Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31829 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mariatul Fadilah; Pembimbing: Amal C. Sjaaf
B-751
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Denny Puri Apriansyah; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianty Permanasari, M. Ayus Astoni, Teuku Nebrisa Zagladin
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Denny Puri Apriyansyah Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Analisis Pengendalian Persediaan Obat E-catalogue  Untuk Mencegah Kekosongan Obat di RSUD Palembang BARI Obat merupakan bagian terpenting dalam pelayanan kesehatan, sehingga pemerintah berkewajiban menjamin ketersediaan, pemerataan dan keterjangkauan obat.Kebijakan pengadaan obat secara e-purchasing memiliki beberapa hambatan sehingga menyebakan terjadinya kekosongan obat di gudang farmasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor eksternal dan internal penyebab terjadinya stock out obat e-catalogue  dan melakukan upaya pengendalian logistik menggunakan metode analisis ABC indeks kritis dan perhitungan Economic Order Quantity (EOQ) dan  Re Order Point (ROP). Metode penelitian yang digunakan adalah riset operasional dengan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan faktor eksternal yang menyebabkan terjadinya stock out antara lain ketersediaan obat belum optimal, kelemahan distribusi, proses approval yang lama dari pemasok, ketidaksesuaian harga antara sistem e-catalogue  dan harga obat saat ini, lemahnya sanksi, keluhan perangkat lunak, dan koneksi jaringan, sedangkan kendala dari internal rumah sakit diantaranya kurangnya jumlah SDM, belum adanya kebijakan dan prosedur pengelolaan obat e-catalogue  serta keterlambatan pembayaran kepada distributor. Upaya pengendalian persediaan obat e-catalogue  melalui analisis ABC indeks kritis terdapat 11 item obat e-catalogue  yang tergolong kelompok A, terdapat 71 item obat e-catalogue  tergolong kelompok B, dan 270 item obat e-catalogue tergolong kelompok C. Berdasarkan metode EOQ didapatkan jumlah pemesanan optimum obat e-catalogue  kelompok A berjumlah mulai dari 42 – 5090 unit. Berdasarkan metode ROP dengan mempertimbangkan safety stock diperoleh titik pemesanan kembali untuk kelompok A mulai dari 1038 – 30240 unit. Kata kunci : e-purchasing, e-catalogue , stock out, analisis ABC, EOQ, ROP


ABSTRACT Nama : Denny Puri Apriyansyah Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Inventory Control Analysis of E-catalogue  Drug to Prevent Stock Out at Palembang BARI Hospital in 2016 Drugs are the most important part of health care, so the government is obliged to ensure the availability, equity and affordability of medicines. The e-purchasing drug procurement policy has several obstacles, causing drug vacancy in the pharmaceutical warehouse. This study aims to determine the external factors and internal causes of drug stock outs e-catalog and perform logistic control efforts using the analysis method of critical index ABC and the calculation of Economic Order Quantity (EOQ) and Re Order Point (ROP). The research method used is operational research with in-depth interview, oservation and document review. The results of the study show that external factors that cause the stock out, among others, the availability of the drug has not been optimal, the weakness of distribution, the old approval process from the supplier, the price discrepancy between the e-catalog system and the current drug price, the severity of the sanctions, the software complaints and the network connection , While the internal hospital constraints include the lack of human resources, the absence of e-catalog drug management policies and procedures as well as late payment to distributors. Efforts to control the supply of e-catalog drugs through the analysis of critical index ABC there are 11 items of drug e-categorized belonging to group A, there are 71 items of drug e-catalog belong to group B, and 270 items of drug e-catalog belong to group C. Based on EOQ method obtained The optimum order quantity of group A e-catalog drugs ranged from 42 - 5090 units. Based on ROP method by considering safety stock obtained point of reorder for group A starting from 1038 - 30240 unit. Key words : e-purchasing, e-catalogue , stock out, ABC analysis, EOQ, ROP

Read More
B-1902
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Makiani; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Atik Nurwahyuni, Fathul Korib
Abstrak:

ABSTRAK

Pada tahun 2004, Pemerintah mengesahkan sistem jaminan atau yang lebih dikenal dengan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang merupakan suatu tata cara penyelenggaraan program jaminan sosial oleh beberapa badan penyelenggara jaminan sosial. Salah satu penyakit dijamin yaitu GEAD atau Gastroentritis Acute Disease. Dari data diketahui bahwa diagnosa penyakit tertinggi diruang inap rawat kelas I dan II adalah GEAD (Gastroentritis Acute Disease), dan di ruang rawat inap kelas III pasien GEAD (Gastroentritis Acute Disease) termasuk dalam 4 penyakit terbesar. Akan tetapi terdapat perbedaan Average Length of Stay (LOS) pasien yang terkena GEAD di ruang rawat inap kelas I, II dan III. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan lama hari rawat inap pasien GEAD di ruang rawat inap kelas I, II, dan III RSUD Palembang BARI. Pengumpulan data primer dan sekunder didapat melalui wawancara mendalam dan data rekam medis. Dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori quality of care yaitu keunggulan teknis dan interpersonal. Evaluasi ini dilakukan dengan menganalisa 10 variabel yaitu pilihan antibiotik, jenis antibiotik, frekuensi visite, pemeriksaan lab, umur, gender, pekerjaan, faktor komplikasi penyakit, cara pembayaran dan kelas perawatan. Penelitian menemukan bahwa determinan yang berkorelasi dengan lama hari rawat inap adalah umur pasien, pekerjaan pasien, cara pembayaran yang dilakukan pasien dan kelas perawatan. Dokter berperilaku sama terhadap pasien yang membayar biaya pengobatannya sendiri dengan yang gratis

Read More
B-1552
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Merekta Bangun; Pembimbing: Mardiati Nadjib
Abstrak: RSUD Argamakmur adalah satu-satunya rumah sakit milik pemerintah tipe C dan merupakan rujukan bagi pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara. Akibat krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1997 sampai sekarang menyebabkan kemampuan pemerintah untuk memberikan subsidi kepada pelayanan kesehatan khususnya rumah sakit semakin terbatas. Terbatasnya subsidi tersebut menyebabkan RSUD Argamakmur mengalami kesulitan dalam pengelolaan dan pembiayaan keuangannya. Instalasi laboratorium yang berfungsi sebagai penunjang medis, pendukung fungsi rujukan rumah sakit dan pusat pendapatan (revenue censer) merupakan salah satu unit pelayanan kesehatan yang paling terkena dampak pennasalahan keuangan tersebut. Untuk mengatasi permasalahan tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara memberikan peluang kepada RSUD Argamakmur untuk menjadi unit swadana. Berkenaan dengan itu rumah sakit diminta untuk melakukan persiapan-persiapan dimana salah satunya adalah perbaikan pola tarif. Permasalahannya adalah belum pernah dilakukan analisis biaya di Instalasi Laboratorium RSUD Argamakmur, sehingga tarif yang berlaku belum diketahui apakah sesuai dengan biaya satuan (unit cost). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pemeriksaan per jenis pemeriksaan laboratoriuan masih rendah (rata-rata 19,2%). Tarif yang berlaku saat ini lebih rendah daripada biaya satuan, dimana biaya satuan aktual rata-rata lebih tinggi 261% dan biaya satuan normatif rata-rata lebih tinggi 182% per jenis pemeriksaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh alternatif tarif yang rasional untuk 12 jenis pemeriksaan laboratoriuin di Instalasi Laboratorium RSUD Argamakmur sebagai berikut. Pertama, alternatif tarif dengan subsidi biaya tetap (fixed cost) dan gaji, ditujukan bagi tarif pelayanan kelas III, akan terjadi peningkatan tarif rata-rata sebesar 88, 7% per jenis pemeriksaan. Kedua, alternatif tarif dengan subsidi biaya tetap (fixed cont) dan gaji dengan kebijakan subsidi silang, ditujukan bagi tarif pelayanan kelas El, I, WP, akan terjadi peningkatan tarif rata-rata sebesar 143,34% per jenis pemeriksaan dari tarif yang berlaku saat ini. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi RSUD Argamalunur untuk melakukan penyesuaian tarif di Instalasi Laboratoriumnya.

Rational Pricing Analysis For Laboratory Examination in Argamakmur General District Hospital North Bengkulu 2001Argamakmur General District Hospital is the only Government Hospital Type C and referral hospital for Region of North Bengkulu District. Since economic crisis in 1997 Government prosided only limited subsidy for health services including for hospital. Limited subsidy caused Argamakmur General District Hospital faced the difficulties to operate and support the activities. Laboratory unit with its function to support medical services, ancillary service for referral hospital and revenue center has gotten his impact due to this financial problem. To overcome that problem the Regional Government of North Bengkulu has given the Argamakmur District Hospital an opportunity to be converted as autonomous hospital. The hospital should have preparatory activities, including price setting, The problem. is there is no cost analysis on Laboratory Unit. yet price was set up without considering the unit cost of services. This study was an operational study using cost analysis approach for clinical laboratory examination activities in Argamakmur General District Hospital; the study used Activity Based Costing method. The study showed that total output for each examination were still low (49,2% on average). Current price was lower than unit cost where actual unit cost was higher 262% than the price and normative unit cost was 182% higher current price. The study showed that rational pricing for 12 laboratory examinations were. as followed. First, alternative price with subsidy faced cost and salary was set up for class III wards. Therefore, average price will increase 88,72% for each examination. Secondly alternative price with subsidy for fixed cost and salary implicitly includes cross subsidy was setup for class II, I and VIP wards in general average price will increase 143,34% for each examination. Findings of the study are expected to be implemented for Argamakmur General District Hospital to adjust the current price at laboratory unit.
Read More
B-574
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gandhi Zaihan; Pembimbing: Adang Bachtiar
Abstrak:
Menghadapi arus globalisasi dunia saat ini, telah menyebabkan meningkatnya kompetisi disektor kesehatan. Untuk menghadapi persaingan tersebut maka rumah sakit, baik rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta harus mampu mengobah paradigma lama yaitu pelayanan yang berorientasi dokter ke pelayanan yang berorientasi pelanggan. Sehubungan dengan itu maka rumah sakit harus selalu berusaha untuk meningkatkan mutu pelayanannya kepada setiap pelanggan, baik pelanggan internal maupun pelanggan ektemal. Salah satu Cara untuk mengetahui mutu pelayanan adalah dengan mengukur kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan yang rendah menunjukkan mutu pelayanan yang rendah pula. Kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah karakteristik pelanggan itu sandiri. Sampai saat ini belum ada instrumen yang baku untuk mengukur kepuasan. Dalam penelitian ini peneliti mencoba membuat instrumen berupa kuesioner, yang selanjutnya digunakan untuk melihat gambaran tingkat kepuasan responden terhadap mutu pelayanan di instalasi rawat jalan poliklinik spesialis anak RSU Palembang BARI. Selain hal tersebut, penelitian bertujuan juga untuk melihat hubungan antara tingkat kepuasan responden dengan karakteristik responden. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif, cross sectional study dengan total populasi 100 responden yang berobat pada bulan November - Desember 2002 di instalasi rawat jalan poliklinik spesialis anak RSU Palembang BARI. Diinensi pelayanan yang digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan adalah: tangible, reliability, responsiveness, assurance, emphaty. Karakteristik responden yang akan diteliti hubungannya dengan kepuasan adalah: umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, sumber biaya, jarak tempat tinggal pelanggan dengan rumah sakit. Data yang terkumpul dianalisis secara univariat, bivariat, analisis bivariat menggunakan uji chi-.square. Pada penelitian ini didapatkan hasil suatu instrumen yang valid dan reliabel, dengan nilai corrected item total correlation > 0,6 dan nilai alpha 0,9883. Pada analisis univariat didapatkan basil responden yang puas sebesar 48% dan responden yang tidak puas adalah 52%, sedangkan pada basil analisis bivariat didapatkan bahwa karakteristik responden yang berhubungan dengan tingkat kepuasan adalah karakteristik pendidikan.

The on going world globalization has been increasingly affecting the number of competition in the health sector. To face this competition a hospital whether it is a government hospital or the private one has to change the old paradigm that is, from doctor oriented to a customer oriented. Still related to that idea, a hospital has to try to increase the quality of their services to every customer, whether it is internal customer or external customers. One of the way to find out the quality of services is by examine customer satisfaction. Decreasing the customer satisfaction shows that the services quality is low customer satisfaction is affected by many factors, one of it, is the customers characteristics it self. To now there is no standard instrument to examine customer satisfaction in this research, the sort questionnaire, as an instrument which is used to explorer the level of customer satisfaction. Due to the services quality of general hospital Palembang BARI children specialist polyclinics medical treatment installation. In additional this research is also made to see the correlation of the customers characteristic and the customer satisfaction level. The type of research is quantitative and qualitative, cross sectional methods. Total sample of 100 respondents who are in hospitalization installation on November - December 2002 in general hospital Palembang BARI children specialist clinic medical treatment installation. The services dimension which is used to examine the customer satisfaction level is tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy. Customers characteristics which are going to be examined in relation to the satisfaction are age, sex, education, occupation, salary, cost resources, and the distance from the customer living place to the hospital. The data which are collected, are analyzed by univariat, bivariat statistics . Bivariat analysis used Chi-square. In this research a valid and reliable instrument was invented where corrected item total correlation > 0.6 dan alpha is 0.9883, with customer satisfaction level of 48% and the unsatisfied customer number is 52%. The high correlated variable to costumer satisfaction is education level.
Read More
B-668
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lasma Evy Lani; Pembimbing: Ronnie Rivany
B-676
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Galuh Katrinnadara; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Mieke Savitri, Wachyu Sulistiadi, Dini Siti Hudayani, Budi Hartono
Abstrak:

Rumah Sakit memiliki fungsi sosial dan fungsi ekonomi. Dalam menjalankan fungsi sosialnya rumah sakit berkewajiban memberikan pelayanan kepada semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Dalam menjalankan fungsi ekonominya, rumah sakit membutuhkan cashflow yang sehat untuk dapat membiayai operasionalnya. Sehingga rumah sakit dituntut untuk meningkatkan pendapatan sekaligus melakukan efesiensi agar tercapai margin yang optimal dengan tarif yang terjangkau oleh masyarakat. Rumah Sakit Islam Bogor selama ini belum pernah melakukan analisa biaya, sehingga penetapan tarif belum berdasarkan pada biaya satuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui total biaya di Kelas I Mina , jumlah kegiatan di Kelas I Mina, biaya satuan aktual dan normatif di Kelas I Mina, CRR di Kelas IMina, ATP dan tarif rumah sakit pesaing. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan metode analisa biaya yang digunakan adalah metode Double Distribution untuk menghitung biaya satuan. Data yang diperlukan adalah data sekunder. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa total biaya di Kelas I Mina adalah Rp.352.428.437 dengan jumlah kegiatan (LHR) 826, biaya satuan aktual sebesar Rp 426.689 dan biaya satuan normatif Rp.251.828.CRR aktual 68% dan CRR normatif 115%. Bila dibandingkan dengan tarif pesaing, terlihat tarif yang berlaku saat ini di Kelas I Mina cukup rendah, sehingga rumah sakit ini masih mempunyai kesempatan untuk menaikan tarif. Dengan tarif awal Rp.290.000, kemampuan membayar masyarakat di Kab.Bogor sebanyak 55% dan di Kotamadya Bogor 65%.  Bila dilihat dari tarif rumah sakit pesaing pada Kelas I, maka tarif yang digunakan sebagai pembanding dalam pembuatan simulasi tarif adalah Rp.400.000. Usulan tarif yang digunakan dalam penetapan tarif adalah Rp.390.000 dengan CRR yang sudah mengalami peningkatan dari tarif awal yaitu 91%. dan kemampuan membayar masyarakat di Kab. Bogor sebanyak 35% dan di Kotamadya Bogor 50%. Hasil penelitian ini diharapkan merupakan informasi awal dan dapat ditindaklanjuti oleh Rumah Sakit Islam Bogor dalam melakukan analisa biaya satuan dan penetapan tarif untuk unit produksi lainnya, sehingga efektivitas dan efesiensi dapat berjalan dengan baik. Daftar Pustaka :   45  (1986 – 2010)


 

Hospital has a functioning social and economic functions. In carrying out its social functions hospitals are obliged to provide services to all segments of society without exception. In carrying out its economic functions, the hospital requires a healthy cash flow to finance its operations. So that hospitals are required to increase income and efficiency in order to achieve optimal margins at rates affordable by the community. Bogor Islamic Hospital there has not yet been analyzing the cost, so that tariffs have not been based on unit costs. The research  was conducted to determine the total cost of the Class I Mina, the number of activities in Class I Mina, the actual unit costs and normative in Class I Mina, CRR in Class I Mina, ATP and rates hospital competitors. This study is a case study with a quantitative approach, using cost analysis method used is the Double Distribution method for calculating the unit cost. Necessary data is secondary data. The results showed that the total cost of the Class I Mina is Rp.352.428.437 by the number of activities (LHR) 826, the actual unit cost of Rp 426,689 and the normative Rp.251.828.CRR actual unit costs 68% and 115% CRR normative. When compared with competitors' rates, visible current rates in Class I Mina quite low, so that the hospital still has a chance to raise rates. With the initial tariff Rp.290.000, the ability to pay people in Kab.Bogor by 55% and 65% in Kotamadya Bogor. When viewed from the hospital fare competitors in Class I, then the tariff is used as a comparison in the manufacturing simulation rate is 400,000. The proposed tariffs are used in the determination of tariff is Rp.390.000 with CRR already increased from the initial rate of 91%. and ability to pay people in Kab. Bogor as much as 35% and 50% in Kotamadya Bogor. The results of this study is preliminary information and is expected to be acted upon by the Islamic Hospital in Bogor conduct unit cost analysis and tariff setting for another production unit, so the effectiveness and efficiency can be run properly. References    :  45  (1986 - 2010)

Read More
B-1327
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tetyana Madjid; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Purnawan Junadi, Wahyu Sulistiadi, Safaruddin
B-1930
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Susilawati Budiono; Pembimbing: Prastuti Chusnun Soewondo
B-454
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yenny Nariswari Harumansyah; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Puput Oktamianti, Hasri Dinirianti, Gafar Hartatiyanto
Abstrak: Penelitian ini menganalisis pemulangan pasien rawat inap. Tujuan dilakukannyapenelitian ini adalah untuk mengetahui lama waktu yang dibutuhkan dalamrangkaian proses pemulangan pasien serta mengidentifikasi kendala dan hambatanyang terjadi pada tiap tahapannya. Penelitian ini dilihat dari aspek input, proses,output. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Seluruh data yangada dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi secara langsung, wawancaramendalam serta telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkanbahwa rata-ratalama waktu yang dibutuhkan dalam proses pemulangan pasien rawat inap adalah159 menit (>2jam). hal ini melebihi standar waktu yang ditetapkan yaitu 120 menit.Proses terlama terdapat pada tahapan penerbitan slip tagihan oleh penata rekeningkepada keluarga pasien. Proses penyelesaian administrasi pasien rawat inapdipengaruhi oleh SDM, SOP, sarana, kebijakan yang berlaku di rumah sakit.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah waktu yang dibutuhkan untuk prosespemulangan pasien rawat inap masih termasuk kategori lama yaitu > 2 jam.Kata kunci : alur pemulangan, rawat inap, lama waktu, kendala.Jumlah referensi : 57 ( 1997-2015)
This study analyzed about discharge process for home-hospitalized patient. Thisstudy is conducted to find the time rates of discharge process cycle and obstacles inevery step. This study also describe the process from different perspective such asinput, process and output. Type of the study is qualitative study. Data of the studywere collected from direct observation, in-depth interview, document analysis. Theresult of this study shows that the average time rate of discharge process of home-hospitalized patient was 159 minutes (>2 hours). This result is longer than thestandard discharge time (120 minutes). This result was influenced by many factors,such as human resources, standard operational procedure, infrastructure, policy ofthe hospital. In inclusion, time rate for discharge process of home-hospitalizedpatient is still categorized as long-awaited time which is more than 2 hours.Keyword : discharge process, hospitalization, time, obstaclesReferences : 57 ( 1997-2015).
Read More
B-1760
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive