Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34845 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ziska Herawaty; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Achmad Kusdinar
Abstrak: Dokter memiliki peranan strategis bagi rumah sakit karena merupakan kelompok penting dalam proses pelayanan di rumah sakit, karena merupakansentral dari proses pelayanan. Kepuasan kerja memiliki fungsi hubungan yangdipersepsikan antara apa yang diinginkan dan apa yang dalam kenyataan dialami.Ketidakpuasan kerja dokter juga memiliki dampak terhadap turnover intention.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan kerja dokterdengan turnover intention di RS. Rumah Sehat Terpadu di kapupaten BogorTahun 2014. Penelitian ini bersifat deskriptif eksplanatory dengan design crosssectional menggunakan data primer yang diambil dengan cara memberikankuesioner, wawancara mendalam, observasi. Penelitian ini dilakukan pada bulanMei tahun 2014. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 28 orang dengan kriteriadokter yang aktif bekerja di RS.Rumah Sehat Terpadu bersedia untuk menjadi responden dan menjawab pertanyaan, masa kerja minimum 1 bulan, bukan dokter penganti. Hasil analisis kuantitatif diketahui (42,9%) kurang puas bekerja sebagai dokter di RS.Rumah Sehat Terpadu. Responden yang mempersepsikan puasterhadap kepuasan kerja tetapi memiliki keinginan turnover sebesar 56,3%,sedangkan responden yang kepuasan kerjanya tidak puas tetapi memiliki keinginan keluar sebesar 16,7% . Kepuasan kerja hubungan memiliki hubungan antara dengan turnover intention (p value = 0,054, CI 95%).Kata Kunci: Kepuasan kerja dokter, turnover intention
The doctor has a strategic role for the hospital because it is an importantgroup in the process of care in the hospital, because it is central to the serviceprocess. . Job satisfaction has a function of the perceived relationship betweenwhat is desirable and what is the reality experienced. Physician job dissatisfactionalso have an impact on turnover intention. This study aims to determine therelationship of job satisfaction with turnover intention doctor at the hospital.Rumah Sehat Terpadu hospital in Bogor kapupaten 2014. Present study isdescriptive explanatory with cross sectional design using primary data collectedby giving questionnaires, in-depth interviews, observation. This study wasconducted in May 2014. Samples in this study amounted to 28 people with thecriteria physicians who actively work in the Irumah Sehat Terpadu hospital bewilling to answer questions and respondents, 1 month minimum employmentperiod, not a substitute for your doctor. The results of quantitative analysis known(42.9%) were less satisfied working as a doctor in Rumah Sehat Terpadu hospital.Respondents who perceive satisfied with job satisfaction but has the desireturnover amounted to 56.3%, while the respondents were not satisfied hissatisfaction but has the desire out of 16.7%. Job satisfaction has a relationshipwith the relationship between turnover intention (p value = 0.054, CI 95%).Key words: physician job statisfaction, Turnover Intention
Read More
T-4160
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dina Indriyanti; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Besral, Kusdinar Achmad, Rafni Pamela Sari, Muhtar Lintang
Abstrak: Pelayanan kesehatan yang bermutu saat ini sudah menjadi tuntutan semua pihak, termasuk masyarakat sebagai pengguna jasa, dengan era globalisasi, bertambahnya golongan masyarakat yang mampu, berpendidikan, dan menguasai informasi, masalah mutu pelayanan menjadi tuntutan mutlak. Adapun faktor yang dominan mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas adalah sumber daya manusia, baik yang terlibat dalam manajemen maupun pelayanan. Keluhan(complain) dari pelanggan merupakan indikator dari kurangnya kualitas pelayanan akibat sistem manajemen yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pelanggan dan upaya manajemen mutu fokus pada pelanggan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di Puskesmas DTP Kabupaten Bogor tahun 2014. Metode penelitian adalah kuantitatif bersifat analitik deskriptif dengan desain cross sectional. Dengan populasi adalah seluruh pasien rawat inap dan unsur manajemen di Puskesmas DTP Kabupaten Bogorpada tahun 2014. Sampel pada penelitian ini adalah pasien rawat inap sebanyak 181 orang dan 50 unsur manajemen di Puskesmas DTP dari 10 Puskesmas DTP. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara karakteristik pasien dengan tingkat kepuasan pelanggan, ada hubungan yangbermakna antara upaya manajemen mutu fokus pada pelanggan dengan tingkatkepuasan pasien rawat inap di Puskesmas DTP Kabupaten Bogor tahun 2014,terdapat perbedaan yang bermakna terhadap skor rerata kepuasan diantara pasiendi Puskesmas yang menerapkan upaya manajemen mutu fokus pada pelanggandan yang tidak menerapkan upaya manajemen mutu fokus pada pelanggan.Penulis menyarankan agar pihak manajemen Puskesmas meningkatkandimensi fokus pada pelanggandan proses terkait pelanggan. Kedua dimensitersebutbelum dilaksanakan secara maksimal dalam penerapanupaya manajemenmutu fokus pada pelanggan. Manajemen Puskesmas untuk memperhatikan dimensi tangible dan responsiveness sebagai dimensi mutu pelayanan dengantingkat kepuasan terendah.Melaksanakan survey kepuasan pelanggan secara berkala dengan tools yang sesuai dengan kekhususan Puskesmas agar mendapatkan gambaran kepuasan pelanggan terkini. Kata Kunci : Mutu Layanan, Manajemen Mutu Fokus pada Pelanggan, KepuasanPelanggan.
Quality health services is now becoming the demands of all parties, including thepublic as service users, with the era of globalization, increasing social groupscapable, educated, and control of information, quality of service issues become anabsolute requirement The dominant factor affecting the quality of health servicesat the health center are human resources, both of which are involved in themanagement and care. Complaints (complaints) from customers is an indicator ofthe lack of quality of service due to poor management system.This study aims to determine the relationship between customer characteristicsand quality management efforts focus on providing customers with the level ofpatient satisfaction in the Puskesmas DTPin Bogor District 2014. Quantitativeresearch method is descriptive analytic cross-sectional design. With a populationis the entire patient care and management elements in the Puskesmas DTPinBogor District 2014. Samples in this study were inpatients as many as 181 peopleand 50 elements in the management of the Puskesmas DTPfrom 10 health centersWith Nursing.The results showed that there is no relationship between the characteristics ofpatients with levels of customer satisfaction, there is a significant associationbetween quality management efforts focus on providing customers with the levelof patient satisfaction in Bogor Regency DTP health centers in 2014, there is asignificant difference in mean scores between patient satisfaction The HealthCenter is implementing a quality management efforts focus on the customer andare not implementing a quality management efforts focuson the customer and notimplementing quality management efforts focus on the customer.The author suggested that health centers improve the management dimensions ofcustomer focus and customer-related processes. Both of these dimensions has notbeen fully implemented in the application of quality management efforts focus onthe customer. Management Health Center to pay attention and responsiveness as atangible dimension of service quality dimensions with the lowest satisfactionlevels. Carry out customer satisfaction surveys on a regular basis with theappropriate tools to get an idea of the specificity of the health center in order torecent customer satisfaction.Keywords: Quality of Service, Quality Management Focus on Customer,Customer Satisfaction.
Read More
T-4168
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Itsna Widita; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Dian Ayubi, Wahyu Sulistiadi, Wayan Sri Agustini, Mochammad Hidayat
Abstrak:
Komunikasi dokter gigi-pasien merupakan kompetensi yang wajib dimiliki oleh dokter gigi dalam memberikan pelayanan yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Komunikasi yang tidak optimal dapat menyebabkan pelayanan medik gigi dan mulut yang tidak optimal. Permasalahan sebagaimana yang dijumpai di poli gigi Puskesmas Gandoang yakni besarnya gap antara jumlah diagnosis dan jumlah pelayanan kesehatan gigi yang diberikan, serta penurunan jumlah kunjungan pasien poli gigi, salah satunya dapat disebabkan oleh ketidakoptimalan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan variabel kualitas komunikasi dokter gigi dan karakteristik pasien terhadap kepuasan pasien poli gigi. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan desain mixed method dengan pendekatan sequential explanatory, diawali dengan penelitian kuantitatif yang kemudian hasilnya diperdalam melalui penelitian kualitatif. Populasi adalah pasien rawat jalan poli gigi, yang sampelnya dihitung berdasar rumus beda dua proporsi, sehingga didapatkan 100 sampel melalui tekhnik Quota sampling, sementara informan penelitian kualitatif terdiri dari 4 informan, meliputi 2 pasien poli gigi, 1 dokter gigi, dan 1 kepala puskesmas Gandoang melalui metode wawancara mendalam. Sebagian besar responden (52%) menyatakan kualitas komunikasi dokter gigi baik, di mana bagi sebagian besar responden aspek introduce (59%) dan shows respect (78%) dinyatakan memenuhi kriteria baik, sementara aspek explanation (53%) dan listen carefully (55%) tidak memenuhi kriteria baik. Untuk kepuasan pasien, sebagian besar responden (54%) menunjukan ketidakpuasan. Di mana dimensi yang dirasa tidak memuaskan bagi sebagian besar responden adalah open-endedness (58%) dan dimensi empati (54%). Hasil analisis multivariate menunjukan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan pasien poli gigi adalah kualitas komunikasi dokter gigi p value=0,001, OR= 4.829 (CI 95 % 1.984-11.752), artinya kualitas komunikasi dokter gigi yang buruk akan memiliki peluang sebesar 4.829 kali menyebabkan ketidakpuasan pasien dibandingkan kualitas komunikasi dokter gigi yang baik

Problems in the dental clinic of Gandoang health center are the large gap between the number of diagnoses and the number of dental health services provided, and also reduction in the number of patient visits in dental clinic, these can be caused by unuptimal communication. This study aims to determine the relationship between dentist communication quality variables and patient characteristics with dental patient satisfaction. Research with a mixed method design with a sequential explanatory approach, begins with quantitative research and then deepened through qualitative research. The population was dental clinic’s outpatients, with a sample size of 100, while the qualitative research informants consisted of 2 patients, 1 dentist, and 1 head of the Gandoang helat center, through in-depth interviews. Most respondents (52%) stated that the quality of dentist communication was good, the aspect of introduce (59%) and shows respect (78%) were good, while the aspects of explanation (53%) and listen carefully (55%) were poor criteria. Most of respondents (54%) showed dissatisfaction. Most respondents were disappointed with open-endedness (58%) and empathy dimensions (54%). Multivariate analysis showed that the most dominant variable related to patient satisfaction with dental dentists was ciommunication quality, p value = 0.001, OR = 4,8 (95% CI 1,984-11,752), that means poor communication quality of dentists would have an opportunity of 4,8 times causing dissatisfaction patients compared to the quality of good dentist communication.

Read More
T-5889
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Damayanti; Pembimbing: Anwar Hasan; Penguji: Besral, Yuswati, Linda Budiyah
Abstrak:

Tesis ini membahas tentang kepuasan kerja petugas Puskesmas berdasarkan kepuasan kerja intrinsik dan ekstrinsik, serta membahas kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan oleh petugas loket pendaftaran, perawat, dokter, dan petugas loket obat di unit rawat jalan Puskesmas Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya gambaran kepuasan kerja petugas maupun kepuasan pelanggan Puskesmas serta hubungan antara keduanya. Data diolah melalui analisis univariat, bivariat, multivariat, dan dengan menggunakan diagram kartesius (Importance Performance Analysis). Hasil penelitian menyarankan bahwa untuk meningkatkan kepuasan kerja petugas Puskesmas dan kepuasan pelanggan hendaknya pihak terkait seperti Kepala Puskesmas, Dinas Kesehatan dan Pemerintah Daerah berusaha untuk memenuhi harapan petugas Puskesmas dan pelanggan, antara lain meningkatkan insentif bagi petugas, perbaikan manajemen Puskemas, dan pemenuhan peralatan di Puskesmas.  Sedangkan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan hendaknya pihak Puskesmas berusaha untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan dengan berupaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga masyarakat akan puas mendapatkan pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas. Kata kunci: Kepuasan kerja petugas dan kepuasan pelanggan


 

The study focused into job satisfaction (especially intrinsic and extrinsic’s job satisfaction) among primary healthcare provider and customer satisfaction’s relationship in outpatient’s unit Community Health Centre in Cirebon district. This research used quantitative method with cross sectional approach. The data was processed with univariate, bivariate and multivariate analysis using Cartesius diagram. The researcher suggests that Puskesmas, Health district office, District Government should improve the service quality by implementation quality assurance programme in health center (such as Puskesmas accreditation or Pusksmas ISO), remuneration payment system, leadership and management capacity building  also medical and non medical equipment availability. Key word: Job satisfaction and customer satisfaction

Read More
T-3366
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Viera Rebina Lubis; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Evi Martha, Puput Oktamianti, Jusuf Kristianto, Ingan Ukur Tarigan
Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional (potong lintang) bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik dan kepuasan kerja pegawai terhadap kinerja pegawai puskesmas di Kabupaten Belitung Tahun 2017. Sampel dalam penelitian ini adalah PNS yang terdapat pada 9 (sembilan) puskesmas di Kabupaten Belitung yang berjumlah 180 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel karakteristik yang berhubungan dengan kinerja pegawai puskesmas di Kabupaten Belitung adalah pendidikan terakhir. Variabel kepuasan kerja yang berhubungan dengan kinerja pegawai Puskesmas Kabupaten Belitung adalah kompensasi. Dari variabel karakteristik dan kepuasan kerja yang berhubungan setelah diuji secara bersamasama (simultan) ada tiga variabel yang signifikan yaitu kompensasi, hubungan dengan rekan kerja dan pengawasan. Dan variabel yang memiliki hubungan yang paling dominan adalah pengawasan. Kata kunci: Kinerja Pegawai, Karakteristik, Kepuasan kerja, Pegawai

This study is quantitative research using cross sectional design to know the relationship of characteristic and job satisfaction on performance of Public Health Care officer in Belitung Regency in 2017. The sample in this research is civil servant which is found in 9 (nine) PHC in Belitung Regency which amounts to 180 people. The results showed that the characteristic variables related to the performance of PHC employee in Belitung Regency were the last education. Job satisfaction variable related to performance of PHC employee of Belitung Regency is compensation. The variable of characteristics and job satisfaction are related after tested together (simultaneous) there are three significant variables are compensation, relationship with colleagues and supervision. And the variable that has the most dominant relationship is supervision. Key words: Employee Performance, Characteristic, Job Satisfaction, Employee
Read More
T-5089
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vilcka Wahidatul Wildah Asy-syifa; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Robiana Mo, djo, Wachyu Sulistiadi, H. Aceng Solahudin Ahmad, Wulan Nur Insani
Abstrak:
Latar Belakang : Pentingnya peran tenaga Kesehatan dalam peningkatan derajat Kesehatan. Salah satu Tindakan yang diambil oleh pemerintah adalah memeperluas cakupan pelyanan bidan di fasilitas Kesehatan dasar. Dalam melaksanakan tugasnya bidan harus memenuhi standar yang menjamin kualitas pelayanan yang diberikan. Tingkat efektifitas dan efesiensi layanan Kesehatan ibu dan anak dapat diukur melalui indicator cakupan K1, K4, KF3 dan pertolongan persalinan oleh tenaga Kesehatan. Peran kinerja bidan desa di Kabupaten Sumedang belum maksimal sehingga perlu dilakukan analisis hubungan kualitas kehidupan kerja dengan kinerja Bidan Desa di Kabupaten Sumedang tahun 2023 sebagai tujuan penelitian. Metode: metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional menggunakan data premier berupa kuesioner. Populasi penelitian ini yaitu seluruh Bidan Desa Kabupaten Sumedang dengan sampel penelitian sebanyak 80 responden. Variabel independent yaitu kinerja bidan desa dan variable dependennya yaitu Kualitas Kehidupan Kerja. Penelitian ini menggunakan kuesioner dengan metode analisis data chi square. Hasil: di dapatka bahwa kinerja bidan yang baik sebanyak (42%) dan kinerja bidan kurang baik sebanyak (58%) dilihat dari capaian 4 indikator asuhan kebidan K1,K4,KF3 dan pertolongan persalinan oleh tenaga Kesehatan. Hasil statistika diketahui tidak ada hubungan yang bermakna (p value >0,05) antara kualitas kehidupan kerja dengan kinerja bidan desa. Simpulan: tidak ada hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan kinerja bidam desa di Kabupaten Sumedang tahun 2023. Saran : Diperlukan monitoring dan evaluasi kinerja bidan desa secara periodic sehingga dapat diketahui perencanaan yang perlu disusun berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kebidanan.

Background: The importance of the role of healthcare professionals in improving health status. One of the measures taken by the government is to expand the coverage of midwifery services in basic healthcare facilities. In carrying out their duties, midwives must meet standards that ensure the quality of the services provided. The effectiveness and efficiency of maternal and child health services can be measured through indicators such as coverage of K1, K4, KF3, and childbirth assistance by healthcare professionals. The performance of village midwives in Sumedang Regency has not been optimal, so an analysis of the relationship between the quality of work life and the performance of Village Midwives in Sumedang Regency in 2023 is needed as the research objective. Method: This research uses a quantitative method with a cross-sectional research design using primary data in the form of a questionnaire. The population of this study is all Village Midwives in Sumedang Regency, with a sample of 80 respondents. The independent variable is the performance of village midwives, and the dependent variable is the Quality of Work Life. This study uses a questionnaire with chi-square data analysis method. Results: It is found that good midwifery performance is 42%, and less good midwifery performance is 58%, based on the achievement of 4 midwifery care indicators (K1, K4, KF3, and childbirth assistance by healthcare professionals). Statistical results show no significant relationship (p-value > 0.05) between the quality of work life and the performance of village midwives. Conclusion: There is no relationship between the quality of work life and the performance of village midwives in Sumedang Regency in 2023. Recommendations: Periodic monitoring and evaluation of the performance of village midwives are needed to determine planning based on the evaluation results, aiming to improve the quality of midwifery services.
Read More
T-6857
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ajeng Sekartiwi; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Dian Ayubi, Wachyu Sulistiadi, Yudi Dimyati, Santayana
Abstrak:
Posyandu memegang peranan penting dalam pemantauan pertumbuhan anak dan pencegahan stunting. Sayangnya, angka kunjungan balita ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Tebet masih rendah dan merupakan yang paling rendah di Kotamadya Jakarta Selatan (64,88%). Berbagai faktor mungkin memengaruhi keputusan orangtua/ keluarga untuk rutin membawa balitanya ke posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara kepuasan terhadap layanan posyandu dan pemanfaatan posyandu balita di wilayah kerja Puskesmas Tebet. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan jumlah sampel 281 ibu/ keluarga balita. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan posyandu baik didapatkan pada 73% responden. Kepuasan diukur dengan membandingkan kesesuaian kenyataan dan harapan, sebesar 93%. Analisis multivariat menunjukkan ada hubungan antara kepuasan dan perceived need dengan pemanfaatan posyandu balita setelah faktor pengetahuan dan kemudahan akses dikendalikan (p<0,001, OR 3,682). Pemanfaatan posyandu balita di wilayah kerja Puskesmas Tebet masih belum mencapai target. Kepuasan terhadap layanan posyandu sudah tinggi, tetapi masih terkonsentrasi pada kelompok keluarga yang berkunjung ke posyandu secara rutin setiap bulannya. Masih diperlukan upaya untuk menggali lebih dalam faktor kebutuhan/ perceived need terhadap layanan posyandu. Puskesmas Tebet dapat menyusun strategi peningkatan mutu layanan posyandu berdasarkan analisa importance-performance (IPA) dimensi kepuasan dan identifikasi kebutuhan. 

Posyandu plays an important role in monitoring children's growth and development. Despite its importance, the Posyandu visit rate in the Tebet PHC area was low and counted as the lowest in South Jakarta (64,88%). Many factors may affect mothers/families to bring under-5 children to Posyandu. This research aimed to study the relationship between satisfaction and posyandu balita utilization in Tebet PHC area. This research was a cross-sectional, quantitative study involving 281 mothers/families. Routine utilization was found among 73% of families. Satisfaction measured by comparing performance and expectation was 93%. Results also show that there is a relationship between satisfaction and posyandu balita utilization (p-value <0,001, OR 3,682). Posyandu utilization is still below target. The satisfaction level is high, but it is still concentrated in a group of families who visit posyandu routinely. More attempt is needed to identify mothers/ family needs and expectations of Posyandu Balita. Further quality improvement strategies can be developed based on the importance-performance analysis (IPA) of the satisfaction dimensions and needs identification.
Read More
T-7199
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulinur Firdaus; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Dian Ayubi, Adang Bachtiar, Emmy Amalia, Sulistiono
Abstrak: Sektor kesehatan di Indonesia sedang dihadapkan pandemi COVID-19 sehingga pemenuhan jumlah dan jenis SDM menjadi kunci terjaganya mutu pelayanan kesehatan di puskesmas. Kepuasan kerja menjadi penting bagi karyawan non-PNS dengan berbagai tantangan tupoksinya selama pandemi COVID-19. Kabupaten Bogor merupakan salah satu lokus peningkatan kepuasan kerja yang masih di bawah 75% untuk tingkat kepuasan yang tinggi di tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan determinan kepuasan kerja pada pegawai non-PNS di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan metode penelitian kuantitatif pada 141 pegawai non-PNS pada primary healthcare di Kabupaten Bogor sebagai responden penelitian. Alat yang digunakan adalah kuesioner kepuasan kerja yang memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,940. Hasil yang dicapai tingkat kepuasan kerja yang rendah sebesar 78% dan kepuasan kerja yang tinggi sebesar 22% yang didominasi oleh faktor intrinsik yang memiliki kisaran yang lebih rendah dalam memberikan tingkat kepuasan yang tinggi dibandingkan dengan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik yang dimaksud adalah penghargaan, pengakuan, pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab, keahlian dan jenjang karier. Faktor ekstrinsik yang dimaksud adalah kebijakan organisasi, pengawasan, pendapatan, hubungan interpersonal, kondisi kerja dan keamanan kerja. Determinan dominan yang memiliki hubungan dengan kepuasan kerja adalah kondisi tempat kerja (OR= 2.818), pengawasan (OR=2.596), dan pekerjaan itu sendiri (OR=2.479). Variabel penentu yang dikendalikan adalah pengakuan, dan hubungan interpersonal rekan kerja. Berdasarkan penelitian ini skor kepuasan kerja secara signifikan berhubungan dengan faktor intrinsik dan ekstrinsik yang terdiri dari tiga determinan dominan utama dan dikendalikan oleh dua determinan lain untuk perawatan kesehatan primer non-PNS di Kabupaten Bogor
Read More
T-6379
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuniarsih Handayani; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Besral, Amila Megraini, Danar Daya
Abstrak: ABSTRAK
 Tesis ini membahas hubungan antara dimensi kepuasan pasien dengan minat pemanfaatan ulang pelayanan rawat inap di RS. Hermina Depok tahun 2012. Penelitian ini dilakukan karena peneliti melihat adanya penurunan pemanfaatan rawat inap (penurunan nilai BOR) pada tiga tahun terakhir serta hasil pengukuran kepuasan pelanggan yang tidak mengalami peningkatan pada dua tahun terakhir di RS. Hermina Depok. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Metode yang digunakan untuk mengukur kepuasan menggunakan Metode Service Quality (Servqual) yang terdiri dari lima dimensi yaitu tangibility, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pasien tertinggi terdapat pada dimensi assurance dan terendah pada dimensi responsiveness. Hasil uji statistik dimensi kepuasan tangibility, responsiveness, assurance, dan emphaty mempunyai hubungan yang signifikan dengan minat pemanfaatan ulang. Dimensi tangibility adalah dimensi yang paling kuat hubungannya dengan minat pemanfaatan ulang pelayanan rawat inap, dengan mendapat pengaruh dari dimensi assurance. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan agar RS. Hermina Depok memperbaiki kualitas pelayanan terutama pada dimensi tangibility. 

 ABSTRACT
 This thesis studies the relation between dimensions of patient satisfaction and re-use interest of inpatient room service at RS. Hermina Depok in 2012. This study was held because the visiting of inpatient room service (BOR) had decreased since three years before, and patient satisfaction of RS. Hermina didn’t increase significantly for two years. This study is observational study and use cross sectional design. Method of Service Quality (Servqual) was used to measure patient satisfaction, which content of five dimensions there are tangibility, reliability, responsiveness, assurance, and emphaty. The results of study are, the highest patient satisfaction is dimension of assurance and the lowest patient satisfaction is dimension of responsiveness. The results of statistic test are, dimensions tangibility, responsiveness, assurance, and emphaty have significantly relationship to re-use interest. Dimension of tangibility has the strongest relation to re-use interest of inpatient care service, influenced by dimension of assurance. The researcher suggests RS. Hermina Depok to increase quality of health care service especially for dimension of tangibility.
Read More
T-3708
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suzana Sinaga; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Besral; Agustin Kusumayati, Rahmatsyah Said, I Nengah Mustika
Abstrak:

Rumah sakit sebagai institusi yang melayani kesehatan dituntut untuk terus berkembang dan melakukan perbaikan sehingga dapat memberikan pelayanan yang bermutu yang memuaskan pasien. Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator dalam mengukur mutu pelayanan di rumah sakit dan juga sebagai indikator dari standard suatu rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan di poliklinik rawat jalan RS. Marzoeki Mahdi, mengetahui gambaran karakteristik pasien di poliklinik rawat jalan RS. Marzoeki Mahdi, mengetahui hubungan karakteristik pasien dengan tingkat kepuasan, serta mengetahui faktor karakteristik yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan di poliklinik rawat jalan RS.Marzoeki Mahdi. Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan cross- sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen terhadap 158 responden yang diambil secara acak dengan menggunakan systemic random sampling. Penelitian ini berlangsung selama 5 (lima) minggu. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat, multivariat Serta diagram Kartesius. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa responden terbanyak yang datang berobat ke poliklinik rawat jalan RS. M. Mahdi adalah kelompok umur produktif yaitu 30-60 tahun,jeniS kelamin terbanyak adalah perempuan, tingkat pendidikan terbanyak adalah akademi/ perguruan tinggi , status pekerjaan terbanyak adalah tidak bekerja/ibu rumah tangga dan sumber pembiayaan terbanyak adalah askes PNS. Dari hasil penelitian didapati tingkat kepuasan responden di polikilnik rawat jalan yaitu yang merasa puas sebanyak 70.9% dan respoden yang merasa tidak puas sebanyak 29.1%. Dan diperlihatkan bahwa pendidikan mempunyai hubungan yang bennakna dengan tingkat kepuasan pasien di poliklinik rawat jalan RS. M. Mahdi. Diketahui juga variabel yang paling dominan berhubungan dengan tingkat kepuasan di poliklinik rawatjalan adalah variable pendidikan. Hasil analisis diagram Kartesius didapati dimensi mutu yang menjadi prioritas utama dan harus diperbaiki serta dilaksanakan sesuai harapan pasien adalah dimensi tangible dan reliability. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepuasan pasien di poliklinik rawat jalan RS. Marzoeki Mahdi cukup baik, namun diharapkan pihak manajemen rumah sakit dapat lebih meningkatkan mutu pelayanannya, sehingga unit rawat jalan ini berkembang dengan pesat sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan pasien dari tahun ketahun yang terus mengalami kenaikan jumlah kunjungan, untuk itu perlu mendapat perhatian.

Read More
T-2409
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive