Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 50 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Delti Selvina Elza; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Rubiana Modjo, Farida Tusafariah
S-7165
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
A. Sri Wahyuni S.; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Robiana Modjo, Farida Tusafariah
S-7200
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Okta Muliya Ana; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Robiana Modjo, Farida Tusafariah
S-7366
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mariah Kiptia S.; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Doni; Farida Tusafariah
S-7388
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alamsyah Prasetya; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Dadan Erwandi, Farida Tusafariah
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai Analisis Sistem Proteksi Kebakaranpada Gedung Fakultas Farmasi Universitas Indonesia dengan Menggunakan SNIdan NFPA tahun 2013. Tujuan dari penelitian ini ingin melihat apakah sistemproteksi kebakaran pada gedung Fakultas Farmasi Universitas Indonesia sudahbisa dikatakan baik atau buruk. Dalam penelitian kali ini, penulis menggunakanceklis sebagai cara untuk mengetahui baik buruknya sistem proteksi kebakaran,yang tiap-tiap variabelnya mengacu pada SNI dan NFPA. Variabel yang menjadialat ukur penelitian kali ini adalah baik buruknya sprinkler, APAR, titik panggilmanual, alarm, hidran, detekor, dan laboratorium. Selain itu, penulis jugamelakukan wawancara mendalam untuk mendapatkan pengayaan informasikepada pihak-pihak yang dirasa memiliki informasi terkait sistem kebakaran yangada. Pada hasil penelitian, berdasarkan hasil ceklis ke enam variabel yangmengacu pada SNI dan NFPA terkait sistem proteksi kebakaran pada gedungFakultas Farmasi Universitas Indonesia, disimpulkan bahwa sistem proteksikebakaran yang ada pada Fakultas Farmasi Universitas Indonesia masih belumbisa dikatakan baik. Tidak sesuainya keadaan sistem proteksi kebakaran yang ada dengan ketentuan yang berlaku pada SNI dan NFPA, serta kurang baiknya managemen dalam pengelolaan sistem proteksi kebakaran di gedung Fakultas Farmasi Universitas Idonesia menjadi alasan penulis, mengapa sistem proteksi kebakaran pada gedung Fakultas farmasi Universitas Indonesia belum dapat diakatakan baik.
Kata kunci : Sistem Proteksi Kebakaran, Fakultas Farmasi UI.
This study discusses the Fire Protection System Analysis at the Universityof Indonesia Faculty of Pharmacy Building in 2013 by using SNI and NFPA. Thepurpose of this study wanted to see if the fire protection system in the building ofthe Faculty of Pharmacy, University of Indonesia can be said to be good or bad. Inthis study, the authors use the checklist as a way to determine the merits of fireprotection systems, which each variable refers to the SNI and NFPA. Thevariables in this study are the good and bad sprinkler, fire extinguisher, manualcall point, alarm, fire hydrant, detector, and laboratory. In addition, the authorsalso conducted in-depth interviews for the benefit of the information to the partiesare deemed to have information related to the existing fire system. On the resultsof the study, based on the results of the checklist to six variable that refers to therelevant SNI and NFPA fire protection systems in the building of the Faculty ofPharmacy, University of Indonesia, it was concluded that the existing fireprotection system at the Faculty of Pharmacy, University of Indonesia was notgood. Incompatibility of the state of the existing fire protection system with theapplicable provisions of SNI and NFPA, as well as the lack of good managementin the management of the fire protection system in the building of the Faculty ofPharmacy, University of Indonesia become the reason the author, why the fireprotection systems in buildings Pharmaceutical Faculty, University of Indonesiacan not be said good.
Keyword: Fire Protection System, Faculty of Pharmacy UI.
Read More
S-7764
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Afrini Nurul Afifah; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Robiana Modjo, Farida Tusafariah
Abstrak: Komputer belakangan ini menjadi kebutuhan utama bagi pekerja dalam menyelesaikan berbagai tugas. Semakin banyak pekerja mengalami keluhan okular maupun non okular terkait dengan penggunaan komputer yang dikenal sebagai gejala Computer Vision Syndrome (CVS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko CVS dengan menggunakan desain studi cross sectional pada 67 responden. Pengambilan data pada penelitian menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, dan pengukuran langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,7% responden mengalami keluhan subjektif CVS dengan keluhan yang paling banyak dirasakan adalah nyeri pundak (61,2%), nyeri leher (59,7%), daneyestrain (56,7%). Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan CVS adalahpola istirahat kerja, durasi penggunaan komputer, posisi layar komputer, dan kesalahan refraksi mata. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara jarak antara mata dengan komputer dan keluhan subjektif CVS dan intensitas pencahayaan ruang ditemukan sebagai faktor konfonding.
Kata Kunci:Computer vision syndrome, CVS.
Read More
S-8274
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novalita Lamanda Putri; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Farida Tusafariah
Abstrak: Stres kerja merupakan salah satu risiko penurunan kemampuan kerja, yang berdampak kepada produktifitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stres kerja dengan kemampuan kerja pada operator mesin cetak di PT. X. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diadaptasi dari Niosh Gereric Job Stress Questionnare dan Work Ability Index. Variabel pekerjaan sebagai faktor penyebab stres memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stres yaitu variabel lingkungan kerja, disain kerja, dukungan dalam pekerjaan, dan perkembangan karir. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat stres kerja mempengaruhi kemampuan kerja pekerja, dengan proporsi 80,6% pekerja yang mengalami stres berat memiliki kemampuan kerja buruk, dengan odd ratio 8, sehingga pekerja yang mengalami stres berat memiliki risiko 8 kali lebih tinggi untuk memiliki kemampuan kerja yang buruk dibandingkan pekerja yang mengalami stres ringan.
 

Job stress is one of risk factor to work ability impairment, which has impact to productivity. The purpose of this research is to analyze the relation between stress level and work ability on press- machine operator in PT. X year 2014. This research is quantitative research with cross sectional design study. Data is collected using questionnaire which is adapted from Niosh Gereric Job Stress Questionnare and Work Ability Index. Job factor which has significant relation with job stress is work environment, work design, social support, and career development. This research show that there is a siginificant relation between job stress, and work ability, with proportion 80,6% workers that had heavy work related stress has poor work ability. Based on chi square test, worker with heavy stress have risk until 8 times higher to have work ability impairment, than worker with light stress.
Read More
S-8326
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abdul Mutholib; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Chandra Satrya, Farida Tusafariah
Abstrak: Perkembangan manusia mengalami kemajuan yang sangat pesat ketika manusia sudah menemukan mesin uap. Titik tersebut merupakan titik revolusiindustri bagi peradaban manusia. Revolusi industri membuat manusia semakin sering berinteraksi dengan mesin-mesin produksi untuk mempermuda dan mempercepat produksi industri. Namun dalam interaksi antara manusia, mesindan lingkungan tempat kerja terdapat berbagai risiko yang dapat menimbulkanpenyakit akibat kerja (PAK) ataupun kecelakaan bagi manusia. Salah satupenyakit akibat kerja yang kerap diderita oleh pekerja adalah penyakit yangberkaitan dengan otot serta rangka, atau lebih dikenal dengan MusculoskeletalDisorders (MSDs). Penelitian ini dilakukan pada pekerja produksi pemurnianperak PT Antam Persero Tbk UBPP Logam Mulia tahun 2014. Penelitian inibertujuan untuk melihat faktor risiko ergonomi dan gejala MSds yang dialamioleh pekerja di bagian produksi pemurnian perak. Metode penelitian ini adalahsemi kuantitatif dengan desain cross sectional. Responden berjumlah 14 orangpekerja produksi yang berada di lokasi pemurnian perak. Tingkat risiko ergonomidinilai dengan menggunakan Quick expossure Checklist (QEC). Penilaianmenggunakan QEC mendapatkan hasil dalam 3 kategori yaitu kategori risikosedang, tinggi, dan sangat tinggi. Nordic Body Map (NBM) digunakan untuk mengetahui keluhan MSDs yang dirasakan pekerja dan didapatkan hasil 100%pekerja mengeluhkan mengalami gejala MSDs.Kata Kunci: QEC, Tingkat Risiko Ergonomi, Keluhan Musculoskeletal Disorders(MSDs), Nordic Body Map (NBM), Pemurnian Perak.
Human development is progressing very rapidly when humans haveinvented the steam engine. The point is the point of the industrial revolution forhuman civilization. The industrial revolution made people increasingly ofteninteract with machines to rejuvenate and accelerate the production of industrialproduction. However, the interaction between human, machine and environmentworkplace there are various risks that may cause accidents or occupationaldiseases to humans. One of the occupational diseases that often suffered byworkers is a disease associated with muscle and frame, or better known asMusculoskeletal Disorders (MSDs). This research was carried out on theproduction worker refining silver PT Antam Tbk UBPP Precious Metals Limited2014. Study aimed to look at the ergonomic risk factors and symptoms of MSDsexperienced by workers in the production of silver refining. This research methodis semi-quantitative cross-sectional design. Respondents amounted to 14production workers at the scene refining silver. Ergonomic risk level assessedusing expossure Quick Checklist (QEC). Assessment using the QEC get results in3 risk categories, medium, high, and very high. Nordic Body Map (NBM) is usedto determine the perceived grievances of workers and MSDs showed 100% ofworkers complained of experiencing symptoms of MSDs.Keywords: QEC, Ergonomics Risk Level, Complaints Musculoskeletal Disorders(MSDs), Nordic Body Map (NBM), Refining Silver.
Read More
S-8323
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dadan Faozan; Pembimbing: Ridwan Z. Syaaf; Penguji: Dadan Erwandi, Farida Tusafariah
Abstrak: Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah hal yang perlu dikendalikan agar dapat meminimalisasi terjadinya kecelakaan atau kesakitan di tempat kerja. Penelitian yang dilakukan pada proses standardisasi bahan radionuklida di laboratorium standardisasi PTKMR Batan Pasar Jumat tahun 2016 menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa risiko yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah menilai tingkat risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada proses standardisasi radionuklida di PTKMR Batan. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan observasional berdasarkan standar AS/NZS 43600: 2004 dan Perka Batan No.20/KA/I/2012. Tahapan dari penelitian ini meliputi identifikasi aktivitas kerja, identifikasi bahaya, identifikasi pengendalian risiko yang telah dilakukan, dan penilaian risiko. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya beberapa bahaya fisik dan bahaya kimia pada proses kerja standardisasi radionuklida. Kata kunci: penilaian risiko, keselamatan dan kesehatan kerja, standardisasi radionuklida, PTKMR Batan, AS/nZS 4360:2004, Perka Batan No.20/KA/I/2012
Risk of Occupational Health and Safety should be controlled to minimalize the occurence of accident and disease in the workplace. This study was conducted at PTKMR Batan Pasar Jumat on 2016 and analyzed about standardization of radionuclide process. This study showed that there are some activity with high risk on the process of standardization of radionuclide. The aim of this study is to determine the value of risk of occupational health and safety on the process of standardization of radionuclide at PTKMR Batan. This study used descriptive analytical design and observational approach based on AS/NZS 43600:2004 and Perka Batan No.20/KA/I/2012. The steps of this study were identifying the process of radionuclide standardization, identifying hazards, identifying risk control of PTKMR Batan, and estimating the value of risk. The result of this study showed that there were some physical and chemical risk on the process of radionuclide standardization. Keywords: risk assessment, occupational health and safety, radionuclide standardization, PTKMR Batan, AS/NZS 4360:2004, Perka Batan No.20/KA/I/2012
Read More
S-9067
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raedi Dipanegara; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Farida Tusafariah
Abstrak: Risiko ditemui dalam setiap aktivitas yang dilakukan setiap hari. Diperlukan adanya upaya pengelolaan risiko untuk menghindari dampak merugikan yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, menentukan pengendalian yang telah dilakukan, melakukan penilaian risiko dan mencari pengendalian risiko yang tepat. Penelitian ini menilai risiko keselamatan kerja pada tahap pembuatan rangka proyek pembangunan simulasi passive cooling system pada reaktor nuklir di bengkel PTKRN-Batan Serpong pada bulan Juni 2015. Penelitian ini menggunakan desain studi crossectional dengan menggunakan tools identifikasi bahaya dan penilaian risiko sesuai dengan Perka Batan No. 020/KA/I/2012. Pada aktivitas pembuatan rangka proyek pembangunan simulasi passive cooling system pada reaktor nuklir ini ditemukan adanya sumber bahaya keselamatan yang berasal dari bahaya mekanik, listrik dan bahaya fisik. Ditemukan 19 risiko keselamatan dengan risiko terendah pada proses penyiapan alat pemotong besi, dan risiko yang paling banyak ditemui bahaya terluka akibat gerinda serta kebakaran akibat korsleting listrik. Kata kunci : Batan, keselamatan kerja, penilaian risiko, PTKRN
Read More
S-8732
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive