Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Amira Nuhayudista Adiandini; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Ede Surya Darmawan, Ani Ruspitawati
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai perencanaan kebutuhan tenaga Penyuluh Kesehatan Masyarakat di jajaran Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Dinas Kesehatan DKI Jakarta menggunakan pendekatan berbasis beban kerja dalam menghitung perhitungan kebutuhan tenaga Penyuluh Kesehatan Masyarakat. Namun, dalam implikasinya masih ditemukan ketidaksesuaian, terutama dalam menentukan angka dari variabelnya. Berdasarkan teori yang ditemukan, pendekatan yang paling efektif untuk menghitung kebutuhan SDM Kesehatan adalah needs-based (berbasis kebutuhan). Tujuan dari skripsi ini adalah untuk mengetahui proses, faktor, dan kesenjangan dalam perencanaan kebutuhan tenaga Penyuluh Kesehatan Masyarakat di jajaran Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder. Hasil dari penelitian ini berupa formula, langkah, dan pengaplikasian needsbased dalam perhitungan kebutuhan tenaga Penyuluh Kesehatan Masyarakat di jajaran Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendekatan needs-based dianggap lebih cocok untuk diterapkan dalam perhitungan kebutuhan Penyuluh Kesehatan Masyarakat dan tenaga kesehatan lain yang memberi pelayanan UKM. Pendekatan ini dapat dijadikan sebagai langkah lanjutan dari metode ABK Kesehatan yang sudah digunakan sebelumnya. Perhitungan needs-based dilakukan dengan menambahkan variabel target populasi dalam perhitungannya.
Kata kunci: Perencanaan Kebutuhan, SDM Kesehatan, Penyuluh Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, needs-based

The focus of this study is about Health Human Resource Planning of Public Health Promotor in Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta services. Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta use ABK Kesehatan method for calculating Health Promotor needs. However, we still found some errors dalam menentukan the variables. Based on the theory, that the most effective method for calculation Health Human Resource needs is the needs-based approach. The purpose of this study is to find out how the processes run, what factors influence the processes, and the gaps in Health Promotor Human Resource Planning in Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. This research uses qualitative method by utilizing secondary data from various sources. This study explains the formulas, steps, and the application of needs-based approach for calculating the needs of Health Promotor in Dinas Kesehatan DKI Jakarta. From this study it can be concluded that the needs-based approach is suitable for calculating the needs of other Public Health Workers. This approach can be used as a further step from the ABK Kesehatan method that has been used before. The needs-based calculation is performed by adding a target population variable to its calculation.
Key words : Human Resource Planning, Health Worker, Health Promotor, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Needs-Based
Read More
S-10382
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Wulan Sari; Pembimbing: Prastuti C. Soewondo; Penguji: Mardiati Nadjib, Atik Nurwahyuni, Indra Maryunif, Ani Ruspitawati
Abstrak: Tesis ini membahas mengenai analisis biaya pemulihan pada NICU RSUD Koja padatahun 2016. Permasalahan yang ada adalah besarnya pengeluaran yang harus ditanggungoleh rumah sakit pada di NICU. Penelitian ini merupakan analisis kualitatif dengan datakuantitatif, analisis kuantitatif yaitu menghitung tingkat pemulihan biaya pelayananNICU RSUD Koja yang terjadi dalam rentang waktu Januari-Desember 2016.metodeyang di gunakan adalah step down dan analisis SWOT.

Dari hasil penghitungan inimenunjukan pembiayaan terbesar adalah pada operasional yaitu sebesar 54% dari totalbiaya. Pengeluaran terbesar adalah belanja pegawai yaitu sebesar 26% dari total biaya,pemulihan biaya di NICU sebesar 85 % yang menggambarkan NICU mengalami defisit.Dalam mengatasi defisit tersebut manajemen RSUD dapat membuat kebijakan yangberkaitan dengan penetapan biaya satuan serta membuat langkah strategis antara lainmeningkatkan utilisasi, efisiensi, mengurangi lama hari rawat dan melibatkan perawatpelaksana. Rumah sakit dapat meningkatkan pemanfaatan NICU salah satunya denganmenjadi rujukan pelayanan NICU di DKI maupun rujukan nasional yang bekerjasamadengan asuransi swasta dan rumah sakit lainnya

Kata kunci:Biaya Pemulihan, Biaya Satuan, NICU RSUD Koja
This thesis discuss about the cost recovery rate analysis at NICU RSUD Koja in 2016.The existing problem is the amount of expense that should be borne by the hospital onNICU. This research is qualitative analysis by using quantitative data and interviews.the method use is step down and SWOT analysis.

From the results of this calculationshows that the largest financing is on the operational that is equal to 54% of the totalcost. The largest expense is employee expenditures that is equal to 26% of the total cost,cost recovery in the NICU described that the NICU is experiencing deficit. In addressingthe deficit management of RSUD can create a policy with regard to the costing unit aswell as making strategic steps such as improving utilization, efficiency, reducing lengthof stay and involving nurses. Hospitals can improve the utilization of NICU such asbecoming a referral NICU service in DKI as well as national reference that work togetherwith private insurance and other hospitals.

Key words:Cost Recovery Rate, Cost Unit, NICU RSUD Koja.
Read More
B-1973
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Roy Michael Suranta; Pembimbing:Ascobat Gani; Penguji: Adang Bachtiar, Atik Nurwahyuni, Ani Ruspitawati, Vera Marietha
Abstrak:
Jumlah dan jenis rumah sakit di Jakarta setiap waktu semakin meningkat dan menyebabkan timbulnya kompetisi untuk mendapatkan pelanggan atau pasien. Rumah sakit milik pemerintah provinsi DKI Jakarta menghadapi tantangan dalam hal menyediakan layanan dokter spesialis dengan kinerja terbaik untuk masyarakat, hal ini erat kaitannya dengan imbalan yang ditawarkan kepada dokter spesialis. Salah satu Upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja dokter spesialis adalah dengan mengeluarkan peraturan pemberian remunerasi bagi Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebijakan remunerasi dengan kinerja dokter dokter spesialis di RSUD Kramat Jati. Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan pada 11 dokter spesialis dengan kuesioner dan wawancara mendalam kepada informan. Hasil studi menemukan bahwa implementasi kebijakan remunerasi di RSUD Kramat Jati meningkatkan rata-rata pendapatan dokter spesialis sebesar 42,9% dari pendapatan dokter spesialis sebelum pemberlakuan remunerasi. Studi ini juga menemukan bahwa implementasi kebijakan remunerasi di RSUD kramat jati memiliki hubungan terhadap kinerja dokter spesialis secara kuantitas.

The number and types of hospitals in Jakarta are increasing every time and causing competition to get customers or patients. Hospitals owned by the DKI Jakarta provincial government face challenges in terms of providing specialist services with the best performance to the community, this is closely related to the rewards offered to specialist doctors. One of the local government's efforts to improve the performance of specialist doctors is to issue regulations on providing remuneration for hospitals. This study aims to determine the relationship between remuneration policy and the performance of specialist doctors at RSUD Kramat Jati. The research was conducted using the case study method with a qualitative approach. The study was conducted on 11 specialist doctors with questionnaires and in-depth interviews with informants. The results of the study found that the implementation of the remuneration policy at RSUD Kramat Jati increased the average income of specialist doctors by 42.9% of the income of specialist doctors before the implementation of remuneration. This study also found that the implementation of remuneration policy at RSUD Kramat Jati has a relationship with the performance of specialist doctors in quantity.
Read More
B-2361
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nanda Bella Hayana; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Dian Ayubi, Robiana Modjo, Ani Ruspitawati, Kurnia Permitasari
Abstrak:
Latar Belakang : Cikoko merupakan wilayah di Jakarta Selatan dengan kepadatan penduduk yang tinggi, mobilitas masyarakat yang besar, variasi sosial ekonomi yang beragam. Hal ini membuat praktik mandiri dokter gigi di Cikoko sebagai representasi pelayanan kesehatan gigi primer perkotaan, menjadi gate keeper dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi primer, dan praktik mandiri jarang dievaluasi secara sistematis. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam memilihara kesehatan gigi diperlihatkan dengan rendahnya angka kunjungan ulang pada praktik pribadi mandiri. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kepuasan pasien dengan angka kunjungan ulang di praktik mandiri dokter gigi di Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik dan rancangan potong lintang (cross sectional) pada pasien yang melakukan kunjungan pertama kali di Dokter Gigi Praktik Mandiri Nanda Bella Hayana. Hasil : Gambaran kepuasan pasien menunjukkan persentase pasien yang merasa puas lebih besar pada dimensi Tangibles, Reliability, dan Assurance. Pernyataan pasien yang kurang puas terletak pada dimensi Responsiveness dan Emphaty. Pasien yang merasa puas 96,4% menyatakan akan kunjungan ulang dan 81,9% pasien kurang puas tetap ingin melakukan kunjungan ulang. Adapun penyebab pasien tidak ingin melakukan kunjungan ulang yaitu dokter tergesa- gesa dalam konsultasi, biaya perawatan mahal, staf tidak memberikan informasi pembayaran yang jelas. Hasil analisis menggunakan uji multivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kepuasan pasien dengan keinginan melakukan kunjungan ulang ke praktik mandiri dokter gigi, setelah dilakukan pengendalian terhadap variabel perancu (confounding variables). Kesimpulan: Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan, termasuk pada praktik dokter gigi mandiri. Tingkat kepuasan rendah, pasien tetap memiliki keinginan kunjungan ulang karena pasien beranggapan satu atau dua dimensi (Assurance dan reliability) sudah cukup untuk alasan mereka kembali. Kualitas pelayanan berpengaruh terhadap pelayanan, namun tidak berhubungan secara linear terhadap kunjungan ulang, ada beberapa faktor eksternal dan kontekstual perlu dipertimbangkan dalam evaluasi mutu layanan kesehatan.

Background: Cikoko is an area in South Jakarta characterized by high population density, high community mobility, and diverse socioeconomic conditions. These characteristics make independent dental practices in Cikoko a representation of urban primary dental health services, functioning as gatekeepers in the provision of primary oral health care. However, independent dental practices are rarely evaluated systematically. Limited public awareness regarding the maintenance of oral health is reflected in the low rate of repeat visits to private dental practices. This study aimed to determine the relationship between patient satisfaction and repeat visit rates at independent dental practices in Cikoko, Pancoran, South Jakarta, DKI Jakarta.Methods: This study employed a quantitative design with an analytic approach and a cross-sectional design among patients making their first visit to the Independent Dental Practice of Nanda Bella Hayana.Results: The description of patient satisfaction showed a higher proportion of satisfied patients in the dimensions of tangibles, reliability, and assurance. Lower levels of satisfaction were identified in the responsiveness and empathy dimensions. Among satisfied patients, 96.4% expressed an intention to make a repeat visit, while 81.9% of less satisfied patients also indicated an intention to return. The reasons for patients not intending to return included the dentist appearing rushed during consultations, high treatment costs, and staff providing unclear information regarding payment. Multivariate analysis showed no statistically significant association between patient satisfaction and the intention to make a repeat visit to an independent dental practice after controlling for confounding variables. Conclusion: Patient satisfaction is an important indicator in efforts to improve the quality of health services, including independent dental practices. Despite low overall satisfaction, patients still expressed an intention to return, as they perceived that one or two dimensions (assurance and reliability) were sufficient reasons to revisit. Service quality influences patient perceptions; however, it is not linearly related to return visits, as several external and contextual factors need to be considered in evaluating of health services quality. Keywords: Patient satisfaction, Service quality, SERVQUAL, Return visits, Dentist
Read More
T-7484
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive