Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29725 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sri Astuti; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Robiana Modjo, Slamet Ichsan, Haris Sadiminanto
Abstrak:

Employees as human resources play an important role in pacify and expand a production process. They carry out a necessary working activity that in some cases are exposed by the risk of dangerous situation. Occupation accident in an industry, especially in a manufacturing company constitute as undesired evidence. Labor protection principle in occupational accident not only evaluate a potential risk of danger but also find out the cause of emergence. This thesis emphasizes on the cause factors of accident that might suddenly happen in preceding to the working activity. This study would be explored in the production unit of Bridgestone Tire Indonesia. It uses the Fault Tree Analysis Method with a qualitative research. The result of this research shows that the occupation accident occurring in that company has various types following Heinrich theories that the cause of accident are due to fail of carefulness during working activities and unsafe working conditions. To pay attention on the statistics of accident, based on the yearly report, the evidence has increased about 72,7% from 1999 to 2001, at the time patrol safety clothes, the figure fluctuate. That research only focus on flow think or flow chart for unsafe acts and unsafe conditions with secundair data result in fact with field in Fault tree analysis. From the data field result unsafe condition caused of operation machine, materiil conditions and environment condition. Accupation accident from operation machine caused of operation didn't follow on procedures, abnorm condition and didn't connect. Abnorm conditions may be caused of requirement function unprotect, trouble machine or lable in machine can't understand becaused Kanji letters. On trouble may be caused of didn't function of emergency stop, rope emergency can't caught, trouble operator to find manual stop or less of requirement gived. Environment conditions may be floor not smooth, unbalance cleaning service, not keep on Healhty or narrow office in work, in unsafe acts caused of operator working unfollowed with standard and machine abnorm condition. Operator working unfollowed with standard caused of neglected on working, work without safety clothes, work in machine oparation, work withough requirement protect, and hurry working, work unsafe body position, work trouble, unsafe requirement. Work without safety clothe s caused of safety clothes broken, unwilling safety clothes, safety clothes unrelative give, working with safety clothes unpleasant or safety clothes not enough stock. In hurry working caused of in hurry finish or in hurry order target. Trouble working caused of don't know risk or low educated. Hopefully this thesis could contribute to decrease the figure of accident in the manufacturing companies.Bibliography : 35 ( 1980-2000)

Read More
T-1327
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kusworo; Pembimbing: Zulkifli Djunaedi; Penguji: Fatma Lestari, I Made Sudarta, Deddy Syam
Abstrak:

Berbagai cara dan pendekatan penerapan sistim menejemen K3 telah dikembangkan, akan tetapi kecelakaan kerja masih terus terjadi terutama dalam dunia kerja Industri. Dalam kurun waktu 10 tahun terahir angka Kecelakaan Kerja dunia masih tidak berubah secara signifikan . Konstruksi merupakan sektor industri yang mempunyai tingkat bahaya dan risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Data menunjukkan bahwa selama berlangsungnya kegiatan pekerjaan pada tahun 2010-2011 di PT. XM telah terjadi peningkatan kejadian Kecelakaan Kerja dari 46 kejadian (2010) menjadi 98 kejadian (2011) atau terjadi peningkatan sebesar 52 kasus (113%). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui asosiasi faktor-faktor kecelakaan kerja proyek konstruksi pada PT. XM selama periode waktu 20102011. Metodologi penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan sumber data sekunder yang didapat dari laporan investigasi kecelakaan yang tercatat di PT. XM selama tahun 2010-2011. Jumlah sampel yang digunakan dari data sekunder yaitu seluruh sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan seteah mengalami proses cleaning yaitu sebanyak 98 sampel. Sampel penelitian dianalisis secara univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (uji chi-quare). Analisis hubungan dilakukan dengan melihat nilai p terhadap α untuk melihat tingkat kemaknaan hubungan. Dari 98 sampel yang diteliti, sebagian besar kecelakaan yang terjadi merupakan kecelakaan jenis medical treatment accident (48%), disusul kemudian oleh jenis first aid accident (46,9%), dan lost time accident (5,1%). Adapun factor penyebab yang diduga menjadi penyebab terjadinya kecelakaan dengan frekuensi terbanyak yaitu factor briefing yang tidakcukup untuk bekerja (88) dan kurang pengawasan (81). Secara signifikan diketahui tidak ada factor yang diketahui berhubungan secara signifikan dengan timbulnya kecelakaan kerja di PT. XM selama tahun 2010-2011 (p val > 0,05). Berdasarkan hasil tersebut diatas maka sebaiknya pihak manajemen terkait lebih aktif berperan khususnya dalam fungsi pengawasan, mengoptimalkan sosialisasi dan pembinaan yang terkait dengan safety di tempat kerja, dilain pihak pekerja juga diharapkan dapat turut serta dalam menciptakan suasana yang aman dan sehat di tempat kerja, disiplin dalam menggunakan APD dan meningkatkan pengetahuan penerapan safety dilokasi kerja Kata kunci: Faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja, konstruksi.


 Various ways and approaches to Ocupational Health and Safety application management system has been developed, but accidents still occur, especially in the industrial workforce. In the last 10 years the world's number of Accidents still did not change significantly. Construction of an industrial sector that has the level of danger and high risk of work accidents. The data show that during work activities in 2010-2011 at PT. XM has been an increased incidence of Occupational Accidents met 46 events (2010) to 98 events (2011) or an increase of 52 cases (113%). The research was conducted to determine the association of these factors on the construction project work accident  at PT. XM during the time period 2010-2011. Methodology of This study uses cross-sectional study design with secondary data sources are obtained from accident investigation reports are recorded in the PT. XM during the years 2010-2011. The number of samples used secondary data from the entire sample that met the inclusion criteria and had established after the cleaning process as many as 98 samples. The samples were analyzed by univariate (frequency distribution) and bivariate (chi-quare test). Relationship analysis done by looking at the p value of significance level α to see the relationship. Of the 98 samples studied, the majority of the accidents was the crash accident type of medical treatment (48%), followed by first aid type of accident (46.9%), and lost time accident (5.1%). The factors causing the alleged cause of the accident with the highest frequency factor insufficient briefing for work (88) and lack of supervision (81). Significantly there are no known factors that are known to be significantly associated with incidence of occupational accidents in the PT. XM during the years 2010-2011 (val p> 0.05). Based on the above it should be related to more active management role in the oversight function in particular, to optimize socialization and training related to safety in the workplace, Supervision to practical safety on site also need to enforcing by management to ensure occupational health and safety at all of the works, on the other workers are also expected to participate in creating a safe and healthy workplace, discipline in the using PPE and enhance the application of knowledge of safety on work place Key words: The factors that cause workplace accidents, construction

Read More
T-3650
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Maududy; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Kari Jadi Tjokronolo
T-2680
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hamzah; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Rudolf F. Maulany
Abstrak:
Kegiatan pengusahaan minyak dan gas bumi, adalah suatu kegiatan yang mempunyai tingkat risiko yang sangat tinggi, risiko bahaya bagi pelaksanaan operasi, instalasi dan peralatan serta lingkungan dari proses kegiatan. Disamping itu juga mempunyai dampak lingkungan dan sosial yang besar. Dalam rangka mewujudkan kegiatan pengelolaan minyak dan gas bumi yang aman, andal, efisien dan berwawasan lingkungan, maka diterapkan LK3 untuk menilai sejauh mana kinerja SMK3 kontraktor maka dibuat suatu ukuran kinerja yang terpilih dan terkait langsung dengan sasaran perusahaan sebagai salah satu alat untuk mengukur keberhasilan organisasi. Ukuran kinerja ini dapat mencerminkan hasil upaya pengelolaan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja. Tingginya angka kecelakaan pada kontraktor merupakan alasan melakukan penelitian berupa studi evaluatif untuk melihat perbedaan risiko kecelakaan karyawan dan perbedaan risiko pada lingkungan sebelum dan sesudah penerapan SMK3 Kontraktor berdasarkan data sekunder Accident report year 1998-1999 (sebelum) dan Accident report year 2002-2003 (sesudah) dengan mengambil sampel sebanyak 40 perusahaan kontraktor PT. CNOOC. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain Studi evaluatif untuk melihat perbedaan yang signifikan resiko kecelakaan terhadap karyawan dan resiko atau dampak terhadap lingkungan berdasarkan data sekunder berupa Accident Record Year 1998-1999 (sebelum penerapan SMK3 Kontraktor) dan Accident Record Year 2002-2003 (sesudah penerapan SMK3 Kontraktor) Berta RPL?RKL 2001 dengan sampel sebanyak 40 perusahaan kontraktor PT. CNOOC. Analisa bivariat dengan menggunakan uji t dependen didapatkan mean rata-rata risiko pada karyawan sebelum adalah 2,48 dan mean rata-rata sesudah penerapan SMK3 Kontraktor adalah 2,13 dengan nilai p = 0,011. Hasil analisis untuk lingkungan, didapatkan mean rata-rata risiko pada lingkungan sebelum adalah 1,50 dan sesudah penerapan SMK3 Kontraktor adalah 1,23 dengan nilai p = 0,032. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan signifikan mean rata-rata risiko pada karyawan dan lingkungan sebelum dan sesudah penerapan SMK3 Kontraktor di PT. CNOOC. Daftar bacaan :18 (1995 - 2003)

Evaluation Study of Risc Occupational Health and Safety Relationship with Contractor Safety Management System at PT. Cnooc In 2003The activity effort of oil and gas is an activity that has a very high risk level, a hazard risk to the operation, installation and equipment and to the environment of processing activities. In other hand it also has an impact on social and environment In order to create a safe, reliable, efficient and environmental oriented of oil and gas activities, therefore it was implemented the Occupational Safety, Health and Environment to evaluate the Contractor Safety Management System performance, and refer to that matter a suitable performance measurement of company goals has made as an indicator of company's success. This performance measurement reflects an achievement of occupational safety, health and environment treatment. The high rate of accident in contractor is a reason to do a research by doing an evaluative study research to observe a difference of employee accident rise and a difference risc in environment before and after the implementation of Contractor Safety Management System according to secondary data of Accident Report Year 1998-1999 (before) and Accident Report Year 2002-2003 (after) by taking 40 contractors of CNOOC. Ltd. Design of this research is evaluative study approach to view a significance difference of accident risk on the employee and environment with a secondary data which is Accident Record Year 1998-1999 (before the implementation Contractor Safety Management System) and Accident Record Year 2002-2003 (after the implementation of Contractor Safety Management System ) and RPI JRKL 2001 by taking 40 contractors of CNOOC Ltd as samples . Bivariate analysis with dependent t test for employee obtained rise mean before contractor safety management system implementation is 2.48 and after implementation is 2.13 and p value is 0.011. Bivariate analysis with dependent t test for environment obtained rise mean before contractor safety management system implementation is 1.50 and after implementation is 1.23 and p value is 0.032. Therefore, it concludes that from the above result there are significance difference risc mean on employee and environment before and after contractor safety management system is implemented in CNOOC Ltd. References : 18 (1995 -- 2003)
Read More
T-1631
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ghina Rafifa; Pembimbing: Baiduri Windanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Erdy Techrisna Setyadi, Marina Kartikawati
Abstrak: Ground handling service merupakan bagian penting dalam operasional bandar udara. Airport taxiways, ramps, dan aprons merupakan lingkungan yang kompleks yang berpotensi membahayakan karyawan ground handling. Karyawan ground handling yang bekerja untuk memastikan ketepatan waktu dan operasional penerbangan berisiko mengalami kelelahan kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi keluhan subjektif kelelahan kerja dan faktor risikonya pada karyawan ground handling, sekaligus mengidentifikasi faktor risiko yang paling relevan dalam memprediksi kelelahan kerja pada responden. Kuesioner yang telah divalidasi digunakan untuk memperoleh informasi mengenai keluhan subjektif kelelahan, faktor individu (jenis kelamin, usia, indeks massa tubuh, riwayat penyakit), faktor gaya hidup (durasi tidur, kualitas tidur, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, kebiasaan konsumsi kafein), faktor terkait kerja (masa kerja, shift kerja, jam kerja, waktu istirahat), dan faktor psikososial (tuntutan di tempat kerja, kontrol terhadap pekerjaan, dukungan sosial di tempat kerja, kepuasan kerja, stress kerja, dukungan keluarga) dari 130 responden. Penelitian ini mendapatkan skor rata-rata kelelahan kerja responden, yang diukur dengan kuesioner Checklist Individual Strength.
Read More
T-5704
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wijayanto; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Tata Soemitra, Dany Prihardany
Abstrak:

Keselamatan kerja tercermin pada keadaan di tempat kerja, yang meliputi kondisi tak aman, tindakan tak aman maupun keadaan Iingkungart kerja, merupakan dasar dari kejadian hampir celaka maupun kecelakaan. Perlindungan keselamatan secara mekanikal peralatan sebagai perbaikan pertama dan langkah umum yang paling awal dilakukan, yang membatasi bahwa kondisi tak aman relatif sebagai penyebab kecelakaan. Inspeksi keselamatan kerja pemboran bertujuan sebagai sarana untuk mengenali potensial keadaan tak aman yang ada diberbagal fasilitas dan peralatan di lokasi pemboran yang berhubungan dengan rig pemboran darat. Temuan hasil inspeksi dianalisa dan diberikan rekomendasi untuk mengurangi dan atau menghapuskan kejadian hampir celaka dan kecelakaan pada operasi pemboran di PT. CPI. Penelitian ini adalah studi evaluasi dengan mempergunakan data tahun 2003 sampai dengan tahun 2005 di PT. CPI. Data penelitian ini adalah data sekunder yang merupakan data dari kebijakan dan program inspeksi keselamatan kerja pemboran serta data primes yang diperoleh melalui kuesioner untuk mengetahui pemahaman program inspeksi keselamatan kerja pemboran. Aspek Input adalah komitmen dan dukungan manajemen, hasilnya baik pada tahun 2003, 2004 dan tahun 2005 yang meliputi kebijakan dan program inspeksi keselamatan kerja pemboran serta dukungan sumber daya manusia. Aspek proses yakni penerapan program inspeksi keselamatan kerja pemboran pada tahun 2003 dan 2004 hasilnya kurang baik dan meningkat menjadi sangat balk pada tahun 2005. Aspek Output yaitu Nilai Positive Indicators yang sangat baik dari tahun 2003 s/d tahun 2005 dari program inspeksi keselamatan kerja pemboran di PT. CPI sudah dapat mencerminkan status pengelolaan keselamatan kerja pemboran dari fasilitas maupun peralatan yang dioperasikan. Komitmen dan dukungan manajemen pada tahun 2003 perlu peningkatan pemantauan program inspeksi, pelatihan dan keterlibatan karyawan perusahaan kontraktor pemboran melakukan inspeksi bersama tim inspeksi. Hasil yang kurang baik pada penerapan program inspeksi keselamatan kerja pemboran tahun 2003 dan 2004 disebabkan kurangnya pengawasan, kurangnya pemahaman pengawasan penyelesaian perbaikan. Pemenuhan keselamatan kerja rig pemboran yang sangat baik dari tahun 2003 s/d tahun 2005 karena perusahaan kontraktor pemboran telah melaksanakan inspeksi internal, mempunyai surat ijin iayak operasi (SILO) dan manajemen telah melakukan pengawasan secara lebih baik, keterlibatan karyawan meningkat serta adanya pemantauan dan evaluasi.


 

Occupational safety can be seen a lot from the situation at the workplace, which includes unsafe conditions, unsafe actions and also the situation of work environment. Safety protection which is done mechanically as a first improvement and the earliest general action taken, create a limitation that unsafe conditions seem to be considered as the main cause of accidents. Occupational safety inspection at drilling industry is aimed as means to recognize the unsafe conditions exist in many facilities and equipment at the drilling sites, which are related to ground drilling rig. The result of the inspection is then analyzed and given as a recommendation to decrease andlor eliminate nearly-accidents occurrence and accidents at the drilling operation in PT. CPI. This study is an evaluation study using data taken from 2003 until 2005 in PT. CPI. The data is a secondary data obtained from policies and occupational safety inspection program at drilling industry as well as primary data obtained from questionnaires in order to find out the acknowledgement and comprehension of occupational safety inspection program at drilling industry. The input aspect is management commitment and supports, the results are data either from 2003, 2004, or 2005 which include policies and occupational safety inspection program at drilling industry as well as human resource supports. The process aspect is the implementation of occupational safety inspection program at drilling company during 2003 to 2004, the result are not quite good yet improving to be very good in 2005. The output aspect is Positive indicators Value which is considered excellent from 2003 until 2005 in occupational safety inspection program at drilling industry PT. CPI. The program has already shown the status of occupational safety management either the facilities or the equipment being operated. Management commitment and supports in 2003 needs an improvement in the inspection program monitoring, training and workers from drilling industry contractors to perform inspection along with the inspection team. The low quality results in the implementation of occupational safety inspection at drilling industry 2003-2004 is due to the lack of monitoring, supervisor's knowledge of improvement completion. The very good result shown at drilling rig from 2003 until 2005 is because the drilling contractor has performed internal inspection, already has an authorization letter to perform operation (SILO) and the management has done better monitoring, workers involvement has improved and monitoring and evaluation is well-performed.

Read More
T-2443
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ernawati; Pembimbing: Sumedi Sudarsono; Penguji: Jusuf Misbach, Dewi Soemarko
Abstrak:

Nyeri pinggang bawah merupakan masalah kesehatan kerja yang paling tua dalam sejarah. Sampai sekarang masih tetap merupakan masalah yang sering dijumpai. Di perusahaan ini nyeri pinggang bawah selama dua tahun terakhir ini menduduki urutan kedua dari sepuluh penyakit terbanyak. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini dengan tujuan mengetahui prevalensi serta faktor-faktor apa yang mempengaruhi keluhan nyeri pinggang bawah ini. Metoda penelitian: Berupa studi kros seksional dengan analisis kasus kontrol. Jumlah sampel pada kelompok terpajan (bagian mixing) sebanyak 230 orang dan pada kelompok tidak terpajan (bagian quality control) sebanyak 109 orang. Data penelitian didapat dari medical records, medical check up, kuesioner, observasi, wawancara dan pemeriksaan fisik. Hasil penelitian : Pada kelompok mixing (n=230) didapatkan angka prevalensi untuk keluhan nyeri pinggang sebesar 92,2% dan pada kelompok quality control (n=109) sebesar 21,1%. Dan faktor-faktor yang berpengaruh secara bermakna pada terjadinya keluhan nyeri pinggang dari yang paling kuat pengaruhnya adalah berat beban, merokok, status, umur, masa kerja, pengetahuan cara mengangkat, frekuensi mengangkat dan pendidikan (pada kelompok mixing dan quality control). Untuk kelompok mixing saja faktor yang paling kuat mempengaruhi adalah umur (p=0,0000; 13 ,325). Untuk yang quality control yang besar pengaruhnya adalah pendidikan (p=0,000 ;B=0,412). Diskusi : Dari penelitian ini secara statistik terbukti bahwa faktor berat beban, merokok, status, umur, masa kerja, pengetahuan cara mengangkat, frekuensi mengangkat dan pendidikan (p = < 0,05) bermakna dalam mempengaruhi keluhan nyeri pinggang . Dan faktor lain seperti pelatihan, SOP dan alat pelindung diri yang tidak bisa dibuktikan secara statistik tetapi kenyataannya berpengaruh. Ini terbukti dari penelitian yang dilakukan di Rusia oleh Toroptsova NV (et al). Maka dan itu untuk mencegah dan mengurangi keluhan nyeri pinggang perlu kerjasama yang baik dari pihak manajemen, tenaga kerja dan dokter perusahaan.


 

Low Back Pain Among the Workers Food Spices Factory in Purwakarta and the Factors that Related Low back pain is the very old occupational and safety problem in history. Until now still as an occupational and safety problem that most happen. In this factory, low back pain became the second top of ten kinds of diseases that often happen after upper respiratory tract infection. That's why, this case study done with goal to know the prevalence and the factors that related with low back pain. Method: A cross sectional study with case control analysis. Sample consisted of mixing group 230 workers and quality control group 109 workers. Data were collected from medical records, medical check up results, questioners, observation, interview and physical examination. Results: The prevalence of low back pain among mixing group is 92,9% and among quality control group is 21,1%. The factors that related significantly with low back pain are: weight of load, smoking, status, age, duration of working, knowledge of the technique for lifting, frequency of lifting and education among mixing group and among quality control group (p=<0,05). For the mixing group the factor that is strongly influents low back pain is age (p ,0000 : B-0,325). And for the quality control group is education (p=0,0000; B= 0,412). Discussion: There were statistically significant relation between weight of load, smoking, status, age, duration of working, knowledge of the technique for lifting, frequency of lifting and education (p<0,05) with low back pain. The other factors like training, SOP (Standard Operation Procedure) and protection equipment that were statistically can not proved but in fact these factors can significantly related with low back pain In Toroptsova NV (et a!) study already proved those factors could cause low back pain. That's why for preventing and reducing this problem needs cooperation between management, workers and occupational and safety doctor in factory.

Read More
T-1359
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Purwadi; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Pujiyanto, Yuli Prapanca Satar, Trisna Murti Mudijana
Abstrak:
Faktor penentu yang berhubungan dengan terjadinya pembengkakan restitusi dan jumlah pemohon yang tidak prosedural dari tahun ke tahun antara lain adalah adanya persepsi masyarakat Polri terhadap citra Rumkitpus Polri RS Sukanto yang kurang baik yaitu adanya stigma negatif terhadap rumah sakit tersebut. Untuk mengetahui hubungan antara citra Rumkitpus Poiri RS. Sukanto dan pengajuan restitusi diantara anggota Polri kesatuan Markas Besar dan Polda Metro Jaya, telah dilakukan penelitian kros seksional dan penelitian kualitatit terhadap 190 orang sampel anggota Polri di Jakarta. Sampel diambil secara proportional stratified random sampling. Kuesioner digunakan untuk mendapatkan data tentang persepsi terhadap citra dan pengetahuan tentang restitusi, sedangkan data tentang restitusi lainnya diperoleh dari studi literatur. Teknik analisis yang digunakan adalah : uji chi square, menghitung odds ratio dengan confidence interval 95 %, uji korelasi Spearman's rho dan analisis regresi logistik dari program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (56,8 %) memiliki persepsi terhadap citra yang baik dan sebanyak 43,2 % responden memberikan persepsi buruk terhadap citra Rumkitpus Polri RS. Sukanto. Sebagian besar responden (64,7 %) tahu tentang restitusi. Sebanyak 117 orang (61,6 %) responden pernah mengajukan restitusi dan sebagian besar (86,3 %) diantaranya tidak prosedural. Dana yang dikeluarkan untuk membayar restitusi pada setiap tahunnya cenderung meningkat. Terdapat hubungan yang bermakna (p < 0,05) antara kepangkatan dengan citra p= 0,012; OR= 0,23. Hubungan tersebut menunjukkan korelasi positif dan bermakna, dimana r= 0, 182; p= 0,012. Variabel citra berhubungan bermakna dengan restitusi, dimana p= 0,038; OR= 0,784. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan nilai p= 0,046; OR= 0,146: CI 95% 0,048-0,274. Terdapat perbedaan persepsi terhadap citra Rumkitpus Polri RS Sukanto di kalangan anggota Polri kesatuan Markas Besar dan Polda Metro Jaya berdasarkan kepangkatan dan terdapat hubungan antara citra Rumkitpus Poiri RS Sukanto dan pengajuan restitusi diantara anggota Polri kesatuan Markas Besar dan Polda Metro Jaya. Disarankan konsisten dan tegas dalam menerapkan ketentuan pangajuan restitusi dan meningkatkan kualitas pelayanan, memperbaiki tingkat kecocokan, memperbaiki tingkat kedekatan serta perbaikan manajemen rumah sakit. Daftar Pustaka : 26 (1983-2003)

Relation Between Image of Rumkitpus Polri Rs. Sukanto and Proffering of Restitution Among Member Police Unity of Headquarter and of Polda Metro Jaya of Year 2003Determinant related to the happening of improvement of applicant amount and restitution which not procedural from year to year for. Example is the existence of perception of Polri to image of Rumkitpus Polri of RS Sukanto un favorable that is existence of negative stigma to hospital. To know relation among image of Rumkipus Polri of RS Sukanto and proffering of restitution among Police member unity of Headquarter and of Polda Metro Jaya, have been conducted by research of sectional kros and research qualitative to 190 people of sampel Police member in Jakarta. Sample taken by proportional sampling random stratified. Questioner used to get data about perception to knowledge and image about restitution, while data about other restitution obtained from literature study. Analysis technique the used is : test of chi square, calculating ratio odds with international confidence 95%, correlation test of Spearman?s analysis and rho of regression logistics of program of SPSS. Result of research indicate that most responder ( 56,8%) owning perception to good image and counted 43,2% responder give ugly perception to image of Rumkitpus Polri of RS. Sukanto. Most responder ( 64,7%) knowing about restitution. Counted 117 people ( 61,6%) responder have raised restitution and most ( 86,3%) among others [do] not procedural. Fund released to pay for restitution in each its year tend to increase. There are relation having meaning of (p < 0,05) among rank with image of p= 0,012; OR= 0,23. The relation show positive correlation and have a meaning of, where r= 0, 182; p= 0,012. image variable correlate to have a meaning of with restitution, where p= 0,038; OR= 0,784. Result of analysis of regression logistics show value of p= 0,046; OR= 0,146: Cl 95% 0,048 - 0,274. There are difference of perception to image of Rumkitpus Polri of RS Sukanto among Police member Unity of Headquarter and of Polda Metro Jaya pursuant to rank and there are relation among image of Rumkitpus Polri of RS Sukanto and proffering of restitution among Police member unity of Headquarter and of Polda Metro Jaya. Is suggested by consistence and coherent in applying rule of proffering of restitution and improve the quality of service, improve storey of agreement, improve contiguity storey and also repair of hospital management. Bibliography : 26 ( 1983-2003)
Read More
B-775
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyah Hermiyanti; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Robiana Modjo, Hendra, Turmudi, Bagus B. Edvantoro
Abstrak:

Penelitian ini berfokus pada analisis penyebab kecelakaan kerja fatal jatuh dari kapal pada transportasi air dalam kegiatan survei seismik 2D PT. X di Simenggaris, Kalimantan Timur tahun 2010, dimana satu orang kru rintis #2 pada line 26 karyawan PT. SMK (mitra kerja) kehilangan nyawa karena korban terjatuh dari kapal saat akan mengambil pelampung yang diletakkan di atap kapal dan kemudian tenggelam. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif berdasarkan data sekunder berupa dokumen laporan hasil investigasi kecelakaan dan foto kejadian mengenai kecelakaan kerja fatal jatuh dari kapal pada penggunaan transportasi air dalam survei seismik yang dilakukan oleh PT. X di Simenggaris, Kalimantan Timur. Adapun teknik yang digunakan untuk menganalisis penyebab kecelakaan adalah 5 Whys dan SCAT. Hasil analisa peneliti terkait penyebab kecelakaan fatal ini, mencakup dua hal, yaitu penyebab langsung berupa tindakan tidak aman korban yang tidak memperkirakan risiko yang dihadapi saat mengambil pelampung, dan kondisi tidak aman yaitu akses untuk menaiki dan menuruni kapal (bridging) yang belum disesuaikan dengan kondisi pasang-surut permukaan air sungai sehingga kondisi berlumpur, housekeeping yang buruk serta pengaman kapal yang tidak memadai. Sedangkan penyebab pedukung, mencakup: mitra kerja tidak memiliki SMK3, HSE Plan, dan Instruksi Kerja/SOP pekerjaan yang belum dilaksanakan secara konsisten oleh mitra kerja, tidak memadainya standar K3, serta kurangnya kesadaran dan pengawasan mandor. Kata kunci :  kecelakaan fatal, jatuh dari kapal, penyebab langsung, penyebab pendukung


This study focused on analyzing the causes of fatal accident man overboard on water transport in the 2D seismic survey activities of PT. X in Simenggaris, East Kalimantan in 2010. One crew of Rintis # 2 on line 26, employees of PT. SMK (partners) lost his lives because fell from the ship when took a life jacket which placed on the ship roof and then he sank. The study was conducted with a qualitative approach based on secondary data from the investigation report documents of the accident, as well as the documentation pictures.  The technique used to analyze the causes of accidents is 5 Whys and SCAT. The results of research analysis on the causes of this fatal accident, include two major; 1) direct cause of action; the victim did not conscious about the risk in front of him, by did not cleaned up the boot and use the life jacket before entering the boat) and unsafe conditions of access to up and down ship (bridging) that have not adapted to the conditions of the tidal river water surface, poor housekeeping, and minimum fence security on boat. While the contributing cause, including: sub-contractor did not have HSE system, HSE Plan, and Work Instructions / SOPs of work was not carried out consistently, minimum HSE, minimum training and controlling by PT X, as well as lack of supervision. Key words : fatal accidents, man overboard, direct causes, contributing causes

Read More
T-3495
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Ayu Indira Dwika Lestari; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Adrianus Pangaribuan, Muhamad Damawan
Abstrak: Penelitian bertujuan untuk evaluasi penerapan keselamatan kebakaran padabangunan rumah toko/rumah kantor PT ABC, mengetahui nilai ketahananbangunan rumah toko/rumah kantor PT ABC jika terjadi kebakaran padabangunan tersebut, memberikan rekomendasi perbaikan fasilitas kebakaran padabangunan rumah toko/rumah kantor PT ABC, serta mengetahui nilai keselamatankebakaran bangunan rumah toko/rumah kantor berdasarkan berdasarkankesesuaian 12 safety parameter dan persyaratan tambahan pada NFPA 101A:Alternative Approaches to Life Safety dan standar NFPA 101: Life Safety Code.Penelitian mengambil sampel kluster rumah toko/rumah kantor di koridor jalanKH Soleh iskandar,berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Datadianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan bantuan toolsCFSES. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan unsur keselamatankebakaran pada bangunan rumah toko/rumah kantor yang ditempati oleh PT ABCdikawasan X belum sesuai dengan standar NFPA 101 berdasarkan tools CFSES.Rekomendasi yang diberikan diharapkan bangunan rumah toko/rumah kantordimasa yang akan datang dapat memenuhi aspek sarana penyelamatan denganberbagai alternatif jalur keselamatan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa saatkebakaran serta unsur keselamatan lainnya.Kata Kunci :Keselamatan Kebakaran, Rumah toko/rumah kantor (Rumah Toko),NFPA 101 A, CFSES
The point of this study is to evaluate the implementation of fire safety at theshophouses building of PT.ABC, to measure the resistency of the building to fire,to provide recommendation of repairment fire facility in the building, and also tomeasure the value of fire safety at shophouse building PT ABC is based on thebasis of suitability 12 safety parameters and additional requirements in NFPA101A: Alternative Approaches to Life Safety and standard NFPA 101: Life SafetyCode. The writer set a cluster shophouse at KH Soleh Iskandar street corridor assample for this study based on the criteria that have been set. Data were analyzedusing qualitative descriptive analysis with the help of tools CFSES. The resultsshowed that the availability of fire safety on the shophouse building occupied Isnot comply with NFPA 101 standar.Design shophouse building for the futuremust apply the standard means of rescue with a variety of alternative safetymeasure to prevent the loss of lives when fires and other safety elements.Keywords: Fire Safety, Shophouse, NFPA 101 A, CFSES
Read More
T-4684
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive