Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30007 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Amiroel Pribadi Madoeretno; Pembimbing: Ridwan Z. Syaaf
T-1539
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Belinda Widiastuti; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Dadan Erwandi, Rizky Harnantya
Abstrak: Penelitian ini adalah tentang gejala stres kerja dan bahaya psikososial pada pekerja kontraktor proyek repairing tanki 31T5 yang berlokasi di PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap. Gejala stres kerja diukur menggunakan kuesioner dan ceklist mengenai keluhan-keluhan baik gejala fisik, emosi, dan perilaku yang merupakan gejala-gejala stres kerja. Sedangkan bahaya psikososial diukur dengan menggunakan kuesioner dan wawancara mengenai persepsi responden terhadap Context to Work dan Content of Work di tempat kerja. Metode penelitian ini adalah cross sectional dengan melalukan observasi/wawancara, checklist dan kuesioner untuk pengukuran gejala stres kerja dan bahaya psikososial. Hasil dari pengukuran menunjukkan bahwa adanya keluhan gejala fisik pada responden sebesar 40%, yaitu keluhan sakit kepala, gangguan tidur, dan kaku otot. Sedangkan responden tidak menunjukkan persepsi yang diduga buruk terhadap aspek Context to Work dan Content of Work. Kata kunci: Stres Kerja, Gejala Stres Kerja, Bahaya Psikososial, Context to Work, Content of Work, Gejala Stres Kerja, Gejala Fisik, Gejala Emosi, dan Gejala Perilaku.
Read More
S-8728
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Christina Prahastuti; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Corina D.S. Riantoputra, Soehatman Ramli, Widura Imam Mustopo
Abstrak: Latar Belakang: Pandemi Covid-19 telah memberikan dimensi baru sekaligus ancaman pada dunia kerja yang tidak terbatas pada pandemi Covid-19 saja. Dalam dunia Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dikenal adanya kecelakaan, penyakit akibat kerja dan gangguan keselamatan dan kesehatan kerja lainnya. Tidak semua Perusahaan memiliki staf profesional K3 atau Departemen K3 sehingga bidang ini menjadi bagian dari tugas dan tanggung jawab Departemen SDM. Untuk menunjang keberhasilan para profesional SDM dalam menjalankan tugas terkait K3 salah satunya adalah dengan penguasaan kompetensi K3
Tujuan: Menganalisis kompetensi K3 apa saja yang harus dimiliki oleh professional SDM dalam menjalankan peran K3 pada perusahaan yang belum memiliki tenaga khusus bidang K3 dan tingkat kemahiran masing-masing kompetensi dengan pendekatan Taksonomi Bloom.
Metode: Penelitian menggunakan desain studi kualitatif, dilakukan pada manejer SDM yang bekerja pada perusahaan yang belum memiliki staf atau departemen K3 sebanyak 12 orang dan professional atau ahli K3 sebanyak 4 orang.
Hasil: Kompetensi K3 yang harus dimiliki oleh professional SDM adalah komunikasi, kinerja individu, penerapan dan pemahaman budaya perusahaan terkait K3, manajemen pemangku kepentingan dan bekerja dalam tim.
Kesimpulan: Penting bagi Perusahaan yang belum memiliki staf atau departemen K3 untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kompetensi K3 pada profesional SDM di organisasinya agar mampu menjaga keselamatan dan kesehatan karyawan.
Read More
T-6285
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
A. Budiono Joko S; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Tata Soemitra, Johanes Sudarsono
T-2170
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anny Oedjianti; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Robiana Modjo, Tata Soemitra
Abstrak:

Pekelja di kilang minyak tcrutama di lokasi bising mempunyai risiko tinggi menderita gangguan pcndcngaran sebagai penyakit akibat kelja. Pajanan kombinasi (bising, penyakit DM, hipcrtensi, DM dan hipertensi) dapat terjadi secara bersamaan pada seorang pekerja. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungau dan kontribusi pajanan kombinasi terhadap teljadinya gangguan pendengaran. Dengan metode historikal kohor, data pekelja dari tahun 2002-2007, pcfnetapan kriteria gangguan pendengaran berdasarkan hasil audiogram pada frekuensi 4000 Hz > 25 dBA, status DM berdasarkan kriteria diagnostik PERKENI 2006 GDP 2126 mg/dL, status hipertensi herdasarkan JNC7 S 2140 mmHg dan D 290 mm!-Ig. Analisis statistik dengan univariat dan bivariat. Diperoleh hasil, insiden gangguan pendengaran berkisar antara 25.0% - 50.0% pada pekelja yang terpzgan bising, dengan distribusi responden menurut masing- masing pajanan kombinasi dan karakteristik responden (variabcl pcrancu: Lunur; rnasa kerja; merokok; dan pemakaian APT). Kesimpulan yang diperoleh dari uji statistik, baik variabel independen maupun vadabel perancu mempunyai p value > on, perbedaan tidak bermal-ma. Sehingga gambaran dan kontribusi faktor risiko penyakit DM dan hipcrtcnsi bclum dapat diketahui dengan jelas. Hal ini disebabkan beberapa keterbatasan penelitian diantaranya sampel yang mcmenuhi kriteria inklusi (140 responden) tidak memenuhi besar sampel minimal (287 responden}, informasi data yang diperoleh dari perusahaan tidak lengkap. Oleh karenanya saran bagi pemsahaan agar lebih memperhatikan sistem pencatatan, pelaporan, dan penyimpanan data., pemeriksaan audiometri, kesehatan berkala, pengukuran dosis pajanan, secara rutin dan berkcsinarnbungan sesuai kebutuhan, terulama bagi pekerja yang terpajan bising > 85 dBA, penertiban sertifikasi operator, kalibrasi alat oleh institusi yang bezwenang.


Workers of refinery in noisy area have high risk to get hearing loss as occupation disease. Combined exposure (noise, DM, hypertension) can happen simultaneously on a worker. The purpose of this study is to find the relation and contribution of combined exposure on hearing loss. The study was using historical cohort, worker’s data from 2002 to 2007, hearing loss criteria definition based on audiograrn result with frequency 4000 Hz >25 dBA; DM status based on PERKENPS diagnosis in 2006 GDP 2 126 mg/dL, hypertension status based on JNC7 S 2 |20 mml-lg and D 2 90 mml-Ig. Statistical analysis was using univariat and bivariat. The result is hearing loss incident on workers exposed by noise around 25.0% - 50.0%, with respondent’s distribution based on each combined exposure and respondent's characteristic (confounding variable : age, working period, smokind and the using of APT) We conclude by statiscal test, both independent variable and cofounding variable with P value > ot that there is insignificant dillerencetherefore, the illustration and contribution of DM and hypertension risk factor cannot be found clearly. It was caused by some limitations in the study such as inclusive criteria sample (140 respondents) didn't iillfil the quota of sample (287 respondents), incompleted company's clatas. Therefore, we suggest that the company should pay more attention to data entry, data report and data saving, audiometric check-up, periodic medical check-up, exposure dosage measurement, regularly and continually based on needs, especially for workers exposed by noise > 85 dBA, regulation of operator certification, calibrated equipment by authorized institution.

Read More
T-2806
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mufthi Ganna Sukardi; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Muhammad Isnaini
Abstrak:

Berat badan berlebih adalah salah satu faktor risiko terjadinya penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup kurang gerak, seperti penyakit jantung koroner, stroke, hipertensi, dan kencing manis. Dalam rangka memelihara sumber daya manusianya agar tetap dalam keadaan sehat dan bugar, pada tahun 2005 Pertamina Unit Pemasaran IV Semarang menerapkan Gerakan Hidup Sehat berupa program Pengendalian Berat Badan Berlebih dalam bentuk olah raga senam aerobik teratur dan terukur. Program berlangsung selama lebih kurang tiga bulan dan terutama ditujukan kepada para pekerja dengan catatan Medical Check Up tahun 2004 menunjukkan kondisi berat badan berlebih. Program Pengendalian Berat Badan Berlebih sudah beberapa kali dijalankan di Pertamina Unit Pemasaran IV Semarang, namun belum pernah dievaluasi secara formal penerapan dan tingkat keberhasilannya. Untuk mengetahui tingkat penerapan serta keberhasilan aspek masukan, aspek proses, dan aspek keluaran dalam pelaksanaan program tahun 2005, Penulis .melakukan penelitian dengan data sekunder tahun 2005 yang diklarifkasi melalui wawancara mendalam kepada Tim Manajemen dan pekerja Pertamina Unit Pemasaran IV Semarang yang menjadi peserta Program Pengendalian Berat Badan Berlebih tahun 2005. Penelitian menunjukkan bahwa pencapaian aspek masukan cukup balk karena adanya dukungan sumber daya perusahaan yang memadai, meskipun komitmen dan keterlibatan manajemen masih kurang. Pencapaian aspek proses cukup balk dengan terlaksananya tahapan-tahapan program sesuai rencana, namun evaluasi, rekomendasi dan tindak lanjut perbaikan belum diterapkan. Aspek keluaran pencapaiannya balk karena kontinuitas pelaksanaan program terjaga dan didukung tingkat kehadiran peserta yang cukup balk. Analisis dengan uji T paired I T dependen mendapatkan hasil adanya perbedaan yang bermakna antara berat badan peserta sebelum dan sesudah mengikuti program. Disarankan agar manajemen Pertamina Unit Pemasaran IV Semarang meningkatkan komitmennya terhadap kegiatan promosi kesehatan kerja, khususnya program pengendalian berat badan berlebih, dengan lebih aktif terlibat, menjalankan program sosialisasi, meningkatkan pemahaman dan motivasi pekerja, melaksanakan pemantauan dan pemeliharaan hasil, serta menerapkan program pola makan sehat. Kegiatan-kegiatan tersebut harus dievaluasi untuk kemungkinan. perbaikan. Perlu dibuat kajian lebih lanjut untuk melihat pengaruh kegiatan promosi kesehatan terhadap produktivitas Perusahaan.


 

Overweight is one of the several risk factors which cause sedentary 'lifestyle-related diseases, such as coronary heart disease, stroke, hypertension and diabetes melitus. In order to maintain its workers in a healthy and fit condition, in 2005 Pertamina Marketing Unit IV Semarang conducted a Movement of Healthy Life in the form of Overweight Control Program through regular and measured aerobic sports. The program was carried out for three months and focused on overweight employees based on their 2004's Medical Check Up record. Overweight Control Programs have been carried out many times at Pertamina Marketing Unit IV Semarang, but has not been formally measured and evaluated. In evaluating the implementation and the success of the aspects of the program, such as input, process, and output in the year 2005, the author conducted a research using secondary data from the year 2005, which was then verified through a series of in-depth interviews with the management team and the employees of Pertamina Marketing Unit IV Semarang who took part in Overweight Control Program in 2005. Research shows that the input is goad enough with adequate resources provided by the company, although the commitment and involvement of the management are still less satisfactory. The process is also good enough as shown in the phases of the program that can be completed as planned. However, evaluation, recommendation and follow-ups for improvement have not yet been carried out. The output is good as the sustainability of the program can be maintained. This is also supported by the attendance data of the participants. Analysis through T pairedlT dependent test shows that there is a significant means difference between the participants' body weight before and after attended the Program. It is suggested for management of Pertamina Marketing Unit IV Semarang to improving their commitment to the health promotion program, especially overweight control program, by more actively involved, performing socialization program, improving employees' understanding and motivation, performing result monitoring and maintainance, and implementing healthy diet program. These activities must be evaluated for improvement posibilities. It is also recommended to perform advanced study to observe its influence on company's productivities.

Read More
T-2302
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mitjon Djohansjah; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, F.A. Gunawan, A. Yuliandi Bachtiar
Abstrak:

Penelitian ini adalah melakukan kajian evaluasi risiko dengan menggunakan metode system penilaian yang dikembangkan oleh W. Kent. Muhlbauer. Setiap kemungkinan kegagalan risiko dan rentetan kejadian yang mengarah pada kegagalan dipelajari secara rinci. Perhitungan secara angka diberikan terhadap kondisi system pipeline, yang ditentukan berdasarkan kombinasi dari data statistik kegagalan dan pengalaman operator pipa saluran. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengukur langsung melalui observasi dan checklist serta wawancara. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan metode system penilaian W, Kent. Muhlbauer.Penelitian dilaksanakan di Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap dengan unit analisis 12 jalur pipeline, dengan tujuan untuk mengetahui nilai risiko relatif tiap jalur pipeline dari Kilang UP IV sampai dengan Terminal Penimbun Area 70. Hasil penelitian ini diperoleh komponen risiko paling besar adalah komponen kerusakan oleh pihak ketiga, jalur pipeline yang berpotensi paling besar menimbulkan kegagalan adalah pipa 70-8001-A25A-12" Benzene dan 70-PL8001-A25A-12' ParaxyleneGuna mengantisipasi timbulnya kecelakaan pada pipeline perlu diterapkan manajemen risiko pipeline secara berkesinambungan dan prosedur emergency response dalam mengantisipasinya.


 

Risk study of 12 pipelines from Refinery UP IV to Tanks Storage Terminal Area 70 Cilacap 2002.This research is to studies risk evaluation using analysis method system from W. Kent. Muhlbauer theory. Studies to every possibility to default and sequence accident to default. Collecting data as direct measure about observations, checklist and interviewing. Then the collected data was processed using W. Kent. Muhlbauer method.This research was resembled at Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap, using 12 pipelines, aims to known relative risk value every pipelines from Refinery UP IV to Tanks Storage Terminal at Area 70 Cilacap.The result of this research was find as mayor risk as destroy from third party, potentials pipelines to default is 60-1001AJ-36" Light Arabian Crude and 60-1003 AJ-18" Heavy Naphta.To anticipation accident at pipelines, to implementation pipelines risk management continuous improvement.

Read More
T-1373
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sudjito; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Syahrul Meizar Nari, Singgih Hidayat
S-1650
Depok : FKM UI, 1999
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bambang Sulistyo P; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Z Sjaaf, Heny Triasbudi
T-1363
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Khoirun Nisa; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Hendra, Heni D. Mayawati
S-8333
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive