during hemodialysis at the hospital can be overcome by paying attention to the aspects of patient safety, namely performing the Standard Operating Procedure properly and ensuring the quality of hemodialysis services by making a policy of using dialiser again.
Read More
B-2087
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Czeresna Heriawan Soejono; Promotor: Bambang Sutrisna; Ko-promotor: Supartonodo, Soewarta Kosen, Penguji: H.A. Aziz Rani, Harry Isbagio, Nuning Maria Kiptiyah, Mardiati Najib, Syahrizal Syarif
D-200
Depok : FKM-UI, 2007
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lili Musnelina; Ppromotor: Hasbullah Thabrany; Kopromotor: Mardiati Najib, Pradana Soewondo, Ratu Ayu Dewi Sartika, Teti Indrawati, Asri C. Adisasmita, Pujiyanto, Ahmad Fuad, Delina Hasan
D-358
Depok : FKM-UI, 2017
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive