Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33868 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Muhyi Nur Fitrahanefi; Pembimbing: Zakianis; Penguji: I Made Djaja, Intan Yustiawati
Abstrak: Salah satu upaya untuk menurunkan angka kejadian dan kematian akibat penyakitmenular dan tidak menular adalah dengan menerapkan perilaku gaya hidup sehat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik mahasiswa (umur,jenis kelamin, uang saku, dan fakultas), pengetahuan, dan sikap terhadap perilakugaya hidup sehat mahasiswa S1 Reguler Aktif Universitas Indonesia tahun 2014.Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2014 menggunakan desain studicross-sectional dengan total sampel sebanyak 454 responden dari 13 fakultas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59% responden memiliki perilaku gaya hidup sehatdan 41% memiliki perilaku gaya hidup tidak sehat. Berdasarkan enam variabel,hanya variabel fakultas yang memiliki hubungan bermakna dengan perilaku gaya hidup sehat mahasiswa dengan nilai p 0,000 dan nilai OR 2,45 (CI 95% : 1,63-3,66).
Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku Gaya Hidup Sehat
Undergraduate Student of Universitas Indonesia in 2014Adopting healthy lifestyle behaviour is an effort to reduce the mortality and casenumber from infectious and non-infectious disease. This study aimed to determinethe relationship of student characteristics (age, sex, allowance, and the faculty),knowledge, and attitude toward healthy lifestyle behaviors among undergraduatestudent of University of Indonesia. This study used cross sectional in March 2014which included 454 respondents from 13 faculties. The results showed that 59% ofrespondents have a healthy lifestyle behaviors, and 41% of them do not have it.Based on six variables, only kind of the faculty which has significant relationshipstoward student healthy lifestyle behaviors with p values 0.000 and OR 2.45 (95%CI: 1.63 to 3.66).
Keywords: Knowledge, Attitude, Behaviour Healthy Lifestyle
Read More
S-8226
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Karina Arvianti; Pembimbing: C. Endah Wuryaningsih; Ppenguji: Zarfiel Tafal, Roji Suherman
S-5822
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dina Liastuti Kamal; Pembimbing: Tri Krianto
S-3180
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Izzah Dinillah; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Bambang Wispriyono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Latar Belakang: Penanganan limbah merupakan kegiatan yang meliputi pemilahan dan pengelompokan berdasarkan jenis limbah serta pengumpulan dari sumber limbah ke tempat penampungan sementara lalu ke tempat pembuangan akhir. Limbah masker sekali pakai dapat ditangani dengan mudah, mulai dari pemilahan, pewadahan, disinfeksi dan pelabelan. Pada tahun 2020, jumlah timbulan sampah di Jakarta mencapai 124.740 ton dan sebanyak 860 kilogram limbah masker sekali pakai telah ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku penanganan limbah masker sekali pakai yaitu faktor sosiodemografi (jenis kelamin, status tempat tinggal, besar uang saku), pengetahuan, sikap, keterpaparan media informasi, kebijakan dan peran keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosidemografi, pengetahuan, sikap, keterpaparan media informasi dengan perilaku penanganan limbah masker sekali pakai pada mahasiswa rumpun kesehatan dan non kesehatan di Universitas Indonesia. Metode: Desain studi cross sectional dengan unit analisis mahasiswa Universitas Indonesia tahun angkatan 2019-2022. Data yang digunakan adalah data primer yang diambil menggunakan kuesioner online. Sampel yang diperoleh sebanyak 474 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki perilaku buruk. Hal tersebut disebabkan karena masih banyak responden yang belum melakukan pemilahan, pewadahan dan desinfeksi serta pelabelan. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara keterpaparan media informasi, kebijakan dan peran keluarga dengan perilaku penanganan limbah masker sekali pakai baik pada mahasiswa rumpun kesehatan maupun non kesehatan.

Background: Waste handling is an activity that includes sorting and grouping based on the type of waste and collecting from the source of the waste to a temporary shelter and then to the final disposal site. Disposable mask waste can be handled easily, starting from sorting, containerizing, disinfecting, and labeling. In 2020, the amount of waste generated in Jakarta reached 124,740 tons, and the Jakarta Environment Agency handled as much as 860 kilograms of disposable mask waste. Several factors can influence the behavior of handling disposable mask waste, such as sociodemographic factors (gender, residence status, amount to of pocket money), knowledge, attitudes, exposure to information media, policies, and family role. Objective: This study aims to determine the relationship between sociodemographic factors, knowledge, attitudes, and exposure to information media with the behavior media of handling disposable mask waste among Health and Non-Health Students at the University of Indonesia. Methode: Cross-sectional study design with the unit of analysis of Universitas Indonesia students in the 2019-2022 batch. The data used is primary data taken using an online questionnaire. The sample obtained were 474 respondents. Results: The results showed that most respondents had bad behavior, This is because there are still many respondents who have not done sorting, packaging and disinfection, and labeling. Conclusion: There is a significant relationship between exposure to information media, policies, and family roles with the behavior of handling disposable mask waste in both health and non-health students.
Read More
S-11247
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salsabila Al-Azhar; Pembimbing: Dian Anshari; Penguji: Dian Ayubi, Ika Malika
Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran serta hubungan antara pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan COVID-19 pada mahasiswa S1 reguler Universitas Indonesia dengan menggunakan desain studi cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 415 orang dengan teknik pengambilan sampel, yaitu purposive sampling dan convenience sampling. Pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan COVID-19 diukur menggunakan kuesioner adaptasi dari survei Knowledge, Attitude, and Practices (KAP) terkait COVID-19 secara online menggunakan Google Form.
Read More
S-10856
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Avicenna Inovasanti; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ema Hermawati, Aria Kusuma
Abstrak:
Pandemi COVID-19 meningkatkan kebutuhan dan produksi masker. Hal ini mendatangkan masalah yaitu timbulan sampah masker yang berakhir dilingkungan tanpa dikelola. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan faktor sosiodemografi dengan perilaku mahasiswa dalam pengelolaan limbah masker rumah tangga di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain studi cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner online, yang terdiri dari sosiodemografi, pengetahuan, sikap, dan perilaku responden. Hasil dari penelitian ini adalah mayoritas mahasiswa yang menjadi responden memiliki pengetahuan tinggi (63.3%), sikap positif (52.5%), dan perilaku baik (50.6%). Secara statistik terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dan perilaku (p value-0.022), namun tidak terdapat hubungan bermakna antara sikap dengan perilaku (p value- 0.269). Selain itu, variabel faktor sosiodemografi yang diteliti menunjukkan bahwa adanya hubungan bermakna antara tempat tinggal dengan perilaku (p value-0.008) namun tidak ada hubungan yang bermakna antara usia, jenis kelamin, pendidikan, dan rumpun keilmuan dengan perilaku karena p value>0,05. Analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel tinggal bersama keluarga memiliki pengaruh paling besar terhadap perilaku buruk dengan OR 1.664 (95% CI=1.124-2.464). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah hanya variabel pengetahuan dan tempat tinggal yang memiliki hubungan signifikan dengan perilaku pengelolaan limbah masker di rumah tanggal dengan faktor dominannya yaitu tempat tinggal.

The COVID-19 pandemic has increased the need and production of masks. This creates a problem that lot of mask waste ends up in the environment without being managed. This research was conducted to determine the relationship between knowledge, attitudes, and sociodemographic factors with student behavior in managing household mask waste in DKI Jakarta Province. This study uses a quantitative approach with cross-sectional study design. Data collection was carried out using an online questionnaire, which consisted of the sociodemographic, knowledge, attitudes, and behavior of the respondents. The results of this study were that the majority of students who were respondents had high knowledge (63.3%), positive attitudes (52.5%), and good behavior (50.6%). Statistically, there is a significant relationship between knowledge and behavior (p value-0.022), but there is no significant relationship between attitudes and behavior (p value-0.269). In addition, the sociodemographic factor variables studied showed that there was a significant relationship between place of residence and behavior (p value-0.008) but there was no significant relationship between age, gender, education, and scientific family and behavior because p value> 0.05. Multivariate analysis showed that living with family had the greatest influence on bad behavior with OR 1.664 (95% CI=1.124-2.464). The conclusion in this study is that only the knowledge and place of residence variables have a significant relationship with the behavior of mask waste management at home with the dominant factor, namely place of residence.
Read More
S-11211
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kharizqamir Dwitili Elipen; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Khadijah Azhar
Abstrak:
Pada tanggal 11 Maret 2020, WHO menyatakan wabah novel coronavirus (COVID-19) sebagai pandemi global. Memasuki bulan April tahun 2022, COVID-19 di Indonesia mulai mengalami penurunan angka kasus positif COVID-19. Seiring dengan penurunan angka kasus, pemerintah mulai memberi izin untuk perguruan tinggi dapat melakukan kegiatan secara campuran (hybrid learning) yang memiliki risiko meningkatkan penularan COVID-19 kembali yang dikarenakan faktor perilaku tiap individu dan lingkungan sekitarnya jika masyarakat mulai abai terhadap virus COVID-19. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang bersumber dari perilaku individu, lingkungan sosial masyarkat, dan lingkungan tempat tinggal yang mempengaruhi penularan virus COVID-19. Penelitian ini menggunakan studi cross sectional yang dilakukan pada 216 mahasiswa Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia dipilih secara simple random sampling, menggunakan kuesioner secara online. Data dianalisis dengan uji chi-square dan analisis regresi logistik ganda. Didapatkan hasil sebanyak 48,1% mahasiwa pernah mengalami COVID-19 dan 51,9% mahasiswa tidak penah mengalami COVID-19. Pada variabel penerapan protokol kesehatan, sistem perkuliahan, dan penerapan protokol kesehatan di masyarakat memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian COVID-19. Sedangkan pada variabel keikutsertaan vaksinasi COVID-19, penggunaan transportasi umum, ketersediaan posko satgas COVID-19 di lingkungan tempat tinggal, jumlah penghuni dalam tempat tinggal, dan jenis kawasan tempat tinggal tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian COVID-19. Penerapan protokol kesehatan merupakan variabel yang paling dominan dalam terjadinya paparan COVID-19.

On 11 March 2020, WHO declared the outbreak of the novel coronavirus (COVID-19) a global pandemic. Entering April 2022, COVID-19 in Indonesia began to experience a decrease in the number of positive cases of COVID-19. Along with the decrease in the number of cases, the government has begun to give permission for tertiary institutions to carry out varied activities (hybrid learning), which has the risk of increasing the transmission of COVID-19 again due to the behavior of each individual and the surrounding environment if people start to ignore the COVID-19 virus. This study aimed to determine risk factors originating from individual behavior, the social environment, and the living environment that influence the transmission of the COVID-19 virus. This study used a cross-sectional study conducted on 216 University of Indonesia Health Sciences Cluster students selected by simple random sampling using an online questionnaire. Data were analyzed by chi-square test and multiple logistic regression analysis. The results were that 48.1% of students had experienced COVID-19 and 51.9% had never experienced COVID-19. In the variables of implementing health protocols, the lecture system, and the application of health protocols in the community has a significant relationship to the incidence of COVID-19. Meanwhile, the COVID-19 vaccination participation variable, use of public transportation, the availability of COVID-19 task force posts in the neighborhood, the number of residents in residence, and the type of residential area have no significant relationship with the incidence of COVID-19. Implementation of health protocols is the most dominant variable in exposure to COVID-19.
Read More
S-11203
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mashita Fajri Maysuro; Pembibing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Laila Fitria, Erlina Puspitaloka
Abstrak: Computer vision syndrome (CVS) adalah sindrom yang terjadi karena adanya interaksi mata yang berlebihan dengan komputer. Faktor risiko terkait individu, lingkungan, dan komputer dapat meningkatkan prevalensi CVS dan menyebabkan gejala visual dan ekstraokular pada mata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara faktor risiko individu, komputer, dan lingkungan dengan prevalensi CVS pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 109 mahasiswa reguler Fasilkom UI angkatan 2015-2018. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner online. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Prevalensi CVS diperoleh dari sampel sebanyak 36 mahasiswa (33%). Hasil uji bivariat antara faktor risiko dan CVS diperoleh sebagai berikut, riwayat penyakit mata (p= 0.25 OR= 1.76 CI 95%= 0.76-4.07), penggunaan kacamata (p=0.32 OR= 2.02 CI 95%= 0.71- 3.91), jenis kelamin (p= 1.00 OR= 1.67 CI 95%= 0.45-2.29), postur duduk (p=0.27 OR 0.49 CI 95%= 0.76-3.82), usia (p=0.04 OR= 3.19), lama waktu per penggunaan komputer (p= 0.01 OR=1.76 CI 95%= 0.67-3.39), dan durasi penggunaan komputer per hari (p= 0.41 OR= 4.08 CI 95%= 1.42-11.7). Dapat disimpulkan bahwa faktor risiko yang behubungan secara signifikan terhadap kejadian CVS adalah usia dan lama waktu per penggunaan komputer. Kata kunci: Computer vision syndrome, mahasiswa, faktor risiko
Read More
S-10051
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Danti Anindi T; Pembimbing: Anwar Hassan; Penguji: Dian Ayubi, Jomima Batlajeri
Abstrak: Selain memberikan banyak manfaat, internet juga memiliki dampak salah satunyapada kesehatan, apabila penggunaannya tidak dikontrol dengan bijak. DiIndonesia, perhatian terhadap intensitas akses internet berlebihan masih kurang,sementara banyak penelitian menemukan gejala kecanduan internet sebagai akibatdari penggunaan internet berlebihan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahuihubungan faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat penggunaaninternet pada 100 mahasiswa S1 Reguler di Universitas Indonesia dengan rentangusia 18-25 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data survey menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini adalahtingkat pengeluaran, tingkat pengetahuan, serta pengaruh dari teman sebaya,keluarga, dan fasilitas yang dimiliki berhubungan dengan penggunaan internet responden. Berdasarkan penelitian ini disarankan untuk memberikan informasimengenai adanya dampak penggunaan internet berlebihan kepada masyarakat luaskhususnya remaja dan adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui seberapabesar dampak penggunaan internet berlebihan yang telah dirasakan olehmasyarakat pengakses internet di Indonesia. Kata Kunci : Internet, mahasiswa, dampak negatif, faktor, penggunaan berlebihan
In addition to providing many benefits, the Internet also has an impact on one'shealth, if its use is not controlled wisely. In Indonesia, the attention to theintensity of excessive internet access is still lacking, although many studies havefound symptoms of internet addiction as a result of excessive internet use. Thepurpose of this study was to determine the relationship of predisposing factors,enabling factors, and reinforcing factors internet usage at 100 Regular BachelorDegree Program students at the University of Indonesia with an age range of 18-25 years old. This research is a quantitative survey data collected withquestionnaires. The results of this study is the level of expenditure, the level ofknowledge, as well as the influence of peers, family, and owned facilitiesassociated with the use of the Internet respondents. Based on this study areadvised to provide information about the impact of excessive Internet use to thegeneral public, especially adolescents and the presence of further research todetermine how much impact that excessive internet use has been felt by thecommunity of internet users in Indonesia.Keywords: Internet, student, negative impact, factors, overuse
Read More
S-8513
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Naura Alifia Hidayati; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Hartono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Laboran dan periset merupakan salah satu tenaga pendidik yang memiliki potensi besar mengalami kecelakaan dalam proses uji hingga pemilahan limbah B3 di laboratorium. Pada Tahun 2023, tercatat hanya 36,2% laboran dan periset yang memiliki tingkat pengetahuan memadai. Temuan ini terbukti berpengaruh kepada perilaku laboran dan periset yang diukur dengan menggunakan tingkat kepatuhan. Selain tingkat pengetahuan yang kurang memadai, belum lengkapnya keikutsertaan pelatihan laboran dan periset penanganan limbah B3 dan dasar K3L terbukti berhubungan dengan tingkat kepatuhan. Beberapa temuan ini memperkuat bukti dari penelitian-penelitian sebelumya, bahwa terdapat kaitan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku (knowledge, attitude, practice) terhadap unsur keselamatan, keselamatan kerja, dan lingkungan dalam penanganan limbah B3 di laboratorium di sektor pendidikan rumpun kesehatan dan sains. Hasil penelitian ini diharapkan sebagai dasar untuk menjadi buku panduan bagi laboran dan periset dalam pengurangan dan penanganan limbah B3. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai tingkat kepatuhan laboran dan periset terhadap aspek K3L dalam penanganan limbah B3 di laboratorium sektor pendidikan pendidikan rumpun kesehatan dan sains Universitas Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengisian angket/kuesioner pada periset dan laboran dan dianalisis menggunakan uji Kai-Kuadrat.

Laboratory assistants and researchers are among the educators who have a high potential for accidents in the handling process or sorting hazardous waste in the laboratory. In 2023, only 36.2% of laboratory assistants and researchers have an adequate level of knowledge. This finding has proven to have an effect on the behavior of laboratory assistants and researchers, as measured by the level of adherence. In addition to an inadequate level of knowledge, incomplete participation in the training of laboratory assistants and researchers for handling hazardous waste and basic HSE has been shown to be related to the level of compliance. Some of these findings reinforce evidence from previous studies, that there is a link between knowledge, attitude, and practice towards the elements of safety, occupational safety, and the environment in handling hazardous waste in laboratories in the education sector in the health and science cluster. It is hoped that the results of this research will serve as the basis for laboratory assistants and researchers on reducing and handling hazardous waste. The purpose of this study was to assess the level of compliance of laboratory assistants and researchers with regard to HSE aspects in handling hazardous waste in the education sector laboratory in the health and science cluster, Universitas Indonesia. This study used a cross-sectional design. Data collection was carried out by interviewing and filling out questionnaires for researchers and laboratory assistants, and the data was analyzed using the Kai-Square test.
Read More
S-11287
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive