Ditemukan 55 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Kesiapan Instalasi Gawat Darurat di RSUP Dr. Kariadi sebagai rujukan Sistem Gawat Darurat Terpadu Sehari-Hari sangat dipengaruhi oleh faktor input : Sumber Daya Manusia dan pengaturan jaganya, tersedianya ambulan 24 jam, melalui call center, sarana fisik bangunan, sarana medik dan non medik, ketersediaan obat alat kesehatan dan bahan habis pakai di ruang tindakan, Standar prosedur pelayanan pasien, serta faktor proses pelayanan pasien meliputi alur pasien, triase, pelayanan gawat darurat di label merah, pemeriksaan penunjang laboratorium dan radiologi dan ketersediaan obat di farmasi 24 jam.
Preparedness of Emergency Department Kariadi Hospital Semarang as a referral Emergency Comprehensive Services System Daily influenced by input factors, human resources and distribution services, 24 hour ambulance services, call center ,physical building , medical and non medical equipment, drugs and single used material in service area standard operating procedure for patients services, and process factor as patient flow through an emergency department, triage, true emergency services (red label), supporting services as laboratory, radiology and pharmacies 24 hours.
Untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat terbadap kesehatan, banyak hal yang harus dilakukan, salah satunya adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Secara umum dapat dibedakan sembilan syarat penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang balk, yakni tersedia, menyeluruh, berkesinmnbungan, terpadu, wajar, dapat diterima, bermutu, tercapai serta terjangkau. Penelitian ini merupakan survey dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk melihat gambaran segmen, pembidikan pasar, dan posisi pasar RSU Meuraxa. Pendekatan ini untuk pengembangan bisnis kedepan. Pendekatan kuantitatif dilakukan untuk karakteristik responden berdasarkan variabel geografi, demografi, psikografis dan variabel perilaku dengan alat ukur kuesioner. Sedang pendekatan kualitatif dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam dari pam stake holder di RSU Meuraxa tentang gambaran segmentasi, pembidikan pasar dan posisi pasar RSU Meuraxa, pendekatan ini dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan informan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Sebagai penetapan posisi Rumah Sakit Umum Meuraxa adalah : "Dengan Pelayanan yang Prima, Berdasarkan Standar Profesional, Cepat, Tepat dan Terjangkau akan selalu melayani dengan sepenuh hati serta bemuansa Islami.
In order to meet the need and to satisfy the community demand on health, there are a lot of things to do, and one of those is the implementation of health services, In general) there are nine condition for a goad implementation on health services, namely : available, entirely, continous, integrated, appropriate, acceptable, qualified, accessible and affordable. The research is a survey with a quantitative and qualitative approaches, and has a purpose on exploring the segment, market targeting and positioning of MROH for the next future business development. The quantitative approach has and aim to see the respondent characteristics based one variable of geography, demography, psycography, and behavior which collected by a questionnaire, meanwhile, the qualitative approach is uses for gathering deeper information from stakeholders of MRGH, using a direct in-depth interview toward informants, as well as exploration towards some documents. File Digital: 1
Rumah Sakit Ketergantungan Obat merupakan salah satu rumah sakit rujukan ketergantungan Obat yang terletak di daerah Cibubur Jakarta Timur. Rumah sakit ini tidak hanya memfokuskan kepada pasien-pasien ketergantungan obat saja melainkan dikembangkan pelayanan bagi pasien non ketergantungan obat (umum atau non NAPZA). Penelitian ini bertujuan untuk dapat menentukan target pasar yang sesuai bagi Instalasi Rawat Inap Non NAPZA RSKO Cibubur Tahun 2008 berdasarkan identifikasi dan pemilihan segmentasi pasar yang ada. Karakteristik penduduk dalam kajian ini dibagi berdasarkan segmen geografi, demografi. psikografi dan perilaku. Data yang digunakan dalam pene1itian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik yang bersifat kualitatif kuantitatif. Penelitian kualitatif dilakukan dengan me1akukan wawancara mendalam kepada pihak rumah sakit sebagai informan. Sedangkan penelitian kuantitatif dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden yang ada disekitar lingkungan rumah sakit. Dari hasil anal isis dan pengolahan data didapat dua kluster segmentasi psikografi dan tiga kiuster segmentasi perilaku. Pada segmentasi geografi didapat bahwa responden memilih pelayan rawat inap yang dekat dengan tempat tinggal, sedangkan pada segmentasi demografi usia produktif yang paling dominan, ini sesuai dengan yang diharapkan pihak RSKO. Pekerjaan sebagai karyawan merupakan yang paling banyak, hal ini menjadi pertimbangan pihak RSKO untuk dapat menjalin kerjasama dengan perusahaan yag ada disekitar RSKO. Dengan tingkat pendidikan terbanyak SMU dan berpenghasilan 1-2 juta maka pihak RSKO hendaknya meningkatkan kualitas tenaga medis dan peralatan serta menyediakan rawat inap kelas 2 dan kelas 3 lebih banyak lagi. Untuk mendapatkan target pasar yang diinginkan maka RSKO hendaknya melakukan seminar atau promosi untuk merubah paradigm RSKO sebagai rumah sakit menakutkan, meningkatkan pelayanan untuk rawat inap NON NAPZA dengan biaya yang terjangkau, menambah ruangan rawat inap untuk kelas 2 dan kelas 3.
Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur is one of drug dependence reference hospital which located in area Cibubur Jakarta Timur. This hospital not only focussed to just drug dependence patients but developed by service for patient non drug dependence {common or non NAPZA). This research aim to to be able to determine target of market appropriate for Installation R,awat !nap Non NAPZA RSKO Cibubur 2008 based on identification and election of the market segmentation. Resident characteristic in this study divided based on segment geography, demography, psychography and behavior. Data applied in this research is primary data and secondary data. This research is analytic descriptive research having the character of quantitative qualitative. Research qualitative is done by doing in depth quantitative research is done by propagating questionalre to the responder is around by hospital area. From result of analysis and data processing is gotten [by] two kluster segmentation of psychography and three kluster behavioristic-segmentation, At segmentation geography it is gotten that respondent chooses steward to rawat inap which close to residence, while at segmentation of productive age demography of which most dominance, this matching with?
This study discusses about preparation and implementation of internal auditat Pasar Rebo Hospital in 2012. It conducted to get an overview of the preparationand implementation of internal audit. This study uses a descriptive study in-depthinterviews, and document review observasion.Internal Audit conducted to monitor and improve the quality of care inhospitals. These results indicate that preparations are optimal, while theimplementation of internal audit is still not optimal, judging from the completedocument and summary plan audited units do not meet the target. This is due tothe lack of quantity and quality of human resources, the paradigm of theimportance of quality, lack of management support and remuneration systems arestill lacking support.Keywords: internal audit, quality, preparation, implementation.
Medical equipment is a major requirement that must be met for hospital operations.But often the procurement of medical equipment to be excessive or even medicalequipment is inappropriate with the service function. In Indonesia, which is one of thedeveloping countries have a lot of obstacles for owners or investors in the purchase ofmedical equipment. Lack of information about the specifications, advantages,disadvantages and prices of medical equipment. The absence of a clear standard price,and very dependent on the distributor. This study aims to develop a need for medicalequipment Hospital Dr Hafiz in Cianjur 2014 by taking medical equipment planningmodels based on comparative analysis between Anna Medika Hospital with medicalequipment guidelines hospital grade C issued by the Ministry of Health. The results ofthe comparative amount of medical equipment Anna Medika Hospital has met theminimum standard C-class hospital services, although not in accordance with theGuidelines for Hospital Medical Equipment Class C, so that the Dr hafiz Hospital canrefer to medical equipment procurement planning Anna Medika Hospital.Keywords:Medical equipment, planning, procurement, comparative
The purpose of this study to find out influence of leadership (pursuant tofunction taker of decision, supervisor function, function of actuating andmotivator function) and compensation (pursuant to wage and salary, incentive,facility and subsidy) to officer performance of Public Health Service Sub-Province of Lebong Provinsi Bengkulu at 2014. This research use quantitativemethod with sectional cross desain. Sample in this study all are of the employeesin health lebong 90 person. Sampling taken by using method of random sampling(sampling probability).The most Influence factor to officer performance of Public Health ServiceSub-Province of Lebong is compensation pursuant to wage and salary (Beta=0,533). Result of research that performance officer of Public Health Service Sub-Province of Lebong Provinsi Bengkulu at 2014 have performance with goodcategory. Keyword : Leadership, Compensation, Performance
