Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Maya Tendian; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal C. Sjaaf, Zakaria
S-6181
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Redjeki; Pembimbing: Besral; Penguji: R Sutiawan, Arie Zakaria, Afarosiansi
Abstrak: Permasalahan yang dihadapi oleh fasilitas kesehatan angkatan laut adalahkurangnya ketersediaan sarana prasarana dan SDM serta belum mempunyaidatabase yang dapat digunakan bersama untuk melaksanakan monitoring terhadapfasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistemmonitoring fasilitas kesehatan angkatan laut di Dinas Kesehatan Angkatan Laut.Pengembangan sistem menggunakan Sistem Development Life Cycle (SDLC)dengan pendekatan prototype. Pengumpulan data primer dengan cara wawancaramendalam. Data sekunder berdasarkan telaahan dokumen pencatatan danpelaporan. Penilaian didalam sistem monitoring dan evaluasi fasilitas kesehatanangkatan laut berdasarkan peraturan Kementrian Kesehatan. Sistem yangdikembangkan dapat memperlihatkan informasi terhadap kemampuan fasilitaskesehatan (rumah sakit dan BK/BP) di bidang pelayanan kesehatan, sarana danprasarana serta SDM. Penggabungan sistem dilaksanakan dengan cara fullmigrasi agar dapat melaksanakan sharing data secara langsung. Saran tindaklanjut ialah melaksanakan revisi petunjuk pelaksanaan pencatatan dan pelaporansesuai peraturan Kementrian Kesehatan.Kata Kunci :Sistem Monitoring dan Evaluasi, Fasilitas Kesehatan, Prototype, PenggabunganSistem
Problems being faced by naval medical facilities are the lack of infrastructure andhuman resources as well as non-availibility of database which can be usedsimultaneously in carrying out monitoring of health facility. This research isintended to develop a monitoring system for health facilities in the Department ofthe Naval Health. The development of systems is using the System DevelopmentLife Cycle (SDLC) with a prototype approach. Primary data collection is carriedout by the method of in-depth interviews. Secondary data research is done bypaper based document recording and reporting. Rating of monitoring andevaluation systems in naval health facilities is subjected to the Ministry of Healthregulations. The system being developed is having a capacity of showing theaccurate information on the ability of health facilities (hospitals and BK / BP) inarea of health care, infrastructures and human resources. Merging of system iscarried out by way of full migration as to enable the direct data sharing. Follow-up suggestion is to revise the recording and reporting implementation guidelinesin accordance with Ministry of Health regulations.Keywords:System Monitoring and Evaluation, Health Care Facilities, Prototype, MergerSystems
Read More
T-4360
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reny Ayu Damayanti; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Yaslis Ilyas, Nurahmiati, Zakaria
Abstrak:
Kolaborasi interprofesional melibatkan berbagai profesi kesehatan secara bersama-sama berkumpul untuk menyediakan layanan komprehensif dengan bekerja bersama pasien, keluarga mereka, dan masyarakat untuk memberikan perawatan dengan kualitas terbaik. Nusantara Sehat (NS) berbasis tim dikirimkan untuk memberikan penguatan pelayanan kesehatan dasar perlu menerapkan kolaborasi interprofesional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor riwayat pendidikan interprofesional (IPE), pemahaman peran profesi dan kohesivitas tim dengan kolaborasi interprofesional setelah variabel jenis kelamin, jenis profesi; lama/pengalaman bekerja; dan usia responden dikendalikan. Desain penelitian yang digunakan adalah metode campuran dengan pendekatan sequensial explanatory, jumlah sampel 301 responden diambil dengan menggunakan Total Sampling. Analisis data menggunakan Uji Chi Square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara peran profesi (p value=0,032) dan kohesivitas tim (p value=0,0001) dengan kolaborasi interprofesional. Setelah dikontrol variabel usia responden yang memiliki kohesivitas tim baik berpeluang 14 kali lebih besar melakukan kolaborasi interprofesional, dan pemahaman peran baik berpeluang 2 kali lebih besar melakukan kolaborasi interprofesional. Rekomendasi dari penelitian ini diperlukan suatu payung hukum yang mengikat terkait penerapan IPC di Indonesia; perlu penguatan pendidikan interprofesional (IPE) di institusi pendidikan; peningkatan efektivitas pelayanan kesehatan dengan mendorong penugasan tenaga kesehatan berupa tim-tim kesehatan yang berkerja secara kolaboratif dan memiliki kohesivitas yang kuat; perlu mendorong terlaksananya koordinasi lintas organisasi profesi, kementerian, lembaga dalam membudayakan kolaborasi interprofesional dalam pelayanan kesehatan di Indonesia.

Nusantara Sehat (NS) team, whom practices interprofessional collaboration, in the future predicted as a solution of retention and deficiency problems of health professional in remote areas. This study aims to determine the perception and relationship of various factors with interprofessional collaboration. Mixed methods research design with explanatory sequential, samples using total sampling. Data were obtained from the Collaborative Practice Assessment Tool (CPAT) questionnaire and through interviews. There were 301 responses that eligible. The CPAT mean score was 264 from maximum value 318. Continued in-depth interviews with 8 informants from various health professions. Data analysis with Chi Square Test and multiple logistic regression, and compiling a matrix. The results showed that there was a relationship between the role of the profession (p value = 0.032) and team cohesiveness (p value = 0.0001) with interprofessional collaboration. The multivariate results, after controlling confounder, respondents who had good cohesiveness were 14 times more likely to do interprofessional collaboration, and roles had 2 times greater chance of doing interprofessional collaboration. Conclusion: regulations about IPC in Indonesia have not been drafted yet, IPE in Indonesia needs strengthening, encouraging the collaborative and cohesive health teams, it’s necessary to encourage coordination across professional organizations, educational institutions and government.

Read More
T-5846
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edy Taquadika Hardani; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Adi Zakaria Afiff, Yuni Kusminanti, Ike Pujiriani
T-4439
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dodi Badarianto; Pembimbing: Besral; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Tri Yunis Miko Wahyono, Febrina D. Pardede, Zakaria
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara karakteristik personal dan kepuasan kerja dengan komitmen keorganisasian pada tenaga kesehatan penugasan khusus berbasis tim di DTPK. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah 467 orang tenaga kesehatan penugasan khusus berbasis tim dalam rangka mendukung Program Nusantara Sehat. Pengukuran terhadap kepuasan kerja dilakukan dengan menggunakan Minnesotta Satisfaction Quesionnaire (MSQ), sedangkan pengukuran terhadap komitmen keorganisasian menggunakan Organizational Commitment Questionnaire (OCQ) yang dikembangkan oleh Allen Meyer. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) berbasis kovarian untuk menjawab rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara karakteristik personal yang terdiri dari umur, lama kerja dan status pernikahan dengan komitmen keorganisasian sedangkan tingkat pendidikan menunjukkan hubungan yang negatif dengan komitmen keorganisasian. Selain itu, juga ditemukan bahwa Kepuasan Kerja berhubungan positif dengan komitmen keorganisasian. Kata Kunci: Karakteristik Personal, Kepuasan Kerja, Komitmen Keorganisasian. This research examines the Relationship of Personal Characteristics and Job Satisfaction with Organizational Commitment of Team Based Health Workers in Underdeveloped, Border and Islands Area (DTPK). The research used quantitative method. Subject of the research is 467 Team Based Health Workers in order to support Nusantara Sehat Program. Measurement of job satisfaction by using Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ), while the measurement of organizational commitment using the Organizational Commitment Questionnaire (OCQ) developed by Allen Mayer. In this research, Covariance Based Structural Equation Modelling (SEM) was used to answer the research questions. The results showed Personal Characteristics consisting of age, tenure and marital status have a positive relationship with organizational commitment, while education level have a negative relationship with organizational commitment. It was also discovered that job satisfaction had a positive relationship with organizational commitment. Keywords: personal characteristics, job satisfaction, organizational commitment
Read More
T-5048
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive