Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Serlie Kristin Adriani Littik; Pembimbing: Budi Hidayat, Pujiyanto; Penguji: Ede Surya Darmawan, Riati Anggriani, Bulan Rachmadhi
T-2182
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sundoyo; Pembimbing: Jaslis Ilyas, Pujiyanto; Penguji: Ede Surya Darmawan, Bulan Rachmadhi, Riati Anggriani
Abstrak: Kesehatan adalah merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi manusia, suatu saat pasti akan mengalami resiko sakit sehingga membutuhkan biaya besar. Banyak metode untuk mengatasi resiko, tetapi asuransi adalah cara yang paling tepat untuk dipergunakan dalam mengatasi resiko pembiayaan kesehatan.Baru sekitar 18 persen masyarakat Indonesia yang ikut asuransi kesehatan. PT. Askes adalah penyelenggara asuransi social, namun dalam perjalanannya PT. Askes juga menyelenggarakan program asuransi sukarela. Peserta PT Askes saat ini baru mencapai 15,38 juta orang terdiri dari 13,98 juta peserta wajib dan 1,4 juta peserta sukarela. PT.Askes cabang Bogor adalah salah satu cabang PT.Askes yang ada diseluruh Indonesia. Jumlah peserta asuransi sukarela PT.Askes cabang bagor sampai saat ini mencapai ………………………, Untuk pelayanan gigi berlubang peserta askes sukarela PT. Askes cabang Bogor berkerja sama dengan dokter gigi keluarga dengan system pembayaran Fee For Service (FFS). Sampai saat ini belum ada mekanisme dan tenaga verifikator untuk melakukan antisipasi terjadinya over utilisasi dalam pelayanan kesehatan gigi berlubang, sehingga belum diketahui jumlah kerugian PT.Askes Cabang Bogor akibat over utilisasi pelayanan gigi berlubang. Yang menjadi pertanyaan penelitian adalah berapa besar over utilisasi dalam pelayanan kesehatan gigi berlubang dan berapa besar kerugian PT.Askes akibat over Utilisasi. Penelitian yang digunakan adalah bersifat deskriptif analitik dengan desain penelitian menggunakan crsoss-sectional, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan univariat dan bivariat. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap dokumen klaim selama periode Januari – Juni 2005 terdapat 1354 kunjungan dengan over utilisasi 129 kali atau 9,53 %. Sementara PT.Askes Cabang Bogor telah melakukan pembayaran klaim sebesar Rp. 46.592.000,00 dari jumlah tersebut kerugian akibat over utilisasi adalah sebesar Rp. Rp.4.307.500,00 atau 9,25 %. Setelah diadakan uji statistik, dokter gigi laki-laki lebih banyak melakukan over utilisasi yaitu 68,99% , dengan kerugian PT.Askes sebesar Rp. 3.100.000. Sedangkan perempuan 31,01 % dengan kerugian PT.Askes sebesar Rp. 1.207.500.Dokter yang praktek di luar kota lebih banyak melakukan over utilisasi yaitu 58,91 % dengan jumlah kerugian PT.Askes sebesar Rp. 2.745.000. Dari segi lulusan dokter gigi tidak terjadi perbedaan terhadap over utilisasi baik dokter gigi yang lulusan PTN mapun PTS. Dokter gigi dengan umur > 50 tahun lebih banyak melakukan over utilisasi yaitu 72,09 dengan jumlah kerugian PT.Askes sebesar Rp. 3.170.000 Namun setelah diadakan uji statistik antara perbedaan rata-rata karakteristik dokter gigi keluarga ( Umur, Gender, Lokasi Praktek dan Lulusan) terhadap Over Utilisasi dan Kerugian PT.Askes Cabang Bogor tidak signifikan pada taraf signifikansi 0.05. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan, PT.Askes Cabang Bogor perlu mengembangkan suatu siatem dan mendidik tenaga verifikator guna mendeteksi terjadinya Over Utilisasi, sehingga kerugian PT.Askes Cabang Bogor akibat over utilisasi dapat di cegah. Daftar Pustaka : 23 ( 2000-2005)
Read More
T-2115
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Avoanita Yosa; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Besral, Sandra Fikawati, Bulan Rachmadhi, Febriana Setiawati
T-1329
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Khairullah; Pembimbing: Yayuk Hartriyanti; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Dian Ayubi, Bulan Rachmadhi, R.R. Nurindah
Abstrak:

Guna mewujudkan Indonesia Sehat 2010 sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan Nasional, maka salah satu usahanya adalah dengan meningkatkan status kesehatan gigi. Status Kesehatan Gigi anak usia I2 th sebagai usia indikator yang dianiurkan WHO tergolong masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari angka DMF-T rata-rata 2,2l dan Prevalensi Karies Gigi 76,9% dan Nilai Performent Treatment Index (PTI) baru mencapai 4,52 % (SKRT, 1995). Sedangkan di Kota Jambi pada tahun 1999 hasil penelitiaan Irma, dkk rnenginformasikan bahwa pada anak usia I2 th DMF-T rata-rata 2,44 dan Prevalensi karies. 83,9 % serta Nilai PTI I,84%. Sementara target Nasional untuk usia I2 tahun pada tahun 2010 rtanti adaiah DMF-T rata-rata 1,0 dan Prevalensi karies gigi 50% serta Nilai PTI 50%. Program UKGS Paripurna sebagai salah satu program yang ada di Puskesmas merupakan program yang Iangsung mcnyentuh kepada kebutuhan pelayanan kesehatan gigi khususnya anak usia 12 tahun yang pada umumnya duduk di kelas V1 SD. Untuk mengetahui gambaran status kesebatan gigi dau gambaran program UKGS Paripurna di Kota Jambi merupakan tujuan dari penelitian ini. Penilaian kualitas program UKGS Paripuma dengan menggunakan ?pendekatan system? memandang bahwa program UKGS Paripurna merupakan suatu organisasi dengan variabel-variabeinya input, pross dan output serta status kesehatan gigi sebagai outcome. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan cross sectional, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner wawancara untuk variabel independen dan menggunakan formulir pemeriksaan kesehatan gli untuk variabel dependen. Responden adalah penanggung jawab program UKGS Paripuma di seluruh Puskesmas di Kota Jambi sebanyak 20 Puskesrnas, sedangkan sampel murid kelas VI SD binaau UKGS Paripurna sebarnyak 708 orang untuk wilayah Puskesmas deugan kuaiitas Program UKGS Paripuma baik clan 708 oraug untuk wilayah PLISICCSIIIHS dengan kualitas Program UKGS Paripuma kurang baik. Selanjutnya data diolah menggunakan analisis Uji Kai Kuadrat (Chi Square). Hasil penelitian menunjukkan status kesehatan gigi sebagai berikut; DMF-T rata-rata 2,14 Prevalensi Karies Gigi 79,S4% dan Nilai PTI 5,78%- Kualitas Program UKGS Paripurna dinilai dengan menggunakan ?pendekatan system? didapatkan hasil sebagai berikut: II (55%) Puskesmas dengau kualitasjprogram UKGS Paripurna baik dan 9 (45%) Puskesmas kurang baik, 10 (50%) Puskesmas dengan input baik dan 10 (50%) Puskesmas kurang baik, II (60%) Puskesmas dengan proses baik dan 8 (40%) Puskesmas kurang baik, ll (55%) Puskesmas dengan output baik dan 9 (45%) Puskesmas kurang baik. Begitupula dengan status kesehatan gigi setelah dikategorikan didapat hasil 12 (60%) Puskesmas dengan status kesehatan gigi baik dau 8 (40%) Puskesmas dengan status kesehatan gigi kurang baik. Dari analisis terrnyata anftara seluruh variabel independen mempunyai hubungan yang berrnakna dengau variabel dependen (Status kesehatan gigi). Guna Iebih meningkatkan kualitas dan cakupan SD UKGS Paripuma disarankan Dinas Kesehatan Kota Jambi meningkatkan variabel input berupa penambahau sarana pelayauan kesehatan gigi, peralatan dan obat-obatan terutama untuk tumpata ART, mengadakan dana operasional dan memberikan pelatihan kepada penauggtmg jawab program UKGS Serta memberikan kebijakan dan pedoman pelaksanaan program UKGS yang lebih jelas.


 

In order to establish Healthy Indonesian in 2010, as one of the elements of National olqiective on general welfare, it is improving the dental health status. The dental health status of children age I2 years as indicator age that suggested by the W.H.O- is still low. lt can be seen from the average rate of DMF-T was 2,2l, prevalence of caries dental was 76,9%, and value of Perfomance Treatment Index only reach 4,52% (House Hold Survey, 1995). While in Ja1'nbi City in l999 the result of survey conducted by lmta et al informed that on children age I2 years the average DMF-T was 2,44 and caries prevalence was 83,9%, the value of PTI was l,84%. Whereas the National target for the children age I2 years in 2010, the average DMF-T is 1,0, caries dental prevalence is 50%, and value of PTI is 50%. Post School Dental Health Program as one of the programs that available at the Health Center is direct program who touches to the need of dental heath service, especially for the children age 12 years, whose at VI graders of Primary School. The objective of this may is to determine me description of aemai health status and the description on post School Dental Health Program in Jambi City. The assessment to the quality of post School Dental Health Program is using "system approach", considering that post School Dental Health Program is an organization with its variables i.e. input, process, output, and dental health status as outcome. The design of this study was cross-sectional; the data collected by interview using questionnaire for independent variable, and using dental health examining form for dependent variable. Respondent is the undertalcer of post School Dental Health Program at entire of Health Centers in Jambi City with the number was 20 Health Centers. The sample were the schoolchildren at Vl graders of Primary School who as the model on post School Dental Health Program with the number 708 subjects, where at the area of post School Dental Health Program both good and was not good. The data was analyzing by chi-square Test. The result of this study shows that the dental health status in Jambi City was still low, especially to schoolchildren at the Vl graders of Primary School, with the detail as the followings: thc average of DMF-T was 2,l4, dental caries prevalence was 79,84, and value of PTI was 5,78%. Ten (50%) of Health Centers with sufficient input variable and 10 (50%) of Health Centers was insuflicient. Twelve (60%) of Health Centers with good process variable and Eight (40%) of Health Centers was not good. Eleven (55%) of Health Centers with good output variable and nine (45%) was not good. lt also with dental health status after grouped, it was obtained result twelve (60%) of Health Centers with dental health status good and eight (40%) of Health Centers was not good. Based on the analysis, the fact among entire of independent variables (input, process, and output) was having significant relationship with dependent variable (dental health status). In order to improve the quality and coverage of the Primary School on post School Dental Health Program, it is recommended to Local Health Ollice of Jambi City to increase the input variable by adding the facility of dental health service, equipment and medicine especially iilling of ART. Conduct operational iiind, giving training to the coordinator of School Dental Health Program And giving clear policy and manual of implementation on School Dental Health Program.

Read More
T-1489
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive