Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39804 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nuzulvia Damayanti; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Trini Sudiarti, Suma`mur
S-8004
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aidah Auliyah; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Diah M. Utari, Eman Sumarna
S-7302
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Andriani; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Mury Kuswari
Abstrak: Kebugaran fleksibilitas yang rendah dapat berkontribusi pada kejadian cedera akut. Untuk mengukur kebugaran fleksibilitas pada mahasiswi penari dilakukan dengan metode modified sit-and-reach test yang merupakan tes yang paling banyak digunakan untuk mengukur fleksibilitas hamstring dan punggung bawah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara IMT, persen lemak tubuh, aktivitas fisik, aktivitas peregangan, kualitas tidur, asupan energi dan zat gizi makro dengan kebugaran fleksibilitas. Desain penelitian yang diguanakan yaitu cross sectional dengan sampel 160 orang. Rata-rata kebugaran fleksibilitas dengan metode modified sit-and reach test pada sampel penelitian sebesar 31,70 ± 6,70 cm. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara aktivitas peregangan dengan kebugaran fleksibilitas (p value 0,001). Selain itu, terdapat pola hubungan positif antara aktivitas fisik, aktivitas peregangan, kualitas tidur, dan asupan protein dengan kebugaran fleksibilitas dan terdapat pola hubungan negatif antara IMT, persen lemak tubuh, asupan energi, asupan karbohidrat, dan asupan lemak dengan kebugaran fleksibilitas.
Read More
S-9987
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Magdalena Sihotang; Pembimbing : Fatmah; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, ; Suma`mur
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang gambaran dan faktor-faktor yang mempengaruhistatus gizi pegawai Kementerian Perindustrian. Status Gizi erat hubungannya dengan status kesehatan. Dengan dukungan gizi yang optimal, maka akan mendukung pegawai terhindar dari kesakitan dan non-produktivitas. Faktor-faktor yang diteliti yakni karakteristik individu, perilaku, dan konsumsi makanan.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan design studicross-sectional. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai indikator status gizi, wawancara, danpengisian kuesioner mandiri. Hasil penelitian ini menghasilkan rata-rata IMT pegawai Kementerian adalah 26,88 kg/m2. Nilai IMT ini menunjukkan rata-rata pegawai Kementerian Perindustrian tergolong status gizi lebih. Faktor-faktor yang diketahui bermakna adalah umur, status pernikahan, kebiasaan mengemil, asupan energi, dan asupan karbohidrat. Para pegawai diharapkan mulai mengontrol status gizinya melalui asupan makanan, misalnya dengan memilih jenis cemilan yangrendah kalori dan tinggi serat.Kata kunci : Status Gizi, Indeks Massa Tubuh (IMT), Karakteristik Individu, Perilaku, Konsumsi Makanan.
Read More
S-7799
Depok : Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Karina Astheria; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Triyanti, Yunita
S-7930
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ireka Arsyidah Qurniati; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Trini Sudiarti, Rahmawati
S-6281
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fransiska Novita; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Triyanti, Evi Fatimah
Abstrak: Kadar lemak tubuh yang rendah pada seseorang memiliki dampak pada kondisi kesehatan. Pada remaja putri, kondisi kurang gizi dan rendahnya kadar lemak tubuh menunda proses growth spurt dan memperlambat terjadinya menarche. Penurunan lemak tubuh yang terjadi secara bertahap dalam jangka waktu yang panjang dapat berujung pada terjadinya kurang energi kronis (KEK). Di Indonesia, diketahui remaja perempuan berusia 15-19 tahun yang sedang tidak hamil merupakan kelompok usia dengan proporsi KEK paling tinggi dibandingkan kelompok lainnya, yaitu sebesar 36,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat literasi gizi dan faktor lainnya seperti IMT/U, literasi gizi, citra tubuh, perilaku diet penurunan berat badan, aktivitas fisik, dan asupan zat gizi makro dengan persen lemak tubuh (PLT) pada siswi SMAN 34 Jakarta tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan desain studi cross-sectional yang dilakukan pada 137 siswi dari kelas X dan XI. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner, pengukuran antropometri, dan wawancara food recall 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan ratarata PLT siswi SMAN 34 Jakarta tergolong normal (27.03% ± 4.27). Variabel yang diketahui memiliki hubungan yang bermakna dengan PLT adalah IMT/U (p value = 0.000), perilaku diet penurunan berat badan (p value = 0.000), asupan kalori (p value = 0.019), asupan protein (p value = 0.005), dan asupan lemak (p value = 0.007).
Read More
S-10222
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Katrina Inanda; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Yvonne Magdalena Indrawani
S-7304
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Risca Febriyana Nurviati; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Kusdinar Achmad, M. Tri Hadiah
S-7504
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmi Nurmadinisia; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad, Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Yuni Zahraini; Mahyudin
Abstrak: ABSTRAK Obesitas merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit kardiovaskular yang merupakan penyebab utama kematian global dan menjadi faktor risiko dari timbulnya berbagai penyakit degeneratif terutama penyakit kardiovaskular. Obesitas disebabkan oleh berbagai macam faktor, diantaranya aktifitas fisik, durasi tidur, riwayat genetik, jenis kelamin, tingkat stress, asupan zat gizi makro seperti asupan energi, karbohidrat, protein, lemak dan serat. Salah satu pekerjaan yang paling berisiko mengalami obesitas adalah pegawai negeri sipil (PNS) atau pegawai pemerintahan. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan aktifitas fisik sebagai faktor dominan yang membedakan kejadian obesitas pada pegawai negeri sipil Unit Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Pusat. Penelitian ini dilakukan dengan design crossectional di Kantor Kementerian Agama RI, Biro Umum dan Kepegawaian Unit Sekretariat Jenderal dengan sampel 100 PNS. Data yang didapat merupakan data primer yang terdiri dari aktifitas fisik, tingkat stress, karakteristik responden yang terdiri dari Usia, Jenis Kelamin, Berat Badan dan Tinggi Badan, Riwayat Genetik dan Durasi Tidur yang diperoleh berdasarkan pengisian kuesioner oleh responden. Selain itu, juga terdapat data asupan makan menggunakan metode recall 24 jam yang diperoleh dengan cara wawancara kepada responden. Hasil penelitian mendapatkan bahwa aktifitas fisik, riwayat genetik, durasi tidur, asupan kabohidrat memiliki perbedaan yang signifikan pada kejadian obesitas PNS Kemenag (p= 0,05). Analisa regresi logistik ganda mendapatkan hasil bahwa aktifitas fisik merupakan faktor dominan yang membedakan kejadian obesitas pada PNS Kemenag Unit Sekjen. Hal ini menunjukkan bahwa upaya yang paling tepat untuk menurunkan risiko dan mencegah terjadinya obesitas pada responden adalah melakukan aktifitas fisik secara rutin. Sehingga dibutuhkan keterlibatan instansi kantor dalam hal ini Kementerian Agama untuk melakukan upaya peningkatan aktifitas fisik pada pegawai. Kata kunci: Obesitas, Aktifitas Fisik, Pegawai Negeri Sipil, Faktor dominan, Obesity is one of the causes of cardiovascular disease that is the leading cause of global death and a risk factor for the emergence of various degenerative diseases, especially cardiovascular disease. Obesity was caused by a variety of factors, including physical activity, sleep duration, genetic history, sex, stress levels, macro nutrient intake such as energy intake, carbohydrates, protein, fat and fiber. One of the jobs most at risk of obesity is civil servants (PNS) or government employees. The purpose of this study is to prove physical activity as the dominant factor that distinguishes the incidence of obesity in civil servants of the Secretariat General Unit of the Ministry of Religious Affairs. This research was conducted with cross-sectional design at the Office of the Ministry of Religious Affairs of Indonesia, General Bureau and Personnel of the General Secretariat Unit with a sample of 100 civil servants. The data obtained are primary data consisting of physical activity, stress level, respondent characteristics consisting of Age, Gender, Weight and Body height, Genetic History and Sleep Duration obtained based on the questionnaire filling by respondents. In addition, there is also data intake of food using 24-hour recall method obtained by interview to respondents. The results of the study found that physical activity, sleep duration, genetics history and carbohydrate intake had significant differences in the incidence of obesity of PNS Kemenag (p = 0,005). Multiple logistic regression analysis found that physical activity was the dominant factor that distinguished the obesity incident in PNS Kemenag Unit Sekjen. This suggests that the most appropriate effort to reduce the risk and prevent the occurrence of obesity in the respondents is to do regular physical activity. So it takes the involvement of office agencies in this case the Ministry of Religious Affairs to make efforts to increase physical activity on employees. Keywords: Obesity, Physical Activity, Civil Servant, Dominant Factor
Read More
T-5196
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive