Ditemukan 7979 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Warta Demografi, Ke-38, No.3, 2008, hal. 7-16. ( ket. ada di bendel 2008 - 2011 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Warta Demografi, Ke-38, No.3, 2008, hal. 17-38. ( ket. ada di bendel 2008 - 2011 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
media indonesia; 2015
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Koran Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
kompas
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Koran Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
kompas
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Koran Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Warta Demografi, Ke-41, No.3, 2011, hal. 21-28. ( ket. ada di bendel 2008- 2011)
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lingkungan & Pembangunan, Vol.12, No. 3, 1992: hal. 158-170
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putri Mei Saimima; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Endang Laksminingsih Achadi, Yosneli
Abstrak:
Skripsi ini membahas pengaruh pola pemberian ASI terhadap pertumbuhan bayi0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Cipayung, Depok tahu 2016-2017.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain kohort retrospektif.Penelitian ini menggunakan data sekunder terhadap 151 responden. Hasilpenelitian ini adalah tidak ada perbedaan signifikan pada pertumbuhan beratbadan bayi 0-6 bulan yang diberi ASI eksklusif (4248,6±840,2 gr) dan bayi yangtidak ASI eksklusif (4292,2±791,6 gr). Pertumbuhan panjang badan bayi 0-6bulan juga tidak berbeda signifikan antara bayi yang diberikan ASI eksklusif(17,4±2,2 cm) dan bayi yang tidak diberi ASI eksklusif (17,6±2,9 cm).Kata kunci: pertumbuhan bayi, pola pemberian ASI
This research discusses the effect of breastfeeding pattern on 0-6 months infantsgrowth in Puskesmas Cipayung Working Area, Depok 2016-2017. This is aquantitative study with a retrospective cohort design. This study uses secondarydata on 151 respondents. The results of this study shows that no significantdifference between exclusively breastfed infant 0-6 month weight growth(4248,6±840,2 gr) and non exclusive breastfed infant(4292,2±791,6 gr). Infantheight growth from 0-6 months also not significantly different betweenexclusively breastfed infants (17,4±2,2 cm) and non exclusively breastfed infants(17,6±2,9 cm).Keyword: infants growth, breastfeeding pattern.
Read More
This research discusses the effect of breastfeeding pattern on 0-6 months infantsgrowth in Puskesmas Cipayung Working Area, Depok 2016-2017. This is aquantitative study with a retrospective cohort design. This study uses secondarydata on 151 respondents. The results of this study shows that no significantdifference between exclusively breastfed infant 0-6 month weight growth(4248,6±840,2 gr) and non exclusive breastfed infant(4292,2±791,6 gr). Infantheight growth from 0-6 months also not significantly different betweenexclusively breastfed infants (17,4±2,2 cm) and non exclusively breastfed infants(17,6±2,9 cm).Keyword: infants growth, breastfeeding pattern.
S-9539
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Elmina Tampubolon; Promotor: Endang Laksminingsih Achadi; Ko Promotor: Ahmad Syafiq, Sandra Fikawati; Penguji: Kusharisupeni, Asih Setiarini, Diah Mulyawati Utari, Agus Triwinarto, Anies Irawati
Abstrak:
Stunting adalah keadaan panjang/tinggi badan kurang dibandingkan dengan umur. Penyebab langsung stunting adalah riwayat sakit dan kurangnya asupan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian suplementasi susu dan biskuit terhadap pertumbuhan anak stunting usia 12-23 bulan di Kecamatan Limo Kota Depok. Desain penelitian yang adalah kuasi eksperimen dengan pretest-posttest with control group design menggunakan empat kelompok yaitu kelompok susu, biskuit, susu + biskuit, dan kontrol. Pengukuran berat dan panjang badan dilakukan pada awal penelitian, 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian suplementasi susu, biskuit, susu + biskuit terhadap pertumbuhan anak. Perubahan z-skor PB/U baseline-endline terbesar adalah kelompok intervensi susu + biskuit (0.79). Perubahan z-skor PB/U baseline-endline pada kelompok biskuit (0.68) sedikit lebih baik dibandingkan dengan kelompok susu. Perubahan z-skor PB/U pada kelompok susu (0.66) lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol (0.19). Perubahan z-skor PB/U sangat jelas terlihat pada pengukuran ketiga dan keempat. Kepada Kemenkes agar mempertimbangkan pemberian susu atau biskuit atau keduanya yang disertai dengan edukasi sebagai salah satu program untuk menurunkan stunting pada anak usia 12-23 bulan.
Read More
D-433
Depok : FKM-UI, 2021
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Meriwati Mahyuddin; Promotor: Kusharisupeni; Kopromotor: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Ratna Djuwita, Tri Krianto, Asih Setiarini, Sri Purwaningsih, Abas Basumi Jahari, Cesilia Meti Dwiriani
Abstrak:
Read More
Masalah gizi pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) mempunyai dampak, baik jangka pendek maupun jangka panjang, bahkan dapat menyebabkan kematian dalam siklus kehidupan manusia. Faktor penyebab langsung masalah gizi balita adalah asupan gizi dan adanya penyakit infeksi. Faktor pencetus utamanya adalah kerawanan pangan rumah tangga, layanan kesehatan tidak memadai dan lingkungan tidak sehat, serta lemahnya perawatan anak. Ketiga penyebab utama tersebut didasari oleh faktor ekonomi, sosio politis, hukum, dan budaya, dengan kemiskinan sebagai peran sentral Penilaian status gizi balita perlu didasarkan pada ketiga indikator pertumbuhan, yaitu berat badan menurut umur, panjang badan menurut umur dan berat badan menurut panjang badan. Setiap indikator menggambarkan penyebab sekaligus membutuhkan penanganan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model intervensi gizi terhadap asupan makanan dan kecepatan pertumbuhan melalui pemanfaatan ikan lokal pada balita di pesisir Kota Bengkulu dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif sebagai eksplorasi untuk masukan pada pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah implementasi model intervensi gizi yang diberikan berupa Edukasi kepada ibu balita yang terdiri dari kelompok Edu-T, Edu-TP dan kelompok kontrol sebagai pembanding. Model intervensi gizi diberikan selama 12 minggu dengan frekuensi pertemuan 1 kali/minggu selama 60-120 menit efektif. Alat bantu pembelajaran menggunakan leaflet yang berisi materi gizi, kesehatan dan pemanfaatan ikan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh model intervensi gizi terhadap rata-rasa asupan asupan protein ikan (p=0.002), asupan protein ikan lokal thryssa sp (p=0.004), z-skor PB/U (p=0.000) dan kecepatan pertumbuhan (p=0.000). Model intervensi gizi Edu-TP lebih baik dalam meningkatkan asupan protein ikan (total dan ikan lokal thryssa sp) dan kecepatan pertumbuhan dibandingkan dengan kelompok kontrol maupun kelompok Edu-T. Pengaruh perbedaan model intervensi gizi dengan perubahan asupan protein ikan non lokal dan ikan lokal mempengaruhi kecepatan pertumbuhan (p=0.000) dengan rata-rata pengaruh perbedaan tertinggi pada kelompok Edu-TP vs kontrol (p=0.000).
D-423
Depok : FKM-UI, 2020
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
