Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 25406 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Erlyn Ermawati; Pembimbing: Adang Bachtiar; Kusdinar Achmad
T-1871
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isdioso; Pembimbing: Ayuningtyas, Dumilah; Nuraeni, Ani
L-203
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S1 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Apriani Meldawati Sihite; Pembimbing: Ayuningtyas, Dumilah; Nuraeni, Ani
L-157
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S1 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Apriani Meldawati Sihite; Pembimbing: Ayuningtyas, Dumilah; Nuraini, Ani
L-198
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S1 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah Hidayati; Pembimbing: Hidayat, Budi; Prihmaningtyas, Yuditha Endah
L-204
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S1 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nawawi; Pembimbing: Amila Megraini; Penguji: Adang Bachtiar, Siti Hajar
S-4095
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Natasya Adi Putri; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Adhika Putra Marsaban
Abstrak:
Latar Belakang: Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit pelayanan rumah sakit dengan tingkat kompleksitas tinggi yang dituntut memberikan pelayanan cepat dan tepat. Kepadatan pasien, lamanya waktu tunggu, serta keterbatasan sumber daya dapat memengaruhi mutu pelayanan yang dirasakan, sehingga pengalaman pasien menjadi indikator penting dalam menilai mutu pelayanan IGD secara menyeluruh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan patient experience di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Pusat Pertamina Tahun 2025. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan dari pasien IGD Rumah Sakit Pusat Pertamina menggunakan instrumen Emergency Department Patient-Reported Experience Measure (ED PREM) yang mencakup empat dimensi utama. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk menilai hubungan karakteristik pasien dengan pengalaman pasien. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pasien di IGD Rumah Sakit Pusat Pertamina secara umum berada pada kategori sangat baik. Faktor usia, length of Emergency Department stay, tujuan kepulangan, dan jenis pembayaran memiliki hubungan dengan pengalam pasien, sedangkan jenis kelamin, cara dan waktu kedatangan pasien tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Pembahasan: Hubungan antara usia dan patient experience menunjukkan adanya perbedaan persepsi pelayanan berdasarkan karakteristik demografis pasien. Length of Emergency Department stay berperan penting dalam membentuk pengalaman pasien, khususnya terkait kenyamanan dan ketepatan waktu pelayanan. Tujuan kepulangan mencerminkan kompleksitas proses perawatan yang diterima pasien, sementara jenis pembayaran menunjukkan bahwa aspek administrasi dan rasa aman finansial turut memengaruhi pengalaman pasien. Tidak ditemukannya hubungan pada jenis kelamin, cara dan waktu kedatangan mengindikasikan bahwa pelayanan IGD diberikan secara relatif merata. Kesimpulan: Patient experience di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Pusat Pertamina Tahun 2025 berada pada kategori sangat baik. Usia, length of Emergency Department stay, tujuan kepulangan, dan jenis pembayaran berhubungan dengan patient experience, sedangkan jenis kelamin, cara, dan waktu kedatangan tidak berhubungan secara signifikan. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya memperhatikan karakteristik pasien dan proses pelayanan dalam upaya peningkatan mutu pelayanan IGD yang berorientasi pada pasien.

Background: The Emergency Department (ED) is a hospital service unit with a high level of complexity that requires rapid and appropriate care. Conditions such as patient overcrowding, prolonged waiting times, and limited resources may affect the perceived quality of care. Therefore, patient experience is an important indicator for evaluating the overall quality of Emergency Department services. Objective: This study aimed to identify factors associated with patient experience in the Emergency Department of Pertamina Central Hospital in 2025. Methods: This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. Data were collected from patients receiving care in the Emergency Department of Pertamina Central Hospital using the Emergency Department Patient-Reported Experience Measure (ED PREM), which assesses four main dimensions of patient experience. Data analysis was conducted using univariate analysis to describe patient characteristics and bivariate analysis to examine the association between patient characteristics and patient experience. Results: The results showed that overall patient experience in the Emergency Department of Pertamina Central Hospital was categorized as very good. Age, length of Emergency Department stay, discharge destination, and type of payment were significantly associated with patient experience. In contrast, sex, mode of arrival, and time of patient arrival were not significantly associated. Conclusion: Patient experience in the Emergency Department of Pertamina Central Hospital in 2025 was generally very good. Factors related to patient characteristics and care processes were associated with patient experience, highlighting the
Read More
S-12205
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hilda Sri Katon; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Masyitoh, Yasin Muhtadi Busyro
Abstrak:
Pembangunan infrastruktur kesehatan di Indonesia memiliki tantangan besar. Cakupan Universal Health Coverage (UHC) masih 55% dan terjadi ketimpangan atas pembangunan rumah sakit dan pelayanan terutama wilayah non-Jawa-Bali dan bahkan terdapat daerah yang belum memenuhi standar tempat tidur WHO dengan rasio masih dibawah 1 per 1.000 penduduk. Dengan keterbatasan anggaran diperlukan solusi pembiayaan Pembangunan infrastruktur berupa Kerja Sama Pemerintah dan Badan Udaha (KPBU), dalam tahapan KPBU diperlukan prastudi kelayakan yang salah satunya adalah pendekatan untuk melihat potensi pasar dengan model demand. Diperlukan pengembangan model demand rumah sakit untuk memberikan informasi dan merumuskan pengembangan model demand yang praktis, efektif dan komprehensif sesuai dengan kebutuhan penggunaan perencanaan pembangunan rumah sakit dengan skema pembiayaan KPBU. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan action research yang dapat menjembatani solusi secara ilmiah dengan praktik nyata. Hasilnya berupa pengembangan model demand rumah sakit yang di dokumentasikan dalam modul dan simulasi tools berbasis excel.


The development of health infrastructure in Indonesia has major challenges. The coverage of Universal Health Coverage (UHC) is still 55% and there is an imbalance in the development of hospitals and services, especially in non-Java-Bali areas and there are even areas that have not met the WHO bed standards with a ratio still below 1 per 1,000 population. With budget limitations, a financing solution is needed for infrastructure development in the form of Public-Private-Partnership (PPP), in the PPP stage a pre-feasibility study is needed, one of which is an approach to see market potential with a demand model. The development of a hospital demand model is needed to provide information and formulate the development of a practical, effective and comprehensive demand model according to the needs of using hospital development planning with a PPP financing scheme. This research method is a qualitative research with an action research approach that can bridge scientific solutions with real practices. The results are in the form of the development of a hospital demand model that is documented in an module book and simulation tools.
Read More
S-12133
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cahaya Eka Pratiwi; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Kurnia Sari, Mieska Despitasari
Abstrak:
Kompetensi profesional pemberi asuhan (PPA) merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas pelayanan dan asuhan pasien di rumah sakit. Meskipun keduanya diduga berhubungan, bukti empiris berbasis data instrumen akreditasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara capaian kompetensi PPA dengan kemampuan pelayanan dan asuhan pasien (PAP) berdasarkan data instrumen akreditasi STARKES 2024 milik Komisi Akreditasi Rumah Saki (KARS) tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik potong lintang (cross-sectional) dengan total sampling terhadap rumah sakit yang menjalani akreditasi KARS tahun 2025 menggunakan instrumen STARKES 2024. Dari 25 rumah sakit yang memenuhi kriteria inklusi, 22 memiliki data lengkap untuk dianalisis. Variabel independen meliputi kesesuaian kompetensi, pendidikan dan pelatihan, serta kemampuan edukasi, sedangkan variabel dependen meliputi PAP yang seragam dan terintegrasi. Karena seluruh variabel tidak berdistribusi normal berdasarkan uji Shapiro-Wilk, analisis bivariat dilakukan menggunakan Korelasi Spearman dan uji multivariat dilakukan dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian ketiga variabel kompetensi PPA lebih rendah dibandingkan PAP. Capaian terendah terdapat pada kesesuaian kompetensi (mean: 6,36), khususnya elemen pendokumentasian evaluasi berkala, sedangkan pada pendidikan dan pelatihan terdapat pada elemen pengidentifikasian kebutuhan pelatihan (mean: 5,45). Analisis bivariat menunjukkan bahwa kesesuaian kompetensi dan pendidikan serta pelatihan berhubungan signifikan dengan PAP yang seragam maupun terintegrasi, sedangkan kemampuan edukasi hanya berhubungan signifikan dengan PAP yang seragam. Analisis multivariat menunjukkan bahwa kombinasi ketiga variabel kompetensi PPA menjelaskan 89,4% variasi PAP yang seragam dengan pendidikan dan pelatihan sebagai variabel paling dominan, dan ntuk PAP yang terintegrasi, kesesuaian kompetensi dan pendidikan serta pelatihan menjelaskan 70,5% variasinya. Presentase capaian ini perlu dimaknai dengan hati-hati karena terbatasnya sampel penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi PPA berhubungan signifikan dengan kemampuan pelayanan dan asuhan pasien, dengan pendidikan dan pelatihan sebagai determinan yang paling dominan.

Professional care provider (PCP) competence is an important factor in determining the quality of patient care and services in hospitals. Although these two aspects are presumed to be associated, empirical evidence based on hospital accreditation instrument data remains limited. This study aimed to analyze the relationship between PCP competency achievement and patient care and service (PCS) performance using data from the 2024 STARKES accreditation instrument of the Hospital Accreditation Commission (KARS) in 2025. This study employed an analytical cross-sectional design with total sampling of hospitals that underwent KARS accreditation in 2025 using the 2024 STARKES instrument. Of the 25 hospitals that met the inclusion criteria, 22 had complete data available for analysis. The independent variables included competency alignment, education and training, and educational competency, while the dependent variables consisted of standardized and integrated PCS. Since all variables were not normally distributed based on the Shapiro–Wilk test, bivariate analysis was performed using Spearman's correlation, while multivariate analysis was conducted using multiple linear regression. The results showed that the achievement scores of the three PCP competency variables were lower than those of the PCS variables. The lowest mean score was observed for competency alignment (mean: 6.36), particularly in the periodic evaluation documentation element, whereas the lowest score for education and training was found in the training needs identification element (mean: 5.45). Bivariate analysis indicated that competency alignment and education and training were significantly associated with both standardized and integrated PCS, whereas educational competency was significantly associated only with standardized PCS. Multivariate analysis demonstrated that the combination of the three PCP competency variables explained 89.4% of the variance in standardized PCS, with education and training emerging as the most dominant variable. For integrated PCS, competency alignment and education and training jointly explained 70.5% of the variance. These percentages should be interpreted with caution due to the limited sample size. This study concludes that PCP competence is significantly associated with patient care and service performance, with education and training identified as the most dominant determinant.
Read More
S-12309
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Joan Nita Diati; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Ede Surya Darmawan, Adang Bachtiar
Abstrak:
Gizi yang baik berperan penting dalam kesehatan dan perkembangan kognitif individu, terutama pada usia anak-anak dan remaja. Permasalahan gizi masih menjadi tantangan utama di Indonesia sehingga pemerintah meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan status gizi pada kelompok rentan, dengan jumlah penerima manfaat terbesar yaitu peserta didik. Program ini dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia, dengan salah satu wilayah yang sudah mendapatkan manfaat program tersebut di tahapan awal program tersebut diresmikan adalah Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Namun, implementasi program ini menghadapi tantangan seperti ditemukan keluhan terkait makanan bergizi gratis yang disajikan yang mana dapat mempengaruhi kepuasan siswa. Kepuasan dapat digunakan sebagai alat ukur untuk melihat keberhasilan program. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan siswa yang dilihat dari keempat aspek pelaksanaan program MBG dan karakteristik siswa. Variabel independen yang diteliti meliputi empat aspek program MBG: kualitas makanan, kuantitas makanan, proses penyajian, dan pengaturan waktu serta dua karakteristik siswa: usia, dan jenis kelamin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kualitas makanan (p=0,000), kuantitas makanan (p=0,018), proses penyajian (p=0,000), dan pengaturan waktu (p=0,018) memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan siswa sedangkan pada variabel usia (p=0,434) dan jenis kelamin (p=1,000) tidak memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan siswa. Penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi pada komponen yang memerlukan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas program sehingga tujuan dari program dapat tercapai.


Good nutrition plays an important role in the health and cognitive development of individuals, especially in children and adolescents. Nutritional problems are still a major challenge in Indonesia, prompting the government launched the Free Nutritious Meal Program (MBG) to improve the nutritional status of vulnerable groups, with students being the largest group of beneficiaries. This program is being implemented in stages throughout Indonesia, with one of the areas that has benefited from the program in the early stages is Palmerah District, West Jakarta. However, the implementation of this program faces challenges such as complaints regarding the free nutritious food served which can affect student satisfaction. Satisfaction can be used as a measuring tool to see the success of the program. This study aims to determine student satisfaction seen from the four aspects of the implementation of the MBG program and student characteristics. The independent variables studied include four aspects of the MBG program: food quality, food quantity, serving process, and time management and two student characteristics: age and gender. The study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The results showed that the variables of food quality (p = 0.000), food quantity (p = 0.018), serving process (p = 0.000), and time management (p = 0.018) had a significant relationship with student satisfaction while the variables of age (p = 0.434) and gender (p = 1.000) did not have a significant relationship with student satisfaction. This study provides several recommendations on components that require improvement to increase program effectiveness so that program objectives can be achieved.
Read More
S-12019
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive