Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 16268 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Marwazi Ansory; Pembimnbing: Artha Prabawa; Penguji: R. Sutiawan, Rini Fithri Anni Bahar, Trisna Setiawan
Abstrak: Fenomena gunung es dan window period yang dimiliki oleh kasus HIV/AIDSmenjadi salah satu alasan kuat dibutuhkannya upaya penanggulangan HIV/AIDS yang paripurna dan tepat sasaran, oleh karena itu sistem informasi eksekutif Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Depok memegang peranan didalamnya, tentunya sistem ini perlu dukungan sistem pencatatan dan pelaporan yang baik , berjalan lancar, berjenjang dan berkesinambungan. Membangunsistem informasi eksekutif KPA Kota Depok adalah upaya menyediakan informasi yang berkualitas bagi para pimpinan KPA Kota Depok, sebagai instrumen pendukung pengendalian dan penilaian sehingga dapat mengambil kebijakan dan tindakan yang tepat dalam rangka menciptakan lingkungan yangkondusif untuk upaya penanggulangan AIDS di Kota Depok. Prototype Sistem informasi Eksekutif ini dikembangkan dengan SDLC (System Development LifeCycle) dengan model iterative dan incremental, dibangun dengan berbasis webdan database, menggunakan bahasa program: PHP, dengan data base:mysql. Memungkinkan prototype ini dapat dikembangkan terus menjadi lebih baik. Kata Kunci : HIV, Komisi Penanggulangan AIDS,Sistem Informasi
Iceberg phenomenon and owned by the window period of HIV / AIDS(HumanImmunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome) is one of thereasons it needs strong efforts to combat HIV / AIDS are complete andappropriate, therefore, executive information systems (EIS) in Depok AIDSCommission play a role in it, of course These systems need to support a goodsystem for recording and reporting. Developing Executive information system isan attempt to provide quality information for Depok AIDS Commision leaders, asan instrument of control and assessment support so that it can take policies andmeasures appropriate in order to create a conducive environment for the AIDSresponse in Depok. Executive information system prototype was developed withthe SDLC (System Development Life Cycle) iterative and incremental model,built with web-based and database, using programming languages: PHP,databases: mysql. This prototype can be developed allowing it keeps gettingbetter.Keywords: HIV, AIDS Commission, EIS
Read More
T-4181
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Istiqomah; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Meiwita Paulina Budiharsana, Dadang Hamidi, Rina Hasriana
Abstrak:

ABSTRAK
HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immune Deficiency Syndrome) telah menjadi penyakit infeksi penyebab kematian terbesar pada populasi dewasa di dunia. Penyakit ini memiliki window period dan fase asimtomatik (tanpa gejala) yang relatif panjang dalam perjalanan penyakitnya. Sebagian besar penderita HIV dan AIDS berusia produktif, dan besarnya persentase penderita AIDS pada kelompok usia produktif mempengaruhi produktifitas sumber daya yang ada di negara ini. Di Indonesia, Kabupaten Karawang merupakan salah satu wilayah endemis dan berisiko tinggi terhadap HIV dan AIDS. Sebagai kawasan industri, Kabupaten Karawang memiliki banyak penduduk usia produktif dengan mobilitas penduduk yang tinggi sehingga mempercepat proses transfer teknologi, budaya dan gaya hidup. Munculnya tempat-tempat hiburan malam, peredaran media pornografi dan narkotika menciptakan kemudahan akses terhadap terjadinya transaksi seks berisiko, yang merupakan cara penularan HIV dan AIDS terbesar. Komisi Penanggulangan AIDS adalah koordinator untuk upaya penanggulangan HIV dan AIDS. Dalam melaksanakan fungsinya, KPA memiliki rencana aksi SRAN 2010-2014. Untuk memonitor dan mengevaluasi program, digunakan sistem pencatatan dan pelaporan berjenjang. Secara rutin KPA Kabupaten Karawang mengirimkan laporan ke KPA provinsi, KPA nasional dan para pemangku kepentingan di Kabupaten Karawang. Namun, analisa terhadap data yang dimiliki belum dilakukan secara maksimal. Data yang dilaporkan hanya berupa angka absolut dan belum menggambarkan capaian hasil kinerja. Pengembangan sistem pencatatan dan pelaporan HIV dan AIDS berbasis data di KPA Kabupaten Karawang bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dengan menggunakan database yang sistematik, penyimpanan, pengolahan dan pengelolaan data menjadi lebih baik. Metodologi yang digunakan adalah inkremental dan iteratif dengan model prototyping. Sistem ini akan membatu mengolah data berupa angka absolut dengan hasil pemetaan populasi kunci menjadi hasil cakupan kinerja dan indikator. Dengan telihatnya cakupan kinerja dan indikator, diharapkan perencanaan upaya penanggulangan HIV dan AIDS yang dibuat oleh para pembuat keputusan dapat lebih efektif, efisien dan tepat sasaran. Untuk pengembangan sistem selanjutnya, dibutuhkan penguatan di sumber daya, rencana strategis dan SOP.


ABSTRACT
HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immune Deficiency Syndrome) has become the number one cause of death of adult population in the world. It has window period and a long asymptomatic phase. Most HIV and AIDS cases are people in productive age, and it affects productivity of a country. In Indonesia, Karawang District is one endemic area with high risk of HIV and AIDS. As an industry area, Karawang District has much population in productive age with high mobility. It accelerates technology, cultural and lifestyle transfers. The appearance of night clubs, pornography and narcotics ease access to risky sex transaction, which is the biggest cause of HIV and AIDS transmission. National AIDS commission is a coordinator to HIV and AIDS prevention programs. It has SRAN 2010-2014 as the strategic planning for 5 years. To monitor and evaluate the plans, National AIDS commission has developed a hierarchical reporting and recording system, from district to national level. Periodically Karawang AIDS commission sends reports to provincial AIDS commission, national AIDS commission and stakeholders in Karawang District. However, Karawang AIDS commission sent report in absolute and has not analyzed it maximally. It has not described the achievement of Karawang in HIV and AIDS prevention program. Therefore, the development of data-based HIV and AIDS reporting and recording system has purpose to solve the problem. With systematic database, the data storage, execution and management become better and efficient. The methodology of the development is incremental and iterative with prototyping model. This system will help formulating absolute data with mapped key population data into coverage of performance. The coverage will help the decision making become more effective, efficient and based on needs and target. This proposed system still requires manpower and policy strengthening.

Read More
T-3883
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bety Setyorini; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Tris Eryando, Eko Priyono, Noerzamanti Lies Karmawati
T-2415
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ainol Mardhiah; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, R. Sutiawan, Aris Purwanto, Tutut Indrawahyuni
Abstrak:

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu sumber daya yang penting dalam suatu organisasi: juga penentu berhasil atau tidaknya pembangunan di suatu negara, baik dalam pembanguoan ekonomi dan: kesehatan. Undang-undang Kesehatan No. 23 tahun 1992 menyatakan bahwa tenaga kesehatan merupakan salah satu sumber daya kesehatan yang diperlukan sebagai pendukung Sehingga perlu dikembangkan suatu sistem informasi perencanaan kebutuhan SDM kesehatan di Puskesmas berdasarkan beban kerja. Dimana sistem yang akan dikembangkan ini diharapkan dapat membantu pengambil keputusan dan d.ijadikan bahan acuan dalam menentukan kebijakan dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi terhadap perencanaan dan distribusi SDM. Sistem infonnasi ini disebut sistem pendukung keputusan. Metodologi yang dipakai adalah dengan menggunakan pendekatan Development Lift Cycle (SDLC) dengan cara wawancara mendalam dengan para informan. Permasalahan sistem yang ada sekarang adalah data yang ada masih terpisah-pisah dibagian yang berbeda, pengolahan masih dilakukan secara manual, sehingga bel diperolehnya informasi. Pengembangn sistem dimulai dari penetapan kebutuban sitepemodelan sistem serta penetapan sofeware dan hardware yang digunakan dengan harapan dapat penghasilan informasi yang dibutuhkan user dalam perencanaan kebutuhan SDM Kesehatan.


 

Software yang digunakan untuk aplikasi prototype ini adalah Fox pro, dengan spesifikasi minimum hardware adalah pentium ll 450 Mhz, kapasitas RAi\.1 128 MB, kapasitas hardisk 106 B. Human resource is one of the important resources in an organization, it is also a de derminant-factor on success or failure o development in a country, both of economic and health. The health legislation no. 23 in 1992 expressed that a health officer is one of important health resource as a supported health effort in order to existence of public health level optimally. To reach an efficacy of health development as expressed on legislation no. 23 in research used Development Life Cycle (SDLC) method by a deep interview to informant. The existing system problem is existing data still separated by different shares, processing is still conducted by manual, so the information is not obtained yet System development is started by determining of system requirement, system model and also determining of software and hardware which is used in order to get an important information for user on requirement of health human resources planning. Software used for the application of this prototype is Fox pro, 'Yioith a minimum specification of hardware is Pentium II 450 :Mhz, memory capacity is 128MB, hard disk capacity is 10 B. Almost all of required information by user are availaole on development of this system. On the next system, it is expected can result development of health human resources planning and also inventory of health facilities in Depok. By developing an information system o requirement of health human resources planning. it is expected can improve perfcnnance of program organizer-in managing and analyzing data quickly and efficient, so it can result a required information for user.

Read More
T-2351
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pristya Trianggi Juwita; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Poppy Yuniar, Imelda Wijaya
Abstrak: Latar Belakang: Sistem informasi pengelolaan obat di Dinas Kesehatan telah diganti dengan sistem yang baru yaitu Sistem Informasi Pengelolaan Obat (SIPO) berbasis jaringan internet yang dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Kota Depok sejak Bulan Februari tahun 2015. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan SIPO di Puskesmas dan Dinas Kesehatan dengan analisis PIECE (performance, information, control, efficiency,service). Tujuan penelitian ini adalah melakukan penilaian pelaksanaan dan pemanfaatan Sistem Informasi Pengelolaan Obat (SIPO) di Dinas Kesehatan Depok. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara. Hasil: Informasi yang dihasilkan oleh aplikasi SIPO sudah akurat dan tepat waktu, aplikasi SIPO mudah digunakan dan meringankan beban kerja. Simpulan & saran: Faktor yang mendukung dilaksanakannya SIPO adalah tersedianya sarana yang menunjang. Saran: Perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut tentang sarana, jumlah petugas obat dan beban kerja petugas dalam melaksanakan SIPO. Kata kunci: SIPO, analisis PIECES Background: drug management information system in the Department of Health has been replaced by a new system which Medication Management Information System (SIPO) -based Internet network developed by the Depok City Health Department since February 2015. The evaluation was conducted to determine how the use of SIPO in health centers and Health Department with the analysis PIECE (performance, information, control, efficiency, service). The purpose of this study was to assess the implementation and utilization of Drug Management Information System (SIPO) in Depok Health Department. Methods: This study used qualitative methods to interview. Results: The information generated by the SIPO application is accurate and timely, SIPO application is easy to use and help out the workload. Conclusions and suggestions: Factors that support the implementation of the SIPO is the availability of means of support. Suggestion: Necessary to evaluate the facilities and human resources in the implementation of the SIPO. Keywords: SIPO, analysis PIECES
Read More
S-8681
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jumontang Manurung; Pembimbing: Pandu Riono, Besral; Penguji: Sutanto Priyo Hastomo, Ariani Murti, Sehat Ginting
Abstrak: Latar Belakang: Penyebab utama tingginya prevalensi tuberkulosis di Indonesia adalah cukup besarnya jumlah penduduk dan tingginya kepadatan penduduk Indonesia terutama pada beberapa daerah. Pengobatan yang cukup lama yaitu 6 – 8 bulan menyebabkan banyak penderita yang tidak menyelesaikan pengobatannya secara tuntas. Di samping itu tingkat kedisiplinan penderita tuberkulosis untuk minum obat masih rendah dan tuberkulosis menyerang orang dengan status gizi buruk dan kurang dengan kondisi fisik yang lemah. Sementara sistem pencatatan dan pelaporan tuberkulosis yang terlalu rumit dengan formulir isian sebanyak 13 formulir (TB 01 – 13) yang dilakukan secara manual sehingga besar kemungkinan terjadi kesalahan pada waktu pengisian sehingga banyak ditemukan data yang tidak lengkap. Data yang tidak lengkap bila diolah akan menghasilkan informasi yang tidak baik, sehingga informasi tersebut tidak dapat digunakan untuk menanggulangi tuberkulosis. Tujuan: Tujuan dikembangkannya sistem menjadi komputerisasi dengan pengolahan dan penghitungan secara otomatis dapat memberikan gambaran masalah tuberkulosis di Kotamadya Jakarta Timur. Metoda: Metoda yang digunakan dalam Pengembangan Sistem Informasi Penanggulangan Tuberkulosis adalah metoda Siklus Hidup Pengembangan Sistem yang terdiri dari preanalisis sistem, analisis sistem, perancangan sistem dan uji coba. Hasil: Hasil pengembangan sistem adalah terbentuknya prototipe Sistem Informasi Penanggulangan Tuberkulosis yang dapat membantu memberikan gambaran situasi an kegiatan tuberkulosis di Jakarta Timur dan memberikan gambaran yang akan dilakukan serta membantu pengelola program dalam membuat rencana kerja program tahunan. Pengembangan Sistem Informasi Penanggulangan Tuberkulosis di Kotamadya Jakarta untuk menggantikan sistem lama (TB elektronik) merupakan suatu upaya untuk mengatasi permasalahan tuberkulosis di Kotamadya Jakarta Timur. Dengan terbentuknya sistem ini, akan membantu dalam mengolah dan menganalisis data tuberkulosis menjadi informasi, seperti angka penemuan kasus baru, angka kesembuhan, angka konversi, angka kesalahan laboratorium, pola penyebaran kasus baru dan kasus dropout pada daerah yang padat penduduknya dan daerah gakin, memberikan gambaran kinerja puskesmas dan penyebaran puskesmas dalam pelayanan penderita tuberkulosis. Kesimpulan: Teridentifikasinya peluang dan kelayakan untuk pengembangan Sistem Informasi Penanggulangan Tuberkulosis. Kata kunci: TBC, Sistem Informasi TBC.
Background:The high cause of tuberculosis prevalence in Indonesia is the enough big of population number and the high density of Indonesian population especially in some of regions. The enough long treatment, 6 – 8 months cause many patients cannot settle their treatment completely. Beside that the discipline level of tuberculosis patient for drinking medicine is still low and tuberculosis attacked people with bad nutrient status and weak physical condition. While the system of recording and reporting of tuberculosis which were most complicated with registration form in number of 13 forms (TB 01 – 13) which was executed manually so that it is much possible that the mistake was happened at the time of filling and many found incomplete data. Incomplete data if it is processed, hence it will create improper information, so that said information cannot be used to prevent tuberculosis. Objective: The objective to be developed the former system becoming new system with automatic processing and calculation can give description of tuberculosis problem in East Jakarta Municipality. Methode: Method used in the development of information system of tuberculosis prevention is life cycle of system development consisting of pre analysis, planning and try out systems. Result: The result of system development is established information system prototype of tuberculosis prevention which can give description of tuberculosis condition in East Jakarta and give conducted description activity as well as help program manager in making work plan of annual program. The development of information system of tuberculosis prevention in East Jakarta for changing former system (TB electronic) represents one effort to handle tuberculosis problem in East Jakarta Municipality. With the establishment of this system, it will help in processing and analyzing tuberculosis data becoming information, such as percentage of new case invention, percentage of recovery, percentage of conversion, percentage of laboratory mistake, the path of new case distribution and drop out case and density population area and poor family (gakin) area, as well as give description of health center performance and health center distribution in servicing tuberculosis patient. Conclusion: Identification of the opportunity and feasibility for developing information system of tuberculosis prevention. Keyword: TBC, Information System of Tuberkulosis
Read More
T-2162
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kholid Fadli; Pembimbing: Mila Herdayati; Penguji: Poppy Yuniar, Umi Zakiati
S-9259
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kholid Fadli; Pembimbing: Mila Herdayati; Penguji: Poppy Yuniar, Umi Zakiati
S-9259
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pujianingsih; Pembimbing: Meiwita P. Budiharsana; Penguji: Tris Eryando, Ahmad Syafiq, Dodo Suhendar, Edi Sutardi
Abstrak:

Bencana selalu memberikan arti merugikan. Bencana adalah suaru pcristiwa yang terjadi sccam mendadak atau tidak terencana atau secara pcrlahan tetapi bcrlanjut yang menimbulkan dampak terhadap pola kehidupan normal atau kerusakan ekosistem. Bencana seringkali menimbulkan korban masal dalam jmnlah yang relatif banyak dan perlu mendapatkan pertolongan keschatan segera dengan menggunakan sarana, fasilitas dan tenaga yang lebih dari yang tersedia sehari-hari. Secara geografis wilayah Kabupaten Bandung terletak pada wilayah yang rawan terhadap bcncana banjir. Banjir yang tejadi setiap tahunnya berpotensi memicu te1jadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular karena terganggunya layanan kesehatan masyarakat dasar dan memburuknya semua kondisi kehidupan. Frekucnsi banjir pada tahun 2004 8 kali dengan jumlah korban scbanyak 1.542 orang, tahun 2005 I0 kali dengan jumlah korban sebanyak 1.231 orang dan 2 orang diantaranya meninggal dunia. Tahun 2006 telah terjadi 3 kali bencana banjir dengan jumlah korban scbanyak 5.429 orang. Dan disertai dengan peningkatan kasus Penyakit Diarc, ISPA dan Dermatitis. Penanggulangan banjir dilakukan dengan pembcrian bantuan untuk mencegah teljadinya krisis kesehatan dengan dasar hasil pendataan yang dilakukan segera setelah informasi awal diterima mcnggunakan metode Rapid Health Assessment (RH/1), operasional mctode ini belum berjaian optimum dan output yang dihasilkan sebatas laporan kejadian banjir dan KLB penyakit. Pengembangan sistem yang dilakukan berdasarkan metode Decision Support Syszems (DSS), yaitu perencanaan, analisis sistem, perancangan sistem, uji coba protozype dan implementasi sistem, dengan memadukan konsep Data Base Management Sysrem dan aplikasi program Visual Basic menjadi kekuatan dalam Sistem Informasi Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Banjir (SI BANJIR). Hasil analisis sistem dapat mengidentifikasi bcsamya masaiah kesehatan yang ditimbulkan, kebutuhan untuk mengatasi masalah krisis kesehatan dan kemampuan merespon untuk penangulangan kxisis kesehatan akibat banjir. SI BANJIR didesain untuk kemudahan input data dan otomasi proses pengolahannya menj adi informasi. Output yang dihasilkan berupa peta ranggap bencana, laporan sumary kejadian bencana, tabulasi kebutuhan dan kemampuan mercspon, gmfik perkembangan korban, kerusakan sarana kesehatan lingkungan, pengungsi dan kasus penyakit. Aplikasi Sl BANJIR ini dapat menjadi alat manajcmen dalam program penanggulangan banjir, menguatkan kemampuan pada kegiatan perencanaan dan surveilans. Output yang dihasilkan dapat diiadikan informasi untuk masukan pada pengambil keputusan dalam program penamggulangan krisis kcschatan akibat banjir. SI BANJIR ini diharapkan dapat dijadikan alat bagi pengelola program dan dimungkinkan dapat dikembangkan di tempat rawan bencana lainnya.

Read More
T-2642
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edy Suryawan Purba; Pembimbing: Tris Eryando, Toha Muhaimin; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Hasnawati, Sugito
Abstrak: Secara geografis Indonesia memang berada pada daerah yang rawan bencana, seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir, angin topan, kekeringan, hama penyakit dan epidemi. Disamping itu beberapa bencana yang lain dapat terjadi karena akibat kelalaian atau kesalahan dalam pengelolaan sumber daya dan lingkungan, contohnya kebakaran hutan atau pencemaran lingkungan, kecelakaan transportasi dan kegagalan teknologi. Salah satu bencana yang sering pula terjadi di berbagai daerah adalah kerusuhan sosial yang disebabkan antara lain karena kemiskinan, konflik budaya, ketidak adilan dalam pembagian sumber daya, kesenjangan sosial ekonomi, adanya perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) atau karena adanya intervensi negara lain. Penanggulangan masalah kesehatan yang timbul akibat bencana tersebut dapat secara cepat dan tepat dilakukan apabila didukung oleh informasi yang cepat, tepat dan akurat. Untuk mendapatkan informasi yang cepat, tepat dan akurat tersebut perlu dikembangkan suatu sistem informasi agar dapat digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat dalam melakukan intervensi. Tujuan pengembangan sistem ini adalah terbentuknya sistem informasi akibat bencana untuk pengambilan keputusan yang tepat dalam penanggulangan masalah kesehatan. Metodologi pengembangan sistem yang digunakan adalah pendekatan siklus hidup pengembangan sistem (System Development Life Cycle) yang terdiri dari perencanaan sistem dan analisa kelayakan, analisis terhadap sistem, desain sistem dan implementasi sistem. Perencanaan sistem dilakukan untuk mengidentifikasi peluang pengembangan sistem. Berdasarkan analisis kelayakan ekonomi, teknis dan organisasi Sistem Informasi Penanggulangan Masalah Kesehatan Akibat Bencana di Departemen Kesehatan Republik Indonesia berpeluang untuk dikembangkan. Perancangan sistem yang disusun adalah dengan rancangan basis data dengan rancangan keluaran dalam bentuk tabel dan rancangan masukan adalah berupa formulir pelaporan. Beberapa keunggulan dari sistem yang dikembangkan adalah menggunakan formulir dan manajemen basis data dalam entry data, menggunakan cara otomatis, lebih terstruktur dan prosesnya cepat dalam hal pengolahan data, laporan dapat dicetak langsung dan penyajian data dalam bentuk tabel. Sedangkan kekurangan dari sistem yang dikembangkan adalah masih perlu adanya pengembangan lebih lanjut dan belum terujinya sistem pada tahap implementasi di Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Disarankan perlu adanya kebijakan pendukung dalam mengatur pelaksanaan Sistem Informasi Penanggulangan Masalah Kesehatan Akibat Bencana, baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, termasuk mekanisme umpan balik dan pengawasan secara berkesinambungan sehingga proses pelaporan kegiatan upaya penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana dapat berjalan dengan baik. Kata Kunci : SIB-PMK
Geographically, Indonesia indeed, lies on high-risk natural disaster, like earthquake, tsunami, landslide, flood, typhoon, drainage and epidemic diseases. Besides, there are other disasters might happen due to the awareness and failure in managing natural resources and environment, such as, haze, environment pollution, traffic accident and technology failure. One of disasters that often occurred in some region is social riot, caused by poverty, culture conflict, injustice in natural resources distribution, social economic gap, different ethnic, religion and races or the intervention of other countries. Health crisis response caused by those stated disasters can be handled quickly and accurately if it is supported by quick, accurate and exact information. In order to gain the quick, accurate and exact information above, it is necessary to develop information system that can be applied as the base of the appropriate decision making in conducting the intervention. The aim of the development of system is to form disaster information system to make an appropriate decision in responding to health crisis. The system development methodology applied is the approach System Development Life Cycle which consists of planning system and visible analysis, analysis toward system, system design and system implementation. Information system is conducted by identifying the opportunity of system development. Based on the analysis of economic visibility, techniques and organization Information System for Health Crisis Response Consequence of Disaster in Ministry of Health, Republic of Indonesia, may still be further developed. Designing system is organized by data based design output design in table and input design in report form. Some advantages of system developed are the use of form and data base management in data entry, use automatic will be more structured and quick process in data processing, report can be directly printed and data developed in table. Meanwhile, the constraint from the developing system is it is still needed to be further developed and has not been justified in implementation stage in Health Provincial Office and Health District Office. It is advisable that there is a supporting policy in regulating the implementation Information System for Health Crisis Response Consequence of Disaster, both in province and district, including feedback mechanism and sustainable control so that the reporting process of health crisis response of disaster can be operated well. Key words : SIB-PMK
Read More
T-2185
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive