Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ira Irianti; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Sotanto, Sarto
T-4363
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salahuddin; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Anwar Hassan, Soetanto, Ernawati S.
T-3029
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syahrul; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas, Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Soetanto, Kartini Rustandi, Hasan Anwar
T-2119
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyudi; Pembimbing; Kusdinar Achmad; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Soetanto, Purbo Antarsih
Abstrak:

Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab tcrhadap pembangunan kesehatan di wilayah ke|janya. Puskcsmas di Kabupaten Bireuen khususnya Puskcsmas Jeunieb sebagai pemberi pelayanan dasar bidang kesehatan kepada masyarakat dituntut untuk lebih proaktif dalam peningkatan produktivitas pegawainya, Masalah yang dihadapi dalam upaya peningkatan produktivitas di Puskesmas Jeunicb salah satunya adalah masih rendahnya penggunaan waktu produktif oleh petugas puskesmas. Dan masalah lersebut merupakan permasalahan yang sering terjadi pada puskesmas-puskesmas di Kabupaten Bireuen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang waktu produktif bagi pegawai dengan menggunakan desain penclitian pre-cksperimental yang dikerjakan secara observasional mengenai penggunaan waktu produktif dengan metode work sampling dilakukan di Puskesmas Jcunieb dengan jumlah obsevasi scbanyak 267 pada 22 pcgawai, dilaksanakan selama 20 hari pada bulan Januari 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pcmanfaatan waktu produktif pcrtama scbelum pcnayangan sebcsar 44,6% dan pemanfaatan waktu produktif kedua scbcsar 48.7% dengan tcnggang waktu 18 hari. Hasil uji yang didapat p = 0,386 tidak ada hubungan yang signitikan antara pemanthatan waktu produktif pertama dengan waktu produktif kedua. Dari enam variabel konfonding, sebelum penayangan ada 2 variabel yang signifikan yaitu pendidikan p = 0,014 dan golongan/pangkat p = 0,040. Adapun sesudah penayangan ada 2 variabel yang signifikan yaitu jenis kelamin p = 0_002, dan golongan/pangkat p = 0,035. Variabel konfonding ini signiiikan terhadap pemanfaatan waktu produktif. Berdasarkan variabel unit kegiatan, presentase penggunaan waktu produktif dimana pada unit kegiatan poli penggunaan waktu produktif scbesar 40,9%, lebih kecil dibandingkan dengan unit kegiatan non poli yaitu sebesar 57,7% dengan nilai p = 0,00l. Dari hasil penelitian ini penayangan mempengaruhi pemanfaaian waktu produktif pada pcgawai Puskesmas Jeunieb, sehingga perlu dilakukan upaya-upaya diantaranya, mendesain pekerjaan yang lcbih baik bagi pegawai, uraian tugas yang jelas, memberikan monivasi pada pegawai, memperjelas reward dan punishment untuk seluruh karyawan. memberikan pendidikan dan pelalihan khusus untuk pegawai serta herikan umpan balik terhadap kinerja dan produktivitas pegawai. Kinerja dari petugas kesehatan sangal mempengaruhi dalam upaya peningkatan derajat kesehatan di wilayah kerjanya.


Society health center is technical executor unit on duty health of sub-province or town in charge to health development in region activity. Society health center in Bireuen Sub-Province specially Society health center in Jeunieb as giver to service base health area society claimed to be more proactive in improvement health technical productivity. Problem faced in the effort productivity improvement at Society health center in Jeunicb one of them is still lower him usage time productive by health technical at Society health center. And the problem often happened at Society health centers in Bireuen Sub-Province. This research aim to know about productive time for health technical. Design research are use pre-eksperimental with usage obsewasional regarding productive time with work sampling method conducted in Puskesmas Jeunieb. Obsevasi counted amount 267 at 22 health technicals, executed during 20 day in January 2008. Research result indicate that first productive time exploiting before displaying equal to 44,6% and exploiting of productive time after displaying equal to 48,7% with grace period 18 day. Result got test is p = 0,386 there no relation which isn°t it between exploiting of first productive time with second productive time. From six konfonding variable, before displaying there is 2 variable which isn't it that is education by p = 0,014 and faction/rank by p = 0,040. As for after displaying there is 2 variable which isn't it that is gender by p = 0,002, and faction/rank by p = 0,035. variable of counfonding this isn't it to exploiting of productive time. Pursuant to activity unit variable, presentase usage of productive time where at unit activity of poli usage of productive time equal to 40,9%, and for compared to activity unit is non poli that is equal to 5'l,7% with value by p = 0,00l. From this research result of displaying influence exploiting productive time at health technical of Society health center in Jeunieb, that require to be conducted by efforts among others, better work design to health technical, directional job description, giving motivation at health technical, reward and punishment clearly to entire/all employees, giving specialized training and education for health technical and also give feed back to health technical productivity and pertbrmance. Perfomance as a technical service unit has to be reaponsible for health development in its area.

Read More
T-2869
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurmiati; Pembimbing: Besral, Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Soetanto Priyo Hastono, Rustam Effendi
Abstrak:
AKB di Indonesia adalah 35 per I 000 kelahhan hidup, AKB Indonesia masih lebih tinggi daripada beberapa Negara Asia Tenggara. Secara makro maka masalah AKB akan mempengaruhi Human Development Index yang merupakan salah satu indikator untuk menilai status kesehatan suatu Negara. Pemberian ASI dapat menurunkan risiko kematian bayL Oleh karena itu, perlu diketahui pengaruh durasi pem:berian AS[ dan fitktor determinan lainnya terhadap ketahanan hidup bayi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh durasi pcmberian AS! dan faktor ibu, bayi dan lingkungan tempat tinggal terhadap ketahanan hidup bayi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder SDKI 2002-2003. Analisis dilakukan dengan menggunakan regresi cox ganda. Hasil penelitian menemukan bahwa probabilitas ketahanan hidup bayi yang mendapatkan ASI di Indonesia adalah 984%. Median kahdaman hidup bayi tidak dapat dihitung karena sampai pengamatan berakhir tidak ditemukan 50%kematian bayi. Durasi pemberian AS!mempengaruhi kelahanan hidup hayi di Indonesia. Bayi yang disusui dengan durasi 4-5 bulan memiliki ketahanan hidup 2,63 kali lebih baik.

Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia is 3.5 per 1000. IMR Indonesia is still higher compare to some other South East Asia States. When IMR problem is not handled macroiy, it will influence the Human Development Index. Breastfeeding can decrease infant death risk. Therefore; it is important to know the effect of duration of breastfeeding and other determinant factors related to infant survival in Indonesia. This research is aimed to explore the effect of duration of breastfeeding and mother. Infant. and environment factors to infant survival in Indonesia. Data was analyzed by using the multiple cox regression. The result showed that probability of infant survival who had breastfeeding. Indonesia is 984 Median of infant survival inca1culable because until the end of the study, the rate of 50% infant mortality was not occurred. Duration of breastfeeding affect to infant survival in Indonesia. Infant who have duration of breastfeed 4-5 months have a better survival 2,63 times than those who have less than 4 months duration of breastfeeding. Infant who have duration of breastfeeding 6 months have a better survival 33,33 times than those who have less than 4 months duration of breastfeeding.
Read More
T-2835
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syaiful Bahri; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Mieke Savitri, Dumilah Ayuningtyas, Soetanto Pribadi
B-1149
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Fauzi; Pembimbing: Sabarinah Budi Prasetyo, Sandra Fikawati; Penguji: Luknis Sabri, Lucia Veronica Pardede, Soetanto
Abstrak:

Angka Kematian Bayi (AKB) Indonesia masih yang tertinggi di ASEAN. Penycbab utama kcmatian tcrsebut adalah penyakit infeksi saluran nafas dan diarc yang dapat dicegah antara lain dengan pemberian ASI secara benar, termasuk pemberian ASI secara eksklusiti Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh laporan bulanan ke-3 Dinas Kesehatan Pidie Jaya pada tahun 2008, untnuk Kabupaten Pidie Jaya sebanyak 22,2% ibu membefim ASI eksklusifam inntuk Kwamamn Meumh Dua sebanyak 219%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui falctor-faktor yang berhubungan dcngan pcmberian ASI cksklusif. Desain pcnelilian ini adalah crossaveclional. dengan besar sampel 172 orang ibu menyusui di Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya. Analisis data yang digunakan adalah analisis Regresi Logistic Mhltinomiai menggunakan data primer yang berasal dari hasil wawancara. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa ibu yang mcmiliki bayi 6-11 bulan hanya 20,3% yang member-ikan ASI eksklusif hanya sampai 4 bulan dan 9,3% yang memberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan. Hasil analisis menunjukkan faktor yang dominan dalam perilaku pemberian ASI ekskiusif adalah tempat periksa hamil pada ibu yang menyusui ekslusif 4 bulan menuniukkan OR 7,19 (CI 95% = 1,52 - 33,9S) dan pengetahuan tentang ASI pada ibu yang menyusui eksklusif 6 bulan menunjukkan OR 15,08 (CI 95% =' 1,81 - l25,47). Berdasarkan hasil penclitian ini disarankan, pertama bahwa tenaga kesehatan agar dapat meningkatkan kualitas penyuluhan dan dapat meningkatkan kerjasama dengan tokoh masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Meurah Dua. Kedua, agar dinas kcschatan meningkatkan pelatihan tenaga kesehatan dan pengawasan terhadap program ASI eksklusif di masyarakat. Ketiga perlu penelitian Iebih lanjut dengan menggunakan desain kohort dengan vafiditas tinggi.


The number of infant mortality in Indonesia is the highest among ASEAN countries. The major cause for infant and children mortality is infections, especially the upper respiratory tracts infection and diarrhea. The prevention efforts for reducing the infections are a good nutrition management for infant and children such as adequate and and appropriate breastfeeding. Based on the existing data which was published in the third monthly report of the Pidie Jaya Health Office (2008), there was only 22,2% of mothers who practiced exclusive breastfeeding in the District of Pidie Jaya and only 27,9% in Sub-district of Meurah Dua. The research was carried out to find the factors related to behaviour in giving Exclusive Breastfeeding. The design of this study was cross-sectional survey, the data obtained by involving 172 exclusive breasfeeding among mothers in sub district Mcurah Dua. The data analysis uses logistic muitinomial regression analysis. The sample was selected using simple random sampling technique. Primary data was collected by using standardized questionnaire. The result showed that the proportion of mother who practice exclusive breastfeeding among mothers owing 6-ll months old babies was 20,3% for 4 months and 9,3% for 6 months. From the analysis it was indicated that dominant factors related to practice of exclusive breastfeeding for 4 months very much depended on place of physician visits during pregnancy (OR=7,l8, Cl 95% = 1,52 - 33,95) and those of 6 months were mothers knowledge about breastfeeding (OR = l5,08, CI 95% = 1,81 - l25,47). Based onthe result of the study, it was strongly recommended to the Chief Sub- district of Meurah Dua to increase the quality of health education to the community in the Sub-district Meurah Dua in relation to promotion of exclusive breastfeeding. Furthermore, staff of Health office was also encouraged to promote the training for health personnel and supervision and monitoring the exclusive breastfeeding program in the community. Recommendation is also made for further research to using the cohort design and observation for studying with high validity on data.

Read More
T-2915
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Teuku Beihaf Asbar; Pembimbing: Anwar Hassan; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Agustin Kusumayanti, Soetanto, Ernawati
t-2996
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Junaidi Budi Prihanto; Pembimbing: Luknis Sabri, Iwan Ariawan; Penguji: Indang Trihandini, Eny Riangwati Tanzil, Soetanto
Abstrak:

Studi observasionad dengan desain cross-sectional senng menimbulkan masalah akibat potensial confounding, yaitu suatu kondisi yang menyiratkan texjadinya ketidaktepatan perbandingan antara kelompok terpajan dan kontrol serta potensial menghasilkan bias pada estimasi cfek Estimasi efek yang paling ideal adalah membandingkan outcome pada satu subyck saat mendapat pajanan dan saat tidak mendapat pajanan pada saat bersamaan, hal ini tidak mungkin terjadi karena outcome dari satu peristiwa hanya ada satu, dan disebut sebagai counte1j`actuaI]5-ameworlc Regresi sebagai analisis multivariat yang paling umum dipakai hanya melakukan aeiusnnent pada variabel confounder dalam menghasilkan estimasi, sehingga parameter yang dihasilkan bukan berdasaxkan atas perbandingan antar subyek meiainkan nilai kelompok. Hal ini yang membuat hasil Estimasi analisis regresi masih memiliki bias akibat seleksi subyek pada kelompok Propensity score marching adalah analisis yang menggunal-can pemadanan berdasarkan nilai propensity dari kelompok tcrpajan dan kontrol, sehingga masing-masing subjek pada kelompok terpajan akan memiliki padanan dengan karakteristik yang sama pada kelompok kontrol. Pemadanan mengakibatkan asumsi excharzgeability dalam cozmterfactual fiamework terpenuhi, sehingga dapat mereduksi bias seleksi. Penelitian ini bertujuan mcmbandingkan hasil analisis regresi logistik dengan analisis propensity score matching (PSM) dalam melihat pengaruh tingkat aktivitas olahraga terhadap kebugaran jasmani berdasarkan data Sport Development Indeks (SDI) 2006. Pcrbandingan dilakukan dengan memodelkan variabel berdasarkan regrcsi logistik. Model akhir yang didapat pada regrcsi logistik akan dianalisis kembali menggunakan analisis propensity score matching (PSM). Desain penclitian yang digunakan adalah cross-sectional 66113811 menggunakan data sekunder dari sutvei SDI 2006. Model yang digunakan dalam penelitian ini arhlah model faktor resiko yang berusaha untuk menilai pajanan tingkat aktivitas olahraga terhadap status kebugaran dengan faktor yang menjadi potensial confounder adalah variabel ruang terbuka olahraga, sumber daya manusia olahraga, usia, gender, Indeks Massa Tubuh, pekeljaan, propinsi dan sosial ekonomi kabupaten. Dari hasil penelitian di dapat dua perbandingan yaitu perbandingan nqgrcsi logistik dengan PSM tanpa interaksi dan dengan intexaksi. Pada kedua jcnis perbandingan, PSM berhasil memadankan 100% responden. OR dari PSM tanpa interaksi 1,28 sedangkan OR daxi regresi logistik l,3. Perbedaan yang tidak begitu besar ini dimungkinkan karena variasi dari variabel oovariat dari kelompok texpajan dan kontrol tidak terlalu besar sehingga a¢#u.s'nnen1 pada regresi logistik mampu menjaga keséimbangan variasi antara kedua kelompok. Pada pcrbandingan PSM dengau interaksi, dilakukan stratifikasi pada data berdasarkan variabel yang berintemksi pada regresi Iogistik. Analisis PSM kemudian dilakukan untuk masing-masing strata Hanya ada satu OR yang berhasil didapai pada analisis PSM dari tiap strata, tiga OR lain tidak dapat dihitung karena nilai nol pada mean of marched control setelah proses pemadanan. S6C8I`3 statistik terdapat hubungan antara tingkat aktititas olahraga dan kebugaran jasmani meskipun dengan ni [ai efek yang kecil.


Observational study with cross-sectional design often generate problem of potential sffect of confounding, which is a condition that implies improper comparison between 'reated and control group and also yield potentially biased effect estimation. The most ideal effect estimation is, by comparing outcome from one subyek given exposure and not given exposure at the same time, this matter is not possible because outcome &'om one event only happen one, this is call counterfactual framework. Regression as a commonly multivariat analysis only do adjustment for confounder variable in generating estimation, so the parameter yielded not based on comparison betwen subyek but based on group parameter. This make regression analysis still has bias from subjek selection for control group. Propensity Score matching is analysis use matching metode based on propensity score from exposed and control group, so each subjek from exposed group will have match with equivalent characteristic at control group. Matching cause exchangeability asumption in counterfactual framework firllfiled, so that can reduce selection bias. This research aim to compare result from logistic regression analysis with propensity score matching (PSM) analysis in seeing the influence of sport activity level to physical fitness based on data of Sport Development Index (SDI) 2006. Comparison conducted with modeling variable using logistic regression. The final model from logistic regression will be re-analysed using PSM analysis. Research design is cross-sectional and using secondary data from SDI 2006 sim/ey. Model used in this research is risk factor model to assess exposure from sport activity level to physical fitness status with potential confoundef are sport facility, sport human resources, age, gender, body mass Index, work, districk social-economic statins and province variable. The result from this research is earning two comparison, which is comparison betwen logistic regression by PSM without interaction and with interaction. At both types of comparison, PSM succeed to match 100% responder. OR from PSM without interaction 1,28 while OR iiom regresi logistics l,3. The OR difference is not so big because eovariat variation variable from exposed and control group is not too big so that adjustment of logistic regression able to balance variation among both group. The PSM comparison with interaction, conducted by stratification of data using variable which have interaction at logistic regression Alter that PSM Analyse is conduct to each strata. There is only one OR successfully got from PSM analysis of each strata, three other OR can’t be compute because zero value at mean of matched control after matching process. Statistically there are relation between sport activity level and the physical fitness though with small effect value.

Read More
T-2841
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mitra; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo, Sandra Fikawati; Penguji: Indang Trihandini, Lucia Veronica Pardede, Soetanto
Abstrak:

Rendahnya persentase ASI eksklusif di fudonesia merupakan masalah nasional. Laporan SDKI 2002-2003 menunjukkan bahwa jumlah pemberian AS! eksklusif pada bayi di bawah usia dua bulan banya mencakup 64% dari total bayi yang ada. Persentase tersebut menurun seiring dengan bertambahnya usia bayi yakni, 45,5 % pada bayi usia 2-3 bulan, 13,9% pada bayi usia 4-5 bulan dan 7,8% pada bayi usia 6-7 bulan. WHO/UNICEF (1989) merekomendasikan bahwa salah satu Iangkah (langkah ke empat) dalam kebe!hasilan menynsui adalah memberikan air susu ibu kepada bayi segera (inisiasi menyusui) dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir. Penelitian ini bertujuan nntuk mengetahui pengaruh inisiasi menyusu dalam satu jam pertama setelah kelahiran terhadap kelangsnngan pemberian ASI eksklusif sampai 6 bulan di indonesia. Pengaruh inisiasi menyusu ini dikontrol oleh variabel potensial counfounder yaitn faktor ibu, faktor bayi dan faktor pelayanan kesehatan. Rancangan pada penelitian ini adalah analisis data sekunder Survei Demografi Kesehatan fudonesia 2002-2003 dengan rancangan cross sectional. Data disusnn sedemik:ian rupa sehingga menggambarkan data longitndinal. Analisis bivariat dengan menggunakan uji logrank dan Kaplan Meier. Sedangkan analisis multivariat diiakukan dengan regresi cox yang diperluas (extended cox regression). Sampel pada penelitian ini adalah perempuan berumur 15-49 tabun yang memiliki bayi berumur 0-6 bulan dengan kriteria anak terakhir, masib hidup, masih menyusui, bukan anak kembar dan tidak dilahirkan lewat operasi Caesar. Diperoleh besar sampel sebanyak 1708 responden. Diperoleh hasil median inisiasi menyusu adalah 4 jam. Inisiasi menyusu dalam satu jam pertama ditemui sebanyak 35,7%. Waktu inisiasi menyusu terlama adalah dalam waktu 2 hari 20 menit (68 jam). Bayi yang memulai disusui dalam waktu 1 sampai 2 jam setelah kelahiran memiliki peluang sebesar 2,18- 3,03 kali untuk t:idak menyusui secara eksklusif dibandingkan dengan bayi yang disusui kurang dari satu jam. Sedangkan untuk bayi yang memulai disusui dalam waktu lebih dari dua jam setelah kelahiran mempunyai peluang sebesar 4,65 - 6,07 kali untuk t:idak menyusui secara eksklusif dibandingkan dengan bayi yang disusui kurang dari satu jam. Model akhir didapatkan pengaruh inisiasi menyusu terhadap kelangsungan pernberian ASI eksklusif dikontrol oleh variabel tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, wilayah tempat tinggal, kontrasepsi, kesehatan bayi, interaksi pekeljaan dengan wilayah dan interaksi waktu dengan variabel inisiasi, kontrasepsi dan kesehatan bayi. Mengingat masih rendalmya persentase inisiasi menyusu dalam satu jam pertama setelah kelahiran maka disarankan agar Departemen Kesehatan lebih mengkampanyekan inisiasi menyusu dini, dikeluarl<:annya keputusan dari Mentri Kesehatan tentang peraturan promosi susu formula, dilakukannya pelatihan formal maupun non furmal yang ditujukan kepada penolong persalinan baik petugas kesehatan (dokter, bidan, bidan di desa, perawat) maupun bukan petugas kesehatan (dukun, keluarga) mengenai inisiasi menyusu segera setelah dilahirkan, dan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu mengenai pentingnya inisiasi menyusu dini melalui kegiatan-kegiatan penyuluhan.


 

The lower percentage of exclusive breastfeeding in Indonesia was represented national problem. The Indonesia DHS 2002-2003 report that exclusive breastfeeding practiced at age under two months only include 64% from total baby. The percentage decrease along with increasing age of baby namely, 45,5% at 2-3 months, 13,9% at 4-5 months and 7,8% at 6-7 months. WHO/UNICEF (1989) recommended that one of the step (which is the step number four) on successful breastfeeding was help mother initiate breastfeeding within 30 minutes of birth. The purpose of this study was to investigate the influence of initiate breastfeeding within one hour after birth to continuity of exclusive breastfeeding until 6 months in Indonesia. The influence of breastfeeding initiation was controlled by potential co-founder variable that is mother's factor, baby's factor and health service's factor. The study used secondary source data of the Indonesia DHS 2002-2003 with a cross sectional design. Data were compiled so those describe longitude data. Bivariate analysis was conducted using log-rank and Kaplan Meier test while analysis extended cox regression was used for multivariate analysis. The sample of this study is mother with age 15-49 years old who have baby at 0 to 6 months old with criteria: last child, still alive, still breastfeeding, non twin child and was not borne by Caesar. Eligible sample obtained 1708 respondents. The result of the study showed the median of initiate breastfeeding was 4 hours. The proportion of initiate breastfeeding within one hour of birth was 35,7o/o. The longest time breastfeeding initiation was 2 day 20 minutes (68 hours). Baby starting suckled during I until2 hours after birth have risk 2,18- 3,03 times to stop exclusive breastfeeding than a baby suckled within one hour after birth. While for the baby starting suckled more than two hours after birth have risk 4,65 - 6,07 times to stop exclusive breastfeeding than a baby suckled within one hour after birth. The Influence of breastfeeding initiation to continuity exclusive breastfeeding controlled by maternal education, occupation, place of residence, contraception, baby health, interaction of mother occupation with place of residence and interaction of time with initiation, contraception and baby health. Considering the lower percentage of early initiation we suggested for Health Department to promoted about early initiation, The Ministry of Health to regulate the distribution about the milk formula, training to providers (doctor, midwife, midwife village, nurse) and the other such as dukun and the family about early initiation and the final is to increase the awareness and knowledge about the important to early initiation with health promotion.

Read More
T-2904
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive