Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 13855 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), Vol.39, No.9, Sept. 2012: hal. 687
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), Vol.38, No.6, Agt. - Sept., 2011: hal. 459. ( ket. ada di bendel 2011-2012)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayasha Naila Ismunandar; Pembimbing: Besral; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Rahmadewi
Abstrak:
Latar Belakang: Pertumbuhan penduduk tinggi dapat menghambat kesejahteraan masyarakat apabila tidak dikendalikan. Melihat laju pertumbuhan penduduk Indonesia terdapat kecenderungan untuk mengalami kenaikan namun penggunaan KB MKJP sebagai salah satu upaya pengendalian pertumbuhan penduduk secara luas masih rendah. Kelompok wanita yang tidak menggunakan KB MKJP pun pada akhirnya menjadi multipara. Metode: Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder SDKI 2017 dataset WUS dengan desain studi cross sectional. Dilakukan uji chi-square dan regresi logistik dengan interval kepercayaan 95% untuk menggambarkan kekuatan hubungan antar variabel. Hasil: Ditemukan cakupan penggunaan MKJP pada wanita multipara yang tidak ingin memiliki anak lagi di Indonesia baru mencapai 28,9% dengan hasil analisis multivariabel menemukan variabel yang berkorelasi secara statistik adalah: (a) umur 36-49 tahun [aOR: 1,36; CI: 1,20-1,55], (b) pendidikan tinggi [aOR: 2,99; CI: 1,76-5,06], (c) jumlah anak hidup >2 orang [aOR: 1,67; CI: 1,49-1,88], (d) pengambilan keputusan ber-KB bersumber dari suami/pasangan [aOR: 1,95; CI: 1,59-2,39], (e) memiliki jaminan kesehatan [aOR: 1,39; CI: 1,23-1,56], (f) pengetahuan tinggi [aOR: 1,39; CI: 1,23-1,56]. Kesimpulan: Pendidikan tinggi menjadi faktor dominan penggunaan MKJP pada wanita multipara yang tidak ingin memiliki anak lagi di Indonesia dikarenakan mereka cenderung memiliki akses yang lebih baik terhadap informasi KB MKJP. Dengan demikian, diharapkan peningkatan pendidikan dapat dilakukan melalui edukasi menyeluruh dengan dibantu oleh petugas KB.

Backgrounds: In the absence of regulation, rapid population expansion can negatively impact community welfare. Indonesia's population is likely to continue growing at its current rate. In despite this, LARC is still not widely used to slow down population increase. Eventually, the women in the group who did not use LARC became multiparous. Method: This research uses secondary data sources from the 2017 IDHS WUS dataset with a cross sectional study design. To describe the strength of the association between the variables, 95% confidence intervals were used for both logistic regression and chi-square tests. Results: It was found that the usage of LARC use among multiparous women who didn’t want more child in Indonesia had only reached 28.9%, with the results of multivariable analysis finding variables that were statistically correlated were: (a) age 36-49 years [aOR: 1.36; CI: 1.20-1.55], (b) higher education [aOR: 2.99; CI: 1.76-5.06], (c) number of living children >2 [aOR: 1.67; CI: 1.49-1.88], (d) family planning decision making comes from husband/partner [aOR: 1.95; CI: 1.59-2.39], (e) have health insurance [aOR: 1.39; CI: 1.23-1.56], (f) high knowledge [aOR: 1.39; CI: 1.23-1.56]. Conclusion: Higher education is the dominant factor in using LARC among multiparous women who don’t want more child in Indonesia because they tend to have better access to LARC family planning information. Thus, it is hoped that educational improvements can be carried out through comprehensive education assisted by family planning officers.
Read More
S-11527
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jihan Apande; Pembimbing: Trisari Anggondowati; Penguji: Helda, Nia Reviani
Abstrak:
Berdasarkan cakupan Indeks Ketimpangan Gender, Provinsi Banten dan Bengkulu memiliki cakupan IKG yang sama. Namun capaian penggunaan MKJP berdasarkan SDKI berbeda di Provinsi Banten memiliki capaian penggunaan yang konsisten rendah dan Provinsi Bengkulu memiliki capaian penggunaan konsisten tinggi. Sehingga terdapat faktor yang mempengaruhi penggunaan MKJP di kedua wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh faktor yang mempengaruhi penggunaan MKJP pada WUS yang tidak menginginkan anak lagi antara Provinsi Banten dan Bengkulu. Sampel yang dianalisis dalam penelitian ini sebanyak 319 di Provinsi Banten dan 254 di Provinsi Bengkulu. Hasil studi ini menunjukkan bahwa proporsi penggunaan MKJP pada WUS yang tidak menginginkan anak lagi sebesar 20,5% di Provinsi Banten dan 31% di Provinsi Bengkulu. Faktor yang paling dominan mempengaruhi penggunaan MKJP di Provinsi Banten adalah sumber pelayanan KB, wanita yang pelayanan KB-nya dilakukan di sektor pemerintah memiliki risiko 7 kali lebih tinggi untuk menggunakan MKJP (PR 7,05 95% CI 4,60-10,8). Faktor yang dominan mempengaruhi penggunaan MKJP di Provinsi Bengkulu adalah tempat tinggal, wanita yang tinggal di perkotaan memiliki risiko 1,8 kali untuk menggunakan MKJP dibandingkan wanita yang tinggal di pedesaan (PR 1,88 95% CI 1,34-2,64).

Based on the coverage of the Gender Inequality Index, Banten and Bengkulu provinces have the same coverage. However, the achievement of LACM utilization based on the IDHS is different in Banten Province has a consistently low utilization rate and Bengkulu Province has high consistent usage achievements. Therefore, there are factors that influence the use of LACM in these two regions. This study aims to determine the differences in the influence of factors affecting the use of LACM in women who do not want more children between Banten and Bengkulu Provinces. The samples analyzed in this study were 319 in Banten Province and 254 in Bengkulu Province. The results of this study showed that the proportion of LACM use among women who did not want more children was 20.5% in Banten Province and 31% in Bengkulu Province. The most dominant factor influencing the use of LACM in Banten Province was the source of family planning services, women whose family planning services were conducted in the government sector had a 7 times higher risk of using LACM (PR 7.05 95% CI 4.60-10.8). The dominant factor affecting the use of LACM in Bengkulu Province is place of residence, women who live in urban areas have a 1.8 times risk of using LACM compared to women who live in rural areas (PR 1.88 95% CI 1.34-2.64).
Read More
T-7024
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deasy Apriyanah; Pembimbing: Besral; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Martya Rahmaniati Makful, Rahmadewi, Muslimat
Abstrak: Latar Belakang: MKJP merupakan salah satu indikator kinerja utama pada rencana strategis BKKBN dalam meningkatkan kepesertaan keluarga dalam keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, namun demikian capaiannya masih rendah. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis determinan penggunaan MKJP pada Wanita Usia yang Tidak Menginginkan Anak Lagi di Pulau Kalimantan. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional, menggunakan data sekunder dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017. Sampel penelitian berjumlah 1034 responden. Analisis data menggunakan uji statistik regresi logistik. Hasil: Hasil analisis didapatkan persentase penggunaan MKJP pada WUS yang tidak menginginkan anak lagi di pulau Kalimantan adalah sebesar 12,9%. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara pendidikan PT (p=0,01, OR=3,04), status ekonomi atas (p=0,024, OR = 1,9), dan sumber pelayanan KB (p=<0,001, OR = 3,88) dengan penggunaan MKJP. Sedangkan tidak terdapat hubungan antara usia, pekerjaan, tempat tinggal, pengetahuan, paritas, dukungan suami, dukungan petugas kesehatan, pengambilan keputusan berKB dan keterpaparan informasi dengan dengan penggunaan MKJP pada WUS yang tidak menginginkan anak lagi. Hasil analisis multivariat didapatkan variabel yang dominan berhubungan dengan penggunaan MKJP adalah sumber pelayanan KB. WUS dengan sumber pelayanan KB sebelumnya di sektor pemerintah berpeluang 6,07 kali untuk penggunaan MKJP dibandingkan WUS dengan sumber pelayanan KB di sektor swasta/lainnya setelah dikontrol oleh variabel pendidikan, status ekonomi, sumber pelayanan KB dan keperpaparan informasi KB (pv=<0,001 OR=6,07 95% CI 3,371 -9,886). Kesimpulan: Pemerintah perlu meningkatkan kerjasama dan kolaborasi dengan Rumah sakit / klinik/ bidan swasta dalam memberikan pelayanan MKJP. Kata Kunci: Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, Wanita Usia Subur, Survey Demografi Kesehatan Indonesia, Tidak Menginginkan Anak Lagi, Kalimantan.
Background: MKJP is one of the main performance indicators in the BKKBN strategic plan in increasing family participation in family planning and reproductive health, however, the results are still low. Purpose: The aim of this study was to analyze the determinants of the use of MKJP in Women of the Age Who Do Not Want More Children on the Island of Borneo. Method: This type of research is a quantitative study with a cross-sectional research design, using secondary data from the 2017 Indonesian Health Demographic Survey (IDHS). The study sample consisted of 1034 respondents. Data analysis used logistic regression statistical test. Results: The results of the analysis showed that the percentage of the use of MKJP for WUS who did not want any more children on the island of Kalimantan was 12.9%. The results of the bivariate test showed that there was a relationship between PT education (p=0.01, OR=3.04), upper economic status (p=0.024, OR = 1.9), and sources of family planning services (p=<0.001, OR = 3.88) with the use of MKJP. While there is no relationship between age, occupation, place of residence, knowledge, parity, husband's support, support from health workers, family planning decision-making and information exposure with the use of MKJP in WUS who do not want more children. The results of the multivariate analysis showed that the dominant variable related to the use of MKJP was the source of family planning services. WUS with previous sources of family planning services in the government sector had a 6.07 times chance of using MKJP compared to WUS with family planning service sources in the private/other sectors after controlling for the variables of education, economic status, sources of family planning services and exposure to family planning information (pv=
Read More
T-6834
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Regina Valya Puspita Aryatri; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Besral; Rahmadewi
Abstrak:
Pemerintah menganjurkan pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), karena dianggap secara aktif mampu mengurangi laju pertumbuhan penduduk, serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Namun di Indonesia sering terjadi kehamilan yang tidak diinginkan pada wanita yang yang sudah tidak ingin memiliki anak lagi yang disebabkan oleh kegagalan kontrasepsi.akan tetapi penggunaan MKJP pada wanita usia subur di Indonesia masih sangat rendah yang baru mencapai 13%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan penggunaan MKJP pada akseptor KB yang tidak lagi menginginkan anak di Indonesia tahun 2017. Metode penelitian ini menggunakan desain Cross sectional atau potong lintang dengan data yang dianalisis adalah data sekunder dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017. Akseptor KB penelitian ini adalah wanita usia 15-49 tahun yang tidak menginginkan anak lagi, berstatus kawin, dan menggunakan kontrasepsi. Data yang didapat akan diolah secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistic. Hasil analisis Multivariat menunjukan bahwa faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP adalah Usia, Jumlah anak hidup, tingkat pendidikan, status ekonomi, Wilayah tempat tinggal, pengetahuan, Tempat pelayanan KB, keterpaparan informasi KB, serta Informasi KB dari petugas kesehatan. Faktor yang paling dominan berperan dalam penggunaan MKJP adalah tempat pelayanan KB, dimana akseptor KB yang memperoleh pelayanan KB di fasilitas kesehatan pemerintah cenderung 3,8 (CI;3.318-4.490) kali lebih tinggi untuk memilih MKJP dibandingkan dengan akseptor KB yang mendapat fasilitas kesehatan di fasilitas kesehatan swasta

The government recommends the use of the Long-Term Contraceptive Method (LAPMs), because it is considered actively able to reduce the rate of population growth, and reduce maternal and infant mortality. However, in Indonesia, unwanted pregnancies often occur in women who don't want to have any more children due to contraceptive failure. However, the use of LAPMs in women of childbearing age in Indonesia is still very low at only 13%. The purpose of this study was to determine the determinants of the use of LAPMs on family planning acceptors who no longer wanted children in Indonesia in 2017. This research method used a cross sectional or cross-sectional design with the data analyzed were secondary data from the Indonesia Demographic Health Survey (IDHS) 2017. Family planning acceptors in this study were women aged 15-49 years who did not want any more children, were married, and used contraception. The data obtained will be processed univariate, bivariate, and multivariate using logistic regression. The results of the multivariate analysis showed that the factors related to the use of LAPMs were age, number of living children, education level, economic status, area of residence, knowledge, place of family planning services, exposure to family planning information, and family planning information from health workers. The most dominant factor that plays a role in the use of LAPMs is the place of family planning services, where family planning acceptors who receive family planning services at government health facilities tend to be 3.8 (CI; 3,318-4,490) times higher for choosing LAPMs compared to family planning acceptors who receive health facilities in private health facilities.
Read More
S-11163
Depok : FKMUI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lit Prabuwiyati; Pembimbing: Tris Eryando
S-3828
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nofia Caecilia Lae; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Kemal N. Siregar, Dien Anshari, Rahma Dewi, Wira Hartiti
Abstrak:
Tesis ini membahas pengaruh penegathuan dan penggunaan MKJP terhadap fertilitas pada remaja putri usia 15-24 tahun yang sudah kawin. Penerapan program KB sebagai langkah mengontrol fertilitas diIndonesia sudah dijalankan namun belum mencapai target total fertility rate (TFR) yang dicanangkan pemerintah Indonesia sendiri, kondisi ini berbeda dengan capaian contraceptive prevelance rate (CPR) yang bahkan telah melampaui target, salah satu peneyebabnya adalah masih masih rendahnya pengetahuan dan penggunaan metode kontraspsi MKJP sebagai pilihan alat kontraspsi yang paling baik dibandingkan yang lainnya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, sampel dalam penelitian ini sebanyak 1396 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh antara pengetahuan dan penggunaan MKJP terhadap fertilitas remaja putri kawin di Indonesia setelah dikontrol varibel jumlah anak ideal dengan OR sebesar 3,4 kali, sehinggah perlu adanya peningkatan kualitas pelayanan KB khususnya MKJP terutama pada kalangan remaja usia 15-24 tahun.

The focus of this study is discusses about the effects of long-term contraception (MKJP) on fertility in young women aged 15 to 24 who are married. The implementation of the family planning program until now can’t control the fertility in Indonesia, and can’t reached the target by Indonesia government, seen from the TFR in Indonesia until now was 2.4. This condition differs from reaching the level of contraceptive use (CPR), which is higher than the goal, one of the causes is still low expectations of knowledge and attitudes using the MKJP contraceptive method as the choice of the best contraceptive tool compared to others. This research is a quantitative study with a cross-sectional design, sampel in this research was 1396 respondent. The results have a relation signifikan between and the use of MKJP on the fertility of married female adolescents in Indonesia after control the ideal number of children with OR 3.4-fold, so goverment must in order to improve the quality of KB expecially MKJP services.

Read More
T-5839
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jihan Tsaqila; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dian Ayubi, Nunung Kanianingsih
Abstrak: Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) pada peserta KB aktif di Kecamatan Cibadak tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan data primer yang dilakukan di Kecamatan Cibadak pada Oktober 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 152 responden. Penggunaan MKJP sebagai variabel dependen, sedangkan usia, tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap, ketersediaan alat kontrasepsi, KIE KB, dukungan suami sebagai variabel independen. Data berupa hasil pengisian kuesioner dengan metode daring yang diisi sendiri oleh reponden dan dianalisis dengan uji chi-square.
Read More
S-10569
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive