Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35307 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Khiyarotun Nisa; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Rahmawati
S-7900
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Devieka Rhama Dhanny; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Niken Manohara, Yosnelli
Abstrak: Obesitas sentral adalah kondisi tubuh mengalami penumpukan lemak yang berlebih di bagian abdominal yang berdampak pada PJK dan sindrom metabolik. Obesitas sentral dan angka kesakitan pada polisi di Indonesia cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan obesitas sentral pada polisi operasional lapangan di Polres Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini adalah menggunakan desain studi cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 48,6% polisi tergolong obesitas sentral. Sebagian besar polisi memiliki IMT normal, sudah menikah, berpendidikan terakhir SMA, berpangkat bintara, pengetahuan obesitas sentral masih rendah, durasi tidurnya kurang, memiliki kebiasaan merokok, stres, asupan energi cukup, asupan lemak dan protein berlebih, asupan karbohidrat dan serat kurang. Berdasarkan analisis chi square, terdapat hubungan signifikan antara usia, riwayat obesitas sentral, aktivitas fisik, durasi tidur, asupan energi, asupan protein, asupan lemak, asupan karbohidrat dengan obesitas sentral. Tetapi, tidak terdapat hubungan antara kebiasaan merokok, stres, dan asupan serat dengan obesitas sentral. Asupan energi adalah faktor dominan obesitas sentral
Read More
T-5574
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yeye Fahrina Inayatillah; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Triyanti, Triana Astuti
S-6363
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Amelia; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Siti Arifoh Pujonarti, Enny Ekasari
S-8826
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erna Rosmanindar; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Fatmah Yusron, Lucya Veronica Pardede, Fajrinayanti
T-4059
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syukriah Usman; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Sandra Fikawati, Tri Handari
S-7843
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Khoiriyah Parinduri; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Ahmad Syafiq, Trini Sudiarti, Salimar, Wilda Yunieswati
Abstrak:
Hasil Riskesdas 2018, proporsi obesitas sentral di Indonesia terus meningkat sejak tahun 2007, 2013, dan 2018 secara berturut-turut sebesar 18,8%; 26,6% dan saat ini meningkat menjadi 31%. Penelitian yang dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa pada umumnya obesitas dan obesitas sentral meningkat seiring dengan pertambahan usia, dengan prevalensi tertinggi berada pada usia 40-59 tahun.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan kejadian Obesitas Sentral di daerah perkotaan dan perdesaan di Indonesia. Desain penelitian cross- sectional menggunakan data sekunder Indonesia Famiy Life Survey 5 (IFLS 5) Tahun 2014/2015. Responden dalam penelitian ini adalah dewasa usia 40-60 tahun sebanyak 9.513 responden yang terbagi menjadi 5.597 responden di daerah perkotaan dan 3.916 responden di daerah perdesaan. Faktor-faktor yang dianalisis hubungannya dengan kejadian obesitas sentral di daerah perkotaan dan perdesaan di Indonesia adalah jenis kelamin, pendidikan, konsumsi buah, konsumsi sayur, konsumsi fast food, konsumsi makanan manis, konsumsi gorengan, konsumsi minuman soda, aktivitas fisik dan merokok. Hasil penelitian faktor yang paling dominan terhadap kejadian obesitas sentral di Indonesia dan daerah perkotaan adalah konsumsi fast food, sedangkan daerah perdesaan memiliki faktor dominan aktivitas fisik. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan pemerintahan setempat bekerjasama dengan lintas sektor dalam menggiatkan Pesan Gizi Seimbang dan Gerakan Nusantara Tekan Angka Obesitas (GENTAS) sehingga pesan tersebut sampai ke seluruh kelompok masyarakat melalui berbagai pendekatan. Kata kunci: Obesitas sentral; perkotaan dan perdesaan; konsumsi fast food; aktivitas fisik

The results of Riskesdas 2018, the proportion of central obesity in Indonesia increased since 2007, 2013, and 2018. There are the proportion of central obesity in Indonesia 18.8%; 26.6% and is currently increasing to 31%. Previous research shows that in obesity and central obesity increase with age, with the highest prevalence being at the age of 40-59 years.This study aims to analyze the dominant factors for Central Obesity in urban and rural areas in Indonesia. This study is a cross-sectional study using secondary data from Indonesia Family Life Survey 5 (IFLS 5) 2014/2015. Respondents in this study were adults 40-60 years as many as 9,513 respondents which were divided into 5,597 respondents in urban areas and 3,916 respondents in rural areas. The factors analyzed with the incidence of central obesity in urban and rural areas in Indonesia are gender, education, fruit consumption, vegetable consumption, fast food consumption, sweet food consumption, fried food consumption, softdrink consumption, physical activity and smoking. The most dominant factor for the incidence of central obesity in Indonesia is the location of the respondent's area, while in urban areas is the consumption of fast food, and rural areas have the dominant factor of physical activity. Based on the results of this study, it is hoped that government will cooperate with cross- sectors in activating “Pesan Gizi Seimbang”and “Gerakan Nusantara Tekan Angka Obesitas (GENTAS)” so that the message reaches all community groups. Keywords : Central Obesity; urban and rural ; fast food consumption; physical activity
Read More
T-6214
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cevin Rosse Octaviane; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Triyanti, Kusharisupeni Djokosujono, Sada Rasmada
Abstrak:
Obesitas sentral yaitu obesitas yang menyerupai apel, dimana lemak disimpan pada bagian pinggang dan rongga perut. Tujuan utama dari penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan obesitas sentral pada pekerja di PT. X Kota Semarang dan faktor yang paling berhubungan terhadap kejadian obesitas sentral. Penelitian ini menggunakan desain cross- sectional dengan jumlah sampel sebanyak 110 orang pekerja. Penelitian ini mengolah data primer yang didapatkan dengan cara wawancara dan pengukuran antropometri. Variabel independen yang diteliti yaitu faktor perilaku berisiko meliputi aktifitas fisik, status merokok, dan asupan gizi (energi, protein, lemak dan karbohidrat). Faktor sosial meliputi tingkat pendidikan, status pernikahan dan tingkat pengetahuan. Faktor yang tidak dapat diubah meliputi usia dan jenis kelamin. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Proporsi obesitas sentral pada pekerja di PT. X Kota Semarang sebesar 69,1%. Hasil bivariat menunjukkan obesitas sentral berhubungan signifikan dengan faktor perilaku berisiko yakni asupan energi, asupan lemak, dan asupan karbohidrat; faktor sosial yakni status pernikahan dan faktor yang tidak dapat diubah yakni jenis kelamin. Hasil analisis multivariat diketahui faktor paling berhubungan terhadap obesitas sentral adalah faktor perilaku berisiko yakni asupan karbohidrat dengan OR 11,580 (95% CI: 1,208 – 111,047). Asupan karbohidrat berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas sentral sebesar 11,58 kali lebih tinggi dibandingkan asupan karbohidrat cukup, setelah dikontrol oleh aktifitas fisik, asupan energi, asupan protein, asupan lemak, status pernikahan, tingkat pengetahuan, usia, dan jenis kelamin.

Central obesity is obesity that resembles an apple, where fat is stored in the waist and abdominal cavity. The main objective of this study is to determine the factors associated with central obesity in workers at PT. X Semarang City and the factor most related to the incidence of central obesity. This study used a cross-sectional design with a total sample of 110 workers. This study processes primary data that obtained by means of interviews and anthropometric measurements. The independent variables studied were risk behavior factors include physical activity, smoking status, and nutrition intake. Social factors include education level, marital status and level of knowledge. Factors that cannot be changed include age and gender. Bivariate analysis used the chi-square test and multivariate analysis used multiple logistic regression. The proportion of central obesity in workers at PT. X Semarang City is 69.1%. Bivariate results show that central obesity is significantly related to risk behavior factors, include energy intake, fat intake, and carbohydrate intake; social factors, include marital status and factors that cannot be changed, include gender. The results of the multivariate analysis revealed that the factor most related to central obesity was a risky behavior factor, namely carbohydrate intake with an OR of 11.580 (95% CI: 1.208 – 111.047). Excessive carbohydrate intake can increase the risk of central obesity by 11.58 times higher than adequate carbohydrate intake, after controlling for physical activity, energy intake, protein intake, fat intake, marital status, level of knowledge, age, and gender.
Read More
T-6823
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ardhanareswari Dhiyas Anindya; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Anastu Regita, Dedy Dedly Raside
Abstrak:

Obesitas sentral merupakan salah satu masalah kesehatan utama secara global. Obesitas sentral merupakan penumpukan lemak dalam tubuh bagian perut yang berhubungan dengan beragam masalah kesehatan, seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit kardiovaskular dan beberapa jenis kanker.  Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan obesitas sentral pada anggota polisi laki-laki di Kepolisian Resort X.  Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 150 orang menggunakan metode simple random sampling yang dilakukan di Kepolisian Resort X Jawa Timur pada bulan Mei-Juni 2024. Penelitian ini mengolah data primer yang didapatkan dari pengukuran antropometri dan wawancara. Data dianalisis secara bivariat dengan uji chi-square dan secara multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Proporsi kejadian obesitas pada anggota polisi laki-laki di Kepolisian Resort X sebanyak 76%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status pernikahan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, asupan energi, asupan karbohidrat, asupan lemak, dan asupan serat terhadap kejadian obesitas sentral pada anggota polisi. Sementara itu, tidak terdapat hubungan signifikan antara usia, riwayat obesitas, tingkat pendidikan, pangkat pekerjaan, durasi tidur, tingkat stress, dan asupan protein terhadap kejadian obesitas sentral. Sedangkan berdasarkan analisis multivariat menunjukkan bahwa asupan energi berkontribusi besar terhadap kejadian obesitas sentral dengan OR = 26,276 (95% CI: 8,191 – 84,290) yang berarti asupan energi berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas sentral sebesar 26,2 kali daripada responden dengan tingkat asupan karbohidrat yang cukup.


Central obesity is the accumulation of fat in the abdominal part of the body which is associated with various health problems, such as diabetes mellitus, hypertension, cardiovascular disease and several types of cancer. The aim of this study is to determine the dominant factors associated with central obesity toward male police officers at Resort X Police. This research used a cross-sectional design with a sample size of 150 people using a simple random sampling method which conducted at Police Resort X East Java in May-June 2024. This research processed primary data obtained from anthropometric measurements and interviews. Data were analyzed bivariately using the chi-square test and multivariately using multiple logistic regression. The proportion of obesity among male police officers at Resort X Police is 76%. The results of bivariate analysis showed that there was a significant relationship between marital status, physical activity, smoking habits, energy intake, carbohydrate intake, fat intake, and fiber intake toward central obesity among police officers. Meanwhile, there was no significant relationship between age, history of obesity, education level, job rank, sleep duration, stress level, and protein intake on the incidence of central obesity. On the other hand, based on multivariate analysis, it shows that carbohydrate intake contributes greatly to the occurence of central obesity with OR = 26,276 (95% CI: 8,191 – 84,290) which means that excessive carbohydrate intake can increase the risk of central obesity by 26,27 times compared to respondents with sufficient levels of carbohydrate intake. Keywords: Central Obesity; Sociodemography; Lifestyle; Nutritional Intake; Police

Read More
T-7158
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nara Citarani; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Kusharisupeni Djokosudjono, Widjaja Lukito
Abstrak: Rasio lingkar pinggang panggul (RLPP) adalah salah satu metode untuk mendeteksi obesitas sentral. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu, asupan makan, gaya hidup, dan indeks massa tubuh (IMT) dengan obesitas sentral berdasarkan RLPP pada kelompok usia dewasa di wilayah urban dan rural terpilih. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, dengan jumlah 195 sampel. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi kuantitatif observasional cross-sectional. Prevalensi obesitas sentral berdasarkan RLPP pada penelitian ini adalah 57,9%. Variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan obesitas sentral berdasarkan RLPP adalah jenis kelamin dan IMT. Kata kunci: kelompok usia dewasa, obesitas sentral, rasio lingkar pinggang panggul, rural, urban Waist-hip ratio (WHR) is a method to measure the risk of central obesity. This study is focus on finding the association between individual characteristics, dietary intake, lifestyle, and body mass index (BMI) with central obesity based on WHR among adults in selected urban and rural area. Secondary data was used in this study, with total 195 samples. The design of this study is quantitative observational cross-sectional. The prevalence of central obesity based on WHR in this study is 57,9%. Variables which are significantly related to central obesity are sex and BMI. Keywords: adults, central obesity, rural, urban, waist-hip ratio
Read More
S-9164
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive