Ditemukan 20 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Vina Hotnurayda Maslina; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Deni T. Sugiarto
S-6809
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ni Nengah Ayu Padmawati; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Deni T. Sugiarto
S-8250
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Ratri Annisa Putri; Pembimbing: R Sutiawan; Penguji: Tris Eryando, Sugiarto
Abstrak:
Jumlah kasus tuberkulosis di Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2016-2018 menunjukkan angka yang fluktuatif, dimana kasus tertinggi terdapat pada tahun 2017 dan kecamatan dengan kasus tertinggi secara signifikan setiap tahunnya adalah Kecamatan Wates. Probabilitas penemuan pasien tertinggi terdapat pada jangkauan 200 meter, namun dalam analisis statistik tidak ada perbedaan yang signifikan antara kategori kasus dengan jangkauan. Secara umum kepadatan penduduk, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, dan keadaan lingkungan berpengaruh terhadap jumlah kasus TB di Kabupaten Kulon Progo. Dalam perhitungan statistik menunjukkan adanya korelasi antara kepadatan penduduk dengan jumlah kasus TB dan antara keadaan lingkungan dengan kasus TB. Namun tidak ada korelasi antara jumlah fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan dengan jumlah kasus TB.
Read More
S-10161
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Assyifa Daiyah Fillah; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Agus Sugiarto, Putri Bungsu
Abstrak:
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan desainstudi kasus melalui pendekatan analisis sistem (input-process-output) yang bertujuanuntuk menganalisis gambaran kesiapan atau situasi Kantor Kesehatan Pelabuhandalam upaya cegah tangkal Public Health Emergency of International Concern(PHEIC). Populasi penelitian adalah institusi KKP Kelas I Tanjung Priok secaramenyeluruh. Informan penelitian berjumlah 10 orang yang dipilih menggunakanteknik purposive dan snowball sampling. Pengumpulan data dan analisis situasidilakukan dengan mengumpulkan data primer (daftar tilik kajian mandiri dan hasilwawancara mendalam ), serta data sekunder (laporan tahunan KKP Kelas I TanjungPriok Tahun 2014-2016). Dengan waktu penelitian pada bulan April-Juni 2017.Tingkat kepatuhan (compliance rate) KKP Kelas I Tanjung Priok terhadap standardinilai sangat baik (CR= 95,86%). Terdapat 8 item yang tidak memenuhi standarantara lain: speed boat quarantine, motoris speed boat karantina yang memilikisertifikat ANT V (Ahli Nautica Tingkat 5), tenaga psikolog, petugas penata refraksi,petugas penata audiometri, dan petugas penata spirometri, dan hemocytometer.Kegiatan kekarantinaan dan surveilans epidemiologi dapat 100 % dilaksanakan.Rekomendasi yang diberikan terfokus pada pengadaan sarana dan prasarana sertaSDM yang dibutuhkan dan supervisi kerja petugas KKP dalam upaya cegah tangkalPHEIC.Kata kunci:Kantor Kesehatan Pelabuhan, PHEIC, pintu masuk negara, surveilans epidemiologi,karantina kesehatan
This research is an analytical study of Public Health Emergency ofInternational Concern Preparedness in Port Health Office using quantitative anqualitative approaches. The purpose of this study is to assess Public HealthEmergency of International Concern Preparedness of Tanjung Priok Port HealthOffice in 2017 based on IHR (2005) and Indonesian quarantine regulation.Population of this study is Tanjung Priok Port Health Office in general. Ten officersare chosen with purposive and snowball samping to be this study informants. Thedata were collected from self-administered PHEIC preparedness assessment filled byinstitutional representative and in-depth interview results (primary data), as well as2014-2016 Tanjung Priok Port Health Office Yearly Reports (secondary data). Thisstudy was conducted on April-June of 2017. Complience rate in Tanjung Priok PortHealth Office is rated excellence (CR=95,86%), although there are 8 items that donot meet the PHEIC preparedness standard, such as quarantine speedboat; quarantinespeedboat motorist with ANT-V sertificate; psychologist; refraction, audiometry, andspirometry experts; and hemocytometer. Quarantine and epidemiologic surveillanceactivities in port of entry have been done 100 %. The researcher suggests that thereshould be an improvement in Port Health Office facilities and human resourcesneeded for PHEIC preparedness.Key words:Port Health Office, PHEIC, port of entry, epidemiologic surveillance, quarantine.
Read More
This research is an analytical study of Public Health Emergency ofInternational Concern Preparedness in Port Health Office using quantitative anqualitative approaches. The purpose of this study is to assess Public HealthEmergency of International Concern Preparedness of Tanjung Priok Port HealthOffice in 2017 based on IHR (2005) and Indonesian quarantine regulation.Population of this study is Tanjung Priok Port Health Office in general. Ten officersare chosen with purposive and snowball samping to be this study informants. Thedata were collected from self-administered PHEIC preparedness assessment filled byinstitutional representative and in-depth interview results (primary data), as well as2014-2016 Tanjung Priok Port Health Office Yearly Reports (secondary data). Thisstudy was conducted on April-June of 2017. Complience rate in Tanjung Priok PortHealth Office is rated excellence (CR=95,86%), although there are 8 items that donot meet the PHEIC preparedness standard, such as quarantine speedboat; quarantinespeedboat motorist with ANT-V sertificate; psychologist; refraction, audiometry, andspirometry experts; and hemocytometer. Quarantine and epidemiologic surveillanceactivities in port of entry have been done 100 %. The researcher suggests that thereshould be an improvement in Port Health Office facilities and human resourcesneeded for PHEIC preparedness.Key words:Port Health Office, PHEIC, port of entry, epidemiologic surveillance, quarantine.
S-9488
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Zahra Fadhila; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Besral, Edi Sugiarto
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek religiusitasdan jenis sekolah terhadap perilaku seks pranikah remaja. Sampelnya adalah salahsatu sekolah umum (selanjutnya disebut SMAN) dan salah satu sekolahkeagamaan (selanjutnya disebut MAN) di Jakarta Timur, yaitu sebanyak 113responden SMAN dan 123 responden MAN yang dipilih secara acak sederhana dari 1 kelas X, 1 kelas XI IPA, dan 1 kelas XI IPS.
The aim of this study is to investigate the effect of religiousity and type of school to adolescent sexual behavior. The chosen schools are one of regular schools (hereinafter referred to as SMAN) and one of islamicschools (hereinafter referred to as MAN) in East Jakarta, as many as 113respondents from SMAN and 123 respondents from MAN randomly selectedfrom first grade and second grade (social and natural science).
Read More
The aim of this study is to investigate the effect of religiousity and type of school to adolescent sexual behavior. The chosen schools are one of regular schools (hereinafter referred to as SMAN) and one of islamicschools (hereinafter referred to as MAN) in East Jakarta, as many as 113respondents from SMAN and 123 respondents from MAN randomly selectedfrom first grade and second grade (social and natural science).
S-7811
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rukiah Lubis; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Deni T. Sugiarto
Abstrak:
Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis turnover perawat rawat inap di RSU Zahirah Tahun 2012. Latar belakang dari penelitian ini adalah tingginya angka turnover perawat rawat inap pada tahun 2012 yang mencapai 40%. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan turnover, dilihat dari faktor individu, faktor pekerjaan, dan faktor organisasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis-deskriptif. Terdapat 8 (delapan) orang informan, diantaranya manajer SDM, manajer keperawatan, kepala unit rawat inap, 3 (tiga) orang perawat rawat inap yang masih bekerja, dan 2 orang perawat rawat inap yang sudah keluar dari RSU Zahirah. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang berhubungan dengan turnover perawat rawat inap di RSU Zahirah, yaitu kompensasi sebagai faktor utama, beban kerja, dan kesempatan untuk maju.
This thesis aims to analyze the inpatient nurses turnover at Zahirah Hospital on 2012. The background of this study was the high rate of inpatient nurses turnover on 2012 reached 40%. Therefore, the researchers wanted to know what factors are associated with turnover, views of the individual factors, occupational factors, and organizational factors. This research is a qualitative with descriptive-analysis method. There are 8 (eight) informant, including HR manager, nursing manager, heads of inpatient units, three (3) inpatient nurses who are still working, and 2 inpatient nurses who are already out of RSU Zahirah. The study states that there are several factors related to inpatient nurses turnover in Zahirah Hospital, namely compensation as a major factor, workload, and the opportunity to advance.
Read More
This thesis aims to analyze the inpatient nurses turnover at Zahirah Hospital on 2012. The background of this study was the high rate of inpatient nurses turnover on 2012 reached 40%. Therefore, the researchers wanted to know what factors are associated with turnover, views of the individual factors, occupational factors, and organizational factors. This research is a qualitative with descriptive-analysis method. There are 8 (eight) informant, including HR manager, nursing manager, heads of inpatient units, three (3) inpatient nurses who are still working, and 2 inpatient nurses who are already out of RSU Zahirah. The study states that there are several factors related to inpatient nurses turnover in Zahirah Hospital, namely compensation as a major factor, workload, and the opportunity to advance.
S-7822
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Analisis Sistem Pengolahan Piutang Pasien Rawat Inap Bayar Sendiri di Rumah Sakit Zahirah Tahun 2010
Analia Deviyana; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Deni T. Sugiarto
S-6749
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sarah Dessy Oktavia; Pembimbing: Zulazmi Mamdy; Pnguji: Zarfiel Tafal, Djalu Sugiarto
S-5719
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ika Dewi Astuti; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Vetty Yulianty, Yudi Sugiarto
S-6018
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Gemala Chairunnisa Puteri; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Deni T. Sugiarto
Abstrak:
Mengantisipasi persaingan yang semakin tinggi, Rumah Sakit Umum Zahirah berupaya mengadakan kerja sama dengan perusahaan. Indikator keberhasilannya tiga perusahaan per bulan atau 36 perusahaan per tahun, belum dapat terpenuhi. Penelitian dengan pendekatan kualitatif ini bertujuan mengetahui penyebab masalah dari sisi input maupun bauran pemasaran. Kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, kuantitas dan kesediaan anggaran, sarana dan prasarana yang ada, belum mencukupi. Program kerja yang tidak rutin dilakukan, kebijakan dan prosedur yang tidak didahului dengan identifikasi kebutuhan perusahaan yang akan diajak bekerjasama, merupakan penyebabnya. Selain itu, produk yang diminta perusahaan tidak dapat disediakan oleh rumah sakit dan tarif tidak sesuai plafon perusahaan. Lokasi juga dianggap kurang strategis. Promosi yang dilakukan masih terbatas di sekitar rumah sakit. Disarankan untuk mengupayakan perbaikan terhadap input dan bauran pemasaran, fokus kerja sama dengan pihak-pihak lainnya yang memberikan peluang lebih besar dalam peningkatan jumlah pasien dan pendapatan rumah sakit.
To anticipate increased competition, Zahirah hospital tries to increased number of company as client. Indicator of success is at least three companies per month or 36 companies per year, have not been met. This qualitative research aims to find the cause of the problem in terms of inputs and the marketing mix. Quantity and quality of human resources, quantity and availability of budget, facilities and infrastructure, were found inadequate. Other challenges were the program was not routinely performed, policy and procedure were not based on client’s need. In addition, the requested product could not be provided and exceeded company’s affordability. Location was also considered as less strategic. Promotion was limitedly done around the hospital area. It is advised to improve its input and marketing mix, as well as focusing on potential client to increase demand and revenue.
Read More
S-7942
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
