Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31820 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Alkhamudi; Pembimbing: Jaslis, Ilyas; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Endang Adriyani, Amila Megraini
Abstrak: Proses pengadaan pebekalan farmasi di RSUP Dr. Kariadi sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan perbekalan farmasi yang digunakanan untuk pelayanan kesehatan pada pasien. Proses tersebut dilaksanakan oleh Unit Layanan Pengadaan dan Pembayaran dilaksanakan oleh Bagian Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif riset operasional untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan proses pembayaran pengadaan perbekalan farmasi. Data sekunder diambil dari alur proses pembayaran pengadaan perbekalan farmasi. Data primer diperoleh dari informan yang terlibat dalam proses pengadaan perbekalan farmasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa waktu penyelesaian berita acara 20 hari, waktu pengajuan kuitansi tagihan 8 hari, verifikasi dokumen tagihan sampai pembayaran 9 hari. Faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan proses pembayaran antara lain Berita Acara Penerimaan Barang tidak segera dibuat, masih ditemukannya kesalahan penulisan dalam dokumen pengadaan maupun kuitansi tagihan, pembuatan dokumen-dokumen pengadaan belum dibantu dengan software yang untuk meningkatkan efisiensi pembuatan dokumen, belum pusatkan penyelesaian dokumen pengadaan.
Read More
B-1682
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Indah Yuniati; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari, Atik Nurwahyuni; Penguji: Mardiati Nadjib, Doni Arianto, Indah Kristina
B-1687
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Suryantoi; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Amila Megraini, Emmy Salman
Abstrak: Sistem manajemen kinerja merupakan proses sitematis yang memiliki ruang lingkup sangat luas mulai dari proses input, proses, output dan outcome untuk mencapai tujuan organisasi. Dokter spesialis merupakan SDM yang sangat sentral dalam rumah sakit. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui implementasi analisis manajemen kinerja dokter spesialis di RSUP Dr.Kariadi Semarang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian ini input; perencanaan, rekrutmen, kredensial, pembinaan, pengembangan, imbal jasa, kelengkapan pedoman panduan klinis dan sarana prasarana sudah berjalan, program kerja, target kinerja dan tindak lanjut belum berjalan. Proses; kepatuhan terhadap pedoman pelayanan klinis belum baik. Output; pengukuran, evaluasi kinerja dan umpan balik belum berjalan. Kesimpulan implementasisis manajemen kinerja dokter spesialis di RSUP Dr.Kariadi belum berjalan secara terpadu danberkesinambugan. Saran untuk melaksanakan system manajemen kinerja secara benar dan konsisten. Kata Kunci : Sistem, manajemenkinerja, dokterspesialis
Performance management system is a systematic process that has a verywide field of an organization including input, process, output andoutcomes to achieve organizational goals. Specialists are the major ofhuman resource in hospital. This study aims to determine theimplementation of performance management system analytics of specialistat Dr.Kariadi Hospital Semarang. This study is descriptive qualitativeresearch design. The results of this study consist of input include planning,recruitment, credentials, training, development, reward, guidance ofmedical care and complete infrastructure is already running. Workprograms and targets have not been running.Process; adherence toguidance of medical yet either. Output; measurement, performanceevaluation and feedback mechanism are not running well. Conclusion; theimplementation of performance management systems of specialists atDr.Kariadi Hospital have not been integrated and sustainable.Thesuggestion is to organize performance management system of specialistscorrectly and consistently at Dr.Kariadi Hospital.Key WordPerformance management, System, Specialist
Read More
B-1681
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Purwaningsih Teguh Rahayu; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Amila Megraini, Indah Rosana
Abstrak: Abstrak
Prosentase pembayaran piutang Jamkesda terhadap jumlah piutang selama tiga tahun terakhir mengalami penurunan yaitu tahun 2010 sebesar 89,01 %, tahun 2011 sebesar 72,25 % dan tahun 2012 sebesar 70,54 %. Prosentase ini masih di bawah indikator mutu manajemen yaitu 90 % atau jumlah pasien belum terbayar kurang dari 10 %.
 
 
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengelolaan piutang pasien jaminan kesehatan daerah di RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2012, Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian yang membicarakan beberapa kemungkinan untuk memecahkan masalah. Jenis penelitian bersifat deskriptif bertujuan memberikan gambaran pengelolaan piutang pasien jamkesda.
 
 
Dari hasil penelitian didapat bahwa rata-rata pembayaran klaim oleh Dinas Kesehatan adalah 93,75 % di atas satu bulan dari pengiriman tagihan. Keterlambatan pembayaran dipengaruhi oleh factor internal dan ekstenal. Faktor internal antara lain dari input yang melakukan proses pada pengelolaan piutang. Sedang factor eksternal adalah pihak penjamin atau pasien dan keluarga pasien.
 
 
Pada akhir penelitian disarankan penambahan SDM sesuai penghitungan analisis beban kerja, evaluasi dan monitoring PKS, melengkapi seluruh prosedur kerja dan membuat system informasi piutang yang handal.
 

Jamkesda percentage of receivables to total receivables during the last three years decreased in 2010 by 89.01%, in 2011 amounted to 72.25% and by 70.54% in 2012. This percentage is still under the management of quality indicators is 90% or the number of patients has not paid less than 10%.
 
 
The purpose of this study was to analyze the patient's health insurance receivable management area in Dr. Kariadi Semarang in 2012. Methods This study is a qualitative research approach to discuss some possible research to solve the problem. Type a descriptive study aims to provide an overview of patient accounts receivable management Jamkesda.
 
 
From the results obtained that the average claim payment by the Department of Health was 93.75% above the one month of the delivery bill. Late payments is influenced by internal factors and ekstenal. Internal factors such as the input of the receivables management process. Being an external factor is the guarantor or the patient and the patient's family.
 
 
At the end of the study suggested the addition of appropriate human resource calculation workload analysis, evaluation and monitoring of Cooperation Agreement, complete all work procedures and make the system reliable receivables information.
 

 

Read More
B-1550
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ulfia Mutiara Supatmanto; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Helen Andriani, Purnawan Junadi, Wellya Hartati, Endang Adriyani
Abstrak:
Proses bisnis yang penting dalam organisasi rumah sakit salah satunya adalah manajemen pengelolaan perbekalan farmasi. Manajemen pengelolaan perbekalan farmasi di RSPG Cisarua Bogor melibatkan tim dimulai dari tahapan perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan distribusi. Hambatan internal dalam proses perencanaan dan pengadaan perbekalan farmasi merupakan hambatan yang bisa dikendalikan dengan intervensi secara internal dalam proses bisnis di dalam rumah sakit. Penelitian ini fokus pada usulan perubahan sistem manajemen pengelolaan perbekalan farmasi khususnya perencanaan dan pengadaan di internal RSPG Cisarua Bogor. Intervensi dalam proses pengadaan menggunakan lean six sigma sebagai alat bantu evaluasi untuk menentukan titik-titik lemah dalam penelitian ini hanya sampai pada tahap improve. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dengan informan yang terkait proses perencanaan dan pengadaan perbekalan farmasi, observasi dan penelusuran dokumen kemudian diakhiri dengan diskusi kelompok untuk menentukan kesepakatan bersama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan prosedur tetap dalam proses pengadaan perbekalan farmasi membuat lamanya prosedur berjalan dan tidak ada tolak ukur efisiensi dalam sistem. Alat bantu dalam proses pengadaan perbekalan farmasi juga tidak ada sehingga komunikasi internal antar bagian walaupun dalam satu tim yang sama menjadi rendah. Pada tahapan improve dari lean six sigma menghasilkan usulan perubahan standar operasional prosedur untuk proses pengadaan perbekalan farmasi rutin, penggunaan indikator efisiensi pengadaan dan pemanfaatan ABC VEN sebagai alat bantu dalam proses pengadaan perbekalan farmasi. Usulan perbaikan penggunaan ABC VEN dan indikator efisiensi perencanaan untuk mengatasi waste over production yang teridentifikasi selama proses perencanaan perbekalan farmasi. Usulan penetapan standar operasional prosedur baru yang memuat timeline, alat bantu pengelompokan perbekalan farmasi berdasarkan ABC VEN dan indikator efisiensi pengadaan untuk mengatasi waste waiting dalam proses pengadaan perbekalan farmasi.
One of the important business processes in hospital organizations is the management of pharmaceutical supplies. The management of pharmaceutical supplies management at RSPG Cisarua Bogor involves teams starting from the stages of planning, procurement, storage and distribution. Internal obstacles in the process of planning and procuring pharmaceutical supplies are obstacles that can be controlled by internal intervention in business processes within the hospital. This research focuses on proposed changes in the management system of pharmaceutical supply management, especially planning and procurement within RSPG Cisarua Bogor. Intervention in the procurement process using lean six sigma as an evaluation tool to determine weak points in this study only reached the improvement stage. Data collection used in-depth interviews with informants related to the process of planning and procuring pharmaceutical supplies, observation and document tracing then ended with group discussions to determine mutual agreement. The results showed that the absence of fixed procedures in the process of procuring pharmaceutical supplies made the procedure run longer and there was no benchmark of efficiency in the system. Tools in the process of procuring pharmaceutical supplies are also absent so that internal communication between departments even in the same team is low. At the improve stage of lean six sigma produced proposals for changes to standard operating procedures for routine pharmaceutical supply procurement processes, the use of procurement efficiency indicators and the use of ABC VEN as a tool in the pharmaceutical supply procurement process. Proposed improvements in the use of ABC VEN and planning efficiency indicators to address waste over production identified during the pharmaceutical supply planning process. Proposed establishment of new standard operating procedures containing timelines, tools for grouping pharmaceutical supplies based on ABC VEN and procurement efficiency indicators to overcome waste waiting in the pharmaceutical supply procurement process.
Read More
B-2339
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Yuniarti Rahayu; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Ahmad Husni Basuni, Budi Hartono
Abstrak:
Program Jamkesda diselenggarakan sebagai pengembangan sistem jaminan kesehatan daerah. Program ini memberlakukan urun biaya pada peserta sehingga berakibat timbulnya piutang pribadi di RSUP Dr.Kariadi yang semakin tahun terjadi peningkatan. Piutang tersebut dapat dikategorikan sebagai piutang tidak terbayar yang memerlukan penghapusan dikarenakan terkait dengan hak rakyat untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis prosedur perbaikan penghapusan piutang pasien Jamkesda rawat inap di RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2012. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian yang membicarakan beberapa kemungkinan untuk memecahkan masalah. Dari hasil penelitian didapat prosedur penghapusan piutang yang berlaku sangat panjang dan tidak membedakan asal piutang. Masyarakat tidak mampu non kuota masih belum terlindungi oleh program Jamkesda Jawa Tengah. Pasien yang berpiutang berkisar 90% memang memerlukan pelayanan pada PPK 3. RSUP Dr.Kariadi sebagai PPK 3 dalam program Jamkesda menjadi tempat masyarakat tersebut mencari penyembuh medis. Pada akhir penelitian disarankan perubahan format pemberian piutang di RSUP Dr.Kariadi dan prosedur penghapusan piutang di RSUP Dr.Kariadi serta perubahan kebijakan pemerintah terkait hak rakyat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sebagai hak dasar dan kebijakan pembiayaan kesehatan bagi masyarakat miskin di daerah.

Jamkesda program organized as a development of regional health insurance system . The program imposes cost-sharing to participants resulting in the emergence of personal accounts in the Dr. Kariadi Hospital ever year there was an increase. Receivables can be categorized as unpaid accounts that require removal due to associated with the right of the people to meet their basic needs . The purpose of this study was to analyze the improvement receivables Jamkesda hospitalized patients in Dr. Kariadi Semarang in 2012. Methods This study is a qualitative research approach to research that addresses some possibilities to solve the problem. Type a descriptive study aims to provide an overview of patient receivables in Dr.Kariadi Hospital. From the research results obtained are valid receivables procedure is very long and does not distinguish the origin of receivables . Poor people can not afford non- quota still not protected by Jamkesda Central of Java programs . Patients ranged who have receivables, 90 % did require service on the top refferal hospital . Dr.Kariadi as top refferal hospital in Jamkesda programs into the people need health services. At the end of the study suggested format changes in the accounts receivable department of administration Dr.Kariadi and procedures in the department Dr.Kariadi receivables and changes in government policies related to people's right to health care as a fundamental right and health financing policies for the poor in the are.
Read More
B-1592
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Rejeki; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Jaslis Ilyas, Vetty Yulianty Permansari, Emil Dinar Makotjo, Jati Berandini
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kinerja dokter di poliklinik rawat jalan Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintohardjo, yang dilakukan terhadap seluruh dokter sebagai responden, menggunakan kuesioner penelitian dengan analisa univariat dan bivariat dengan disain cross sectional. Penilaian kinerja dokter dilakukan oleh pasien yang meliputi perilaku, kehadiran dan komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor - faktor yang mempengaruhi kinerja dokter di poliklinik rawat jalan Rumkital Dr. Mintohardjo Jakarta adalah faktor psikologis (kepuasan kerja), faktor organisasi (kepemimpinan) dan faktor organisasi (budaya organisasi).


 The research aims to find out the factors that relate to the performance of doctors in outpatient polyclinics Naval Hospital Dr. Mintohardjo, with the respondents of all doctors, using the questionnaire, analysis of univariate and bivariate by cross sectional design. Performance appraisal of doctor was performed by patients, which covers the behavior, presence and communication. The result showed that factors that influence the performance of doctors in outpatient polyclinic Naval Hospital Dr. Mintohardjo Jakarta are psychological factor (satisfaction work), the organization factor (leadership) and the organization factor (organization culture).

Read More
B-1411
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nanik Supriani; Pembimbing: Puput Oktamiani; Penguji: Kurnia Sari, Permanasari, Vetty Yulianti, Susi Setyawati, Budi Hartono
Abstrak:

ABSTRAK

Pemanfaatan suatu pelayanan kesehatan merupakan hasil interaksi antara pengguna jasa pelayanan kesehatan dan penyelenggara pelayanan kesehatan. Interaksi ini merupakan suatu hal yang sangat kompleks dan berhubungan dengan banyak faktor. Rumah Sakit Hermina Bekasi adalah rumah sakit umum swasta yang terletak di Kota Bekasi dengan unggulan pelayanan pada kebidanan dan anak. Tingginya jumlah kunjungan Ante Natal Care ternyata tidak diikuti oleh tingginya jumlah persalinan. Data selama tiga tahun berturut-turut menunjukkan jumlah kelahiran tidak pernah mencapai target yang ditetapkan oleh Rumah Sakit, hal ini menjadi menarik untuk diteliti lebih lanjut apa penyebabnya dari sisi penyelenggara dan pendukung pelayanan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif. Sedangkan desain penelitiannya adalah cross sectional. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden. Populasi adalah seluruh pasien yang melahirkan di RS Hermina Bekasi. Pengambilan sampel dengan purposive dan quota sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat yaitu distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan uji Chi Square, analisis multivariat tidak dilakukan karena tidak memenuhi syarat pengujian. Hasil uji statistik semua variabel bebas tidak adanya hubungan dengan frekuensi selalu memanfaatkan, namun berdasarkan hasil angka, proporsi terbesar frekuensi pemanfaatan pelayanan responden ada pada semua variabel bebas yang baik. Setelah dilakukan pemilahan dan penilaian lebih mendalam dengan menjabarkan hasil penilaian skala Likert yang ada dari masing- masing variabel bebas, didapatkan kekurangan pada hampir semua peryataan dari variabel bebas kecuali perilaku SDM (dokter dan perawat) dan kenyamanan. Sehingga perlu untuk ditelaah lebih lanjut terhadap kekurangan- kekurangan yang ada dari sisi provider. Analisa multivariat tidak bisa diolah lebih lanjut karena hanya satu yang bisa masuk permodelan multivariat (tidak memenuhi syarat).


ABSTRACT

Utilization of health services is the result of an interaction between the users health services and providers of health services. This interaction is a very complex matter and is associated with many factors. Hermina Bekasi Hospital is a general hospital located in Bekasi with superior service in obstetrics and children. The high number of Ante Natal Care visits was not followed by the high number of births. Data for three years in a row shows the number of births has never reached the target set by the hospital, it becomes interesting to study further about the causes from provider and health services side. This research use a quantitative analytical approach while the study design was cross-sectional. Data collection used questionnaires completed by respondents. The population was all patients who give birth in Hermina Bekasi hospital with purposive and quota sampling. Analysis of the data using univariate frequency distributions, bivariate analysis with Chi Square test, multivariate analysis was not performed because it does not meet the test requirements. The results of the all the independent variables statistical test are not always the relationship with the frequency of use, but based on the numbers, the largest proportion of respondents frequency of service utilization for all the independent variables are good. After sorting and more deep assessment by outlining the results of the existing Likert scale assessment of each of the independent variables, found flaws in nearly all variables except the stationing of human behavior (doctors and nurses) and comfort. So it needs to be examined against the existing shortcomings of the provider. Multivariate analysis could not be processed further because the only one who can get in multivariate modeling (not eligible).

Read More
B-1479
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fatimah Dyah Nur Astuti; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Purnawan Junadi, Atik Nurwahyuni, Lestaria Aryanti
Abstrak: Absgtrak
Tujuan penelitian ini untuk menyusun clinical pathwaykemoterapi adjuvant pada kanker payudara tanpa penyakit komorbid dr RSUP Dr Kariadi Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian operasional denganmetode pengambilan data retrospektif. Penelitian dilakukan di RSUP Dr Kariadi Semarang pada tahun 2012 pada instalasi rekam medis, instalasi rawat inap, instalasi farmasi, instalasi laboratorium dan bagian perbekalan farmasi. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang didiagnosis dengan kanker payudara dengan pada tahun 2012, yang dilakukan kemoterapi.
 
Data primer yang didapatkan meliputi : Jumlah dan identitas pasien kanker payudara yang dilakukan kemoterapi pada tahun 2012, hasil wawancara dan wawancara mendalam, hasil wawancara dalam fokus grup diskusi, hasil pengamatan langsung pada saat kemoterapi dilakukan. Data sekunder didapatkan dari dokumen rekam medis pasien kanker payudara yang dilakukan kemoterapi pada tahun 2012. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu formulir penelitian, pedoman wawancara, pedoman diskusi grup. Karakteristik usia penderita kanker payudara berkisar antara 27 tahun dan yang tertua berusia 93 tahun dengan rerata usia 47,93 + 9,7 tahun. Pembiayaan terbanyak yang digunakan ialah dengan pembiayaan pribadi. Pasien kanker payudara pada tahun 2012 paling banyak berasal dari Semarang. Rata-rata lama hari perawatan pasien kanker payudara yang dilakukan kemoterapi ialah 8,3 hari.
 
Diagnosis kanker payudara dibedakan berdasarkan jenis histopatologi, stadium dan grading. Jenis kanker payudara yang paling banyak pada penelitian ini ialah Karsinoma Duktus Invasif. Stadium yang paling banyak dijumpai yaitu stadium IV. Derajat histopatologi yang paling banyak dijumpai ialah grade II. Jenis pemeriksaan yang paling banyak dilakukan yaitu pemeriksaan darah, pemeriksaan fungsi ekskresi ginjal dan pemeriksaan fungsi ekskresi liver. Pelayanan kemoterapi menggunakan kombinasi obat, dengan rata-rata 2,62 macam obat yang digunakan. Jenis obat yang paling banyak dilakukan yaitu Siklofosfamid, 5 Fluorouracil dan Doksorubisin.
 
Obat nonkemoterapi yang diberikan pada pasien kanker payudara yang akan dilakukan kemoterapi ialah obat anti muntah, obat anti alergi dan obat pencegah sekresi asam lambung. Clinical pathway kemoterapi pada kanker payudara melalui beberapa tahapan yaitu : Tahap pendaftaran kemoterapi, dapat dilakukan melalui instalasi rawat inap ataupun rawat jalan. Tahap persiapan kemoterapi dengan pemeriksaan laboratorium darah rutin, test fungsi ekskresi hepar dan test fungsi ekskresi ginjal.
 

 
The main purpose of this study is to arranging clinical pathway for adjuvant chemotherapy on breast cancer without comorbid disease at dr Kariadi General Hospital Semarang. This research is anoperational research, the data were collected retrospectively. The study was conducted at Dr Kariadi General Hospital Semarang in 2012. The data was taken on the medical records department, inpatient department, pharmacy department, laboratory department and pharmaceuticals department.
 
The samples in this study were breast cancer patients who underwent chemotherapy in 2012. Primary data that we obtained include: number and identity of patients breast cancer chemotherapy conducted in 2012, the results of interviews and in-depth interviews, the result of consensus making group discussion and direct observation during chemotherapy. Secondary data were obtained from medical records of breast cancer patients who underwent chemotherapy in 2012. Instrument that used in this studies were research form, guidance interviews, group discussion guidelines. Characteristics of breast cancer patients age in this study ranged from 27 years old for the youngest to93 years old for the oldest, with mean age was 47,93 + 9,7 years old. Most of the patient financial state was personal. Most breast cancer patients came from Semarang with average length of stay of 8,3 days.
 
Breast cancer diagnosis was distinguished by the type of histopathology, staging and grading. Most type of breast cancer in this study was Invasive Ductal Carcinoma, most staging found in this study was stadium IV. Most histopathological degree found was grade II. The examination that performed in patients were blood tests, kidney function tests, and liver function tests. In dr Kariadi General Hospital, the chemotherapy which is used for patients with breast cancers consist more than one drug, with an average of 2.62 different drugs used. The chemotherapy drugs that used frequently were Cyclophosphamide, 5 Fluorouracil and Doxorubicin.
 
Non-chemotherapy drugs which are given to patients with breast cancer who undergo chemotherapy are anti-vomiting drugs, antihistamines drugs and drugs to prevent gastric acid secretion. Clinical pathway in chemotherapy of breast cancer through several stages: chemotherapy registration phase which can be done through inpatient or outpatient. Chemotherapy preparation phase, with routine blood laboratory tests, liver function tests excretion and renal excretion function test.
Read More
B-1548
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kadek Sri Mulya Wati; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Sumijatun, iwan Turniawan, Puput Oktamianti
Abstrak: Kepuasan pelanggan menjadi aspek yang sangat penting sehingga harus dikeloladengan baik. Rendahnya kepuasan dalam suatu proses layanan rumah sakit dapatberdampak tidak terselesaikannya pembayaran oleh pasien (minggat), yang berimbaspada pasien tidak akan datang kembali atau terjadi kehilangan pelanggan. Beberapamasalah yang masih sering dikeluhkan oleh pasien adalah lamanya waktu tunggu.Waktu tunggu dicari dengan melakukan pengamatan terhadap pasien yang melakukanproses pelayanan di rawat jalan, kemudian diukur kepuasannya, dan ditanyakan pulamengenai niat kunjugan ulangnya. Disimpulkan bahwa waktu tunggu pelayananrawat jalan rata-rata masih diatas standar yang ditetapkan dan adanya hubungansignifikan antara kepuasan dan niat kunjungan ulang.Kata Kunci: minggat, waktu tunggu, kepuasan pelanggan, niat kunjungan ulang
Customer satisfaction become a very important aspect so that it must be managed bywell, because it is as promotion media for hospitals (mouth to mouth).Dissatisfaction in the process of hospital services have affect on do not completion ofthe payment by the patient who run away, that it will have impact on patients will notcome back or losing customers. Some problems was still frequently complained bythe patient is the waiting time is too long. The waiting time was analyzed by observeon the patients who was undergoing outpatient services, and then measured theirsatisfaction, and also asked about their intentions to re-visit. It can be concluded thatthe waiting time was still above average standards and there is significant correlationbetween satisfaction and re-visit intentions .Keywords: run away, waiting time, customer satisfaction, re-visit intention
Read More
B-1614
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive