Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 22110 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Maryanah; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Anwar Hasan
Abstrak: Untuk mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan diselenggarakan berbagai upaya kesehatan yang didukung oleh sumberdaya manusia kesehatan yang memadai. Salah satu sumber daya manusia yang berperan adalah tenaga bidan yang dapat menerapkan peran fungsinya di pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya informasi tentang mutu lulusan D III Kebidanan Cipto Mangunkusuko Poltekes Depkes Jakarta III Tahun 2004. Penelitian dilakukan di Prodi Kebidanan Cipto Mangunkusumo karena Prodi ini merupakan institusi yang pertama kali menyelenggarakan D III Kebidanan. Metode yang digunakan dengan pendekatan kualitatif dan data diperoleh dari hasil wawancara mendalam (indepth interview) serta Diskusi Kelompok Terarah. Dengan informan dalam penelitian ini sebanyak 24 orang yang terdiri dari 14 orang lulusan yang sudah bekerja, 5 orang lulusan yang tidak bekerja, 2 orang dari institusi pendidikan dan 2 orang dari provider. Dari hasil penelitian untuk komponen masukan didapatkan peserta didik sesuai ketentuan yang berlaku, SDM dari segi kuantitas dan kualitas dirasakan masih kurang, kurikulum sudah mengacu kepada kurikulum nasional, fasilitas sudah memadai, biaya sudah sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan; dari komponen proses terlihat belum semua dosen membuat perencanaan pengajaran khususnya SAP, pelaksanaan pembelajaran sudah cukup baik, evaluasi yang dilaksanakan meliputi UTS, UAS dan UAP sesuai dengan ketentuan; komponen luaran didapatkan hampir seluruh lulusan terserap/bekerja, yang tidak bekerja karena melanjutkan pendidikan, dalam menjalankan tugas dan fungsinya terutama yang bekerja di puskesmas dan rumah bersalin swasta sedangkan yang di rumah sakit kurang kontribusinya. Kesimpulan yang dapat diambil: mutu lulusan DIII Kebidanan Cipto Mangunkusumo cukup baik, dimana banyak diserap di layanan kesehatan dan dapat menerapkan peran dan fungsinya secara maksimal khususnya di puskesmas dan rumah bersalin swasta. Untuk lebih meningkatkan mutu lulusan, maka perlu meningkatkan secara kualitas SDM (pengajar) baik institusi maupun Clinical instructure (CI) dengan mengikutkan pendidikan lebih tinggi dan menambah jumlah serta mengikutsertakan pelatihan.
In order to achieve health development objectives, a varied activities and efforts are conducted supported by adequate human resources in health sector. One of the important human resources in health is midwife who can apply her function in health appropriately. The objective of this study was to obtain information on quality of graduates from diploma on midwifery produced by Cipto Mangunkusumo Midwifery Study Program, Jakarta Health Polytechnics III year 2004. This study was conducted in Cipto Mangunkusumo Study Program since this institution was the first institution that provided midwifery diploma. Qualitative approach was employed and data were collected through in-depth interview and FGD with 24 informants consisted of 14 working graduates, 5 non-working graduates, 2 from the institution, and 2 from health provider. The study result on input show proper students in accordance to the rule, quantity and quality of human resources were felt as lacking, curricula was already referred to national curricula, facility was felt adequate, cost was in accordance to regulation and needs; result on process shows that not all of lecturers prepared teaching plan, particularly SAP, implementation of teaching was good, evaluation (mid-exam, final exam, and practical exam) was in accordance to the regulation; result on output shows that almost all graduates were absorbed in workplace, those who were not absorbed were continuing their study, regarding duty and function, the graduates who work in public health centers and private maternity clinics contributed better than those who worked in hospitals. The study concludes that quality of graduates were considerably good reflected by the high absorption in work place and could apply their role and function in an optimal way particularly among those who worked in public health centers and private maternity clinics. To improve more the graduates quality, there is a need to improve human resources quality (lecturers) both academic and clinical instructors by attending higher level of education and adding the number of lecturers as well as increasing attendance of training.
Read More
T-1988
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vermona Marbun; Pembimbing: Hafizurrachman; Agustin Kusumayati; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Elina Lukman, Oktoruddin Harun
Abstrak: ABSTRAK
 
Tesis ini membahas mutu lulusan Program Diploma III Kebidanan Sekolah Tingi Ilmu Kesehatan Medistra Indonesia Periode Tahun 2005-2008. Dalam upaya perbaikan mutu yang berkelanjutan diperlukan kajian terhadap mutu lulusan program Diploma III Kebidanan Sekolah Tingi Ilmu Kesehatan Medistra Indonesia dari sisi pengguna lulusan dalam aspek kompetensi pendukung dan utama.
 
 
Penelitian ini menggunakan pendekatan survei deskriptif dengan pendekatan cross sectional untuk mendapatkan gambaran mutu lulusan. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif pada karakteristik, tingkat penilaian dan harapan pengguna lulusan serta mutu lulusan melalui perhitungan persen kesesuaian. Selanjutnya dilakukan uji hubungan karakteristik dan dilakukan uji multivariat untuk mendapatkan informasi mengenai variabel penentu mutu lulusan.
 
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lulusan memiliki nilai ujian saringan masuk yang tinggi, berasal dari sekolah menengah swasta, memiliki IPK yang tinggi, lulus tepat waktu dan tidak aktif dalam kegiatan organisasi. Dalam aspek kompetensi pendukung sebagian besar (59,8%) memiliki mutu yang baik, dengan rata-rata sebesar 82,17%, dimana nilai terendah adalah untuk atribut kepercayaan diri (67,02%) dan tertinggi pada atribut kemampuan sosialisasi (88,29%). Dalam aspek kompetensi utama, sebagian besar (66,0%) memiliki mutu yang baik. Dalam kompetensi utama, rata-rata mutu lulusan sebesar 83,23%. Persen kesesuaian tertinggi (89,42%) adalah pada kemampuan identifikasi data kesehatan ibu nifas dan terendah (69,49%) pada kemampuan melakukan konseling pada ibu hamil. Pada aspek kompetensi pendukung, semua karakteristik individu lulusan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap mutu lulusan, demikian juga pada aspek kompetensi utama. Hasil Uji multivariat menunjukkan bahwa tidak yang variabel yang menentukan secara dominan terhadap mutu lulusan dalam kedua aspek kompetensi.
  
Dari temuan berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada Sekolah Tingi Ilmu Kesehatan Medistra Indonesia untuk melakukan perbaikan internal untuk lebih meningkatkan mutu lulusan menjadi lebih baik lagi dan melakukan evaluasi secara periodik terhadap mutu lulusannya.
 

ABSTRACT
 
This thesis explores the quality of graduates of the Midwifery Diploma Program of Medistra Health Sciences Institute of Indonesia Period 2005 to 2008. Continuous study is need to be done in order to improve and develop to the quality of graduates of the Midwifery Diploma Program of Medistra Health Sciences Institute of Indonesia graduates from the user point of view in the main and supporting aspects of competencies.
  This study used a descriptive survey with cross sectional approach to obtain the quality of graduates. The collected data were analyzed descriptively on the characteristics, level of assessment and user expectations of quality graduates and graduates through the calculation of percent compliance. More further testing of the relationship characteristics and multivariate testing to obtain information about the variable quality of graduates? determinants.
 
 
The result has presented that most graduates have entrance test scores are high, came from private secondary schools, have a high GPA, graduating on time and not active in organized activities. In supporting the competence aspect of most (59.8%) had good quality, with an average of 82.17%, which was the lowest value for the attribute of self-esteem (67.02%) and highest on the ability of socialization (88, 29%). In the aspect of core competencies, most (66.0%) had good quality. In the main competencies, the average quality of graduates is 83.23%. The highest suitability percentage (89.42%) is on the ability to identify data and the lowest puerperal women (69.49%) on the ability to do counseling in pregnant women. In the aspect of supporting competence, all the individual characteristics of graduates did not show any significant correlation to the quality of graduates, as well as on aspects of the core competencies. Multivariate test results has presented that there is a dominant variable that determines the quality of graduates in these two aspects of competence.
 From the discovering result of this study is recommended to the Midwifery Diploma Program of Medistra Health Sciences Institute of Indonesia to make internal improvements for improving the quality of graduates and conduct periodically evaluations of quality of its graduates.
Read More
T-3215
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Solichatin Yatminah; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi, Adang Bachtiar Kantaatmadja; Penguji: Agustin Kusumayati, Siti Hayati, Akemat
Abstrak:

Era globalisasi, yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak pads persaingan pasar kerja, termasuk di sekter keperawatan, sehingga mendorong profesi keperawatan di Indonesia untuk meningkatkan profesionalisme (pendidikan minimal D-III Keperawatan) dan meningkatkan mutu pelayanannya berorientasi pada manajemen mutu layman kesehatan yang tinggi. Tenaga keperawatan (PNS Depkes, 2002) terbesar lulusan SPKl sederajat 73.6 persen. Keterbatasan tenaga pelaksana di pelayanan menjadi masalah utama bagi pengelola untuk mengijinkannya perawat mengikuti pendidikan D-III dengan meninggalkan dinas. Untuk mengakomodasi kebutuhan di atas, dibuat Program Khusus D-III Keperawatan, pagi had mereka tetap dinas di RSIPuskesmas, dan sore harinya mengikuti kuliah. Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 1997, untuk itu perlu dilakukan pemantauan mutu pendidikan guna menghasilkan lulusan yang berkualitas. Tujuan umum penelitian untuk mengetahui mute pendidikan Program Khusus D Ill Keperawatan ditinjau dari persepsi lulusan tentang kinerjanya, mutu input dan Proses Belajar Mengajar (PBM) di Institusi Pendidikan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik, menggunakan rancangan cross sectional. Populasi penelitian lulusan tahun 2000 sampai 2005 di lima provinsi yaitu Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sarnpel penelitian ini lulusan Pendidikan D-III Keperawatan Program Khusus di Poltekes Makasar, Samarinda, Tanjong Karang, Semarang dan Surabaya. Jumlah sampel lulusan 166 orang, atasan 54 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner diisi langsung oleh responden. Analisis menggurtakan univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian: kinerja lulusan menurut persepsi lulusan maupun atasan lebih dari separuh responden menyatakan baik. Namun yang perlu perbaikan guna peningkatan mutu outcome pendidikan adalah: pelaksanaan tindakan keperawatan lanjut, keperawatan kesehatan masyarakat, pendidikan kesehatan dan kemampuan dalam mengidentifikasi masalah penelitian keperawatan. Persepsi Input pendidikan: lebih dan separuh lulusan menyatakan ketenagaan dan sarana prasarana pendidikan baik, sebagian besar menyatakan kurikulum pendidikan dan administrasi pendidikan baik, namun yang dibiayai penuh oleh instansi hanya 21.1 persen. Sarana prasarana hubungannya paling signifikan dengan kinerja (nilai OR = 2.63) menjadi prioritas utama, yaitu kelengkapan buku referensi terbaru di peerpustakaan. Persepsi PBM pendidikan: lebih dari separuh lulusan menyatakan kesiapan institusi, kesiapan dosen, kesiapan pembimbing klinik baik. Interaksi dosen-mahasiswa dan metode pembelajaran sebagian besar menyatakan baik. Kesiapan dosen menjadi faktor yang paling signifikan hubungannya dengan kinerja lulusan (nilai OR = 3.56), maka variabel ini menjadi prioritas utama yang perlu perbaikan, terutama dalam ketepatan jam mengajar dosen. Berdasarkan hasil di atas, maka saran bagi Pusdiknakes agar Program Khusus D-Ili Keperawatan tetap dilanjutkan, dan mempertimbangkan penambahan kurikulum tentang after care service dalam pelayanan keperawatan, guna persiapan praktik mandiri perawat profesional, serta melakukan uji kompetensi dosen secara berkala. Dalam upaya continuous quality improvement Pendidikan D-III Keperawatan maka Pusdiknakes, Poltekes dan Dinas Kesehatan/RS agar melaksanakan supervisi langsung secara berkala guna memonitor input dan PBM Pendidikan-III Keperawatan. Bagi Program Studi Keperawatan agar melengkapi sarana prasarana (buku-buku terbaru, alat di laboratorium klinik, penyediaan dosen dan pembimbing klinik yang kompeten), Serta memonitor pelaksanaan PBM oleh dosen terutama ketepatan mengajar, pengajaran di laboratorium klinik, dan kedatangan pembimbing akademiklklinik ke lahan praktik.


 

Globalisation Era, indicated by the development of science and technology caused work market competition in the world, also at nursing sector. This condition urged the nurses to be a professional ones by continued their study minimum at Diploma III Degree. In 2002 there were about 73.6 percent of the Nurses who works as a government employer in Indonesia, their education background from SPK (similar with Senior High School). They couldn,t continued their study caused by the implementer nurse in hospital or community public health is limited. So the manager prohibited them continued their study at Diploma III in Nursing Reguler Program. In compliance with the matter, the nurses could continued their study in the afternoon at The Diploma III of Nursing Education Special Program, but they still working in the morning. This Program has been working from 1997 until now; so it needed quality monitoring in order to produce qualified improvement graduation . General objective of this research is to find out information about quality of the Diploma III Nursing Education Special Program from the graduates perception about their competency and its relation with quality of input and process at the education in the institution when they studied there. This is a quantitative survey research using cross sectional design. Population of this research is graduation of the Diploma III Nursing Education Special Program in the year 2000 - 2005, from five Capital Province (Makasar, Samarinda, Tanjungkarang, Semarang and Surabaya). The amount of sample is 166 graduates and 54 graduate managers. Data collected is primary data using questionnaire that is filled in directly by the respondence themselves. Analysis conducted is univariate, bivariate, and multivariate. The result of this research shows that competency performanced of the graduates more than fifty percent of the responders is good (67.5 percent according to the graduates and 53.7 percent according to the manger). In order to promote continuous quality improvement in the institution, the area of graduates competency which need improvement are: community health nursing care, advanced nursing care, health education and nursing research identification. The result of Institution Input according to the graduates: more than fifty percent graduates said the man power and equipment is good (60.8 and 59.0 percent), the majority curriculum and administration is good (81.9 and 90.0 percent), but only 21.1 percent institution which pay for their education fee fully. Equipment is the most significant related to graduates performanced (OR = 2.63), is the first priority to be improve, specially supply of the new literature reference books in the library and nursing equipment in clinical laboratory. The result of education process: more than fifty percent graduates said institution, lecturer and clinical instructor preparation is good (65.7, 72.9 and 66.9 percent), and the majority lecturer inter-action and teaching methodology is good (84.3 and 86.7 percent). Lecturer preparation is the most significant related to graduates performanced (OR = 3.56) is the first priority to be improve, specially on time in class exactness. Based on the research result, it is advised for Pusdiknakes to conilnue Diploma III Nursing Education Special Program, and considered to add curriculum of after care service in nursing, in order to prepare independence clinical nursing practice. Also implemented lecturer competency test periodically. In related with continuous quality improvement of the education, it is advised for Pusdiknakes, Poltekes, Province/Territory Health DepartmentlHospital Board of Director monitored the input and education process in the institution. For Board of institution director fulfilled qualified equipment, competence lecturer and clinical instructor. Monitoring lecturer and clinical instructor individually during educational process, especially on time when they teach in class.

Read More
T-2363
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eravianti; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Muhammad Hasan, I Nengah Mustika
Abstrak:

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan pengguna terhadap penyelenggaraan Program Khusus D-III Keperawatan dan hal-hal apa yang mempengaruhi kebutuhan ini. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-November tahun 2005 di lima Kota di Indonesia yang mempunyai lulusan Program Khusus D-III Keperawatan terbanyak di Jurusan Keperawatan Politeknis Kesehatan di bawah binaan Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesiaa yaitu: Lampung, Semarang, Surabaya, Makasar, Samarinda. Responden (informan) pada penelitian ini adalah pengguna langsung dan pengguna tidak langsung lulusan Program Khusus D-III Keperawatan yang bekerja di rumah sakit pemerintah dan puskesmas. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan menggunakan metode kuantitatif untuk memperoleh inforrnasi tentang kebutuhan pengguna terhadap Program Khusus D-III Keperawatan dan juga melakukan penelitian kualitatif untuk memperoleh jawaban atau informasi yang mendalam tentang pendapat dan perasaan seseorang yang dapat memperkaya informasi. Hasil yang didapatkan pada penelitian tentang kebutuhan pengguna terhadap Program Khusus D-Ill Keperawatan sama antara penelitian kuantitatif dan kualitatif. Pengguna langsung dan pengguna tidak langsung lulusan Program Khusus D-III Keperawatan sebagian besar masih membutuhkan Program Khusus D-III Keperawatan. Dengan adanya keinginan pengguna untuk mengirimkan kembali stafnya untuk mengikuti pendidikan pada Program Khusus D-III Keperawatan, ataupun merekomendasikan pada orang lain untuk mengirimkan stafnya yang masih SPK/SPR/Suplementary untuk mengikuti pendidikan pada Program Khusus D-III Keperawatan karena untuk melanjutkan pendidikan dengan Program Regular tidak mungkin dilakukan karena harus meninggalkan tugas. Sementara basil penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif untuk faktor-faktor yang meyebabkan pengguna membutuhkan Program Khusus D-III Keperawatan Baling mendukung. Adapun faktor-faktor tersebut seperti kepuasan, kebijakan pemerintah tentang tenaga keperawatan lulusan SPK/SPR/Suplementary harus menjadi D-III keperawatan, pendanaan, rencana organisasi, desain organisasi, dan persediaan tenaga memberikan kontribusi yang menyebabkan pengguna membutuhkan Program Khusus D-III Keperawatan. Dan hasil penelitian ini disarankan bagi Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan RI supaya tetap mempunyai kebijakan agar Program Khusus D-III Keperawatan diteruskan sampai tidak ada lagi tenaga lulusan SPK/SPR/Suplementary di rumah sakit, puskesmas dan pelayanan kesehatan lainnya dengan selalu meningkatkan peran evaluasi dan koordinasi. Juga agar Politeknik Kesehatan Jurusan Keperawatan melakukan peningkatan mutu yang berkelanjutan agar pengguna tetap puas dan akan terus mengirimkan tenaga keperawatannya untuk mengikuti pendidikan pada Program Khusus D-III Keperawatan.


 

This research purpose is to find the user needs toward the conducting of Nursing D-III Special Program, and things that affect these needs. This research done in October-November 2005 in five country on Indonesia that have the largest number of Nursing D-M Special Program with Health Polytechnic in Nursing Majors under health staff education centre of health Department RI which are Lampung, Semarang, Surabaya, Makasar, and Samarinda. Respondent in research is direct user and non-direct user from Nursing D-III Special Program that work in government hospital and public health centre. This research is study case research, by using quantity method to get information about user needs toward Nursing D-111 Special Program, and also using qualitative to get answers or deeper information according to someone opinion and feeling that can excess the information from quantity research. Result from research about user needs toward Nursing D-III Special Program is equal between quantity and qualitative research. Most of user directly and non-directly from Nursing D-III Special Program, user still need Nursing D-III Special Program. With the present of user will to send back his staff to follow Nursing D-III Special Program education, or recommend other to send his staff that equal to SPI/SPR/Supplementary to follow education in Nursing D-III Special Program because continuing education with Regular Program is impossible to do because they'll leaving the job behind. Meanwhile the quantitative and qualitative researches for factors that cause the user need Nursing D-III Special Program support each other. Those factors are satisfaction, government policy toward SPK/SPR/Supplementary graduate has to continue their education to Nursing D-III Special Program, financing, organization planning, organization design, and personnel supply, give contribution that cause user need Nursing D-III Special Program. From this research result suggested to Health Staff Education Centre of Health Department RI constantly have policy that makes Nursing D-III Special Program continues, until there is no SPK/SPR/Supplementary graduate in hospital, public health centre, and other health services, and always conduct evaluation and coordination. Moreover, make Health Polytechnic in Nursing Majors gradually increasing the quality in order to satisfy the user and constantly send their nursing staff to follow Nursing D-III Special Program education.

Read More
T-2281
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulia Asri Fitri Dwi Haspari; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Agustin Kusumayati, Dian Ayubi, Heru Herdiawati
Abstrak:

Tesis ini membahas tentang mutu pelayanan Bidan di IGD Kebidanan RSUP Nasional dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Penelitian menggunakan survey deskriptif dengan desain cross sectional, untuk mendapatkan gambaran tentang mutu pelayanan Bidan. Dimensi-dimensi RATER (responsiveness, assurance, tangible, empathy, realibility) digunakan untuk menilai mutu pelayanan yang diberikan dan juga dilihat dari aspek kompetensi dan produktifitas bidan yang dianggap mempengaruhi mutu pelayanan yang diberikan. Hasil penelitian didapatkan bahwa mutu pelayanan dipengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung oleh kompetensi melalui produktivitas. Kompetensi dan produktivitas secara signifikan berpengaruh terhadap mutu pelayanan, sedangkan kompetensi berpengaruh secara negatif terhadap produktivitas. Dari lima dimensi mutu, dimensi empathy, responsiveness dan reliability yang memberikan pengaruh paling tinggi. Model hasil analisis prediktif terhadap mutu pelayanan bidan di RSCM ini dapat menjelaskan sebesar 20.5% terhadap fenomena yang dikaji, sedangkan sisanya 79.5% dijelaskan oleh variabel lain (yang belum terdapat di dalam model). Kata kunci: Mutu pelayanan bidan, kompetensi, produktivitas


The focus of this study is the quality of midwife care at Emergency Room of Obstetric and Gynaecology RSUP Nasional dr. Cipto Mangunkusumo. The study used a descriptive survey with cross sectional design, to get an idea of the quality of midwife care. RATER dimensions (responsiveness, assurance, tangible, empathy, reliability) was used to assess the quality of services provided and also viewed from the aspect of competence and productivity are considered to affect the quality of midwifery services provided. The study found that service quality is affected either directly or indirectly by the competence trhough productivity. Competence and productivity significantly affect the quality of service, while competence in a negative effect on productivity. Of the five dimensions of quality, dimensions of empathy, responsiveness and reliability that delivers the highest impact. Model predictive analysis of the quality of midwifery care in the RSCM can be explained by 20.5% of the studied phenomenon, while the remaining 79.5% is explained by another variable (which is not contained in the model). Key Word: Quality of midwife care, competence, productivity

Read More
T-3624
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Solha Elrifda: Pembimbing; Adang Bachtiar; Penguji: Rita Damayanti, Dian Ayubi, Herawan, Farida Djufri
Abstrak:

Untuk menjaga dan meningkatkan mutu proses pembelajaran secara kontinyu, diperlukan upaya pemantauan dan penilaian mutu melalui pemantauan kejadian disquality, antara lain pemantauan adverse event (kejadian merugikan). Data tentang kejadian merugikan di negara-negara luar (Amerika, Inggris, Australia) menunjukkan angka kejadian merugikan di sarana pelayanan bervariasi antara 0,006% s/d 36%. Di Indonesia, belum pernah diadakan penelitian tentang kejadian merugikan di pelayanan kesehatan, demikian pula di lingkungan pendidikan kesehatan yang dikhawatirkan potensial terdapat kejadian merugikan dalam pelaksanaan proses pembelajarannya. PeneIitian ini bertujuan untuk menggali konsep kejadian merugikan dalam proses pembelajaran di institusi pendidikan DIII Keperawatan Depkes, dilaksanakan di tiga institusi pendidikan Depkes (Akper Depkes Kimia Jakarta, Akper Depkes Bogor, dan PAM Keperawatan Depkes Jambi). Metoda penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat eksploratif. Data diperoleh melalui diskusi kelompok terarah dengan mahasiswa, wawancara mendalam terhadap direktur, dosen dan praktisi pendidikan, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan, kejadian merugikan yang dialami mahasiswa di kelas berkaitan dengan ketidaksesuaian jadwal tatap muka, strategi mengajar kurang tepat, kekurangan fasilitas/sarana, hubungan interpersonal dosen mahasiswa kurang akrab, perbedaan pendapat di antara dosen, dan libur yang dirasakan kurang. Sedangkan kejadian merugikan di lahan praktek berkaitan dengan kurangnya kesempatan praktek dan kurangnya bimbingan dari dosen/instruktur klinik. Dampak bagi mahasiswa berupa kerugian waktu, kurangnya konsentrasi belajar, kurang memahami materi yang diberikan, kurang pengetahuan, bingung mana materi yang benar, kelelahan dan kejenuhan, kurang motivasi belajar/praktek, kurang terampil, kurang percaya diri, mahasiswa menjadi pasif, kerugian nilai dan tidak lulus. Penyebab kejadian merugikan yang ditemukan meliputi penyebab yang sifatnya institusional (keterbatasan tenaga, fasilitas/sarana, biaya, perencanaan dan pengorganisasian yang kurang tepat), dan penyebab yang sifatnya individual (kelalaian dosen/instruktur klinik mengikuti jadwal atau ketentuan yang ditetapkan, sikap dosen, dan kemampuan dosen yang menyangkut kompetensi mengajar). Untuk meningkatkan mutu pelaksanaan proses pembelajaran bagi dosen/instruktur klinik diharapkan tetap menyiapkan rancangan pengajaran, meningkatkan wawasan, dan menghargai mahasiswa sebagai mitra. Bagi institusi pendidikan diperlukan pemantapan pengorganisasian, perencanaan, pemenuhan kebutuhan sumber daya, melibatkan staf dan mahasiswa/masyarakat dalam mengatasi masalah, menanamkan tanggung jawab pada staf/membina kerjasama, menetapkan standar kerja operasional secara eksplisit, dan melaksanakan pemantauan dan penilaian mutu melalui survey atau penelitian. Bagi Pusdiknakes/Depkes diharapkan tetap memantau pelaksanaan program pembelajaran, menggerakkan institusi pendidikan untuk menyusun standar kerja operasional, memperketat seleksi institusi yang akan menyelenggarakan program tambahan, meningkatkan bantuan fasilitas dan sarana, dan memberikan otonomi yang lebih luas pada institusi dalam hal pendanaan.


 

To assure and to improve quality of learning process continuously, it is needed to monitor and evaluate the quality by monitoring dis-quality events. This is called adverse event monitoring. In several countries (USA, UK, Australia), incidence of adverse event in health care is around 0,006% - 36%. In Indonesia, there is no study of adverse event in health care, including in Diploma III Nursing Educational Institution like Academy of Nursing. There is some evidences that adverse event potentially occure on learning process in Academy of Nursing. This is a qualitative study to explore the concept of adverse event on learning process in 3 Academics of Nursing (Jakarta, Bogor, and Jambi). Data gathered by focus group discussion with students, In-depth interview to directors, teaching staff, and educational instructors/facilitators in each institution and review documented data. The result of the study showed that adverse event concept on learning process in Diploma III Nursing Educational Institution is interpreted as a matter of uncomfortable, disturbing, or decreasing student's concentration which resulted in temporary or permanent disability on absorbing the lesson during the learning process. These are related to mis-management of learning at the institutions. The study revealed that adverse events on learning process were associated with inappropriateness schedule of session, inadequate teaching strategic, lack of resources and facilities, poor interpersonal relationship between student and lecturer, different opinion among the lecturer that lead confusion to the students, and inconsistent/unscheduled academic recess. All of adverse events gave rise disability such as unproductive, poor concentration, lack of understanding, lack of student learning, confusion, weary and tiredness, decreased motivation of [earning or practice, lack of skills on nursing, passivity, and low academic performance. These adverse events are related or caused by institutional factors such as lack of resources, inappropriate organizing or planning, and individual. factors such as negligence, inappropriate attitude, and poor competence of lecturer or instructors. The result could be considered as an input for quality monitoring. Sfecifically for lecturer or clinical instructor, it is reccommended to prepare the instructional design continuously, to improve their competence and ability, and involve student in solving [earning process problem. Furthermore, for academic institutions, it is needed to improve their learning process management from planning, organizing, and evaluating; to fulfill resources needed for the learning process; to involve staff and students and or community in solving learning process problems; to provide standard operating procedures clearly for each staff; and to apply quality monitoring process. Further, this study suggests to the Center for Health Personnel and Education Departement of Health to consistently monitor academic process, to stimulate institutions in developing quality standards, to improve selection process for additional academic program, to provide resources for academy, and to establish greater autonomy for academy in financing the institution.

Read More
T-1038
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Waris Supaidah; Pembimbing: Hafizzurachman; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Adang Bachtiar, Dwi Indriati, Susilawaty
Abstrak:

ABSTRAK

Pada era globalisasi dan persaingan bebas dalam bidang pelayanan pendidikan,saat ini pihak pengelola pendidikan dituntut untuk meningkatkan mutu pelayanan. Salahsatu cara untuk mengetahui mutu pelayanan adalah dengan mengukur kepuasanpelanggan I mahasiswa Kepuasan mahasiswa yang rendah menggambarkan mutupelayanan yang rendah pula Kepuasan mahasiswa dipengaruhi banyak faktor,diantaranya adalah karakteristik mahasiswa.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tingkat kepuasanmahasiswa terhadap mutu pendidikan, melihat hubungan antara kepuasan dengankarakteristik mahasiswa, dan mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengankepuasan mahasiswa Kepuasan mahasiswa diperoleh dari Tingkat Kesesuaian I NilaiPuas yang merupakan rasio persepsi dengan harapan mahasiswa terhadap mutuPendidikan x 100%.Jenis penelitian yang digunakan adalah Cross sectional dengan total populasi196 mahasiswa yang dilakukan pada bulan Mei - Juli 2002 di Program StudiKeperawatan Bogor Polt.ekkes Bandung. Dimensi pelayanan yang digunakan untukmengukur kepuasan mahasiswa adalah Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance,dan Empathy.Faktor karakteristik mahasiswa yang ingin diketahui hubungannya dengantingkat kepuasan mahasiswa adalah faktor umur, Jems kelamin ,tingkatan, danpendidikan. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat. Untukanalisis bivariat dengan menggunakan uji Chi - square. Sedangkan untuk multivariatmenggunakan uji regresi logistik ganda. Analisis terhadap faktor - faktor dimensipelayanan pendidikan dengan Self Scale Survey menggunakan diagram Kartesius.Hasil yang didapat menunjukkan bahwa proporsi mahasiswa yang puas 50 %,dan yang tidak puas 50% dengan Tingkat Kesesuaian I Nilai Puas 67,12 %. variabelyang berhubungan dan dominan terhadap tingkat kepuasan mahasiswa adalah variabelumur.Analisis setiap faktor terhadap dimensi pelayanan diketahui, bahwa faktor -faktor : ruang kuliah bersih, tenang, dan nyaman, kamar kecil bersih, tenang, dannyaman, materi perkuliahan yang disampaikan dosen sesuai dengan silabus, dosendalam mengajar sesuai denganjadwal yang telah di tentukan, dan dosen dalam meng~artepat waktu, merupakan faktor-faktor yang penting dan prioritas bagi mahasiswa, danProgram Studi Keperawatan Bogor Poltekkes Bandung harus segera memperbaiki danmengoreksi fak1or-faktor dimensi pelayanan ini.Sedangkan faktor-faktor: perpustakaan bersih, tenang, dan nyaman, laboratoriumbersih,tenang, dan nyaman, setiap ajaran mempunyai silabus, dosen man1pu menanggapikeluhan mahasiswa dengan cepat, dosen dapat memegang rahasia dari mahasiswa yangdilayani, dosen mempunyai rencana pengajaran yang baik, dan komunikasi antara dosendan mahasiswa terjalin dengan baik, merupakan faktor-faktor dimensi pelayanan yangharus dipertahankan karena mahasiswa merasa puas.

Read More
T-1314
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Karningsih; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Hafiurrachman, Dumilah Ayuningtyas, Sri Mulyati, Elina Lukman
Abstrak:

Penelitian ini membahas kinerja dosen Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan
Jakarta di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Masa kerja,
pengetahuan, sikap, motivasi, kehadiran, desain pekerjaan, pelatihan, insentif,
sarana dan fasilitas dihubungkan dengan hasil kinerja dosen. Penelitian cross
sectional ini menggunakan kuesioner tentang variabel independen yang diberikan
kepada 58 dosen, sedangkan penilaian kinerja diisi oleh pimpinan institusi. Hasil
penelitian 63,8% kinerja dosen baik dan 36,2% kinerja dosen kurang. Kinerja
dosen kurang disebabkan oleh tugas penelitian dan pengabdian masyarakat yang
belum terlaksana dengan baik. Analisis multivariat membuktikan pengetahuan
berpengaruh dominan terhadap kinerja. Sehingga pimpinan institusi perlu
memperhatikan variabel tersebut.

Kata kunci: kinerja dan pengetahuan


This study discussing the performance of the midwifery’s lecturer in Health
Politechnic Jakarta in the educational, research and community's service. The
working periode, knowledge, attitude, motivation, presence, design of the work,
training, incentive, means and facilities associated with performance of the
lecturer. This cross sectional study using kuersioner which contains the
independent variable that was given to 58 lecturers, where as the assessment of
the performance was filled up by the head of midwifery institution. Results of this
study 63,8% good performance of the lecturer and 36,2% his performance is less.
The less performance of the lecturer because of the research and the community's
service that were still not implemented well. Multivariate analyse knowledge
evidently influential dominant towards the performance of the lecturer, so as the
head of the institution must pay attention to this variables.

Keywords: performace and knowledge

 

 

 

Read More
T-3236
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rame Manurita Verysanti Siahaan; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Sabarinah Prasetyo, Robiana Modjo, Gafar Hartatiyanto, Beben Saiful Bahri
Abstrak: Waktu tunggu merupakan bagian dari dimensi mutu pelayanan kesehatan yang akan menunjukkan kesan terhadap rumah sakit akan ketanggapan dan kinerja pelayanan yang ada di rumah sakit tersebut sehingga lamanya waktu tunggu secara tidak langsung menunjukkan rendahnya kinerja pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan upaya perbaikan waktu tunggu rawat jalan di Poli Kebidanan dan Kandungan RSUD Mampang Prapatan. Metode penelitian yang dilakukan adalah riset operasional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui enam tahap penelitian yaitu identifikasi input, identifikasi proses, pengamatan output, identifikasi penyebab masalah, identifikasi alternatif solusi dan perancangan intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah SDM di bagian Rekam Medis belum mencukupi, hanya ada 1 orang runner yang mendistribusikan dokumen rekam medis ke semua poli; jam mulai pelayanan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan tidak sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Dokter sering tidak tepat waktu dalam memulai pelayanan; jarak ruangan Rekam Medis berada di gedung terpisah sedangkan bagian pendaftaran di lantai 1 dan Poli ada di Lantai 2, pasien datang terlalu cepat merupakan masalah utama yang berkontribusi terhadap lamanya waktu tunggu. Rata-rata total waktu tunggu di Poli Kebidanan dan Kandungan adalah 117.66 menit dan belum sesuai dengan SPM RS yaitu ≤60 menit. Rancangan intervensi yang disepakati adalah membuat SPO dan SK tentang pendaftaran pasien dilakukan 30 menit sebelum jadwal pelayanan dokter. Disaranan melakukan penjadwalan ulang jadwal praktek Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan sesuai dengan kesepakatan bersama sehingga ada kejelasan jam mulai pelayanan, membuat sistem reservasi yang optimal secara bertahap mulai dari offline sampai dengan online, menambah 2 orang petugas di bagian Rekam Medis dan menerapkan rekam medis elektronik
Read More
T-5800
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyu Purnomo Wulan; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Adang Bachtiar
T-2079
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive