Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Aulia Nur Rahmi; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Sinom Priyanti
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jakarta Timur tahun 2015. Penelitian ini merupakan jenis kuantitatif dengan menggunakan data primer dan desain studi cross sectional. Hasil yang didapatkan adalah sebanyak 53,4% responden memiliki tingkat pemanfaatan yang tinggi dan 46,6% memiliki tingkat pemanfaatan yang rendah. Variabel yang ditemukan memiliki hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan Prolanis yaitu pendidikan, dukungan keluarga, dukungan dokter dan manfaat Prolanis, masing-masing dengan besar p value 0,015; 0,002; 0,025 dan 0,005. Sedangkan karakteristik umur, jenis kelamin, diagnosis medis, variabel jarak dan waktu tempuh, keseriusan, kerentanan penyakit dan hambatan Prolanis tidak ditemukan hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan Prolanis.
Kata kunci: Program Pengelolaan Penyakit Kronis, pemanfaatan

The purpose of this research is to determine factors associated with the utilization of chronic disease management program at BPJS Kesehatan, Branch Office, East Jakarta, 2015 using cross sectional method. Data was collected primary and supported by structured questionnaire. The results shows that 53.4% of respondents have a high utilization rates and 36.6% have a low utilization rate. The variables that were found to have a significant relationship with the utilization of Prolanis are education, family support, doctor support and the benefits of Prolanis, each with p value 0,015; 0,002; 0,025 and 0,005. Characteristic, accessibility to primary health care, perceive of seriousness and vulnerability of diseases, and barriers variables have no significant relationship with the utilization of Prolanis.
Keywords: Chronic Disease Management Program, utilization, primary health care
Read More
S-8684
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mochammad Wahyu Hidayat; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Pujiyanto, Sinom Priyanti
S-9309
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vania Putri Piani; Pembimbing: Jaslis Ilya; Penguji: Pujiyanto, Rr Simon Priyanti
S-8711
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oki Riyati; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Pujiyanto, Sinom Priyanti
S-8870
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rita Novianti; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Permanasari, Vetty Yulianti, Sinom Priyanti
S-8963
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggun Pratiwi; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Sinom Priyanti
Abstrak: Abstrak

Pola pembayaran pelayanan persalinan pervaginam normal yang dibayarkan oleh BPJS Kesehatan adalah dengan cara nonkapitasi yakni sebesar Rp.600.000. Fasilitas Kesehatan sebagai mitra kerja BPJS Kesehatan diharuskan memberikan pelayanan kesehatan sesuai perjanjian kerjasama dan tanpa menarik iur-biaya. Penarikan iur-biaya yang dilakukan oleh fasilitas pelayanan kesehatan mitra kerja BPJS merupakan salah satu tindakan kecurangan (fraud). Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa faktor kebutuhan finansial menjadi pendorong bagi klinik mitra kerja BPJS Kesehatan untuk menarik iur biaya pada peserta BPJS Kesehatan. Pegawasan yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan, DinKes, serta Kementrian Kesehatan belum dilakukan secara optimal dan penggunaan sanksi seperti yang tertuang didalam PMK No. 36 Tahun 2015 juga belum dilakukan sepenuhnya. Berdasarkan hasil tersebut penulis menyarankan untuk dilakukannya analisis unit cost terkait pelayanan persalinan pervaginam normal dan ditingkatkannya pengawasan oleh BPJS Kesehatan dan semua pihak yang terkait untuk menjamin fasilitas pelayanan kesehatan sebagai mitra kerja BPJS Kesehatan memberikan pelayanan yang bermutu dan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.


The pattern of a normal vaginal delivery service payments paid by BPJS is by nonkapitasi which amounted to 600,000. Health Facility as partners BPJS required to provide appropriate health services cooperation agreement and without cost-sharing. Cost-sharing withdrawals carried out by health care facilities BPJS partners is one act of fraud (fraud). This research was conducted using qualitative method. The research found that the factor of financial needs become the driving force for the clinic BPJS partners to attract participants BPJS cost sharing on health. Supervision conducted by BPJS Health, Health Office, and the Ministry of Health is not optimal and the use of sanctions as stipulated in the Regulation of Healt Minister No. 36 2015 has not been done completely. Based on these results the authors suggest to do the analysis of the unit cost of service related to normal delivery and increased supervision by BPJS Health and all parties concerned to ensure the health care facility as a partner BPJS provide quality services and in accordance with the prescribed rules.

Read More
S-8975
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lintang Tanjung Sibarani; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Rita Damayanti, Priyanti, Ayunita Khairunisa Mahdi
Abstrak:
Remaja di Provinsi Jawa Barat menghadapi risiko kesehatan reproduksi yang tinggi (misalnya tingginya angka kehamilan remaja), sehingga promosi kesehatan reproduksi menjadi prioritas penting. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kemitraan organisasi non-pemerintah (NGO) dalam promosi kesehatan reproduksi remaja di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan terpilih, termasuk staf program NGO, mitra sektor pemerintah dan komunitas lokal, serta remaja penerima manfaat program. Hasil analisis tematik mengidentifikasi tiga aspek utama kemitraan yang mendukung efektivitas program: komitmen kelembagaan antar mitra, kepercayaan dan prinsip mutualitas, serta pemanfaatan hasil kolaborasi (misalnya modul edukasi dan layanan konseling) untuk keberlanjutan program. Peran NGO sebagai fasilitator dan penggerak program terbukti penting, namun dihadapkan pada tantangan seperti koordinasi lintas sektor yang belum optimal dan resistensi nilai-nilai konservatif terkait isu kesehatan reproduksi. Strategi penguatan kemitraan mencakup penyelarasan visi dan tujuan antara NGO dan pemerintah, pembentukan forum advokasi lintas sektor formal, peningkatan kapasitas teknis mitra lokal, serta pelibatan remaja secara bermakna sebagai agen perubahan dalam program. Kesimpulannya, kemitraan NGO dengan pemerintah dan komunitas berperan krusial dalam promosi kesehatan reproduksi remaja. Diperlukan komitmen yang kuat, kepercayaan, dan kolaborasi multi-sektor yang inklusif untuk mencapai hasil program yang berkelanjutan. Studi ini merekomendasikan dukungan kebijakan daerah yang mengintegrasikan program kesehatan reproduksi remaja dan memperkuat kelembagaan kemitraan agar dampak program lebih optimal dan berkesinambungan.

Adolescents in West Java Province face high reproductive health risks (e.g., a high rate of teenage pregnancy), making reproductive health promotion a critical priority. This study aims to analyze the dynamics of non-governmental organization (NGO) partnerships in promoting adolescent reproductive health in West Java. A qualitative design was employed, using in-depth interviews with selected informants including NGO program staff, government and local community partners, and adolescent program beneficiaries. Thematic analysis identified three key partnership factors supporting program effectiveness: strong institutional commitment among partners, trust and mutuality, and the utilization of collaborative outputs (such as educational modules and counseling services) to sustain the program. The role of NGOs as program facilitators and drivers is evident, but they face challenges such as suboptimal cross-sector coordination and conservative cultural resistance to reproductive health issues. Partnership strengthening strategies include aligning the visions and goals of NGOs and government, establishing formal cross-sector advocacy forums, enhancing the technical capacity of local partners, and meaningfully engaging youth as agents of change in the program. In conclusion, NGO partnerships with government and communities play a crucial role in the effectiveness of adolescent reproductive health promotion. Strong commitment, trust, and inclusive multi-sector collaboration are required to achieve sustainable program outcomes. This study recommends strengthening local policy support to integrate adolescent reproductive health programs and reinforce partnership institutionalization, in order to optimize program impact and sustainability.
Read More
T-7434
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herawati; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Iwan Ariawan, Kartika Anggun Dimarsetio, Priyanti, Dwi Hastuti
Abstrak: Kesehatan hak seksual reproduksi mencakup upaya untuk menghilangkan kematian dan kesakitan ibu yang dapat dicegah. Angka Kematian ibu di Indonesia yaitu sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab kematian ibu di Indonesia masih disebabkan oleh 4 Terlalu yaitu terlalu muda. Kehamilan remaja berisiko tinggi yaitu risiko kesakitan dan kematian. Kehamilan remaja bisa dicegah melalui keluarga. Struktur keluarga dapat mempengaruhi kejadian kehamilan remaja. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan potong lintang dan menggunakan analisis multivariat bertingkat dalam proses analisisnya yaitu regresi logistic faktor resiko. Pengumpulan data dilakukan melalui data sekunder SDKI 2017. Hasil menunjukan struktur keluarga mempengaruhi kehamilan remaja yaitu struktur keluarga dengan ayah tunggal, remaja yang tinggal dengan ayah tunggal 1,97 kali berisiko mengalami kehamilan remaja (p value=0,006). Hasil analisis faktor resiko menunjukan struktur keluarga tunggal mempengaruhi kehamilan remaja berbeda menurut pendidikan kepala rumah tangga, status ekonomi, status merokok remaja. Peningkatan peran ayah dalam pengasuhan anak, sasaran program bina keluarga keluarga perlu diperluas tidak hanya berfokus pada ibu namun juga berfokus pada ayah, home visit, jam pertemuan bina keluarga remaja pada keluarga tunggal perlu dilakukan terkhusus, memasukan masalah merokok secara tersendiri sebagai masalah pokok kesehatan reproduksi remaja (KRR) selain triad KRR yang sudah yaitu seks bebas, HIV/AIDS dan napza
Sexual and reproductive health rights include efforts to eliminate preventable maternal mortality and morbidity. The maternal mortality rate in Indonesia is 305 per 100,000 live births. The cause of maternal death in Indonesia is still caused by 4 too which is too young. Teenage pregnancies are high risk, namely the risk of illness and death. Teenage pregnancy can be prevented through the family. Family structure can influence the incidence of teenage pregnancy. This study is a quantitative study with a cross-sectional design and uses multivariate multivariate analysis in the analysis process, namely risk factor logistic regression. Data was collected through secondary data from the 2017 IDHS. The results show that family structure affects adolescent pregnancy, namely family structure with single fathers, adolescents living with single fathers are 1.97 times at risk of teenage pregnancy (p value = 0.006). The results of risk factor analysis showed that single family structure influenced adolescent pregnancy differently according to the education of the head of the household, economic status, and smoking status of adolescents. Increasing the role of fathers in child care, the target of the family development program needs to be expanded not only to focus on mothers but also to focus on fathers, home visits, meeting hours for adolescent family development in single families need to be carried out in particular, including smoking problems separately as a major reproductive health problem. youth (KRR) in addition to the existing KRR triad, namely free sex, HIV/AIDS and drugs.
Read More
T-6305
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive