Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37216 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Auryn Carissa Chrestella; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty, Amila Megraini, Budi Hartono, Mira Roziati Dahlan
B-1637
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mastika Talib; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Mardiati Nadjib, Amal Chalik Sjaaf, Lony Novita, Trisna B. Widjayanti
Abstrak: Sistem pembayaran prospektif dengan paket INA-CBGs pada pasien JKN menuntut rumah sakit agar dapat melakukan kendali biaya dan kendali mutu. Penelitian ini bertujuan untuk menilai upaya kendali biaya dan kendali mutu di RS MH Thamrin Salemba. Penelitian dilakukan pada kasus Demam Berdarah Dengue periode Januari-Maret 2017 secara kuantitatif (n=31), dengan membandingkan selisih klaim INA-CBGs dan tagihan rumah sakit, dan secara kualitatif dengan wawancara mendalam (6 informan). Selisih negatif yang didapat sebesar Rp177.880 dengan rerata selisih negatif sebesar Rp5.738 per kasus. Komponen kamar perawatan adalah komponen biaya tertinggi pada tagihan rumah sakit (30,62%). Manajemen rumah sakit menerapkan upaya kendali biaya mulai dari proses perencanaan sampai evaluasi dengan tetap mengutamakan mutu. Upaya efisiensi biaya dilakukan pada komponen farmasi, pemeriksaan penunjang, jasa medis dokter, dan kamar perawatan. Formularium RS yang digunakan sesuai dengan formularium nasional. RS MH Thamrin Salemba belum memiliki clinical pathways untuk mengontrol dan mengevaluasi pelayanan. Sistem insentif yang digunakan adalah sistem fee for service yang tidak sesuai dengan metode pembayaran prospektif. Kata kunci: kendali biaya, kendali mutu, pembayaran prospektif, tarif INA-CBGs
Read More
B-1873
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zecky Eko Triwahyudi; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mardiati Nadjib, Sulaiman Metere, Budi Hartono
B-1363
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Afton Hidayat; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Puput Oktamianti, Any Kuswardani, Sulaiman Matere
B-1343
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuli Susanti; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal Chalik Sjaaf; Tabrani Kasbir
S-6082
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hermina Karuna Atmaja; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianti, Any Kuswardani, Endang Adriyanni
Abstrak:

ABSTRAK

 Di RS MH Thamrin Salemba selama bulan April - Juni 2011, ditemukan bahwa ada kejadian penundaan pelayanan resep pasien atau back order yang terjadi hampir setiap hari, yaitu 82 hari selama 3 bulan. Atau dapat dikatakan frekuensi kejadian ini sebesar 91,1%. Oleh karena itu, pihak manajemen ingin memperbaiki pengendalian persediaan obat untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengendalian persediaan obat, serta meningkatkan mutu pelayanannya. Penelitian ini adalah penelitian riset operasional untuk menyusun model pengendalian persediaan obat. Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis ABC pemakaian, ABC nilai investasi, dan ABC indeks kritis; untuk mengetahui obat antibiotik apa saja yang menjadi kelompok A, B, dan C. Selanjutnya akan dilakukan peramalan dengan metode Brown?s Linear untuk kebutuhan obat kelompok A tahun 2012 dan akan dihitung EOQ serta ROP. Kemudian akan dihitung efisiensi TIC yang terjadi jika dibandingkan dengan cara pemesanan RS. Selain itu juga dilakukan wawancara mendalam dengan informan. Pengendalian persediaan di RS MH Thamrin Salemba masih belum dilakukan dengan optimal untuk mencapai efektifitas dan efisiensi. Dengan adanya keterbatasan sumber daya, maka sebaiknya dilakukan pemberian prioritas dalam pengendalian persediaan obat dengan menggunakan analisis ABC. Metode ini membantu pihak manajemen untuk lebih berfokus pada barang-barang yang memiliki nilai lebih tinggi. Untuk mendapatkan efektivitas dan efisiensi pengendalian persediaan obat, dapat dilakukan dengan menghitung EOQ dan ROP. Dengan menghitung EOQ maka biaya persediaan akan berkurang jika dibandingkan dengan cara pemesanan RS (TIC RS : TIC EOQ = 1.32). Selain itu untuk mengantisipasi permintaan yang tidak pasti maka perlu diadakan safety stock. Walaupun biaya persediaan meningkat dengan adanya safety stock (TIC RS : TIC EOQ = 0.77), mutu pelayanan meningkat dan frekuensi back order akan berkurang.

 Abstract

 At the MH Thamrin hospital between April till June 2011, it has been discovered that back orders have been occurring almost every day, happening on 82 days out of 3 months. In other words the frequency of the occurrence is as high as 91.1%. Therefore the hospital management team decided to improve the medicine stock maintenance operation to increase both efficiency and effectiveness of said operation, as well as improving the service quality. This operational research is designed to create a maintenance model for the medicine stock. In this research, in order to sort out the antibiotics into class A, B, and C, the following analyses were used: ABC usage analysis, ABC investing score, and ABC critical index. The analysis would be followed by the Brown's Linear forecasting method to forecast the 2012 A class medicine usage and EOQ as well as ROP would be calculated. After that, the TIC efficiency level will be calculated based on the measurement against the hospital?s ordering policy. To complement the research, in-depth interviews with various informants were also conducted. The stock maintenance method at MH Thamrin hospital has yet to be implemented in an optimal way to reach the desired efficiency and effectiveness level. Due to resources limitation, it is advised to prioritize the medicinal stock maintenance using the ABC analysis method. This method helps the management team to focus more on the products that have higher value over the others. Reaching the desired level of both effectiveness and efficiency in medicinal stock maintenance can be achieved by calculating EOQ and ROP. By calculating EOQ the stock cost of the hospital will decrease compared to the hospital's ordering policy (TIC hospital : TIC EOQ = 1.32). Also a safety stock calculation would be crucial to anticipate the unforeseen demand level. Even though the stock cost will rise by adding the safety stock (TIC hospital : TIS EOQ = 0.77), the service level will increase while back order frequency will decrease.

Read More
T-3531
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ari Purwohandoyo; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Suprijanto Rijadi, Muslina Handayani, Agusdini Banun
B-1735
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novita Dwiputri Manalu; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Anhari Achadi, M. Afton Hidayat
S-7255
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gita Noviskandariani; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal C. Sjaaf, Tabrani Kasbir
S-6186
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hatta Rizqi Sulaiman; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Wachyu Sulistiadi, Abdul Barry, Any Kuswardani
Abstrak:

Latar Belakang. Semakin tingginya kasus gagal ginjal menuntut juga peningkatan terapi hemodialisis di rumah sakit. Mengingat harga alat Hemodialisis yang cukup mahal, maka perlu bagi rumah sakit yang merencanakan pengadaan fasilitas ini untuk melakukan analisis  investasi dan penetapan tarif dengan baik. Menurut Ikhsan.A (2010) yang paling penting dalam keputusan investasi adalah keputusan penganggaran modal (capital budgeting). Metode. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Arah penelitian ini mengenai nilai ekonomis dengan suatu analisa keuangan dari suatu pengadaan alat hemodialisa. Metode analisa yang digunakan adalah capital budgeting dengan metode Discounted Payback Period, metode Net Present Value, metode Internal Rate of Return, dan metode Protability Index. Hasil. Hasil analisa yang didapatkan menunjukkan  pengadaan investasi alat hemodialisa lebih baik pengadaannya dengan sistem pinjam pakai (KSO). Ini bukan hanya menghemat dalam biaya investasi saja, akan tetapi juga menghemat biaya pemeliharaan. Hasil analisa juga menunjukkan perlunya efisiensi pada jumlah perawat dan juga perlunya peningkatan promosi untuk meningkatkan jumlah pasien tiap tahunnya. Sebagai hasil dari penelitian ini diharapkan Rumah Sakit MH Thamrin Salemba terus mengembangkan upaya promosi pada unit hemodialisa dan melakukan upaya pro aktif untuk mempertahankan pasien yang ada, selain itu perlunya juga melakukan efisiensi pada sumber biaya yang ada untuk mencapai keuntungan yang optimal. Kepustakaan 32 (1995- 2010), Gambar 1, Tabel 39, Lampiran 9 Kata Kunci : Alat Hemodialisa, Investasi, Capital Budgeting.


 

Latar Belakang. Semakin tingginya kasus gagal ginjal menuntut juga peningkatan terapi hemodialisis di rumah sakit. Mengingat harga alat Hemodialisis yang cukup mahal, maka perlu bagi rumah sakit yang merencanakan pengadaan fasilitas ini untuk melakukan analisis  investasi dan penetapan tarif dengan baik. Menurut Ikhsan.A (2010) yang paling penting dalam keputusan investasi adalah keputusan penganggaran modal (capital budgeting). Metode. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Arah penelitian ini mengenai nilai ekonomis dengan suatu analisa keuangan dari suatu pengadaan alat hemodialisa. Metode analisa yang digunakan adalah capital budgeting dengan metode Discounted Payback Period, metode Net Present Value, metode Internal Rate of Return, dan metode Protability Index. Hasil. Hasil analisa yang didapatkan menunjukkan  pengadaan investasi alat hemodialisa lebih baik pengadaannya dengan sistem pinjam pakai (KSO). Ini bukan hanya menghemat dalam biaya investasi saja, akan tetapi juga menghemat biaya pemeliharaan. Hasil analisa juga menunjukkan perlunya efisiensi pada jumlah perawat dan juga perlunya peningkatan promosi untuk meningkatkan jumlah pasien tiap tahunnya. Sebagai hasil dari penelitian ini diharapkan Rumah Sakit MH Thamrin Salemba terus mengembangkan upaya promosi pada unit hemodialisa dan melakukan upaya pro aktif untuk mempertahankan pasien yang ada, selain itu perlunya juga melakukan efisiensi pada sumber biaya yang ada untuk mencapai keuntungan yang optimal. Kepustakaan 32 (1995- 2010), Gambar 1, Tabel 39, Lampiran 9 Kata Kunci : Alat Hemodialisa, Investasi, Capital Budgeting.

Read More
B-1350
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive