Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35091 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Lissa Ervina; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Tri Krianto, Anwar Hassan, Yuniarti Situmorang, Yoan Hotnida Naomi Hutabarat
T-4112
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Ratnawati; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Evi Martha, Rita Damayanti, Dwi Wahyu Balebu, Melyana
Abstrak:
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum di dunia, termasuk di Indonesia. Meskipun pengobatan hipertensi tersedia, banyak penderita yang tidak sepenuhnya mematuhi pengobatan yang diberikan oleh tenaga medis. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan hipertensi adalah literasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi kesehatan dalam kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Toili II. Penelitian menggunakan desain cross-sectional yang melibatkan 152 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan two-stage cluster sampling, dan data dikumpulkan secara primer pada bulan Mei 2025. Variabel independen adalah literasi kesehatan, variabel dependen yaitu kepatuhan pengobatan, serta variabel konfonder meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, dan dukungan sosial. Instrumen yang digunakan MMAS-8 untuk kepatuhan pengobatan, HLS-EU-Q16 untuk literasi kesehatan, dan DUFSSQ untuk dukungan sosial. Analisis data meliputi univariat, bivariat (menggunakan uji Pearson dan t-test independen), serta multivariat dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara literasi kesehatan dan kepatuhan pengobatan (r= 0,156; p= 0,05). Adanya hubungan positif antara literasi kesehatan dan kepatuhan pengobatan. Artinya semakin tinggi tingkat literasi kesehatan seseorang, maka semakin besar pula kecenderungan untuk patuh dalam menjalani pengobatan hipertensi, namun literasi kesehatan bukan satu-satunya faktor penentu. Puskesmas diharapkan meningkatkan edukasi pasien dan keluarga terkait pentingnya kepatuhan pengobatan jangka panjang melalui penyuluhan yang terjadwal dan strategi komunikasi yang sesuai, terutama bagi lansia dan kelompok berpendidikan rendah. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain longitudinal atau kualitatif untuk menggali lebih dalam faktor kepatuhan pengobatan hipertensi.

Hypertension, or high blood pressure, is one of the most common health problems worldwide, including in Indonesia. Although treatment for hypertension is available, many patients do not fully adhere to the prescribed medication regimen. One of the factors influencing medication adherence in hypertensive patients is health literacy. This study aims to examine the relationship between health literacy and medication adherence among hypertensive patients in the working area of Toili II Public Health Center. This research employed a cross-sectional design involving 152 respondents. Sampling was conducted using a two-stage cluster sampling technique, and primary data were collected in May 2025. The independent variable was health literacy, the dependent variable was medication adherence, and the confounding variables included age, sex, education level, and social support. The instruments used were MMAS-8 for medication adherence, HLS-EU-Q16 for health literacy, and DUFSSQ for social support. Data analysis included univariate, bivariate (using Pearson correlation and independent t-test), and multivariate analysis with multiple linear regression. The results showed a significant relationship between health literacy and medication adherence (r = 0.156; p = 0.05). The existence of a positive relationship between health literacy and medication adherence. However, health literacy alone is not the sole determinant. Community health centers (Puskesmas) are expected to enhance patient and family education regarding the importance of long-term treatment adherence through scheduled health counseling and appropriate communication strategies, especially for the elderly and those with low educational backgrounds. Future research is recommended to employ longitudinal or qualitative designs to explore in greater depth the factors influencing hypertension treatment adherence.
Read More
T-7276
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Miftahul Jannah; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Hadi Pratomo, Tristiyenny Pubianturi, Ramadanura
Abstrak: Prevalensi hipertensi terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini disebabkan karena gayahidup masyarakat yang semakin tidak sehat. Salah satu gaya hidup tidak sehat yangberpengaruh terhadap hipertensi yaitu faktor perilaku makan. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku makan penderitahipertensi. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kolonodale KabupatenMorowali Utara, menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak140 orang penderita hipertensi yang melakukan kontrol dan pengobatan ke Puskesmasdan Posbindu. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yangsudah di uji validitas dan reliabilitasnya serta dianalisis menggunakan uji chi-squaredan regresi logistik ganda dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan62,9% responden berperilaku makan kurang baik. Hasil analisis membuktikan faktordukungan keluarga (p= 0,016, OR: 3,349, 95% CI: 1,257-8,922) dan dukungan temansebaya/peer group (p= 0,019, OR: 2,577, 95% CI: 1,166-5,696) berhubungan denganperilaku makan penderita hipertensi setelah dikontrol oleh dukungan petugas kesehatan.Dukungan keluarga merupakan faktor yang paling dominan berhubungan denganperilaku makan penderita hipertensi, responden yang cukup mendapat dukungankeluarga berpeluang untuk berperilaku makan baik 3,349 kali dibanding yang kurangmendapat dukungan keluarga setelah dikontrol oleh dukungan teman sebaya dandukungan petugas kesehatan. Untuk itu instansi terkait perlu merekomendasikanDASHI sebagai pola makan bagi penderita hipertensi serta memberikan edukasi terkaitdiet tersebut kepada keluarga, teman dan mengingatkan pasien untuk berperilaku makanyang baik sesuai rekomendasi DASHI, disamping perlu ada kelompok teman sebayaantara sesama penderita hipertensi agar bisa saling berbagi informasi dan mengingatkanterkait berbagai hal yang berhubungan dengan hipertensi.Kata Kunci: Perilaku Makan, Hipertensi, DASHI, Dukungan.
Read More
T-5422
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edy Gunawan; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Dien Anshari, Ella Nurlaella Hadi, Eko Wijiastuti, Iam Minerva
Abstrak: Tingkat partisipasi masyarakat berkunjung ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Air Putih 18,2%. Cakupan tersebut dibawah cakupan Kota Samarinda 24,38% dan Provinsi Kaltim 39,81%. Kondisi tersebut membuat banyak balita yang ada tidak terpantau status gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku kunjungan Posyandu pada ibu balita. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, pengumpulan data dilakukan melalui kunjungan rumah dengan pengisian kuesioner secara mandiri oleh responden. Sampel penelitian berjumlah 139 Ibu balita yang dipilih secara acak pada 13 Posyandu. Analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 74,8% Ibu balita memiliki kunjungan rutin ke Posyandu. Faktor yang berhubungan signifikan terhadap perilaku kunjungan ke Posyandu pada ibu balita adalah pekerjaan (p=0,08), pengetahuan (p=0,001), dan sikap (p=0,005). Pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan pada penelitian ini, Ibu balita dengan pengetahuan tinggi memiliki peluang 4,5 kali lebih besar melakukan kunjungan rutin ke Posyandu setelah dikontrol variabel pekerjaan dan sikap. Saran bagi Tim Pokjanal Posyandu Kota Samarinda agar melakukan evaluasi capaian D/S dan mengusulkan anggaran Probebaya untuk sosialisasi pentingnya kunjungan rutin ke Posyandu setiap bulan.
The level of community participation in visiting posyandu in the working area of the Puskesmas Air Putih is 18.2%. This coverage is below the coverage of Samarinda City 24.38% and East Kalimantan Province 39.81%. This condition makes many children under five whose nutritional status is not monitored. This study aims to determine the behavioral determinants of Posyandu visits to Toddler mothers. This study used a cross-sectional design, data collection was carried out through home visits by filling out the questionnaires independently by the respondents. The research sample was 139 Toddler mothers who were randomly selected at 13 Posyandu. Multivariate analysis using multiple logistic regression. The results showed that 74.8% of Toddler mothers had regular visits to Posyandu. Factors that were significantly related to the behavior of visiting Posyandu on Toddler mothers were work (p=0.08), knowledge (p=0.001), and attitude (p=0.005). Knowledge is the most dominant factor in this study. Mothers with high knowledge have a 4.5 times greater chance of making routine visits to Posyandu after controlling for work and attitude variables. Suggestions for the Samarinda City Posyandu Pokjanal Team to evaluate D/S achievements and propose a Probebaya budget for socializing the importance of routine visits to Posyandu every month.
Read More
T-6725
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tantri Juliyanti; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dian Ayubi, Yunita Sitorus
S-9624
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yullie Mulyadi; Pembimbing: Sudarti Kresno, Rina Artining Anggorodi; Penguji: Anwar Hasan, Elin Herliana, Syahrul Aminullah
Abstrak:

Hasil pembangunan kesehatan adalah meningkatuya umur harapan hidup, sehingga terjadi peningkatan jumlah lansia di Indonesia dengan berbegai masalah kesehatannya. Untuk mengatasi masalah tersebut maka dilakukanlah suatu upaya dalam bentuk kegiatan posyandu lansia yang bertujuan agar pra lansia (45-59 tahun) dan lansia kegiatan sosial secara rutin. Angka pemanfaatan Posyandu Lansia di Wliayah Kerja Puskesmas Naras Kola Pariaman masih sangat rendah yaitu 13,23% pada talmn 2007, angka ini masih jauh dari SPM yaitu 40"/o. Penelitian ini bertujuan unlnk mendapatkan informasi yang mendalam tentang posyandu lansia karena ketidalctahuan terhadap kegiatan posyandu lansia dan adanya pengaruh keluarga yang sangat kuat dalam memanfaatkan pengobatan tradisional. Mengatasi masalah tersebut maka perlu adanya penyuluhan tentang posyandu lansia secara intensif dengan langkah-langkah sebagai berikut: advokasi kepeda Dinas Kesehatan Kota Pariaman untuk mendapatkan dukuagan dana sosialisasi posyandu untuk perbaikan alat kesehatan dan pengadaan Kartu Menuju Sehat (KMS) lansia, meningkatkan sosialisasi posyandu lansia melalui pelatihan petugas pembina wilayah dan kader, penyuluhan melalui media lokal serta meningkatkan komitmen Puskesmas Naras dalam memberikan pelayanan di posyandu lansia dengan menamhah petugas kesebatan posyandu lansia di daerah pegunungan, melakukan perneriksaao laberatorium saderhana dan mendatangkan petugas PKM dalam sadap kegiatan posyandu lansia serta melakukan senam lansia secara rutin.


 

As the consequence of the result of health development is the increase of life expectacy age that leads to the increase in the number of the elderly people in Indonesia including its health problem. In order to overcome the problem, an effort is conducted in the form of activities of the integrated health posts (posyandu) for the elderly that aims to make the pre elderly people (aged 45-59) aod elderly people (aged'?:60) become healthy and self reliant by conducting their health examination and social activities regularly. The number of utilization of the integrated health posts for the elderly in the working area of Naras Health Center of Pariaman City was still low (13.23%) in 2007. The number was lower than Minimal Service Staodard (SPM), that was 40%. The study aimed to obtain the information of the utilization of the integrated health posts for the elderly and factors supported and delayed in utilizing the integrated health posts for the elderly in the working area of Naras Health Center of Pariaman City. To overcome the problems mentioned above, it is needed a elucidation (communication, information, and education) about the integrated health posts fur the elderly intensively with following steps: advocacy towards the Health Office of Pariaman City to get the financial support of socialization of the integrated health posts to repair the medical appliances and to procure the health monitoring card (KMS) for the elderly, to maintain the socialization of the integrated health posts for the elderly through training for regional assistance staffs and health volunteers, to run the elucidation through local media and to maintain the commitment of Naras Health Center in providing the service in the integrated health posts for elderly by adding health staffs at mountain area, to conduct the simple laboratorium test, and to make the health center staffs attended in every activity conducted in the integrated health posts, as well as to conduct the exercise for elderly regularly.

Read More
T-2877
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhea Synthia; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Syahrizal Syarif, Trisari Anggondowati, Hidayat Nuh Ghazali Djadjuli
Abstrak:
Kepatuhan minum obat antihipertensi menjadi prioritas teratas dalam efektifitas pengobatan penderita hipertensi. Ketidakpatuhan dalam pengobatan berisiko membuat tekanan darah tidak terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kepatuhan minum obat antihipertensi pada penderita hipertensi di Kota Depok. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan populasi penderita hipertensi di Kota Depok dan jumlah sampel sebanyak 185 orang yang diambil menggunakan teknik cluster sampling. Data dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner oleh responden dan dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,1% penderita hipertensi di Kota Depok terkategori tidak patuh minum obat antihipertensi. Persepsi individu dan faktor predisposisi yang berhubungan dengan  kepatuhan minum obat antihipertensi diantaranya persepsi kerentanan, keseriusan, manfaat, hambatan, efikasi diri, isyarat untuk bertindak, usia, pengetahuan dan sikap tentang hipertensi dan kepatuhan minum obat antihipertensi. Efikasi diri menjadi faktor paling dominan berhubungan dengan perilaku kepatuhan minum obat antihipertensi (OR:2,63; 95%CI:1,055-6,563) dengan hasil penderita hipertensi yang memiliki efikasi diri rendah berisiko 2,6 kali untuk berperilaku tidak patuh minum obat antihipertensi. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan pelatihan guna meningkatkan efikasi diri penderita hipertensi seperti keterampilan mengelola kesehatan, manajemen stress, dan adanya kelompok pendukung.

Adherence to taking antihypertensive medication is the top priority in the effective treatment of hypertension patients. Non-adherence risks causing uncontrolled blood pressure. This study aims to determine the determinants of adherence to taking antihypertensive medication in patients with hypertension in Depok City. It used a cross-sectional design with a population of hypertensive patients in Depok City and a sample size of 185 people taken using cluster sampling. Data were collected through questionnaires filled out by respondents and analyzed univariately, bivariately, and multivariately. The results showed that 54,1% of hypertensive patients in Depok City were categorized as non-adherent to taking antihypertensive drugs. Individual perceptions and predisposing factors associated with adherence include perceived susceptibility, severity, benefits, barriers, self-efficacy, cues to action, age, knowledge, and attitudes about hypertension. Self-efficacy is the most dominant factor associated with antihypertensive medication adherence behavior (OR: 2,63; 95% CI: 1,055–6,563), with hypertensive patients with low self-efficacy being 2,6 times more likely to exhibit non-adherent behavior. Therefore, it is necessary to develop training to increase self-efficacy in hypertensive patients, such as health management skills, stress management, and support groups.

Read More
T-7227
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salwa Refianisa; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dian Ayubi, Widayanti
Abstrak:
Hipertensi merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang berkontribusi besar terhadap tingginya angka kematian dini secara global, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara faktor gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia produktif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tugu, Kota Depok, pada tahun 2024. Metode yang digunakan adalah studi potong lintang (cross-sectional) dengan memanfaatkan data sekunder dari hasil skrining penyakit tidak menular. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 95 responden, yang berusia 15 hingga 64 tahun. Faktor-faktor yang dianalisis mencakup konsumsi garam, konsumsi buah dan sayur, aktivitas fisik, obesitas, serta merokok. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat, dengan uji statistik Chi-square sebagai alat uji hubungan antar variabel. Hasilnya menunjukkan bahwa sebanyak 54 responden (56,8%) teridentifikasi menderita hipertensi, sedangkan 41 responden (43,2%) tidak mengalami hipertensi. Ditemukan hubungan yang signifikan antara konsumsi garam dengan kejadian hipertensi (p=0,005; OR=11,4; 95% CI: 1,42–91,9), serta antara obesitas dan hipertensi (p=0,021; OR=2,69; 95% CI: 1,1–6,2). Berdasarkan temuan ini, sangat penting bagi pihak Puskesmas untuk melakukan upaya promotif dan preventif, melalui pemberian edukasi serta pengubahan pola hidup masyarakat ke arah yang lebih sehat.

Hypertension is one type of non-communicable disease that contributes greatly to the high rate of premature mortality globally, including in Indonesia. This study aims to examine the relationship between lifestyle factors and the incidence of hypertension in the productive age group in the working area of UPTD Puskesmas Tugu, Depok City, in 2024. The method used was a cross-sectional study utilizing secondary data from non-communicable disease screening results. The sample size in this study was 95 respondents, aged 15 to 64 years. The factors analyzed included salt consumption, fruit and vegetable consumption, physical activity, obesity, and smoking. This study was analyzed using univariate and bivariate analysis, with the Chi-square statistical test as a means of testing the relationship between variables. The results showed that 54 respondents (56.8%) were identified as having hypertension, while 41 respondents (43.2%) did not have hypertension. There was a significant association between salt consumption and hypertension (p=0.005; OR=11.4; 95% CI: 1.42-91.9), as well as between obesity and hypertension (p=0.021; OR=2.69; 95% CI: 1.1-6.2). Based on these findings, the Puskesmas need to make promotive and preventive efforts, through providing education and changing people's lifestyles towards a healthier direction.
Read More
S-11939
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vina Rahmalia; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Ahmad Syafiq, Syahrizal, Hendri Rusdian, Sesri
Abstrak:
Kanker serviks adalah masalah kesehatan utama pada perempuan, menyebabkan ratusan ribu kematian setiap tahunnya di seluruh dunia. Deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA merupakan prioritas pemerintah Indonesia dalam mengendalikan penyakit ini. Namun, cakupan pemeriksaannya masih rendah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA pada WUS usia 30- 50 tahun di Puskesmas IV Koto Kabupaten Agam. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner kepada 145 WUS. Sampel diambil dari 24 Jorong yang berada di Kecamatan IV Koto, dan menggunakan teknik cluster random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan 29% WUS melakukan deteksi dini metode IVA. Penelitian ini membuktikan pengetahuan, sikap, motivasi, keterpaparan informasi, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA. Keterpaparan informasi merupakan variabel yang paling dominan, WUS yang yang terpapar informasi mengenai kanker serviks berpeluang 5,73 kali lebih besar untuk melakukan deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA, dibandingan WUS yang tidak terpapar informasi, setelah di kontrol variabel pengetahuan, sikap, dan dukungan suami (OR ; 5,736, 95% CI, 2,156-15,256). Oleh karena itu, penting dilakukan upaya untuk meningkatkan akses dan penyampaian informasi kesehatan yang relevan dan akurat kepada masyarakat, terutama kepada WUS dalam program pencegahan dan deteksi dini kanker serviks.

Cervical cancer is a major health issue for women, causing hundreds of thousands of deaths annually worldwide. Early detection of cervical cancer using the IVA method is a priority for the Indonesian government in controlling this disease. However, the coverage of this examination remains low. This study aims to identify the determinants of early detection behavior of cervical cancer using the IVA method among WUS aged 30-50 years at Puskesmas IV Koto, Agam Regency. This research uses a cross-sectional design, with data collected through interviews using questionnaires from 145 WUS. The sample was taken from 24 Jorong in IV Koto District using cluster random sampling. Data were analyzed using chi-square tests and multiple logistic regression. The results showed that 29% of WUS performed early detection using the IVA method. The study found that knowledge, attitudes, motivation, information exposure, husband support, and health worker support were related to early detection behavior of cervical cancer using the IVA method. Information exposure was the most dominant variable; WUS exposed to information about cervical cancer were 5.73 times more likely to perform early detection using the IVA method compared to those who were not exposed, after controlling for knowledge, attitudes, and husband support variables (OR: 5.736, 95% CI, 2.156-15.256). Therefore, efforts to improve access to and dissemination of relevant and accurate health information to the community, especially to WUS, in cervical cancer prevention and early detection programs are essential.
Read More
T-6955
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Ristya Haridiani; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Triyanti, Rizki Nurrahmawati
Abstrak:
WHO dan UNICEF merekomendasikan agar bayi diberi ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupannya karena ASI mengandung berbagai nutrisi lengkap dan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan gizi bayi. Namun, cakupan ASI eksklusif di Puskesmas Jombang belum mencapai target nasional dan mengalami penurunan pada tahun 2024, sebesar 67,97%. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Jombang Kota Cilegon tahun 2025. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sebanyak 88 ibu diambil sebagai sampel dengan menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan secara primer dengan wawancara menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistik menggunakan SPSS versi 25 dengan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian mendapatkan sebesar 70,5% ibu memberikan ASI eksklusif. Berdasarkan uji statistik, diketahui pendidikan (p= 0,002), sikap (p< 0,001), IMD (0,014), dan dukungan suami (p= 0,034) memiliki hubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif. Namun, usia (p= 0,337), pekerjaan (p= 0,875), paritas (p= 1,000), pengetahuan (p= 0,573), promosi susu formula (p= 0,709), dan dukungan tenaga kesehatan (p= 0,516) tidak memiliki hubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif. Diperlukan berbagai upaya yang dapat mendukung peningkatan cakupan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Jombang, seperti penguatan edukasi sesuai dengan kebutuhan ibu dengan metode yang menyesuaikan tren saat ini, pelibatan suami dalam program kesehatan ibu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, dan optimalisasi koordinasi serta pemantauan program ASI eksklusif.


WHO and UNICEF recommend exclusive breastfeeding for the first six months of life, as breast milk contains complete nutriens and adapts to the baby’s needs. However, the coverage of exclusive breastfeeding at Jombang Health Center declined in 2024 to 67,97%, below the national target. This study aimed to identify determinants of exclusive breastfeeding behavior in the working area of Jombang Health Center, Cilegon City, in 2025. This research used a quantitative method with a cross-sectional study design. A total of 88 mothers were selected as samples using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data collection was conducted primarily through interviews using a questionnaire instrument. Statistical analysis was performed using SPSS version 25 with bivariate analysis through the Chi-Square test. The results showed that 70,5% of mothers exclusively breastfed. Based on statistical tests, education (p= 0,002), attitude (p< 0,001), early initation of breastfeeding (p= 0,014), and husband support (p= 0,034) were found to have a relationship with exclusive breastfeeding behavior. However, age (p= 0,337), occupation (p= 0,875), parity (p= 1,000), knowledge (p= 0,573), formula milk promotion (p= 0,709), and health worker support (p= 0,516) had no significant relationship with exclusive breastfeeding behavior. To improve exclusive breastfeeding coverage in the working area of Jombang Health Center, efforts such as strengthening education tailored to the needs of mothers using methods aligned with current trends, involving husbands in maternal health programs, increasing the capacity of health workers, and optimizing coordination and monitoring of exclusive breastfeeding programs are recommended.
Read More
S-12075
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive