Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39276 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anisfuddin; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Yayuk Hartriyanti, Kusdinar Achmad, Kodrat Pramudho, Nana
Abstrak:

Dalam penyelenggaraan upaya kesehatan Puskesmas, sumberdaya yang paling penting adalah sumberdaya manusia, karena sumberdaya manusialah yang akan mengendalikan sumberdaya lainnya sehingga dapat berfungsi dengan baik. Salah satu komponen sumberdaya manusia tersebut adalah tenaga perawat. Untuk melaksanakan pelayanan kesehatan Puskesmas yang baik diperlukan disiplin kerja dari setiap anggota. Masalah yang dianalisis pada penelitian ini adalah rendahnya disiplin waktu kerja perawat Puskesmas di wilayah Kecamatan Panti dan Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman. Karena kegiatan pokok Puskesmas dilaksanakan oleh perawat, maka seharusnya perawat memiliki kemampuan yang handal dan mempunyai disiplin sehingga pelayanan Puskesmas dapat diwujudkan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk diperolehnya gambaran tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan disiplin waktu kerja perawat Puskesmas di wilayah Kecamatan Panti dan Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional untuk mengetahui faktor-faktor internal dan faktor-faktor eksternal apa saja yang berhubungan dengan rendahnya disiplin waktu kerja perawat Puskesmas di wilayah Kecamatan Panti dan Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman. Sampel penelitian ini adalah seluruh perawat Puskesmas Kecamatan Panti dan Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman sebanyak 30 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat yaitu t.test, korelasi dan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan disiplin waktu kerja perawat Puskesmas di wilayah Kecamatan Panti dan Kecamtan Rao Kabupaten Pasaman adalah faktor eksternal meliputi; kepemimpinan, supervisi, sumber daya, dan imbalan. Penelitian ini menyarankan kepada pimpinan Puskesmas perlu dipertimbangkan dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas perawat dengan memberikan kesempatan pendidikan dan pelatihan secara lebih merata yang pada akhirnya meningkatkan disiplin waktu kerja.


 

 In organizing health efforts in the Community Health Center, human resource is the most important resources, because people that will control other resources that all will run properly. One of the human resource component is nurse. In order to perform good health service in the Community Health Center, work discipline of each personnel is needed. The problem found out in this research is the low time discipline of the nurses of the Community Health Center in Sub-District of Panti and Sub-District of Rao, Regency of Pasaman. Because the major tasks of the Community Health Center is done by the nurses, it is necessary that the nurses have reliable skill and have good discipline that service of the Community Health Center can be realized properly. The purpose of this research is to obtain description regarding factors related to working time discipline of nurses in the Community Health Center in Sub-District of Panti and Sub-District of Rao, Regency of Pasaman. This research done is analytic descriptive research with cross sectional design to identify internal and external factors related the low discipline of nurses of the Community Health Center in Sub-District of Panti and Sub-Distract of Rao, Regency of Pasaman. Sample of this research is all nurses of the Community Health Center in Sub-District of Panti and Sub-District of Rao, Regency of Pasaman amounted to 30 nurses. The analysis used is univariate and bivariate analysis with t.test, correlation and linear regretion. The result of analysis indicates that the factors related to the working time discipline of nurses in the Community Health Center in Sub-District of Panti and Sub-District of Rao, Regency of Pasaman are external factors such as leadership, supervision, human resource, and reward. This research suggests that the head of the Community Health Center needs to consider the development and improvement of the nurses quality by giving education and training opportunity more proportionately that finally will improve the working time discipline.

Read More
T-1143
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suharno; Pembimbing: Hafizurrachman; Purnawan Junadi, Mieke Savitri, Achmad Haryadi
Abstrak:
Masalah pokok yang dihadapi oleh organisasi kerja terutama adalah pencapaian tujuan atau sasaran dengan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki secara efisien dan penyediaan iklim atau suasana kerja yang dapat meningkatkan motivasi kerja dan tingkat kesejahteraan dari anggotanya. Salah satu aspek yang penting bagi petugas puskesmas dalam pencapaian tujuan program puskesmas digambarkan dengan meningkatnya penggunaan alokasi waktu kerja produktif yang meliputi kegiatan pelayanan kesehatan, penunjangladministratif, perkenan pribadi dan waktu kerja tidak produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan alokasi waktu kerja produktif tenaga Dokter dan Bidan KIA di Puskesmas Kota Tangerang Propinsi Banten Tahun 2001. Rancangan penelitian ini adalah survei observasional dan cross sectional untuk mendapatkan gambaran penggunaan alokasi waktu kerja produktif dan melihat hubungan umur, pendidikan, pendapatan, kemarnpuan, pengalaman, pengetahuan, sikap, motivasi, situasi kepemimpinan, struktur disain organisasi, sarana prasarana dengan penggunaan alokasi waktu kerja. Pada penelitian pengamatan sampel penelitian adalah 4 Puskesmas (Paris pelawad, Cibodasari, Ciledug, Jatiuwung) dengan unit analisis tenaga Dokter dan Bidan KIA. Pada penelitian cross sectional sampel penelitian adalah tenaga Dokter dan Bidan KIA di 22 Puskesmas Kota Tangerang yang berjumlah 95 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alokasi waktu kerja produktif tenaga kesehatan Puskesmas sebesar 52,4%. Dengan metoda work sampling diperoleh kegiatan penunjang/administrasi sebesar 27,2%; kegiatan pelayanan kesehatan sebesar 24,8%; kegiatan perkenan pribadi sebesar 3,3% dan kegiatan tenaga Dokter 53,3%; tenaga Bidan 57,3%. Faktor pendidikan, pengalaman, sikap, struktur disain organisasi, sarana prasarana berhubungan bermakna dengan penggunaan alokasi waktu kerja. Sementara faktor umur, pendapatan, kemampuan, pengetahuan, motivasi, situasi kepemimpinan tidak berhubungan bermakna dengan penggunaan alokasi waktu kerja produktif. Hubungan yang dominan dengan penggunaan alokasi waktu kerja produktif adalah pengalaman, sarana prasarana, struktur disain organisasi dan pendidikan Pengalaman kerja, tersedianya sarana prasarana yang lengkap, struktur disain organisasi yang jelas dan pendidikan petugas sangat berperan dalam meningkatkan penggunaan alokasi waktu kerja produktifnya. Dinas Kesehatan agar memperhatikan aspek ini karena terbukti telah dapat meningkatkan penggunaan alokasi waktu produktifnya.

The main barriers which always facing by work organization is how to achieve the objectives or aims by using the resources eficiently and provide working environment which could improve work motivation and welfare of the members. One of the important aspect for public health centers staffs to achieve programs objectives describe by the increasing of productive working time allocation usage, including, health services activities, administratif activities, personal activities, and non productive working time. This research aimed to find out description and factors related to utilizing of Productive Working Time Allocation of Physicians and Midwives in Mother Child health division (KIA) in Primary health Center Tangerang, Province of Banten. Design of this research using cross sectional design and observational design to find out correlation between age, education, income, skill, experience, knowledge, attitude, motivation, leadership, organizational structure design, infrastructure with working time allocation usage. Sample of this research is 4 primary health center (Poris pelawad, Cibodasari, Ciledug, Jatiuwung) with unit analysis Physicians and Midwives in KIA division. For cross sectional design, the sample is 95 Physicians and Midwives of KIA division from 22 Primary health center. The results showed that productive working time allocation usage by medical personnel in primary health centers is 52,4%. By work sampling method administration activity is 27,2%, health service activity is 24,8%, self inisiatived activity is 3,3% and Physicians activity is 53,3%, also Ntidewives activity is 57,3%. Education, experience, attitude, organization design structure, and infrastructure have significant relationship with working time allocation usage. The other factors like, age, income, knowledge, skill, motivation and leadership have no significant relationship to usage of working time allocation. Dominant relationship to usage of working time allocation are experience, infrastructure, organizational design structure and education. Experience, good infrastructure, clear organizational design structure, and education have important to increase productive working time allocation. Health office should be consider this aspects to improve primary health centers performance.
Read More
T-1124
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rusnawati; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Mursidi
S-7416
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Saifuddin Abdurrahman; Pembimbing: Purnawan Junadi
T-761
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farhan: Pembimbing; Sabarinah; Penguji; Evi Martha, Dian Ayubi, Annie Trisusilo, Wiwi Karnasih
Abstrak:

Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan prosedur kerja dari setiap jenis kegiatan pelayanan yang diberikan. Bila dilihat dari pendekatan sistem yang terdiri dari komponen masukan, proses, keluaran, maka SOP dapat dikatakan sebagai komponen proses. Dari data laporan tahunan RSUD Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman, untuk tiga tahun terakhir nilai indikator-indikator kesehatan menggambarkan rendahnya mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan proses pelaksanaan SOP pelayanan rawat inap oleh perawat dalam meningkatkan mutu pelayanan di RSUD Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman tahun 2000. Penelitian dilakukan secara observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian merupakan observasi kegiatan oleh perawat di ruang rawat inap. Sedangkan jumlah sampel adalah 64 kali observasi yang dilakukan oleh 32 orang perawat di ruang rawat inap RSUD Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman. Pengumpulan data menggunakan tiga buah instrumen. Instrumen untuk perawat dan pasien berupa data sekunder. Instrumen untuk pelaksanaan SOP berupa data primer. Pengolahan data menggunakan program Epi Info dan SPSS, sedangkan analisis data dengan melakukan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan hahwa faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan pada cc=0,05 terhadap pelaksanaan SOP adalah pendidikan, status pernikahan, beban kerja, diagnosa penyakit, dan kemandirian pasien. Faktor yang paling dominan adalah beban kerja dimana perawat yang tidak diberi tugas rangkap akan cenderung bekerja sesuai dengan SOP 6,564 kali dibanding dengan perawat yang punya tugas rangkap. Untuk itu perlu kiranya pertimbangan sejauh mungkin agar tidak memberikan tugas rangkap kepada perawat yang bertugas di ruang rawat inap RSUD Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman.


 

Factors Related to Implementation of SOP of in-Patient Service by Nurses in Increasing the Quality of Service in Regional General Hospital Regency of Pasaman Year 2000.Standard Operating Procedure (SOP) is the work procedure of each type of service activities provided. In terms of system approach that consists of input, process, output process components, the SOP is a part of the process component. From the annual report of Lubuk Sikaping Regional General Hospital, in regency of Pasaman, for the past three years it turned out that the health indicators that describe the health service quality is not in accordance with to the expected level_ The purpose of this research is to identify the factors related to the implementation process of the SOP of in-patient service by nurses in improving the service quality in the regional general hospital of Lubuk Sikaping in 2000. This research is done through observation with cross sectional method. The population of the research is observation activities from nurses that in charge in an in-patient room. While the sample of the research is 64 observation activities from 32 nurses that in charge in an in-patient room of the Regional General Hospital of Lubuk Sikaping. The data collection is done by using 3 instruments. The instrument for nurses and patients are obtained from secondary data. While instrument for SOP is primary data. The data processing is done by using Epi Info and SPSS, while the data analysis is done by using univariate, bivariate, and multivariate analysis. The result of this research indicates the factors that related significantly within a=0.05 toward the implementation of SOP is education, marital status, workload, diseases diagnosis, and self-sufficiency of patients. The most dominant factors is the workload in which the nurses that have no multiple tasks will tend work according the SOP 6.564 times compared to the nurses that have multiple tasks. Therefore, the management of the Regional General Hospital of Lubuk Sikaping needs to consider not to give multiple task to nurses that are in charge in the in-patients ward. Bibliography 30 (1980 - 2000)

Read More
T-989
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wirda Syari; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Budi Hartono
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang faktor - faktor yang berhubungan dengan disiplin kerja karyawan non medis Rumah Sakit Kalya Bhakti tahun 2012. Latar belakang dari penelitian ini adalah masih rendahnya disiplin kerja karyawan non medis Rumah Sakit Karya Bhakti yang dapat dilihat dari peningkatan jumlah keterlambatan karyawan non medis selama bulan Juni sampai dengan November 2011 dan kurang diterapkannya peraturan rumah sakit terkait etika dan perilaku karyawan serta pemakaian atribut dinas lengkap. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif dengan desain penelitian cross sectional untuk melihat hubungan antara variabel independen (tujuan, kemampuan, keteladanan pimpinan, keadilan, balas jasa/imbalan, pengawasan melekat, sanksi hukuman, ketegasan, dan hubungan kemanusiaan) dengan variabel dependen (disiplin kerja). Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa dari sembilan variabel yang diteliti, hanya faktor keadilan yang memiliki hubungan yang signifikan dengan disiplin kerja karyawan non medis Rumah Sakit Karya Bhakti tahun 2012. Oleh karena itu, disarankan agar Rumah Sakit Karya Bhakti dapat meningkatkan penerapan prinsip keadilan dalam lingkungan kerjanya untuk dapat meningkatkan disiplin kerja karyawan.
 

This thesis discusses the factors correlated with work disciplines of non-medical employee at Karya Bhakti Hospital in year 2012. The background of this research is the fact that non-medical employee?s work disciplines is decreasing, indicated by the decrease in percentage of employee coming on time to the hospital during June to November 2011, the increase in ethical and behavior violation and the increase of employee using non standard uniforms and attributes. This is quantitative research that supported by qualitative data using cross sectional research design to see the relationship between the independent variables (goals, capabilities, exemplary leadership, faimess, fringe benefits/compensation, inherent supervisory, penalties, assertiveness, and human relations) with dependent variable (work discipline). The results of statistical test using the chi square test showed that of the nine variables studied, only the fairness factors that have a significant relationship with the work discipline of non-medical employee at Karya Bhakti Hospital in year 2012. Therefore, it is recommended that Karya Bhakti Hospital need to increase the implementation of fairness principle in the work environment in order to improve employee?s discipline.
Read More
S-7418
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Viorentina Yofiani; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Puput Oktamianti, Anhari Achadi, Hadi Prabowo, Julo Nelma Timisela
Abstrak: Peran yang dimiliki oleh Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya, kini menjadi lebih penting lagi karena harus ikut andil dalam penanggulangan Covid-19. Di mana, Puskesmas turut turut berkecimpung dalam prevensi, deteksi, serta respon, dengan tidak melupakan penyelenggaraan UKM dan UKP dalam rangka pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Penambahan tanggung jawab ini dapat berimbas pada kepuasan kerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan kerja perawat Puskesmas di Kota Bekasi pada masa Pandemi Covid-19 tahun 2022. Penelitian menggunakan desain potong lintang, pengumpulan data melalui pengisian kuesioner daring pada 86 perawat Puskesmas Kota Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan 54,7% perawat Puskesmas di Kota Bekasi memiliki kepuasan kerja yang rendah pada masa Pandemi Covid-19. Uji bivariat menggunakan Chi-square menunjukkan bahwa pengakuan, prestasi, kemungkinan pengembangan diri, tanggung jawab, dan pekerjaan itu sendiri berhubungan secara signifikan dengan kepuasan kerja perawat Puskesmas. Namun pada uji regresi logistik ganda, hanya variabel tanggung jawab yang menunjukkan hubungan yang signifikan. Persepsi tanggung jawab merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan kerja perawat Puskesmas di Kota Bekasi pada masa Pandemi Covid-19 tahun 2022.
The role that Primary Health Center (PHC) has as the spearhead of public health services in its working area has now become even more critical because it has to take part in the prevention of Covid-19. Where, PHC is also involved in prevention, detection, and response, by not forgetting the implementation of Community Health Efforts and Individual Health Efforts in the context of fulfilling Minimum Service Standards (MSS). This additional responsibility can have an impact on nurse job satisfaction. This study aims to determine the factors related to the job satisfaction of PHC?s nurses in the City of Bekasi during the Covid-19 Pandemic in 2022. The study used a cross-sectional design, collecting data by filling out online questionnaires on 86 PHC?s nurses in Bekasi City. The results showed that 54.7% of PHC?s nurses in Bekasi City had low job satisfaction during the Covid-19 pandemic. The bivariate test using Chi-square showed that recognition, achievement, the possibility of self-development, responsibility, and the work itself were significantly related to the job satisfaction of PHC?s nurses. However, in the multiple logistic regression test, only the responsibility variable showed a significant relationship. Perception of responsibility is the most dominant factor related to job satisfaction of PHC?s nurses in Bekasi City during the Covid-19 Pandemic in 2022.
Read More
T-6473
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Trisla Isliani; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Zulaiha
S-9794
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosnani; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Yvonne Magdalena Indrawani, Devi Maryori
S-6465
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melita; Pembimbing: Mardiati Nadjibi; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Pujiyanto, Rosmawati, Okta Mutiara Marlina
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan lansia ke posbindu lanjut usia di wilayah kerja Puskesmas Bintara Kota Bekasi tahun 2017. Penelitian kuantitatif dengan disain studi potong lintang ini mencakup sampel 70 orang pralansia dan lansia, data dikumpulkan dengan kuesioner dan dilanjutkan wawancara kepada responden lansia yang sering datang dan yang tidak pernah datang, kader posbindu dan pemegang Program Lansia. Hasil studi menunjukkan bahwa 85,2% peserta lansia yang mengetahui manfaat berkunjung ke posbindu lanjut usia Faktor-faktor yang berhubungan adalah pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan dan persepsi tentang manfaat posbindu. Dinas Kesehatan dan puskesmas perlu memperkuat upaya promotif dan preventif, penyuluhan kepada lansia dan meningkatkan kerjasama lintas sektoral untuk meningkatkan kunjungan ke posbindu lansia Kata kunci: lansia, posbindu lansia, pemanfaatan posbindu This study aims to determine the factors associated with elderly visits to posbindu (integrated service) for elderly in the working area of Bintara health center in 2017. A quantitative study with cross-sectional analysis design was done, included sample of 70 people pre-elderly and elderly. Data was collected using interview to Posbindu participants who come and never come to the Posbindu, as well as cadres and program holders. The study results showed that 85.2% of elderly participants know the benefits of visiting elderly postbindu. Related factors of visiting Posbindu were knowledge, family support, support of health workers and perceptions about the benefits posbindu. Health district and health center are suggested to strengthen promotive and preventive efforts, counseling for the elderly and improving intersectoral cooperation to increase utilization of the Posbindu among the elderly Key words: elderly, posbindu for elderly, use of service
Read More
T-4976
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive