Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 67 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Osep Hernandi; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar
T-1628
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budiarti Setyaningsih; Pembimbing: Pandu Riono, Kemal Nazaruddin Siregar
T-2074
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rini Marsini; Pembimbing: Besral; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Nurhayati
Abstrak: Penyakit jantung koroner dan asma masih menjadi beban bagi kesehatan masyarakatglobal. Pada penderita asma diketahui terjadi peningkatan penanda inflamasi yangberperan dalam patogenesis terjadinya aterosklerosis hingga menimbulkan sakit jantungkoroner. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara asma dengan kejadianpenyakit jantung koroner dengan menggunakan desain studi cross sectional danmenggunakan data Riset Kesehatan Dasar 2013. Sampel penelitian adalah individuberusia > 19 tahun yang memenuhi kriteria inklusi yakni tidak memiliki riwayat diabetesmelitus, hipertensi, dislipidemmia dan obesitas berdasarkan hasil wawancara. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa prevalensi penyakit jantung koroner pada penderita asmaadalah 0,9% (95% CI 0,7-1,1). Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antaraasma dengan penyakit jantung koroner dan berbeda menurut kelompok umur. Penderitaasma pada kelompok umur ≤45 tahun memiliki OR sebesar 2,7 (95% CI 2,0-3,7)sedangkan pada penderita asma yang berusia >45 tahun memiliki OR sebesar 7,9 (95%CI 5,8-10,9) untuk menderita penyakit jantung koroner dibandingkan dengan bukanpenderita asma. Oleh karena itu, penderita asma diharapkan dapat meningkatkan aktivitasfisiknya seperti berolahraga secara teratur serta menerapkan pola hidup sehat dengantidak merokok dan pengaturan pola makan untuk mengurangi risiko terjadinya penyakitjantung koroner.Kata kunci:Penyakit jantung koroner, Asma.
Read More
S-9856
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rana Maimunah; Pembimbing: Besral; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Rahmadewi
Abstrak:
Latar Belakang: Angka MMR Indonesia masih tinggi bahkan di antara negara Asia Tenggara, dengan disparitas urban dan rural menjadi tantangan dalam pelayanan kesehatan ibu untuk mengurangi AKI. Program safe motherhood mengidentifikasi penyebab kematian ibu melalui empat pilar penting. Data SDKI 2017 menunjukkan hampir 70% kelahiran hidup mengalami komplikasi saat persalinan dan wanita multipara tercata dua kali lebih banyak mengalami komplikasi tersebut daripada bukan multipara. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi komplikasi persalinan pada wanita multipara di urban dan rural Indonesia. Metode: Desain cross sectional diaplikasikan pada subjek wanita usia 15 – 49 tahun yang memiliki riwayat kelahiran lebih dari dua kali data sekunder SDKI 2017 dengan analisis regresi logistik multivariat. Hasil: Sebanyak 4.822 wanita di urban dan 5.011 wanita di rural terdapat perbedaan determinan komplikasi persalinan. Pada wanita urban, risiko komplikasi signifikan lebih tinggi pada pendidikan rendah, memiliki komplikasi kehamilan, usia persalinan

Background: Indonesia's maternal mortality rate (MMR) remains high, even among Southeast Asian countries, with urban and rural disparities posing challenges in maternal healthcare to reduce maternal mortality. The Safe Motherhood program identifies causes of maternal death through four key pillars. The IDHS 2017 data shows that nearly 70% of live births experienced complications during delivery, with multiparous women being twice as likely to experience such complications compared to non-multiparous women. This study aims to identify the factors influencing childbirth complications in multiparous women in urban and rural Indonesia. Methods: A cross-sectional design was used to study women aged 15-49 years with a history of more than two births. Based on secondary data from IDHS 2017, the study utilized chi-square and logistic regression analysis. Results: The study examined 4,822 urban women and 5,011 rural women, revealing differences in the determinants of childbirth complications between urban and rural multiparous women. For urban women, significant risks were associated with low education, pregnancy complications, childbirth age under 20 years/between 20-35 years, birth spacing of less than 2 years, issues accessing healthcare facilities, having birth preparation, and not using contraception. For rural women, significant risks were linked to autonomy in maternal healthcare services, pregnancy complications, childbirth age under 20 years, birth spacing of less than 2 years, issues accessing healthcare facilities, inadequate ANC not meeting the 5T standard, having birth preparation, and childbirth not occurring in healthcare facilities. Conclusion: The most dominant factors influencing delivery complications in multiparous women differ between the two areas. Optimizing family planning programs for multiparous women in urban areas needs attention, while improving the quality of emergency care is crucial for women in rural areas.
Read More
S-11566
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayasha Naila Ismunandar; Pembimbing: Besral; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Rahmadewi
Abstrak:
Latar Belakang: Pertumbuhan penduduk tinggi dapat menghambat kesejahteraan masyarakat apabila tidak dikendalikan. Melihat laju pertumbuhan penduduk Indonesia terdapat kecenderungan untuk mengalami kenaikan namun penggunaan KB MKJP sebagai salah satu upaya pengendalian pertumbuhan penduduk secara luas masih rendah. Kelompok wanita yang tidak menggunakan KB MKJP pun pada akhirnya menjadi multipara. Metode: Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder SDKI 2017 dataset WUS dengan desain studi cross sectional. Dilakukan uji chi-square dan regresi logistik dengan interval kepercayaan 95% untuk menggambarkan kekuatan hubungan antar variabel. Hasil: Ditemukan cakupan penggunaan MKJP pada wanita multipara yang tidak ingin memiliki anak lagi di Indonesia baru mencapai 28,9% dengan hasil analisis multivariabel menemukan variabel yang berkorelasi secara statistik adalah: (a) umur 36-49 tahun [aOR: 1,36; CI: 1,20-1,55], (b) pendidikan tinggi [aOR: 2,99; CI: 1,76-5,06], (c) jumlah anak hidup >2 orang [aOR: 1,67; CI: 1,49-1,88], (d) pengambilan keputusan ber-KB bersumber dari suami/pasangan [aOR: 1,95; CI: 1,59-2,39], (e) memiliki jaminan kesehatan [aOR: 1,39; CI: 1,23-1,56], (f) pengetahuan tinggi [aOR: 1,39; CI: 1,23-1,56]. Kesimpulan: Pendidikan tinggi menjadi faktor dominan penggunaan MKJP pada wanita multipara yang tidak ingin memiliki anak lagi di Indonesia dikarenakan mereka cenderung memiliki akses yang lebih baik terhadap informasi KB MKJP. Dengan demikian, diharapkan peningkatan pendidikan dapat dilakukan melalui edukasi menyeluruh dengan dibantu oleh petugas KB.

Backgrounds: In the absence of regulation, rapid population expansion can negatively impact community welfare. Indonesia's population is likely to continue growing at its current rate. In despite this, LARC is still not widely used to slow down population increase. Eventually, the women in the group who did not use LARC became multiparous. Method: This research uses secondary data sources from the 2017 IDHS WUS dataset with a cross sectional study design. To describe the strength of the association between the variables, 95% confidence intervals were used for both logistic regression and chi-square tests. Results: It was found that the usage of LARC use among multiparous women who didn’t want more child in Indonesia had only reached 28.9%, with the results of multivariable analysis finding variables that were statistically correlated were: (a) age 36-49 years [aOR: 1.36; CI: 1.20-1.55], (b) higher education [aOR: 2.99; CI: 1.76-5.06], (c) number of living children >2 [aOR: 1.67; CI: 1.49-1.88], (d) family planning decision making comes from husband/partner [aOR: 1.95; CI: 1.59-2.39], (e) have health insurance [aOR: 1.39; CI: 1.23-1.56], (f) high knowledge [aOR: 1.39; CI: 1.23-1.56]. Conclusion: Higher education is the dominant factor in using LARC among multiparous women who don’t want more child in Indonesia because they tend to have better access to LARC family planning information. Thus, it is hoped that educational improvements can be carried out through comprehensive education assisted by family planning officers.
Read More
S-11527
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reyhan Gerriananta; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Misti
Abstrak:
Latar Belakang: Diagnosis dini diabetes merupakan kunci untuk mencegah mortalitas dan morbiditas akibat diabetes. Hal tersebut dapat dilakukan jika individu melakukan pemantauan gula darah secara rutin. Namun diperkirakan sebanyak 85% penduduk Indonesia tidak pernah memeriksakan gula darahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara akses ke fasilitas kesehatan primer terhadap pemanfaatan pemeriksaan gula darah pada individu usia ≥18 tahun. Metode:Penelitian ini menggunakan data sekunder Riskesdas 2018. Sampel dari penelitian ini adalah penduduk Indonesia yang berumur ≥18. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan akses memiliki hubungan yang bermakna dengan pemanfaatan pemeriksaan gula darah setelah dikontrol variabel kovariat, meski hubungan yang ditemukan tidak terlalu besar. Kesimpulan: Akses ke fasilitas kesehatan primer dapat mempengaruhi individu untuk melakukan pemeriksaan gula darah, meski pengaruhnya tidak terlalu besar.

ackground: Early diagnosis of diabetes is the key to preventing morbidity and mortality related to diabetes. This can be done if the individual monitors blood sugar regularly. However, it is estimated that as many as 85% of Indonesia's population have never had their blood sugar checked. This study aims to determine the relationship between access to primary health facilities and the utilization of blood sugar checks in primary health service. Methods: This study used secondary data from 2018 National Basic Health Research. The sample for this study was Indonesian residents aged ≥18. Results: The results showed that access had a significant relationship with the utilization of blood sugar checks, although the relationship found was not too significance. Conclusions: Access to primary health facilities can influence individuals to do blood sugar checks, although the effect is not too big
Read More
S-11449
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arifah; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Kemal N. Siregar
T-1731
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ambar Yoganingrum; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar
Abstrak:
Penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan adalah upaya untuk mengatasi masalah kesehatan di Indonesia. Tetapi pemetaan ilmu kesehatan masyarakat di Indonesia belum dilakukan, sehingga penelitian yang telah dilakukan tidak dapat dinilai apakah telah sesuai dengan kebijakan dan program yang telah dirumuskan sebelumnya. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencoba mengembangkan dan mengaplikasikan metode bibliometrik untuk membuat peta ilmu pengetahuan. Metoda tersebut mengkaji puluhan bahkan ratusan dokumen penelitian, sehingga memerlukan perangkat lunak untuk membantu analisis dan mengeluarkan hasilnya yaitu berupa peta dan grafik. Tujuan dari tesis ini adalah mengembangkan sistem yang dapat menganalisis ilmu kesehatan masyarakat secara bibliometrik dan menampilkan hasil analisis dalam bentuk peta dan grafik. Tesis menggunakan metodelogi pendekatan sistem yaitu dengan melakukan analisis dan perancangan prototype. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendaiam terhadap informan-informan kunci dan kajian pustaka. Sedangkan analisis data dilakukan dengan cara analisis isi (content analysis). Pengembangan sistem menghasilkan aplikasi basis data yang dapat menganalisis dokumen penelitian secara otomatis dengan tehnik co-word dan analisis produktivitas subjek, penulis, instansi penelitian dan kategori penulis. Output dari sistem adalah berupa peta ilmu kesehatan masyarakat secara dan grafik produktivitas. Kesimpulan dari tesis adalah sistem mampu menganalisis dokumen penelitian dengan tehnik co-word dan menampilkan hasil analisis berupa peta KIDS. Selain itu sistem juga mampu menghitung produktivitas dan menampilkan hasilnya berupa grafik produktivitas. Disarankan pengembangan dan peningkatkan kemampuan sistem selanjutnya. Daftar bacaan: 43(1983-2003)

Development of System for Mapping on Public Health in Indonesian Institute of Sciences (LIPI)Research and development on health is an effort to solve the problems in Indonesia. However mapping on public health has not been done yet, therefore the previously researches could not be valued. It is best for the researches be suitable with the program that has been drafted before. Indonesian Institute of Sciences (LIPI) has been trying to develop and apply the bibliometrics to map the science. Those methods are using numbers of research document so need a database application to support the analysis and give the result of a map and graphic. This thesis purposes to develop a system that have capable to analysis the research documents using bibliometrics and to display the result as a map and graphic. The methodology is the system approach by doing analysis and design a prototype. Data is collected through in-depth interview of key informants and literature study, and then the data is analyzed by content analysis. This thesis yields a database application that has capable to analyze the research documents on Public Health using bibliometrics automatically. The outputs of the database application are a map by using co-word techniques and graphics of productivity. The conclusions are the database application could display a map with co-word techniques and graphics of productivity. To develop and gain the capable of the database application are the suggestion. References: 43 (1983-2003)
Read More
T-1728
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahma Dwifa Sari; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Kemal N. Siregar, Sugeng Wiyana
S-10449
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sukma Rahayu; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Anissa Rizkianti
Abstrak: Pendahuluan : Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia sudah mengalami penurunan dalam lima belas tahun terakhir, namun belum mencapai target Rencana Kerja Pemerintah 2019. Salah satu upaya penurunan AKB adalah pemeriksaan antenatal lengkap, namun keterbatasan sumber daya menyebabkan terjadinya kesenjangan cakupan pemeriksaan antenatal di daerah rural dan urban. Tujuan : Mempelajari pengaruh pemeriksaan antenatal dengan kematian bayi pada daerah rural di Indonesia. Metode : Penelitian menggunakan desain studi cross sectional pada bayi lahir hidup yang dilahirkan oleh wanita usia produktif pada tahun 2007-2012 yang bertempat tinggal di daerah rural. Peneliti menggunakan pemodelan multivariat dengan regresi logistik ganda untuk menentukan pengaruh pemeriksaan antenatal dengan kematian bayi pada daerah rural di Indonesia. Hasil : Pemeriksaan antenatal memberikan proteksi pada kejadian kematian bayi. Ada beda pengaruh pada ibu yang melakukan pemeriksaan antenatal dan tidak melakukan antenatal terhadap kematian bayi. Ibu yang tidak melakukan pemeriksaan antenatal berisiko 2,15 kali untuk mengalami kematian bayi. Tidak ada interaksi dan variabel confounder dalam model tersebut. Simpulan & Saran : Pemeriksaan antenatal lengkap pada ibu hamil merupakan upaya penting dalam menurunkan kematian bayi di Indonesia. Dibutuhkan pemaksimalan peran kader dan bidan desa serta pengintegrasian program Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM)
Read More
S-9965
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive