Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41569 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Shania Ayunda Muthia Kanza Salshabilah; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Khaterina Kristina Manurung
Abstrak:

Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis yang menimbulkan beban signifikan terhadap sistem pembiayaan kesehatan, terutama dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penyakit ini memerlukan perawatan jangka panjang dan rawan kekambuhan, sehingga berkontribusi terhadap tingginya angka kunjungan dan pembiayaan di fasilitas kesehatan, khususnya pada layanan rujukan. Tujuan: Mengetahui besarnya biaya pelayanan kesehatan peserta JKN dengan skizofrenia dan faktor-faktor yang berhubungan dengan biaya tersebut. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder BPJS Kesehatan tahun 2024. Sampel terdiri dari 1.597 peserta aktif JKN dengan diagnosis skizofrenia selama satu tahun. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan SPSS versi 25. Hasil: Total biaya pelayanan mencapai Rp16.896.391.354. Rata-rata biaya rawat jalan Rp314.929 dan rawat inap Rp5.050.107. Biaya signifikan dipengaruhi oleh usia, hubungan keluarga, kelas hak rawat, segmentasi peserta, wilayah kepesertaan, jenis dan kepemilikan FKTP/FKRTL, kunjungan ke FKTP, dan tipe FKRTL. Kesimpulan: Skizofrenia memberikan beban biaya tinggi pada JKN. Diperlukan pembiayaan berbasis kebutuhan serta penguatan layanan jiwa di tingkat primer dan komunitas untuk efisiensi sistem.




Background: Schizophrenia is a chronic mental disorder that poses a significant  burden on the healthcare financing system, particularly within Indonesia’s  National Health Insurance (JKN) program. The condition requires longterm care  and is prone to relapse, contributing to high healthcare utilization and costs,  especially at referral level facilities. Objective: To determine the total healthcare  costs for JKN participants diagnosed with schizophrenia and to identify factors  associated with those costs. Methods: This quantitative study employed a crosssectional design using secondary data from BPJS Kesehatan (Indonesia’s Social  Health Insurance) for the year 2024. The sample consisted of 1.597 active JKN  participants diagnosed with schizophrenia over a 12 month period. Data were  analyzed using univariate and bivariate techniques in SPSS version 25. Results: The total healthcare cost amounted to IDR 16.896.391.354. The average outpatient  cost was IDR 314.929, while the average inpatient cost was IDR 5.050.107. Factors  significantly associated with higher costs included age, family relationship status,  treatment class, participant segmentation, region of enrollment, type and  ownership of primary and referral healthcare facilities (FKTP/FKRTL), number of  visits to primary care, and type of referral facility. Conclusion: Schizophrenia  places a substantial financial burden on the JKN system. A need-based financing  approach and strengthened mental health services at the primary and community  levels are essential to improving efficiency and sustainability.

Read More
S-12059
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Joan Nita Diati; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Ede Surya Darmawan, Adang Bachtiar
Abstrak:
Gizi yang baik berperan penting dalam kesehatan dan perkembangan kognitif individu, terutama pada usia anak-anak dan remaja. Permasalahan gizi masih menjadi tantangan utama di Indonesia sehingga pemerintah meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan status gizi pada kelompok rentan, dengan jumlah penerima manfaat terbesar yaitu peserta didik. Program ini dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia, dengan salah satu wilayah yang sudah mendapatkan manfaat program tersebut di tahapan awal program tersebut diresmikan adalah Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Namun, implementasi program ini menghadapi tantangan seperti ditemukan keluhan terkait makanan bergizi gratis yang disajikan yang mana dapat mempengaruhi kepuasan siswa. Kepuasan dapat digunakan sebagai alat ukur untuk melihat keberhasilan program. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan siswa yang dilihat dari keempat aspek pelaksanaan program MBG dan karakteristik siswa. Variabel independen yang diteliti meliputi empat aspek program MBG: kualitas makanan, kuantitas makanan, proses penyajian, dan pengaturan waktu serta dua karakteristik siswa: usia, dan jenis kelamin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kualitas makanan (p=0,000), kuantitas makanan (p=0,018), proses penyajian (p=0,000), dan pengaturan waktu (p=0,018) memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan siswa sedangkan pada variabel usia (p=0,434) dan jenis kelamin (p=1,000) tidak memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan siswa. Penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi pada komponen yang memerlukan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas program sehingga tujuan dari program dapat tercapai.


Good nutrition plays an important role in the health and cognitive development of individuals, especially in children and adolescents. Nutritional problems are still a major challenge in Indonesia, prompting the government launched the Free Nutritious Meal Program (MBG) to improve the nutritional status of vulnerable groups, with students being the largest group of beneficiaries. This program is being implemented in stages throughout Indonesia, with one of the areas that has benefited from the program in the early stages is Palmerah District, West Jakarta. However, the implementation of this program faces challenges such as complaints regarding the free nutritious food served which can affect student satisfaction. Satisfaction can be used as a measuring tool to see the success of the program. This study aims to determine student satisfaction seen from the four aspects of the implementation of the MBG program and student characteristics. The independent variables studied include four aspects of the MBG program: food quality, food quantity, serving process, and time management and two student characteristics: age and gender. The study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The results showed that the variables of food quality (p = 0.000), food quantity (p = 0.018), serving process (p = 0.000), and time management (p = 0.018) had a significant relationship with student satisfaction while the variables of age (p = 0.434) and gender (p = 1.000) did not have a significant relationship with student satisfaction. This study provides several recommendations on components that require improvement to increase program effectiveness so that program objectives can be achieved.
Read More
S-12019
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Natasya Adi Putri; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Adhika Putra Marsaban
Abstrak:
Latar Belakang: Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit pelayanan rumah sakit dengan tingkat kompleksitas tinggi yang dituntut memberikan pelayanan cepat dan tepat. Kepadatan pasien, lamanya waktu tunggu, serta keterbatasan sumber daya dapat memengaruhi mutu pelayanan yang dirasakan, sehingga pengalaman pasien menjadi indikator penting dalam menilai mutu pelayanan IGD secara menyeluruh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan patient experience di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Pusat Pertamina Tahun 2025. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan dari pasien IGD Rumah Sakit Pusat Pertamina menggunakan instrumen Emergency Department Patient-Reported Experience Measure (ED PREM) yang mencakup empat dimensi utama. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk menilai hubungan karakteristik pasien dengan pengalaman pasien. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pasien di IGD Rumah Sakit Pusat Pertamina secara umum berada pada kategori sangat baik. Faktor usia, length of Emergency Department stay, tujuan kepulangan, dan jenis pembayaran memiliki hubungan dengan pengalam pasien, sedangkan jenis kelamin, cara dan waktu kedatangan pasien tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Pembahasan: Hubungan antara usia dan patient experience menunjukkan adanya perbedaan persepsi pelayanan berdasarkan karakteristik demografis pasien. Length of Emergency Department stay berperan penting dalam membentuk pengalaman pasien, khususnya terkait kenyamanan dan ketepatan waktu pelayanan. Tujuan kepulangan mencerminkan kompleksitas proses perawatan yang diterima pasien, sementara jenis pembayaran menunjukkan bahwa aspek administrasi dan rasa aman finansial turut memengaruhi pengalaman pasien. Tidak ditemukannya hubungan pada jenis kelamin, cara dan waktu kedatangan mengindikasikan bahwa pelayanan IGD diberikan secara relatif merata. Kesimpulan: Patient experience di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Pusat Pertamina Tahun 2025 berada pada kategori sangat baik. Usia, length of Emergency Department stay, tujuan kepulangan, dan jenis pembayaran berhubungan dengan patient experience, sedangkan jenis kelamin, cara, dan waktu kedatangan tidak berhubungan secara signifikan. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya memperhatikan karakteristik pasien dan proses pelayanan dalam upaya peningkatan mutu pelayanan IGD yang berorientasi pada pasien.

Background: The Emergency Department (ED) is a hospital service unit with a high level of complexity that requires rapid and appropriate care. Conditions such as patient overcrowding, prolonged waiting times, and limited resources may affect the perceived quality of care. Therefore, patient experience is an important indicator for evaluating the overall quality of Emergency Department services. Objective: This study aimed to identify factors associated with patient experience in the Emergency Department of Pertamina Central Hospital in 2025. Methods: This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. Data were collected from patients receiving care in the Emergency Department of Pertamina Central Hospital using the Emergency Department Patient-Reported Experience Measure (ED PREM), which assesses four main dimensions of patient experience. Data analysis was conducted using univariate analysis to describe patient characteristics and bivariate analysis to examine the association between patient characteristics and patient experience. Results: The results showed that overall patient experience in the Emergency Department of Pertamina Central Hospital was categorized as very good. Age, length of Emergency Department stay, discharge destination, and type of payment were significantly associated with patient experience. In contrast, sex, mode of arrival, and time of patient arrival were not significantly associated. Conclusion: Patient experience in the Emergency Department of Pertamina Central Hospital in 2025 was generally very good. Factors related to patient characteristics and care processes were associated with patient experience, highlighting the
Read More
S-12205
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lianaria Boru Sagala; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Dwi Gayatri, Hermansyah
S-7403
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nawawi; Pembimbing: Amila Megraini; Penguji: Adang Bachtiar, Siti Hajar
S-4095
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shelvia Nova; Pembimbing: Ayuningtyas, Dumilah; Hutabarat, Marjoni
L-205
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S1 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah Hidayati; Pembimbing: Hidayat, Budi; Prihmaningtyas, Yuditha Endah
L-204
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S1 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dudung Abdul Malik; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Anhari Achadi, Wahyu Sulistiadi, Ade Saprudin, Ucup Supriatna
Abstrak: Program BOK di Kabupaten Kuningan meningkatan dana operasional Puskesmas tahun 2011 dan 2012 menjadi 2 kali lipat, tetapi hal tersebut tidak berbanding positif dengan pencapaian cakupan indikator SPM bidang kesehatan. Ini mengindikasikan bahwa implementasi program BOK di Puskesmas Kabupaten Kuningan belum berjalan sesuai harapan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan BOK di Puskesmas Kabupaten Kuningan berdasarkan variabel kondisi lingkungan, hubungan antar organisasi, sumber daya organisasi, serta karakteristik dan kapabilitas instansi pelaksana.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan dilakukan antara Bulan Maret-April 2013 berlokasi di 4 Puskesmas dan Dinas Kesehatan dengan jumlah informan 23 orang. Pelaksanaan BOK di Kabupaten Kuningan tahun 2011-2012 memberikan banyak manfaat kepada Puskesmas khususnya operasional kegiatan preventif dan promotif. Tetapi ini tidak berpengaruh positif terhadap pencapaian SPM bidang kesehatan. SPM cenderung menurun dan item tidak mencapai target cenderung meningkat.

BOK programs in Kuningan District to improve operational funds of public health centers in 2011 and 2012 to 2-fold, but it is not comparable positive with the achievement coverage of health SPM indicators. This indicates that the implementation of BOK programs in public health centers of Kuningan District has not run as expected. The purpose of this study to analyze the factors that influence implementation of the BOK policy in public health centers of Kuningan District, based on variable environmental conditions, inter-organizational relationships, organizational resources, as well as the characteristics and capabilities of executing agencies.

This study uses a qualitative method and conducted between March-April 2013 and is located at 4 public health centers with the Health Department informant number 23. Implementation of BOK programs in Kuningan district in 2011-2012 provides many benefits to the public health center especially operational to preventive and to promotive activities. But this is not a positive influence on the achievement in health SPM. SPM tends to decrease and the item does not reach the target is likely to increase.
Read More
T-3930
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Runiningsih; Pembimbing: Rijadi, Suprijanto; Hasyim, Salma
Abstrak: .
Read More
L-211
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S1 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive