Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Laura Dwi Pratiwi; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Ema Hermawati, Sukanda, Rr. Dian Novianti
Abstrak:
Di Kota Depok, diare merupakan 4 penyakit teratas diderita oleh balita. Salah satu faktor risiko penyakit diare adalah mengonsumsi air minum yang terkontaminasi tinja. Kontaminasi tinja dapat dilihat dari jumah kandungan bakteri E. coli dalam air minum rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kandungan Escherichia coli (E. coli) dalam air minum rumah tangga dengan kejadian diare pada balita di Kota Depok Penelitian merupakan studi cross-sectional dengan 300 responden di Kecamatan Sawangan, Kecamatan Cipayung dan Kecamatan Bojong Sari. Pengambilan sampel adalah total sampling dari data engambilan sampel air minum rumah tangga menggunakan metode SNI 3554:2015. Kandungan E. coli pada air minum rumah tangga diuji dengan menggunakan metode TPC (Total Plate Count). Kejadian diare yang dirasakan dalam 6 bulan terakhir pada balita didapatkan dengan wawancara terhadap ibu. Wawancara dan observasi dilakukan untuk mengetahui sanitasi, higiene dan karakteristik ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan E. coli dalam air minum rumah tangga yang tidak memenuhi syarat sejumlah 174 Sarana jamban keluarga, kondisi sumber air bersih, penyimpanan air minum, pengelolaan sampah rumah tangga, usia ibu dan pendidikan ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian diare balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rumah tangga dengan kandungan bakteri E. coli dalam air minum tidak memenuhi syarat dan menerapkan CTPS berisiko 0,9 kali mengalami diare pada balita. Rumah tangga dengan kandungan bakteri E. coli dalam air minum tidak memenuhi syarat dan tidak menerapkan CTPS berisiko 3,7 kali mengalami diare pada balita

H2S is dangerous compound that colorless and has smell like rotten egg. One of this compound source is produced from decomposition process in landfill. The most sensitive body system when exposed to H2S is respiratory system. This study aims to analyze the effect of H2S intake to respiratory symptoms at people living around the Cipayung Landfill. This study design uses cross sectional. Data collection was carried out by interview by questionnaire and measure  H2S ambient at 9 poimts locate aroundd community settlements. The result were found intake of H2S associated with respiratory symptoms (p value=0,012; OR=10,5; CI 95%=1,25-88,02). The result of multivariat analysis were found H2S intake influence respiratory symptoms after controlled by duration living variable (p value=0,026; OR=6,78; CI 95%= 1,612-64,572). It needs to measure routine H2S ambient and ensure that concentration was safe as well as proper management efforts from City Government of Depok, Cipayung Landfill and related stakeholders in order to reduce the health risk problems to the people living around Cipayung landfill.

Read More
T-5909
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Apri Yulda; Pembimbing: Ririn Arminsih, Zakianis; Penguji: Budi Hartono, R.R. Dian Novianti, Lusi Nurbaiti Badri
Abstrak:
TPS3R adalah salah satu solusi dalam pengolahan sampah, namun pelaksanaan TPS3R diketahui mengalami banyak kendala. Masyarakat dan pengembang kawasan tidak tertarik untuk melakukan pengolahan sampah karena mengeluarkan biaya yang terbilang tinggi dan dianggap tidak menguntungkan, sehingga perlu diyakinkan bahwa kegiatan pengolahan sampah memiliki nilai manfaat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai manfaat enelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif studi kasus di TPS3R Mutiara Bogor Raya dan TPS katulampa sebagai unit analisis. Metode analisis menggunakan metode Cost Benefit Analysis Kesimpulan pada penelitian ini adalah pengelolaan sampah melalui TPS3R lebih menguntungkan dan layak untuk dijalankan daripada TPS mengelola sampah dengan metode kumpul angkut buang

Waste Recycle Facility TPS3R is one of the solutions in waste management, but the implementation of TPS3R experiences many obstacles. The community and area developers are not interested in recycling because they incur high costs and are considered unprofitable, so it needs to be convinced that the construction of waste recycling facilities has a beneficial value. The purpose of this study was to determine the economic feasibility of waste recycling facilities (TPS3R) and temporary dumpsite (TPS). This research is a descriptive quantitative case study research in TPS3R Mutiara Bogor Raya and TPS Katulampa as the unit of analysis. The analytical method uses Cost Benefit Analysis (CBA). The results showed the total cost of TPS3R was Rp.549,980,813, the total benefit of TPS3R was Rp.728,616,000, with a net value of TPS3R was Rp.178,635,187 and BCR was  1.32. The total cost of the TPS was Rp. 285.208.500, the total benefit of the TPS was Rp.179,040,000, with a net value of TPS was Rp-106.168.500 and BCR was 0.62. The conclusion of this research is that TPS3R waste management is more profitable and feasible than TPS "managing waste using the dumping collection method".

Read More
T-5970
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive