Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41305 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Delly Faulina Andriana; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Adrianus Pangaribuan
S-8055
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Satria Kelana Putra; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Hendra, Chandra Sunaryo, Juni Trihardiyanto
Abstrak:
Fasilitas penyimpanan crude oil pada industri hulu minyak dan gas memiliki tingkat potensi bahaya kebakaran dan ledakan yang tinggi karena menyimpan hidrokarbon dalam jumlah besar. Kondisi tersebut menuntut dilakukannya penilaian risiko untuk mengidentifikasi tingkat bahaya, memperkirakan potensi kerugian, serta menentukan prioritas pengendalian yang tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat risiko kebakaran dan ledakan pada Tangki S-01 di PT X menggunakan metode Dow’s Fire and Explosion Index (F&EI) Edisi ke-7. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif semi-kuantitatif melalui pengumpulan data yang meliputi observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta telaah terhadap dokumen perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Tangki S-01 memiliki nilai Fire and Explosion Index (F&EI) sebesar 89,04 yang termasuk dalam kategori moderate hazard. Selain itu, estimasi Maximum Probable Days Outage (MPDO) menunjukkan potensi gangguan operasional selama 39 hari apabila terjadi kebakaran atau ledakan, sedangkan estimasi kerugian akibat terhentinya aktivitas bisnis  mencapai US$ 3.232.125

Crude oil storage facilities in the upstream oil and gas industry are exposed to a high potential for fire and explosion hazards due to the large volumes of hydrocarbons they contain. This condition necessitates risk assessment to identify hazard levels, estimate potential losses, and establish appropriate risk control priorities. This study aimed to analyze the fire and explosion risk level of Storage Tank S-01 at PT X using the 7th Edition of the Dow’s Fire and Explosion Index (F&EI) method. A descriptive semi-quantitative approach was employed, with data collected through field observations, interviews, documentation, and a review of company documents. The analysis revealed that Storage Tank S-01 obtained a Fire and Explosion Index (F&EI) value of 89.04, classifying it as a moderate hazard. Furthermore, the estimated Maximum Probable Days Outage (MPDO) indicated a potential operational disruption of 39 days in the event of a fire or explosion, while the estimated business interruption loss was US$3,232,125
Read More
T-7723
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Kumala Dewi; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Fatma Lestari, Haris W. Ranuamihardjo
S-6530
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sari Tua Roy Nababan; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Robiana Modjo, Delvi Yolanda
S-6402
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Juni Trihardiyanto; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Anas Malik Abdillah, Nugrahanto Widagdo
Abstrak:
LNG (Liquified Natural Gas) memiliki risiko kebakaran dan ledakan yang besar. Kebutuhan LNG domestik yang meningkat memaksa beberapa alternatif baru dalam proses pengiriman LNG ke konsumen diseluruh Indonesia. Transportasi LNG di Indonesia perlahan sudah mulai beralih dari yang skala besar menjadi skala kecil dengan alternatif menggunakan ISO Tank, sehingga dapat menjangkau lokasi yang tidak memiliki fasilitas pelabuhan khusus LNG. PT. X adalah salah satu kilang LNG di Indonesia yang saat ini melayani pengiriman LNG dengan kargo ataupun ISO Tank. Tulisan ini bertujuan untuk menilai risiko kebakaran dan ledakan pada LNG ISO Tank 40 ft yang melakukan pengisian dan penyimpanan sementara di fasilitas yang dimiliki oleh PT. X. Metode penilaian potensi kebakaran dan ledakan pada LNG ISO Tank dilakukan secara kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode Dow’s Fire and Explosion Index 7 th Edition. Hasil analisis didapatkan nilai F&EI pada fasilitas yang ada di PT.X adalah sebesar 139.48 sehingga termasuk kategori tingkat bahaya heavy. Nilai kemungkinan kehilangan hari kerja akibat kebakaran dan ledakan adalah selama 41 hari. Nilai kerugian yang diterima akibat berhentinya bisnis karena kebakaran dan ledakan adalah sebesar $ 3.949.042,68

LNG (Liquified Natural Gas) has a high risk of fire and explosion. The increasing domestic demand for LNG has forced several new alternatives in the process of delivering LNG to consumers throughout Indonesia. LNG transportation in Indonesia is slowly starting to shift from large scale to small scale with the alternative of using ISO Tanks, so that it can reach locations that do not have special LNG port facilities. PT. X is one of the LNG refineries in Indonesia which currently serves LNG shipments by cargo or ISO Tanks. This paper aims to assess the risk of potential for fire and explosion in a 40 ft LNG ISO Tank that performs filling and temporary storage at facilities owned by PT. X. The fire and explosion potential assessment method for the LNG ISO Tank is carried out quantitatively using the Dow's Fire and Explosion Index 7th Edition method. The results of the analysis obtained that the F&EI value at the facilities at PT. X was 139.48 so that it was included in the category of severe hazard level. Maximum probable days outage due to accident fire and explosion is 41 days. Business interruption value due to fire and explosion index is $ 3.949.042,68
Read More
T-6701
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budi Yulianto; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Fatma Lestari, Laksita Ri Hastiti, Adrianus Pangaribuan, Ivan Havosan
Abstrak:
Tesis ini membahas proses kegiatan pengiriman BBM ke SPBU dengan proses unloading memiliki potensi bahaya yang tinggi karena hubungannya dengan bahan bakar jenis pertalite dan solar. Oleh karenanya perlu dilakukan analisis perhitungan level risiko dan permodelan skenario untuk menggambarkan dampak kebakaran dan ledakan, agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan dengan melakukan pengendalian dan pencegahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat risiko terjadinya kebakaran dan ledakan pada kegiatan unloading bahan bakar minyak dari mobil tangki di SPBU. Dalam penelitian ini menggunakan metode semi kuantitatif, dimana penilaian risiko dapat menggunakan metode kuantitatif, kualitatif dan semi kuantitatif. Sampel pada penelitian ini adalah mobil tangki kapasitas 24.000 liter melakukan proses pembongkaran (unloading) BBM dengan produk yang diangkut jenis pertalite di 3 SPBU wilayah Jawa Bagian Barat yang pernah mengalami insiden kebakaran. Instrumen dan analisa risiko bahaya kebakaran dan ledakan menggunakan Dows Fire and Explosion Index. Dari hasil perhitungan Dows Fire and Explosion Index dengan menggunakan software ALOHA versi 5.4.7 dan MARPLOT dapat diketahui klasifikasi risiko dari kejadian kebakaran dan ledakan serta area dampak dari kejadian tersebut. Hasil penelitian ini diketahui bahwa Tingkat risiko kebakaran dan ledakan dari proses unloading bahan bakar minyak dari mobil tangki ke SPBU menurut klasifikasi tingkat risiko dengan nilai 122,56 berada pada kategori Intermediate

The focus of this thesis discuses about sending fuel to gas stations with the unloading process has a high potential for danger because of its relationship with gasoline and diesel fuel types. Therefore, it is necessary to analyze the risk level calculation and scenario modeling to describe the impact of fire and explosion, so that the impact can be minimized by controlling and preventing. The purpose of this study was to determine the level of risk of fire and explosion in the activity of unloading fuel oil from tank cars at gas stations. In this study using semi-quantitative methods, where risk assessment can use quantitative, qualitative and semi-quantitative methods. The sample in this study was a tank car with a capacity of 24,000 liters carrying out the process of unloading fuel with products transported by pertalite types at 3 gas stations in the West Java region that had experienced fire incidents. Instruments and risk analysis of fire and explosion hazards using the Dow's Fire and Explosion Index. From the results of the Dow's Fire and Explosion Index calculations using ALOHA software version 5.4.7 and MARPLOT, it can be seen the risk classification of fire and explosion events and the impact area of these events. The results of this study indicate that the risk level of fire and explosion from the process of unloading fuel oil from tank cars to gas stations according to the risk level classification with a value of 122.56 is in the Intermediate category
Read More
T-6440
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febrina Yolanda; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno, Aulia Akbar, Angga Andhika
Abstrak:
Pertalite dan B40 merupakan produk minyak yang diidentifikasi sebagai cairan yang dapat menyala lalu memicu kilatan api (flash fire) atau ledakan. PT XYZ, sebuah perusahaan distribusi, menggunakan jalur maritim dan kapal tanker untuk mendistribusikan produk BBM ini. Salah satu jenis kapal tanker yang digunakan adalah Self Propelled Oil Barge (SPOB) dan Oil Barge (OB). Risiko tinggi bahaya kebakaran dan ledakan pada kapal tanker berasal dari produk minyak yang tergolong extremely flammable liquid. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pemodelan kuantitatif yang menggunakan data sekunder perusahaan, studi literatur, serta wawancara pekerja. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak Areal Locations Of Hazardous Atmosphere (ALOHA) berdasarkan skenario terburuk. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis konsekuensi kebakaran dan ledakan dari kebocoran tangki berupa jangkauan radiasi termal dari skenario kebakaran pool fire dan overpressure threat zone atau blast area dari skenario ledakan vapor cloud explosion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsekuensi kebakaran dan ledakan pada kapal pengangkut bahan bakar dipengaruhi secara signifikan oleh jenis bahan bakar, luas puddle area, serta karakteristik penguapan bahan mudah terbakar. Pemodelan menggunakan perangkat lunak ALOHA pada skenario pool fire menunjukkan bahwa surrogate Pertalite (Isooctane) menghasilkan intensitas kebakaran dan jangkauan radiasi termal yang lebih besar dibandingkan surrogate HSD B40 (N-Dodecane) pada kedua kapal. Pada SPOB, jangkauan Radiasi Termal Pool fire mencapai 145 meter pada yellow zone, sedangkan pada OB. mencapai 228 meter sebagai jarak konsekuensi terbesar dari seluruh skenario. Sementara itu, skenario Vapor Cloud Explosion (VCE) hanya terjadi pada surrogate Pertalite karena konsentrasi uap N-Dodecane tidak mampu mencapai Lower Explosive Limit (LEL) di area perairan terbuka. Hasil pemodelan VCE menunjukkan bahwa overpressure maksimum tidak mencapai tingkat destruktif struktural (>8 psi), namun masih berpotensi menyebabkan cedera serius hingga jarak 98 meter dan pecahnya kaca hingga 114 meter pada OB. Secara keseluruhan, OB menghasilkan threat zone lebih besar dibandingkan SPOB akibat puddle area yang lebih luas. Dengan demikian, yellow zone pool fire OB sebesar 228 meter direkomendasikan sebagai acuan minimum safety buffer zone dalam operasi bongkar muat bahan bakar di area perairan. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memperhitungkan konsekuensi kebakaran dan ledakan ini, mempertahankan sistem keselamatan kebakaran dan tanggap darurat yang sudah ada, serta melakukan sosialisasi mengenai konsekuensi kebakaran dan ledakan kepada pekerja, masyarakat, serta pihak dermaga.

The results of this study indicate that the consequences of fire and explosion on fuel transport vessels are significantly influenced by the type of fuel, puddle area, and evaporation characteristics of flammable substances. Modeling using the ALOHA software in pool fire scenarios demonstrated that the Pertalite surrogate (Isooctane) produced higher fire intensity and wider thermal radiation threat zones compared to the HSD B40 surrogate (N-Dodecane) on both vessels. On SPOB, the thermal radiation distance from the pool fire scenario reached 145 meters in the yellow zone, while on OB it reached 228 meters, representing the largest consequence distance among all modeled scenarios. Meanwhile, the vapor cloud explosion (VCE) scenario only occurred for the Pertalite surrogate because the vapor concentration of N-Dodecane was unable to reach the Lower Explosive Limit (LEL) under open-water conditions. The VCE modeling results showed that the maximum overpressure did not reach the destructive structural level (>8 psi); however, it still had the potential to cause serious injuries up to 98 meters and glass breakage up to 114 meters on OB. Overall, OB consistently produced larger threat zones than SPOB due to its larger puddle area. Therefore, the 228-meter yellow zone from the pool fire scenario on OB is recommended as the minimum safety buffer zone reference for fuel loading and unloading operations in marine areas.
Read More
T-7659
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dina Ramadhani; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Mila Tejamaya, Yuni usminanti
Abstrak: Tangki timbun yang menyimpan premium memiliki risiko kebakaran dan ledakankarena premium bersifat flammable, reactive, dan mudah menguap. Oleh karenaitu, diperlukan penilaian risiko kebakaran dan ledakan pada tangki agar dapat dilakukan tindakan pencegahan dan meminimalisasi dampak yang mungkin terjadi. Penilaian risiko kebakaran pada tangki timbun dilakukan dengan menggunakan metode Dow;s Fire and Explosion Index. Objek penelitian adalah tangki timbun nomor 12 yang menyimpan premium dengan kapasitas 5.020 kL.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F&EI pada tangki timbun nomor 12sebesar 122,24. Hal ini berarti tangki timbun memiliki risiko kebakaran dan ledakan dengan kategori intermediate. Radius pajanan jika terjadi kebakaran da nledakan adalah 43,747 meter. Luas area terpajan jika terjadi kebakaran dan ledakan adalah 3.074,25 m2. Nilai pergantian properti dan seluruh peralatan yang rusak jika terjadi kebakaran dan ledakan adalah Rp 8.357.392.777,-. Denganfaktor kerusakan sebesar 0,50, maka jika terjadi kebakaran dan ledakan nilai kerugian dasar yang diderita adalah Rp 4.178.696.388,-. Faktor pengendali kerugian adalah 0,56, sehingga kerugian sebenarnya jika terjadi kebakaran danledakan adalah Rp 2.340.069.958,-. Lama hari kerja yang hilang jika terjadi kebakaran dan ledakan adalah 23 hari dan besarnya kerugian yang diderita apabila bisnis terhenti sementara adalah Rp 2.597.849.793,-.Kata Kunci:Premium, tangki timbun, kebakaran dan ledakan, analisis kerugian.
Read More
S-7612
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Henry Krisyanto Parulian; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Yulianto S. Nugroho, Dadan Erwandi
S-5956
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budi Nofrianto; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Irma Setiawaty Wulandari
S-7882
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive