Ditemukan 27170 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Faktir-faktor yang berhubungan dengan nilai uji kompetensi program diploma tiga kebidanan tahun 2013
Fransisca Harianja; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Sandi Iljanto, Anhari Achadi, Siti Hayati, Indra Supradewi
T-4228
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nasihin; Pembimbing: Amal C. Sjaaf
T-867
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yuliana; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Milla Herdayati, Eti Rohayti
S-7788
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dina Isnanda Hasibuan; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Adang Bachtiar, Dewi Susanna, Riyani Wikaningrum, Ony Linda
Abstrak:
Era globalisasi adalah era persaingan terhadap mutu dan kualitas sumber dayamanusia. saat ini pemerintah melakukan upaya strategis dalam menjamin mutu lulusandengan pembinaan dan pengawasan sumber daya manusia kesehatan melalui sertifikasidan adanya surat tanda registrasi yang sebelumnya harus melalui tahap uji kompetensi.Maka Perguruan tinggi menjadi ujung tombak terhadap standarisasi kualitas lulusan. Salahsatu indikator mutu lulusan dapat dilihat dari akreditasi perguruan tinggi. Pada hakekatnyaperguruan tinggi harus terus menerus meningkatkan mutu pendidikan dengan dapat melihatpeluang, potensi, ancaman agar lebih efektif bertindak dan menghasilkan lulusan yang siapdi pasar kerja. Penelitian ini bersifat studi kasus dengan menggunakan data sekunder. Hasilpenelitian ini terdapat aspek kepemimpinan dan cara mengelola sumber dana masih rendah.Masih terlihatnya disparitas antara perguruan tinggi yang memiliki status akreditasi A, B,maupun C. Kesimpulan yang didapatkan bahwa menghasilkan lulusan Sarjana KesehatanMasyarakat sesuai standar nasional dan lulus uji komptensi, diharapkan perguruan tinggimemberikan perhatian yang seimbang bagi 8 (delapan) komponen uji kompetensi,khususnya aspek kepemimpinan dan dalam rangka menciptakan perguruan tinggi denganakreditasi A, diharapkan lembaga akreditasi memberikan pembinaan dan pengawasan bagiperguruan tinggi dalam hal peningkatan mutu.Kata kunci: Mutu pendidikan, uji kompetensi, akreditasi.
Globalization is an era of competition to the quality of human resources. This timethe goverment established a strategy effort to ensure graduate‟s competency by coachingand supervised human resource of public health through sertification and registration letterthat have to through the stage of core competency. So the university become the main coreto graduates standardization. One of graduate‟s quality indicator can be seen byaccreditation of the university. Essentially, the university have to increased education‟squality gradually by ability to see the oportunity, potency, and threat to be effective inaction and producing compatible graduate that ready to compete at the work field. This casestudy research was conducted with secondary data. The result of this research, there areleadership aspect and the way to manage resouce of fund is still low. We still could see thedisparity between the university with A accreditation, B, or C. The conclusion that wecould take is to produce Public Health gradute that match with national standard andpasssed core competency, university is being expeccted to give balanced attention for 8(eight) components of core competency, espescially in leadership aspect to create theuniversity with A accredition, accreditation foundation give coaching and monitoring to theuniversity in order of quality escalation.Key words: Quality of education, core competency, accreditation.
Read More
Globalization is an era of competition to the quality of human resources. This timethe goverment established a strategy effort to ensure graduate‟s competency by coachingand supervised human resource of public health through sertification and registration letterthat have to through the stage of core competency. So the university become the main coreto graduates standardization. One of graduate‟s quality indicator can be seen byaccreditation of the university. Essentially, the university have to increased education‟squality gradually by ability to see the oportunity, potency, and threat to be effective inaction and producing compatible graduate that ready to compete at the work field. This casestudy research was conducted with secondary data. The result of this research, there areleadership aspect and the way to manage resouce of fund is still low. We still could see thedisparity between the university with A accreditation, B, or C. The conclusion that wecould take is to produce Public Health gradute that match with national standard andpasssed core competency, university is being expeccted to give balanced attention for 8(eight) components of core competency, espescially in leadership aspect to create theuniversity with A accredition, accreditation foundation give coaching and monitoring to theuniversity in order of quality escalation.Key words: Quality of education, core competency, accreditation.
T-5094
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rahayu Astuti; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Purnawan Junadi, Wachyu Sulistiadi, Sri Poerwaningsih, Meilinda
Abstrak:
Pelayanan nifas sangat bermanfaat untuk mengetahui kondisi ibu, sehingga bila tejadi morbiditas postpartum segera dapat ditangani dan kematian ibu dapat dicegah. Namun pemanfaatan pelayanan nifas di Indonesia masih sangat rendah dan dibawah target, kunjungan nifas lengkap sekitar 32 persen, angka ini masih jauh dari yang ditargetkan yaitu sebesar 90 persen pada tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan data sekunder Riskesdas 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah 497 kabupaten/kota, dan sampel penelitian ini sebanyak 192 kabupaten/kota. Analisis dilakukan dengan uji regresi logistic ganda. Hasil penelitian didapatkan faktor yang paling dominan menentukan status Kunjungan Nifas lengkap adalah persentase K4 antenatalcare (B=-0,056). Penelitian ini menyarankan untuk pengkajian ulang standar pelayanan minimal di kabupaten/kota, peningkatan kualitas antenatalcare, peningkatan program home visit dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi. Kata Kunci : Antenatalcare, kabupaten/kota, kunjungan nifas, pelayanan nifas dan Riskesdas 2013
Read More
T-4377
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Arie Meutia Nada; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Sandi Iljanto, Caroline Sanger
S-8026
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Irma Lonita Damayanti; Pembiming: Kusharisupeni Kusharisupeni; Penguji: Diah M. Utari, Eti Rohati
S-8050
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anna Andreani Akse; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Sandi Iljanto, Hari Murti Wijaya
S-7875
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Elyzabeth Nangoy; Pembimbing: Besral; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Harni Wijiastuti
S-7800
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muliati Kendek; Pembimbing: Diah M. Utari; Penguji: Triyanti, Salimar
Abstrak:
Pemberian ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi sejak lahirsampai usia 6 bulan tanpa tambahan makanan/minuman lainnya. Pemberian ASIeksklusif mencegah kematian Balita sebanyak 13 %. Berdasarkan data PuskesmasTomoni tahun 2011 pencapaian ASI eksklusif sebesar 13,3 %, lebih rendah daritarget Depkes RI yaitu 80 %. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif.Desain penelitian adalah cross sectional dengan jumlah sampel 127 orang ibuyang memiliki bayi berusia 6-12 bulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwaumur, pendidikan, pemeriksa kehamilan, penolong persalinan, dukungan petugaskesehatan tidak berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif sedangkan yangberhubungan adalah pekerjaan, pengetahuan, dukungan keluarga.Pentingnyapeningkatan kualitas pelayanan dan dukungan dari semua pihak agar perilakupemberian ASI eksklusif lebih ditingkatkan lagi.
Kata Kunci : ASI eksklusif, perilaku, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga.
Read More
Kata Kunci : ASI eksklusif, perilaku, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga.
S-7772
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
