Ditemukan 35624 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Riska Farina Amalial Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Wiwik Sukma Widyaningsih
S-8187
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hamzah Muhammad Mardi Putra; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, H. M. Sarjono
Abstrak:
International Diabetes Federation pada tahun 2013 menyatakan bahwa Indonesia termasuk 10 besar penderita diabetes di dunia dan diperkirakan akan mengalami peningkatan yang pesat. 55% dari penderita diabetes belum mengetahui bahwamereka terkena diabetes. Prevalensi diabetes mellitus terbesar berdasarkan provinsi berada di DKI Jakarta dengan 2,6%. Puskesmas Pasar Rebo berada diDKI Jakarta yang merupakan provinsi dengan prevalensi diabetes tertinggi diIndonesia menurut provinsi. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor risikoyang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo tahun 2014. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kuantitatif dengan metode case control. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 80 orang dengan 40 kasus dan 40 kontrol. Variabel Independen dalam penelitian ini adalah faktor umur, pendidikan, pekerjaan, tekanan darah, status gizi, kebiasaan merokok, riwayat DM pada keluarga, pola konsumsi buah dan sayur, pola konsumsi makanan tinggi gula, dan aktivitas fisik. Variabel dependen adalah diabetes mellitus. Data dikumpulkan pada bulan Maret 2014 menggunakan data primer. Faktor risiko yang bermakna adalah umur (OR=3,4 nilai p=0,04),pekerjaan (OR=3,5 nilai p=0,01), dan status gizi (OR=5,12 nilai p=0,004).Kata Kunci: Diabetes mellitus, faktor risiko, kasus kontrol
International Diabetes Federation in 2013 states that Indonesia including 10diabetics in the world and is expected to increase rapidly. 55% of people withdiabetes do not know that they are affected by diabetes mellitus.Prevalensi largestprovince were based in Jakarta with 2.6%. Pasar Rebo Public Health Centerlocated in Jakarta, is a province of Indonesia highest diabetes prevalence byprovince. This thesis aims to determine the risk factors associated with theincidence of diabetes mellitus in Pasar Rebo Public Health Center in 2014. Studydesign used was a quantitative study with case-control methods. The number ofsamples in this study were 80 people with 40 cases and 40 controls. Independentvariables in this study are the factors of age, education, occupation, bloodpressure, nutritional status, smoking habits, family history of diabetes, the patternof consumption of fruits and vegetables, foods high in sugar consumptionpatterns, and physical activity. The dependent variable is diabetes mellitus. Datawere collected in March 2014, using primary data. Significant risk factors wereage (OR = 3.4 p = 0.04), employment (OR = 3.5 p = 0.01), and nutritional status(OR = 5.12 p = 0.004).Keywords: Diabetes mellitus, risk factors, case control
Read More
International Diabetes Federation in 2013 states that Indonesia including 10diabetics in the world and is expected to increase rapidly. 55% of people withdiabetes do not know that they are affected by diabetes mellitus.Prevalensi largestprovince were based in Jakarta with 2.6%. Pasar Rebo Public Health Centerlocated in Jakarta, is a province of Indonesia highest diabetes prevalence byprovince. This thesis aims to determine the risk factors associated with theincidence of diabetes mellitus in Pasar Rebo Public Health Center in 2014. Studydesign used was a quantitative study with case-control methods. The number ofsamples in this study were 80 people with 40 cases and 40 controls. Independentvariables in this study are the factors of age, education, occupation, bloodpressure, nutritional status, smoking habits, family history of diabetes, the patternof consumption of fruits and vegetables, foods high in sugar consumptionpatterns, and physical activity. The dependent variable is diabetes mellitus. Datawere collected in March 2014, using primary data. Significant risk factors wereage (OR = 3.4 p = 0.04), employment (OR = 3.5 p = 0.01), and nutritional status(OR = 5.12 p = 0.004).Keywords: Diabetes mellitus, risk factors, case control
S-8284
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sumiati; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Ratna Djuwita, Jhon Marbun, Yulida Nur Adinda
T-4082
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dwi Suciaty Purnama; Pembimbing: Nurhayati A. Prihartono; Penguji: Yovsyah; Pujiastuti
S-7935
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ridwan Febryanto Syahputra; Pembimbing: Yovsya; Penguji: Ratna Djuwita, Chitra Rasjmi
S-6212
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Setya Thamarina; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Diana Magdalena Pakpahan
S-9020
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Geby Hasanah Jorgy; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Yovsyah, Punto Dewo
Abstrak:
Diabetes melitus adalah penyakit metabolisme yang merupakan suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang karena adanya peningkatan kadar glukosa darah di atas nilai normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 pada wanita dewasa di daerah perkotaan di Indonesia tahun 2013. Penelitian ini menggunakan data sekunder Riskesdas 2013 dengan desain studi cross sectional. Sampel adalah wanita dewasa di daerah perkotaan yang tidak hamil dan memiliki kelengkapan data sebanyak 122.880 responden. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi DM berdasarkan diagnosis dan gejala sebesar 2.2 % dan menemukan bahwa prevalensi DM tertinggi berada pada faktor risiko, seperti umur ≥ 45 tahun (5.2%), pendidikan rendah (3.1%), tidak bekerja (2.3%), status cerai (3.6%), aktfitas cukup (2.2%), mantan perokok (4%), jarang makan manis (3.8%) dan berlemak (2.3%), obesitas (2.9%), obesitas sentral (2.9%), dan hipertensi (7.6%). Faktor risiko DM yang memiliki hubungan paling dominan adalah umur ≥ 45 tahun (POR : 9.24; 95 % CI 7.69-11.1), status cerai (POR : 5.95; 95 % CI 4.85-7.30), dan hipertensi (POR : 5.10; 95 % CI 4.70-5.54). Untuk itu, perlu diadakan sosialisasi untuk program deteksi dini faktor risiko DM, serta perlunya kesadaran diri untuk cek gula darah secara teratur untuk wanita dewasa di daerah perkotaan.
Diabetes mellitus is a metabolic disease which is a collection of symptoms that occur due to an increase in blood sugar levels above normal. This study aims to determine the risk factors assosiated with type 2 diabetes mellitus in adult women in urban areas. This study used a data from Riskesdas 2013 and using cross sectional as design study. Samples were adult women above 18 living in urban areas who are nor pregnant and has complete data. Result shows the prevalence of DM that based on diagnosis and symptoms is 2.2 % and the risk factors with highest prevalence of diabetes are age ≥ 45 (5.2%), low educated (3.1%), umemployed (2.3%), divorced (3.6%), enough activity (2.2%), former smokers (4%), rarely eat sweets (3.8%) and fatty foods (2.3%), obese (2.9%), central obese (2.9%), and hypertension (7.6%). The risk factors that highly associated are age ≥ 45 (POR : 9.24; 95 % CI 7.69-11.1), divorce (POR : 5.95; 95 % CI 4.85-7.30), and hypertension (POR : 5.10; 95 % CI 4.70-5.54). Therefor, screening for DM and self-awareness to check the blood sugar level are s strongly recommended among adult women in urban areas.
Read More
S-8806
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hapizatul Mardhiah; Pembimbing: Bungsu Putri; Penguji: Helda, Ananda
Abstrak:
Diabetes melitus merupakan penyakit kronik serius yang menyebabkan masalah kesehatan masyarakat. Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolisme yang merupakan suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang karena adanya peningkatan kadar glukosa darah diatas nilai normal. Prevalensi global diabetes meningkat 2 kali lipat sejak tahun 1980 dari 4.7% menjadi 8.5%. Kejadian diabetes melitus di DKI Jakarta dari tahun ke tahun terus meningkat, bahkan pada tahun 2018 DKI Jakarta merupakan provinsi tertinggi dengan kejadian diabetes melitus di Indonesia yaitu sebesar 3.4%, dimana kejadian diabetes melitus di DKI Jakarta melebihi angka nasional yaitu 2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, uji statistik menggunakan chi square untuk meihat prediktif faktor yang berhubunagn dengan diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari program skirining Faktor Risiko PTM berbasis Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU) Penyakit Tidak Menular (PTM) Dinas Kesehatan DKI Jakarta tahun 2018. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara umur (POR 6.6 95%CI 6.125-7.151), jenis kelamin (POR 1.5 95%CI 1.411-1.614), tingkat pendidikan (POR 1.6 95%CI 1.549-1.770), riwayat keluarga (POR 18.6 95%CI 17.393-19.954), indeks massa tubuh (POR 2.1 95%CI 2.046-2.356), tekanan darah (POR 5.5 95%CI 5.219-5.942) dan obesitas sentral (POR 2.04 95%CI 1.914-2.188) dengan diabetes melitus. Status merokok bukan merupakan faktor yang berhubungan dengan diabetes melitus
Read More
S-10180
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wafa Rahmatina; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Tiur Febrina Pohan
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Penyakit tidak menular diketahui menjadi penyebab 41 juta kematian di dunia setiap tahunnya. Diabetes merupakan satu dari empat jenis utama penyakit tidak menular di seluruh dunia. Pada tahun 2018, Kota Depok memiliki prevalensi diabetes melitus sebesar 2,17% dan menjadi kabupaten/kota dengan prevalensi diabetes melitus tertinggi kedua di Jawa Barat. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 pada penduduk Kota Depok tahun 2023. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Sistem Informasi Penyakit Tidak Menular (SIPTM) Kota Depok tahun 2023 dan dilakukan analisis univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square. Variabel independen terdiri dari faktor sosiodemografis (usia, jenis kelamin, riwayat diabetes keluarga, obesitas, obesitas sentral, dan hipertensi) serta faktor perilaku (merokok, kurang aktivitas fisik, kurang konsumsi sayur buah, konsumsi alkohol, dan konsumsi gula berlebih). Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya prevalensi diabetes melitus tipe 2 sebesar 21,9% pada penduduk Kota Depok tahun 2023. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 adalah usia > 45 tahun (POR 1,225; 95% CI: 1,197—1,254), jenis kelamin laki-laki (POR 1,379; 95% CI: 1,347—1,411), memiliki riwayat diabetes keluarga (POR 0,297; 95% CI: 0,267—0,330), obesitas (POR 1,524; 95% CI: 1,487—1,562), obesitas sentral (POR 0,908; 95% CI: 0,886—0,930), hipertensi (POR 0,500; 95% CI: 0,488—0,511), merokok (PR 1,289; 95% CI: 1,244—1,335), kurang aktivitas fisik (POR 1,218; 95% CI: 1,189—1,247), kurang konsumsi sayur buah (POR 0,846; 95% CI: 0,812—0,881), dan konsumsi gula berlebih (POR 1,879; 95% CI: 1,828–1,932). Sedangkan, faktor konsumsi alkohol tidak terbukti memiliki hubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2. Kesimpulan: Faktor sosiodemografis dan perilaku terbukti memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan untuk pembuatan program pencegahan dan pengendalian diabetes melitus tipe 2 sehingga dapat menurunkan prevalensi diabetes di Kota Depok.
Background: Non-communicable diseases (NCDs) are known to cause 41 million deaths globally each year. Diabetes is one of the four major types of NCDs worldwide. In 2018, the city of Depok had a diabetes mellitus prevalence of 2.17%, making it the second-highest prevalence of diabetes mellitus in West Java. Objective: To identify the factors associated with type 2 diabetes mellitus among the residents of Depok City in 2023. Methods: This study is a quantitative research with a cross-sectional study design. The data used are secondary data obtained from the Non-Communicable Disease Information System (SIPTM) of Depok City in 2023 and analyzed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. Independent variables include sociodemographic factors (age, gender, family history of diabetes, obesity, central obesity, and hypertension) as well as behavioral factors (smoking, lack of physical activity, insufficient consumption of vegetables and fruits, alcohol consumption, and excessive sugar consumption. Results: This study showed a prevalence of type 2 diabetes mellitus of 21.9% among the residents of Depok City in 2023. The factors associated with the incidence of type 2 diabetes mellitus are age > 45 years (POR 1.225; 95% CI: 1.197—1.254), male gender (POR 1.379; 95% CI: 1.347—1.411), having a family history of diabetes (POR 0.297; 95% CI: 0.267—0.330), obesity (POR 1.524; 95% CI: 1.487—1.562), central obesity (POR 0.908; 95% CI: 0.886—0.930), hypertension (POR 0.500; 95% CI: 0.488—0.511), smoking (POR 1.289; 95% CI: 1.244—1.335), lack of physical activity (POR 1.218; 95% CI: 1.189—1.247), insufficient consumption of vegetables and fruits (PR 0.846; 95% CI: 0.812—0.881), and high sugar consumption (POR 1,879; 95% CI: 1,828–1,932. However, alcohol consumption was not proven to be associated with type 2 diabetes mellitus. Conclusion: Sociodemographic and behavioral factors are significantly associated with type 2 diabetes mellitus. This study is expected to serve as a consideration for the development of prevention and control programs for type 2 diabetes mellitus to reduce the prevalence of diabetes in Depok City.
S-11648
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yeni Sulistyawati Pamungkas; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Renti Mahkota, Herlina Eka Sakti Oktavia
Abstrak:
Read More
Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama dari kebutaan, serangan jantung stroke gagal ginjal dan amputasi kaki. Berdasarkan laporan Riskesdas tahun 2018, prevalensi penyakit diabetes diabetes melitus di Indonesia terjadi peningkatan dari 1,5% di tahun 2013 menjadi 2,0% di tahun 2018 untuk penduduk usia ≥ 15 tahun. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe-2 di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Penelitian menggunakan data sekunder yang diperoleh dari data rekam medis RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo dengan desain studi potong lintang. Sampel penelitian yaitu pasien rawat jalan poliklinik penyakit dalam dan memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian didapatkan bahwa proporsi kejadian diabetes melitus tipe 2 sebesar 43,6%. Faktor risiko yang berhubungan yaitu umur (PR: 6,299, 95% CI: 0,908 ? 41,872) dan kolesterol (PR: 1,772, 95% CI: 1,193 ? 2,631). Dari penelitian ini diperlukan peningkatan kegiatan promotif dan preventif dengan memberikan edukasi pada masyarakat Kabupaten Situbondo mengenai diabetes melitus dan faktor risikonya yang dapat dilakukan oleh pihak Rumah Sakit.
Diabetes Mellitus is a non-communicable disease which is the main cause of blindness, heart attack, stroke, kidney failure and leg amputation. Based on the 2018 Riskesdas report, the prevalence of diabetes mellitus in Indonesia has increased from 1.5% in 2013 to 2.0% in 2018 for people aged ≥ 15 years.. The study aims to determine the factors associated with the incidence of type-2 diabetes mellitus in dr. Abdoer Rahem Situbondo. The study used secondary data obtained from medical record data at RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo with a cross-sectional study design. The research sample was outpatients at the internal medicine polyclinic and met the inclusion criteria. The results showed that the proportion of the incidence of type 2 diabetes mellitus was 43.6%. Associated risk factors are age (PR: 6.299, 95% CI: 0.908 ? 41.872) and cholesterol (PR: 1.772, 95% CI: 1.193 ? 2.631). From this research it is necessary to increase promotive and preventive activities by providing education to the community in Situbondo Regency regarding diabetes mellitus and its risk factors that can be carried out by the Hospital.
S-11179
Depok : FKMUI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
