Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34259 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Purwadi Ardinoto; Pembimbing: Anhari Achadi; Sandi Ilyanto
T-1978
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Joan Nita Diati; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Ede Surya Darmawan, Adang Bachtiar
Abstrak:
Gizi yang baik berperan penting dalam kesehatan dan perkembangan kognitif individu, terutama pada usia anak-anak dan remaja. Permasalahan gizi masih menjadi tantangan utama di Indonesia sehingga pemerintah meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan status gizi pada kelompok rentan, dengan jumlah penerima manfaat terbesar yaitu peserta didik. Program ini dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia, dengan salah satu wilayah yang sudah mendapatkan manfaat program tersebut di tahapan awal program tersebut diresmikan adalah Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Namun, implementasi program ini menghadapi tantangan seperti ditemukan keluhan terkait makanan bergizi gratis yang disajikan yang mana dapat mempengaruhi kepuasan siswa. Kepuasan dapat digunakan sebagai alat ukur untuk melihat keberhasilan program. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan siswa yang dilihat dari keempat aspek pelaksanaan program MBG dan karakteristik siswa. Variabel independen yang diteliti meliputi empat aspek program MBG: kualitas makanan, kuantitas makanan, proses penyajian, dan pengaturan waktu serta dua karakteristik siswa: usia, dan jenis kelamin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kualitas makanan (p=0,000), kuantitas makanan (p=0,018), proses penyajian (p=0,000), dan pengaturan waktu (p=0,018) memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan siswa sedangkan pada variabel usia (p=0,434) dan jenis kelamin (p=1,000) tidak memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan siswa. Penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi pada komponen yang memerlukan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas program sehingga tujuan dari program dapat tercapai.


Good nutrition plays an important role in the health and cognitive development of individuals, especially in children and adolescents. Nutritional problems are still a major challenge in Indonesia, prompting the government launched the Free Nutritious Meal Program (MBG) to improve the nutritional status of vulnerable groups, with students being the largest group of beneficiaries. This program is being implemented in stages throughout Indonesia, with one of the areas that has benefited from the program in the early stages is Palmerah District, West Jakarta. However, the implementation of this program faces challenges such as complaints regarding the free nutritious food served which can affect student satisfaction. Satisfaction can be used as a measuring tool to see the success of the program. This study aims to determine student satisfaction seen from the four aspects of the implementation of the MBG program and student characteristics. The independent variables studied include four aspects of the MBG program: food quality, food quantity, serving process, and time management and two student characteristics: age and gender. The study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The results showed that the variables of food quality (p = 0.000), food quantity (p = 0.018), serving process (p = 0.000), and time management (p = 0.018) had a significant relationship with student satisfaction while the variables of age (p = 0.434) and gender (p = 1.000) did not have a significant relationship with student satisfaction. This study provides several recommendations on components that require improvement to increase program effectiveness so that program objectives can be achieved.
Read More
S-12019
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Djasmusdin Djalal; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Anwar Hasan
T-2005
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Teppy Wawan Dharmawan; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Purnawan Junadi
T-2047
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dadang Iskandar; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Bambang Wispriyono
T-2050
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nawawi; Pembimbing: Amila Megraini; Penguji: Adang Bachtiar, Siti Hajar
S-4095
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cahaya Eka Pratiwi; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Kurnia Sari, Mieska Despitasari
Abstrak:
Kompetensi profesional pemberi asuhan (PPA) merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas pelayanan dan asuhan pasien di rumah sakit. Meskipun keduanya diduga berhubungan, bukti empiris berbasis data instrumen akreditasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara capaian kompetensi PPA dengan kemampuan pelayanan dan asuhan pasien (PAP) berdasarkan data instrumen akreditasi STARKES 2024 milik Komisi Akreditasi Rumah Saki (KARS) tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik potong lintang (cross-sectional) dengan total sampling terhadap rumah sakit yang menjalani akreditasi KARS tahun 2025 menggunakan instrumen STARKES 2024. Dari 25 rumah sakit yang memenuhi kriteria inklusi, 22 memiliki data lengkap untuk dianalisis. Variabel independen meliputi kesesuaian kompetensi, pendidikan dan pelatihan, serta kemampuan edukasi, sedangkan variabel dependen meliputi PAP yang seragam dan terintegrasi. Karena seluruh variabel tidak berdistribusi normal berdasarkan uji Shapiro-Wilk, analisis bivariat dilakukan menggunakan Korelasi Spearman dan uji multivariat dilakukan dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian ketiga variabel kompetensi PPA lebih rendah dibandingkan PAP. Capaian terendah terdapat pada kesesuaian kompetensi (mean: 6,36), khususnya elemen pendokumentasian evaluasi berkala, sedangkan pada pendidikan dan pelatihan terdapat pada elemen pengidentifikasian kebutuhan pelatihan (mean: 5,45). Analisis bivariat menunjukkan bahwa kesesuaian kompetensi dan pendidikan serta pelatihan berhubungan signifikan dengan PAP yang seragam maupun terintegrasi, sedangkan kemampuan edukasi hanya berhubungan signifikan dengan PAP yang seragam. Analisis multivariat menunjukkan bahwa kombinasi ketiga variabel kompetensi PPA menjelaskan 89,4% variasi PAP yang seragam dengan pendidikan dan pelatihan sebagai variabel paling dominan, dan ntuk PAP yang terintegrasi, kesesuaian kompetensi dan pendidikan serta pelatihan menjelaskan 70,5% variasinya. Presentase capaian ini perlu dimaknai dengan hati-hati karena terbatasnya sampel penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi PPA berhubungan signifikan dengan kemampuan pelayanan dan asuhan pasien, dengan pendidikan dan pelatihan sebagai determinan yang paling dominan.

Professional care provider (PCP) competence is an important factor in determining the quality of patient care and services in hospitals. Although these two aspects are presumed to be associated, empirical evidence based on hospital accreditation instrument data remains limited. This study aimed to analyze the relationship between PCP competency achievement and patient care and service (PCS) performance using data from the 2024 STARKES accreditation instrument of the Hospital Accreditation Commission (KARS) in 2025. This study employed an analytical cross-sectional design with total sampling of hospitals that underwent KARS accreditation in 2025 using the 2024 STARKES instrument. Of the 25 hospitals that met the inclusion criteria, 22 had complete data available for analysis. The independent variables included competency alignment, education and training, and educational competency, while the dependent variables consisted of standardized and integrated PCS. Since all variables were not normally distributed based on the Shapiro–Wilk test, bivariate analysis was performed using Spearman's correlation, while multivariate analysis was conducted using multiple linear regression. The results showed that the achievement scores of the three PCP competency variables were lower than those of the PCS variables. The lowest mean score was observed for competency alignment (mean: 6.36), particularly in the periodic evaluation documentation element, whereas the lowest score for education and training was found in the training needs identification element (mean: 5.45). Bivariate analysis indicated that competency alignment and education and training were significantly associated with both standardized and integrated PCS, whereas educational competency was significantly associated only with standardized PCS. Multivariate analysis demonstrated that the combination of the three PCP competency variables explained 89.4% of the variance in standardized PCS, with education and training emerging as the most dominant variable. For integrated PCS, competency alignment and education and training jointly explained 70.5% of the variance. These percentages should be interpreted with caution due to the limited sample size. This study concludes that PCP competence is significantly associated with patient care and service performance, with education and training identified as the most dominant determinant.
Read More
S-12309
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isdioso; Pembimbing: Ayuningtyas, Dumilah; Nuraeni, Ani
L-203
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S1 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Rini Puji Lestari; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Sutanto Priyo Hastono
T-1934
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive