Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ika Suswanti; Pembimbing: Meiwita Paulina Budiharsana; Penguji: Martya Rahmaniati, Milla Herdayati, Yuda Turana, Woro Riyadina
Abstrak:
Latar Belakang: Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, rendahnya awareness, pengobatan hipertensi, dan meningkatnya faktor risiko hipertensi berperan dalam meningkatkan kejadian tekanan darah tidak terkontrol pada subjek hipertensi di Indonesia. Tujuan penelitan ini adalah mengetahui prevalensi dan faktor-faktor yang memengaruhi tekanan darah tidak terkontrol berdasarkan data sekunder Indonesian Family Life Survey Tahun 2014. Metode: Penelitian dengan desain studi potong lintang menggunakan data sekunder Indonesian Family Life Survey Tahun 2014, yang mengikutsertakan 2848 anggota rumah tangga pada 9 provinsi di Pulau Jawa dan Sumatera. Tekanan darah tidak terkontrol pada subjek hipertensi didefinisikan sebagai subjek dengan diagnosis hipertensi oleh tenaga kesehatan namun memiliki tekanan darah tinggi berdasarkan rerata tekanan darah tiga kali pengukuran berdasarkan pedoman JNC 8. Karakteristik demografi, pengobatan, kesehatan mental, gaya hidup dan komorbiditas penyakit menjadi variabel independen yang diteliti. Perhitungan bobot koreksi digunakan dalam analisis ini, setelah pembobotan jumlah sampel sebesar 4566 anggota rumah tangga, analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda model determinan . Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa prevalensi tekanan darah tidak terkontrol pada subjek hipertensi sebesar 64,5%. Secara independen, lanjut usia, jenis kelamin perempuan, tidak sekolah/pendidikan rendah, konsumsi obat, merokok, depresi, rendah aktivitas fisik, obesitas, adanya komorbid diabetes mellitus dan kolesterol berhubungan secara signifikan terhadap kejadian tekanan darah tidak terkontrol pada subjek hipertensi (p<0,05). Sementara itu, obesitas diketahui sebagai faktor risiko dominan tekanan darah tidak terkontrol pada subjek hipertensi terkontrol, di mana obesitas meningkatkan 1,8 kali risiko untuk mengalami tekanan darah tidak terkontrol pada subjek hipertensi. Analisis PAR% menunjukkan modifikasi faktor risiko obesitas diketahui dapat mengeliminasi hipertensi tidak terkontrol sebesar 15% pada subjek hipertensi. Kesimpulan: Secara independen, karakteristik demografi, pengobatan, kesehatan mental, gaya hidup dan komorbiditas penyakit berkaitan dengan kejadian tekanan darah tidak terkontrol pada subjek hipertensi. Sementara obesitas ditemukan sebagai faktor risiko dominan dan memiliki dampak paling besar terhadap kejadian tekanan darah tidak terkontrol pada subjek hipertensi.

Introduction: Hypertension is still as a main health problem in Indonesia. Lack of awareness, treatment and increasing of risk factors caused an increase of uncontrolled blood preassure in hypertensive subjects in Indonesia. Objective: the aims of this study was to know prevalence and determine of uncontrolled blood pressure in subjects with hypertension diagnosis based on analyses of secondary data from Indonesian Family  LIife Survey in 2014. Methods: a cross sectional study design using secondary data analyses from Indonesian Family Life Survey in 2014, and recruited 2848 houshold members in 9 province Jawa and Sumatera. Hypertension was define as subject with hypertension diagnosed by phsycian and having high blood preassure after 3 time measurement based on JNC 8 guideline. Demography characteristics, antihypertension treatment, mental health, life style and comorbid as independen variables. Corrected weighting was measured in this study, there were 4566 of household members after weighting, and data analyses using chi-square and logistic regression determinant model. Results: This study results showed that prevalence of uncontrolled blood pressure in hypertensive subjects was 64,5%. Independently, Older age, women, no school/lower education, antihypertension treatment, smoking, depression, low physical activity, obesity and presence of diabetes and cholesterol associated with uncontrolled blood preassure in hypertensive subjects (p<0,05). Meanwhile, obesity was found as a dominant factor, where having obesity 1,8 more likely to increase uncontrolled blood pressure. PAR% analyses showed modification of obesity could eliminate uncontrolled blood pressure by 15% in hypertensive subjects. Conclussion: Demography characteristics, antihypertension treatment, mental health, life style and comorbid associated with uncontrolled blood pressure in hypertension subjects. Obesity found as a dominant factor and having measurement effect to uncontrolled blood pressure.

Read More
T-5899
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Woro Riyadina; Promotor: Nasrin Kodim; KoPromotor: Siti Madanijah, Krisnawati Bantas; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Indang Trihandini, Evi Martha, Ekowati Rahajeng, Yuda Turana
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Disertasi ini menilai dinamika perubahan IMT dan tekanan darah pada wanita pasca menopausedi Kota Bogor, dengan desain studi longitudinal dan kualitatif. Analisis data panel dilakukanpada data sekunder dari ldquo;Studi Kohor Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular rdquo; dengan follow up2. Hasil penelitian pada wanita pasca menopause antara lain prevalensi hipertensi 66,1 daninsiden rate 5 kasus per 100 orang-tahun. Model fixed effect menemukan hubungan bermaknaantara perubahan IMT dengan perubahan sistolik dan diastolik. Dinamika IMT dengan sistolikdengan R2 within 2 . Setelah disesuaikan dengan tingkat aktifitas fisik, peningkatan 1 kg beratbadan pada normotensi telah meningkatkan tekanan darah sistolik 1,5 mmHg dan diastolik 0,9mmHg, pada hipertensi terkendali sistolik 2,7 mmHg dan diastolik 1,3 mmHg, pada hipertensitidak terkendali sistolik 3,7 mmHg dan diastolik 1,3 mmHg. Setelah disesuaikan dengan derajatmerokok, penurunan dinamika IMT 1 telah menurunkan sistolik sekitar 2-3 mmHgdibandingkan IMT stabil. Trigliserida berpotensi menjadi marker lipid baru, sedangkan faktorpsikososial dan merokok berkontribusi pada pengendalian hipertensi.
 

 
ABSTRACT
 
 
This study aims at evaluating the dynamics of change in BMI and blood pressure ofpostmenopausal women in Bogor by using both longitudinal data and qualitative study.Analyzing the 2 years follow up panel data of A Cohort Study of Non Communicable Diseases rsquo Risk Factors rdquo , this study showed that the prevalence of hypertension in postmenopausal womenis 66.1 , while the incidence rate reaches 5 cases per 100 person years. The fixed effectestimations confirmed that changes in systolic and diastolic pressure would follow changes inBMI. Moreover, after controlling with a physical activity, this study still found that there isstrong correlation between dynamics of BMI and systolic pressure, Normotensive patientsexperienced 1 kg of weight gain will increase their systolic pressure by 1.5 mmHg, theirdiastolic pressure by 0.9 mmHg. Furthermore, patients with under controlled hypertension whoare experienced 1 kg of weight gain will increase their systolic pressure by 2.7 mmHg, diastolicpressure by 1.3 mmHg. In contrast, patients with uncontrolled hypertension would have highersystolic pressure 3.7 mmHg and diastolic pressure around 1.3 mmHg. By controlling smokingactivity, 1 reduction in dynamic BMI would lower a systolic pressure as much as 2 3 mmHgcompared to a stabilized BMI. Other findings of this study are that triglyceride serves apotential of new lipid marker,while psychosocial factors and smoking behavior could contributeto controlled hypertension.
Read More
D-366
Depok : FKM-UI, 2017
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive