Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Zhafirah Salsabila; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Lia Gardenia Partakusuma
S-10404
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adhika Putra Marsaban; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Masyitoh, Lia Gardenia Partakusuma, Veronica Fridawati
Abstrak:
Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) menghadapi tantangan operasional dalam sistem penyediaan darahnya, yang ditandai dengan tingginya angka pembatalan darah, waktu tunggu layanan yang lama, dan biaya pengadaan eksternal yang signifikan, yang berpotensi menghambat pengembangan layanan unggulan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis pra-kelayakan yang komprehensif terhadap rencana pendirian Unit Pengelola Darah (UPD) di RSPP guna memberikan rekomendasi strategis berbasis bukti. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan utama, dan observasi langsung. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendirian UPD dengan klasifikasi Madya sangat layak untuk dilaksanakan. Terdapat potensi permintaan yang sangat besar, dengan proyeksi volume gabungan untuk RSPP dan RS PELNI mencapai 28.093 kantong pada tahun 2025. Proyek ini memerlukan estimasi biaya investasi (CAPEX) sebesar Rp 10,65 miliar dan biaya operasional (OPEX) tahunan sekitar Rp 6,46 miliar. Meskipun memerlukan investasi besar, analisis finansial awal menunjukkan kelayakan yang sangat kuat dengan periode pengembalian (Payback Period) 3,22 tahun, Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp 30,05 miliar, dan Internal Rate of Return (IRR) mencapai 34,22%. Disimpulkan bahwa proyek ini layak untuk dilanjutkan ke tahap studi kelayakan (FS) penuh, dengan fokus pada penyusunan desain teknis rinci, analisis finansial mendalam, rencana induk SDM, dan mitigasi risiko utama terkait pendanaan, teknis, sumber daya manusia, dan keberlanjutan pasokan donor.
Pertamina Central Hospital (RSPP) faces operational challenges in its blood supply system, characterized by high blood cancellation rates, long service turnaround times, and significant external procurement costs, which potentially hinder the development of its centers of excellence. This study aims to conduct a comprehensive pre-feasibility analysis of the plan to establish a Blood Management Unit (UPD) at RSPP to provide evidence-based strategic recommendations. This research employed a qualitative case study method supported by quantitative data. Data was collected through document analysis, in-depth interviews with key stakeholders, and direct observation. The results indicate that the establishment of an Intermediate (Madya) classification UPD is highly feasible. There is significant potential demand, with a projected combined volume for RSPP and PELNI Hospital reaching 28,093 bags in 2025. The project requires an estimated investment cost (CAPEX) of IDR 10.65 billion and annual operational costs (OPEX) of approximately IDR 6.46 billion. Despite the large investment, the preliminary financial analysis shows very strong viability with a Payback Period of 3.22 years, a positive Net Present Value (NPV) of IDR 30.05 billion, and an Internal Rate of Return (IRR) of 34.22%. It is concluded that the project is feasible to proceed to a full Feasibility Study (FS) stage, with a focus on detailed engineering design, in-depth financial analysis, a human resources master plan, and mitigation of key risks related to funding, technical aspects, human resources, and the sustainability of donor supply.

Read More
T-7384
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andis Septama; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Yaslis Ilyas, Lia Gardenia Partakusuma, Ahmad Hariri
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbedaan gaya kerja, stres kerja, dan loyalitas kerja antar Generasi X, Y, dan Z di Rumah Sakit Pusat Pertamina. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi secara signifikan memengaruhi aspek Work Centrality (p<0,001; aOR=0,253), Work-Life Balance (p<0,001; aOR=3,455), Leadership (p<0,001; aOR=2,365), dan Recognition (p<0,001; aOR=4,261). Generasi Z mencatat skor tertinggi pada Work Centrality dan Recognition, sementara Generasi Y unggul dalam Work-Life Balance. Loyalitas kerja tertinggi ditemukan pada Generasi X (p=0,017; aOR=2,909). Faktor pendidikan juga memengaruhi dimensi Non-Compliance (p=0,005; aOR=2,850). Generasi Z menunjukkan kemungkinan tertinggi untuk mengalami stres kerja sedang/tinggi (p<0,001; 6,9 kali lebih tinggi dibandingkan Generasi Y). Penelitian ini menyoroti pentingnya organisasi untuk mengadopsi pendekatan manajemen yang komprehensif dan berbasis kebutuhan untuk memaksimalkan potensi karyawan dari semua generasi.

This study aims to explore the differences in work style, job stress, and work loyalty among Generation X, Y, and Z at Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Data were collected through structured questionnaires that were tested for validity and reliability. The findings indicate that generation significantly influences aspects of Work Centrality (p<0.001; aOR=0.253), Work-Life Balance (p<0.001; aOR=3.455), Leadership (p<0.001; aOR=2.365), and Recognition (p<0.001; aOR=4.261). Generation Z scored the highest in Work Centrality and Recognition, while Generation Y excelled in Work-Life Balance. The highest work loyalty was observed in Generation X (p=0.017; aOR=2.909). Educational background also affected the dimension of Non-Compliance (p=0.005; aOR=2.850). Generation Z exhibited the highest likelihood of experiencing moderate/high job stress (p<0.001; 6.9 times higher than Generation Y). This study underscores the importance of organizations adopting a comprehensive and needs-based management approach to maximize the potential of employees from all generations.
Read More
B-2515
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Puspitasari; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Puput Oktamianti, Lia Gardenia Partakusuma, Lies Dina Liastuti
Abstrak:
Selama 40 tahun berdiri, unit rahat inap RS LNG Badak belum memberikan performa terbaiknya, baik dalam kinerja operasionalnya maupun dari sisi pendapatan. RS LNG Badak juga belum pernah memiliki rencana strategis yang seharusnya menjadi dasar strategi bisnis rumah sakit. Tujuan Penelitian ini adalah terbentuknya rencana strategis peningkatan kinerja dan pendapatan di unit Rawat Inap RS LNG Badak. Metode yang digunakan adalah action research yang mengolah data primer dan sekunder dimana data primer didapatkan melalui wawancara mendalam (deep interview) dan dipertajam dengan Focused Group Discussion (FGD) sedangkan data sekunder didapatkan melalui data laporan unit rawat inap, rekam medis, marketing dan keuangan. Hasil telitian mendapatkan, positioning RS LNG Badak adalah Hold and Maintain. Sehingga untuk dapat berada di posisi growth and built, maka RS LNG Badak perlu melaksanakan 6 strategi alternatif seperti Pengembangan Produk Layanan Rawat Inap, Pengembangan Sarana dan Prasarana di Rawat Inap. , Pengembangan Teknologi dengan melengkapi alat medis modern di Kamar Operasi, Kamar Bersalin, Ruang Intensif; service of excellent, peningkatan kerjasama dan sistem rujukan dengan Perusahaan potensial dan faskes sekitar serta penambahan spesialisasi di RS LNG Badak.

During its 40 years of existence, the inpatient unit of Badak LNG Hospital has not given its best performance both in operational performance and in terms of revenue. Badak LNG Hospital also has never had a strategic plan that should be the basis of the hospital's business strategy. The purpose of this research is to form a strategic plan to improve performance and revenue in the Inpatient unit of Badak LNG Hospital. The method used is action research that processes primary and secondary data where primary data is obtained through in-depth interviews and sharpened with Focused Group Discussion (FGD) while secondary data is obtained through inpatient unit report data, medical records, marketing and finance. The results of the research found that the positioning of Rhino LNG Hospital is Hold and Maintain. So that to be in the position of growth and built, Badak LNG Hospital needs to implement 6 alternative strategies such as Inpatient Service Product Development, Development of Facilities and Infrastructure in Inpatient. Technology Development by equipping modern medical equipment in the Operating Room, Maternity Room, Intensive Care Unit; service of excellence, increasing cooperation and referral systems with potential companies and surrounding health facilities and adding specialisations at Badak LNG Hospital.
Read More
B-2506
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabila; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Lia Gardenia Partakusuma, Nindya Savitri
Abstrak:
Peningkatan jumlah lansia di Indonesia menuntut layanan kesehatan yang mampu mendukung terwujudnya active ageing, yaitu penuaan yang mengoptimalkan aspek kesehatan, partisipasi, dan keamanan. Namun, penerapan konsep ini di fasilitas kesehatan primer masih belum dievaluasi secara komprehensif, terutama dalam konteks hubungan antara kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, serta peran layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana lansia di Klinik Pertamina IHC menjalani proses penuaan, menghadapi perubahan fisik dan psikologis, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat mereka dalam mencapai active ageing. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap informan kunci dan informan utama, serta observasi fasilitas. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya promotif-preventif di Kinik masih bersifat sporadis dan belum terstandardisasi, sementara pelayanan kuratif menjadi fokus utama karena tingginya beban penyakit kronis. Dari sisi psikologis, dukungan keluarga dan hubungan sosial berperan dalam menjaga motivasi, adaptasi, dan kesejahteraan emosional lansia. Faktor perilaku seperti aktivitas fisik, pola makan, dan kepatuhan pengobatan menunjukkan variasi antar kelompok usia, dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, dukungan keluarga, dan pemahaman terhadap penyakit. Tantangan utama meliputi keterbatasan fasilitas ramah lansia, belum adanya SPO khusus geriatri, keterbatasan edukasi yang konsisten, serta hambatan fisik dan psikologis pada beberapa lansia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencapaian active ageing memerlukan integrasi pelayanan yang lebih sistematis, edukasi yang terstruktur, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta pelibatan keluarga dalam proses perawatan. Temuan ini diharapkan menjadi dasar penyusunan desain layanan kesehatan lansia yang lebih holistik dan berkelanjutan di Klinik Pertamina IHC.

The growing proportion of older adults in Indonesia necessitates health services that effectively support active ageing, defines as the process of optimising health, participation, and security in later life. However, the implementation of this concept within primary health care settings has not been comprehensively evaluated, particularly regarding the interaction between physical health, psychological well-being, and the role of health services in enabling older adults to age actively. This study aims to explore how older adults at Klinik Pertamina IHC experience ageing, interpret physical and psychological changes, and identify the factors that facilitate or hinder their ability to acheive active ageing. Using a qualitative phenomenological design, in-depth interviews were conducted with key informants and primary informants, complemented by observations of clinis facilities. Data were analysed using thematic analysis. The findings indicate that promotive and preventive activities within the clinic remain sporadic and lack standardization, while curative services dominate due to high burden of chronic diseases. Psychologically, family support and social relationships play a crucial role in sustaining motivation, emotional well-being, and adaptive coping among older adults. Behavioral determinants, such as physical activity, dietary patternts, and medication adherence vary across age groups and are influenced by health status, family involvement, and health literacy. Key challenges include limited age-friendly facilityes, the absence of standard operationg procedures for geriatric care, inconsistent health education delivery, and physical psychological constrants experienced by some older adults. This study concludes that achieving active ageing requires more systematic service integration, structured health education, enhanced competency among health professionals, and stronger family engangement. The findings provide an evidence base for developing more holistic and sustainable older adult health services at Klinik Pertamina IHC.
Read More
T-7474
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive