Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32352 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nengsih Hikmah Sensiawati; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Evi Martha, Chinta Septiawati, Nia Nurkania
T-4254
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silvi Amalia; Pembimbing: Sudarti Kresno; Penguji: Anwar Hasan, Intan Dewi
S-6106
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Septi Adhitya Putri; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Tri Krianto, R. Selly Harianti Kusumah
Abstrak: ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) telah menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia dan kelompok umur yang paling rentan terhadap ISPA adalah kelompok balita. Kasus ISPA pada balita di kelurahan Kampung Melayu Kec. Jatinegara Jakarta Timur menempati urutan pertama dengan angka kejadian setiap tahunnya hingga 3000 kasus pada balita Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kualitas lingkungan fisik rumah dan sumber pencemar udara dalam ruangan dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Kampung Melayu. Desain studi yang digunakan adalah cross sectional dengan jumlah sampel 102 yang terbatas pada kelompok balita. Pengambilan sampel dengan cara simple random sampling dengan menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square dan Regresi Logistik. Terdapat diperoleh 55 balita yang terkena ISPA. Variabel yang memiliki hubungan kejadian penyakit ISPA pada balita adalah Jenis dinding (p-value = 0.003), Jenis Atap (p- value = 0.025), Kelembaban (p- value = 0.001), Pencahayaan (p- value = 0.000), Kepadatan hunian (p- value = 0.001), dan perilaku merokok (p- value = 0.002). Faktor dominan yang mempengaruhi kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Kampung Melayu adalah Pencahaayan (p- value = 0.000; OR = 12.4) Kata kunci: ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), Balita, Lingkungan Fisik Rumah Acute Respiratory Infections has been a major cause of infectious morbidity and mortality in the world and age groups most susceptible to ARIs are toddlers. ARI cases in toddlers in Kampung Melayu ranks first with the number of incidents is 3000 cases. The purpose of this study is to analyze the relationship between the quality of the physical environment of the house and the source of air pollutants indoor with the incidence of ARI in toddlers the work area of Puskesmas Kampung Melayu. The design study is cross sectional with 102 samples of toddlers. Using simple random sampling using questioner. The statistical test used is chi-square and Logistic Regression. There was 55 toddlers affected by ARI. The result showed that there was correlation of ARI disease in toddlers with type of wall (p-value = 0.003), type of roof (p-value = 0.025), Humidity (p-value = 0.001), Lighting (p- value = 0.000), density residential (p- value = 0.001), and smoking behavior (p-value = 0.002). The dominant factors that influence the incidence of ARI in toddlers the work area of Puskesmas Kampung Melayu, Kec. Jatinegara in 2018 are lighting (p-value = 0.000; OR = 12.4). Key words: ARI (Acute Respiratory Infections), Toddler, Home Physical Environment
Read More
S-9769
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wenni Febriana; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Tiara Amelia, Winarni Naweng Triwulandari
S-9128
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puti Shabrina; Pembimbing: Anwar Hassan; Penguji: Dian Ayubi, Dwi Putri Fitriyani
Abstrak: Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit endemik yang dapat menyebabkan kematian. Tahun 2013 jumlah kasus DBD tertinggi di Kecamatan Tebet berada di Kelurahan Kebon Baru yakni 67 kasus. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden tinggi, perilaku pencegahan DBD cukup baik, dan paparan sumber informasi cukup. Dari analisa bivariat tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (P=0,144), sikap (P=1,000), dan jenis kelamin (P=1,000) dengan perilaku pencegahan DBD. Ada hubungan yang signifikan antara paparan sumber informasi (P=0,001) dengan perilaku pencegahan DBD. Dari hasil penelitian, perlu dilakukan upaya promosi kesehatan pada siswa SD dengan melibatkan guru serta orang tua. Kata kunci: pengetahuan, sikap, perilaku, DBD, siswa SD. Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an endemic diseases that can cause death. In 2013 the highest number of dengue cases in Tebet is in Kebon Baru was 67 cases. This research is a quantitative study with cross-sectional design. The results showed that the respondents belong to the high knowledge, preventive behavior quite well, and exposure to information resources. From the bivariate analysis no significant relationship between knowledge (P = 0.144), attitude (P = 1.000), and gender (P = 1.000) with dengue prevention behavior. There is a significant relationship between exposure to sources of information (P = 0.001) with the behavior of dengue prevention. Health promotion efforts should be made to the elementary students with the involvement of teachers and parents. Keywords: knowledge, attitude, behavior, DHF, elementary school
Read More
S-8546
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diah Tri Puspita; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Dien Anshari, Nana Mulyana
Abstrak: Peringatan Bergambar (Pictorial Health Warning) pada kemasan rokok bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya rokok dan mencegah inisiasi merokok pada remaja. Namun, penelitian mengenai efek peringatan bergambar terhadap remaja di Indonesia masih minim. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara kesan menakutkan pada peringatan kesehatan dengan intensi tidak merokok di kalangan remaja di Kota Jakarta dan Bogor. Penelitian ini menggunakan desain studi eksperimental dengan responden remaja usia 15-18 tahun (n=313). Analisis menggunakan model linear mixed effect dengan variabel dependen intensi tidak merokok dan kesan menakutkan, paparan iklan rokok, jenis kelamin, pendidikan sebagai variabel independen. Hasil dari penelitian ini ditemukan hubungan yang positif dan signifikan antara kesan menakutkan dengan intensi tidak merokok (β= 0,44, SE= 0,01, p<0.001) setelah dikontrol karakteristik personal. Penelitian merekomendasikan peringatan kesehatan dengan gambar yang menyeramkan dapat mencegah inisiasi merokok pada remaja.
Read More
S-10220
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Trisni Handayani; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Dien Anshari, Pujiyanto; Sri Utami Rahayuningsing, Prianto Djatmiko
Abstrak: Latar belakang : Menurut WHO (2015) literasi kesehatan merupakan salah satu isu prioritas kesehatan di wilayah Uni Eropa yang berdampak pada outcome kesehatan. Sebuah studi komunitas pengungsi yang berasal dari Asia Tenggara di Amerika Serikat telah menemukan bahwa rendahnya pengguna layanan kesehatan karena kurangnya literasi kesehatan mental. Pentingnya meningkatkan literasi kesehatan mental, sesuai dengan rencana WHO karena kesehatan mental adalah komponen esensial dari ikatan (kohesi) sosial, produktivitas, kedamaian dan stabilitas lingkungan, yang berkontribusi pada perkembangan sosial dan ekonomi di masyarakat. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi kesehatan mental dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan jiwa oleh ODMK di Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor setelah variabel perancu dikendalikan. Metode : penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel adalah orang dengan masalah kejiwaan yang bertempat tinggal di Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor. Jumlah Sampel 139 orang responden. Tekhnik pengambilan sampel adalah multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan secara wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan Uji regresi logistik ganda untuk seleksi model untuk multivariat. Hasil : Nilai rata-rata literasi kesehatan mental sebesar 73,08. sebanyak 56,1% ODMK telah memanfaatkan pelayanan kesehatan jiwa. sebanyak 57,6% responden berumur ≥30 tahun dan 43,2% memiliki pendidikan tamat SMA. Terdapat 64,9% yang mempunyai literasi kesehaatan mental tinggi telah memanfaatkan pelayanan kesehatan jiwa. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara literasi kesehatan mental dengan perilaku pemanfaatam pelayanan kesehatan jiwa pada ODMK di Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor setelah variabel jenis kelamin dan ketersediaan pelayanan kesehatan jiwa dikendalikan
Read More
T-5626
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bagus Dwi Ordika; Pembimbing: Sudarti Kresno; Penguji: Dien Anshari, Bayu Aji
S-5888
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulita Suprihatin; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Zakianis, Nia Nurkania
Abstrak:

ABSTRAK

WHO memperkirakan lebih dari sepertiga kematian anak secara global karena diare.Banyak penelitian membuktikan cuci tangan pakai sabun cost effective mencegahkesakitan dan kematian anak dibawah lima tahun akibat diare dan infeksi saluranpernapasan. Namun perilaku cuci tangan pakai sabun bukan perilaku yang biasadilakukan sehari-hari oleh masyarakat. Hasil survey Dinas Kesehatan Kota Bogortahun 2012 didapatkan perilaku cuci tangan pakai sabun masyarakat Kelurahan PasirKuda baru 35,5%. Penelitian ini membahas faktor predisposisi, pemungkin danpenguat perilaku ibu/pengasuh bayi sebagai upaya pencegahan kejadian diare.Penelitian bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil analisis multivariatvariabel pengetahuan dan ketersediaan sarana ada hubungan bermakna. Saranpenelitian meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang langkah-langkah mencucitangan yang baik dan benar serta meningkatkan kemitraan dengan Dinas Bina Margauntuk perluasan ketersedian dan kemudahan akses air bersih sepanjang tahun.


 

ABSTRACT

WHO estimates that more than one third of child deaths due to diarrhea globally. Manystudies have shown Handwashing cost effective to prevent the morbidity and mortality ofchildren under five are caused by diarrhea and respiratory tract infections. However,handwashing with soap is not the usual behavior. Results Bogor City Health Departmentsurvey in 2012 found the behavior of handwashing with soap in Kelurahan Pasir Kudacommunity 35.5%. This study discusses the factors predisposing, enabling, and reinforcingbehavior of handwashing the mother / baby sitter. Quantitative research with crosssectional design. Multivariate analysis variable availability of existing knowledge andhandwashing equipment relationships. To be advised improve knowledge of effectivehandwashing step and cooperation between Bina Marga Bogor City Department todevelop water supply.

Read More
T-3939
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asri Masitha Arsyati; Pembimbing: Sudarti Kresno; Penguji: Rina Artining Anggorodi, Sri Tjahyani Budi Utami, Suryono, Muhtar Lintang
Abstrak:

Thesis ini membahas pemilihan KB Vasektomi dan faktor-faktor yang melatarbelakangi pemilihan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor pada bulan Maret sampai bulan Juni 2011. Sampel informan berjumlah 42, terdiri dari 10 key informan, 16 informan akseptor vasektomi dan 16 akseptor non vasektomi. Penelitian ini kualitatif dengan rancangan RAP (Rapid Assesment Prosedure) menggunakan metode wawancara mendalam dan analisis dokumen. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengetahuan tinggi, motivasi, nilai anak, dukungan istri, biaya gratis vasektomi serta pengaruh dari PLKB dan Lurah merupakan faktor yang mempengaruhi keinginan pria memilih KB Vasektomi. Namun dukungan istri, akses pelayanan sulit, kepercayaan, tidak ada media vasekomi serta mitos merupakan faktor yang menghambat pemilihan KB Vasektomi. Kata Kunci : KB,Vasektomi


 This research describes the choice of vasectomy contraceptive and any factors under that choice. This research has done in Leuwiliang Rural Bogor Region from March to June 2011. The number of informant sample are 42, consist of 10 keys informant, 16 vasectomy acceptor‘s informant and 16 non-vasectomy acceptor‘s. This is qualitative research with RAP (Rapid Assessment Procedure) design, using indepth interviews and document analysis. The result of this research conclude knowledge, motivation, child value, wife support, free of vasectomy‘s fee, and motivating support from PLKB and chief of village are factors that influenced men needed vasectomy contraceptive chosen. However, wife support, difficult accessibility health services and myth factors that barrier of vasectomy contraceptive choice. Key words : Vasectomy, contraceptive

Read More
T-3327
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive