Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33354 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hamzah Muhammad Mardi Putra; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, H. M. Sarjono
Abstrak: International Diabetes Federation pada tahun 2013 menyatakan bahwa Indonesia termasuk 10 besar penderita diabetes di dunia dan diperkirakan akan mengalami peningkatan yang pesat. 55% dari penderita diabetes belum mengetahui bahwamereka terkena diabetes. Prevalensi diabetes mellitus terbesar berdasarkan provinsi berada di DKI Jakarta dengan 2,6%. Puskesmas Pasar Rebo berada diDKI Jakarta yang merupakan provinsi dengan prevalensi diabetes tertinggi diIndonesia menurut provinsi. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor risikoyang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo tahun 2014. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kuantitatif dengan metode case control. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 80 orang dengan 40 kasus dan 40 kontrol. Variabel Independen dalam penelitian ini adalah faktor umur, pendidikan, pekerjaan, tekanan darah, status gizi, kebiasaan merokok, riwayat DM pada keluarga, pola konsumsi buah dan sayur, pola konsumsi makanan tinggi gula, dan aktivitas fisik. Variabel dependen adalah diabetes mellitus. Data dikumpulkan pada bulan Maret 2014 menggunakan data primer. Faktor risiko yang bermakna adalah umur (OR=3,4 nilai p=0,04),pekerjaan (OR=3,5 nilai p=0,01), dan status gizi (OR=5,12 nilai p=0,004).Kata Kunci: Diabetes mellitus, faktor risiko, kasus kontrol
International Diabetes Federation in 2013 states that Indonesia including 10diabetics in the world and is expected to increase rapidly. 55% of people withdiabetes do not know that they are affected by diabetes mellitus.Prevalensi largestprovince were based in Jakarta with 2.6%. Pasar Rebo Public Health Centerlocated in Jakarta, is a province of Indonesia highest diabetes prevalence byprovince. This thesis aims to determine the risk factors associated with theincidence of diabetes mellitus in Pasar Rebo Public Health Center in 2014. Studydesign used was a quantitative study with case-control methods. The number ofsamples in this study were 80 people with 40 cases and 40 controls. Independentvariables in this study are the factors of age, education, occupation, bloodpressure, nutritional status, smoking habits, family history of diabetes, the patternof consumption of fruits and vegetables, foods high in sugar consumptionpatterns, and physical activity. The dependent variable is diabetes mellitus. Datawere collected in March 2014, using primary data. Significant risk factors wereage (OR = 3.4 p = 0.04), employment (OR = 3.5 p = 0.01), and nutritional status(OR = 5.12 p = 0.004).Keywords: Diabetes mellitus, risk factors, case control
Read More
S-8284
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riska Farina Amalial Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Wiwik Sukma Widyaningsih
S-8187
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dheni Fidiyahfika; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Muhammad Sarjono
S-6852
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Kartika Irnayati; Pembimbing: Nuning M. Kiptiyah; Penguji: Ahmad Helmy
S-5907
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mohamad Ershad Al Annas; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Helda; Devi Surya Iriyani
S-6421
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sumiati; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Ratna Djuwita, Jhon Marbun, Yulida Nur Adinda
T-4082
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Setya Thamarina; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Diana Magdalena Pakpahan
S-9020
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wafa Rahmatina; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Tiur Febrina Pohan
Abstrak:
Latar Belakang: Penyakit tidak menular diketahui menjadi penyebab 41 juta kematian di dunia setiap tahunnya. Diabetes merupakan satu dari empat jenis utama penyakit tidak menular di seluruh dunia. Pada tahun 2018, Kota Depok memiliki prevalensi diabetes melitus sebesar 2,17% dan menjadi kabupaten/kota dengan prevalensi diabetes melitus tertinggi kedua di Jawa Barat. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 pada penduduk Kota Depok tahun 2023. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Sistem Informasi Penyakit Tidak Menular (SIPTM) Kota Depok tahun 2023 dan dilakukan analisis univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square. Variabel independen terdiri dari faktor sosiodemografis (usia, jenis kelamin, riwayat diabetes keluarga, obesitas, obesitas sentral, dan hipertensi) serta faktor perilaku (merokok, kurang aktivitas fisik, kurang konsumsi sayur buah, konsumsi alkohol, dan konsumsi gula berlebih). Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya prevalensi diabetes melitus tipe 2 sebesar 21,9% pada penduduk Kota Depok tahun 2023. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 adalah usia > 45 tahun (POR 1,225; 95% CI: 1,197—1,254), jenis kelamin laki-laki (POR 1,379; 95% CI: 1,347—1,411), memiliki riwayat diabetes keluarga (POR 0,297; 95% CI: 0,267—0,330), obesitas (POR 1,524; 95% CI: 1,487—1,562), obesitas sentral (POR 0,908; 95% CI: 0,886—0,930), hipertensi (POR 0,500; 95% CI: 0,488—0,511), merokok (PR 1,289; 95% CI: 1,244—1,335), kurang aktivitas fisik (POR 1,218; 95% CI: 1,189—1,247), kurang konsumsi sayur buah (POR 0,846; 95% CI: 0,812—0,881), dan konsumsi gula berlebih (POR 1,879; 95% CI: 1,828–1,932). Sedangkan, faktor konsumsi alkohol tidak terbukti memiliki hubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2. Kesimpulan: Faktor sosiodemografis dan perilaku terbukti memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan untuk pembuatan program pencegahan dan pengendalian diabetes melitus tipe 2 sehingga dapat menurunkan prevalensi diabetes di Kota Depok.

Background: Non-communicable diseases (NCDs) are known to cause 41 million deaths globally each year. Diabetes is one of the four major types of NCDs worldwide. In 2018, the city of Depok had a diabetes mellitus prevalence of 2.17%, making it the second-highest prevalence of diabetes mellitus in West Java. Objective: To identify the factors associated with type 2 diabetes mellitus among the residents of Depok City in 2023. Methods: This study is a quantitative research with a cross-sectional study design. The data used are secondary data obtained from the Non-Communicable Disease Information System (SIPTM) of Depok City in 2023 and analyzed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. Independent variables include sociodemographic factors (age, gender, family history of diabetes, obesity, central obesity, and hypertension) as well as behavioral factors (smoking, lack of physical activity, insufficient consumption of vegetables and fruits, alcohol consumption, and excessive sugar consumption. Results: This study showed a prevalence of type 2 diabetes mellitus of 21.9% among the residents of Depok City in 2023. The factors associated with the incidence of type 2 diabetes mellitus are age > 45 years (POR 1.225; 95% CI: 1.197—1.254), male gender (POR 1.379; 95% CI: 1.347—1.411), having a family history of diabetes (POR 0.297; 95% CI: 0.267—0.330), obesity (POR 1.524; 95% CI: 1.487—1.562), central obesity (POR 0.908; 95% CI: 0.886—0.930), hypertension (POR 0.500; 95% CI: 0.488—0.511), smoking (POR 1.289; 95% CI: 1.244—1.335), lack of physical activity (POR 1.218; 95% CI: 1.189—1.247), insufficient consumption of vegetables and fruits (PR 0.846; 95% CI: 0.812—0.881), and high sugar consumption (POR 1,879; 95% CI: 1,828–1,932. However, alcohol consumption was not proven to be associated with type 2 diabetes mellitus. Conclusion: Sociodemographic and behavioral factors are significantly associated with type 2 diabetes mellitus. This study is expected to serve as a consideration for the development of prevention and control programs for type 2 diabetes mellitus to reduce the prevalence of diabetes in Depok City.
Read More
S-11648
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Atika; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Rizka Maulida, Dwi Listryorini
Abstrak: Jumlah kasus infeksi HIV di Indonesia masih mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada akhir tahun 2017 terdapat 280.623 kasus infeksi HIV di Indonesia dengan DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Papua secara berurutan sebagai provinsi dengan jumlah infeksi HIV terbesar. Terapi antiretroviral sebagai pengobatan untuk menekan jumlah virus dalam darah penting diinisiasi secara dini untuk menurunkan risiko penularan infeksi HIV dan menekan progresifitas infeksi oportunistik pada ODHA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tertundanya inisiasi terapi antiretroviral pada ODHA di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional dengan analisis multivariat regresi logistik ganda. Data yang digunakan adalah ikhtisar perawatan HIV dan ART dengan sampel yaitu pasien HIV yang melakukan inisiasi ART pada periode Januari 2017 sampai April 2019. Faktor yang berhubungan dengan tertundanya inisiasi ART adalah tingkat pendidikan SMA (AOR= 2,804; 95% CI= 1,209-6,503). Pasien yang tidak sekolah/SD merupakan faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap tertundanya inisiasi ART setelah dikontrol oleh variabel lainnya (OR= 3,741; 95% CI= 0,776-18,036).
Read More
S-10187
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yeni Sulistyawati Pamungkas; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Renti Mahkota, Herlina Eka Sakti Oktavia
Abstrak:
Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama dari kebutaan, serangan jantung stroke gagal ginjal dan amputasi kaki. Berdasarkan laporan Riskesdas tahun 2018, prevalensi penyakit diabetes diabetes melitus di Indonesia terjadi peningkatan dari 1,5% di tahun 2013 menjadi 2,0% di tahun 2018 untuk penduduk usia ≥ 15 tahun. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe-2 di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Penelitian menggunakan data sekunder yang diperoleh dari data rekam medis RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo dengan desain studi potong lintang. Sampel penelitian yaitu pasien rawat jalan poliklinik penyakit dalam dan memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian didapatkan bahwa proporsi kejadian diabetes melitus tipe 2 sebesar 43,6%. Faktor risiko yang berhubungan yaitu umur (PR: 6,299, 95% CI: 0,908 ? 41,872) dan kolesterol (PR: 1,772, 95% CI: 1,193 ? 2,631). Dari penelitian ini diperlukan peningkatan kegiatan promotif dan preventif dengan memberikan edukasi pada masyarakat Kabupaten Situbondo mengenai diabetes melitus dan faktor risikonya yang dapat dilakukan oleh pihak Rumah Sakit.

Diabetes Mellitus is a non-communicable disease which is the main cause of blindness, heart attack, stroke, kidney failure and leg amputation. Based on the 2018 Riskesdas report, the prevalence of diabetes mellitus in Indonesia has increased from 1.5% in 2013 to 2.0% in 2018 for people aged ≥ 15 years.. The study aims to determine the factors associated with the incidence of type-2 diabetes mellitus in dr. Abdoer Rahem Situbondo. The study used secondary data obtained from medical record data at RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo with a cross-sectional study design. The research sample was outpatients at the internal medicine polyclinic and met the inclusion criteria. The results showed that the proportion of the incidence of type 2 diabetes mellitus was 43.6%. Associated risk factors are age (PR: 6.299, 95% CI: 0.908 ? 41.872) and cholesterol (PR: 1.772, 95% CI: 1.193 ? 2.631). From this research it is necessary to increase promotive and preventive activities by providing education to the community in Situbondo Regency regarding diabetes mellitus and its risk factors that can be carried out by the Hospital.
Read More
S-11179
Depok : FKMUI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive