Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35279 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Huala Nadapdap; Pembimbing: Tata Soemitra
Abstrak:
Emisi gas buang kendaraan bermotor khususnya yang berbahan bakar bensin berpotensi meningkatkan kandungan CO di perparkiran bawah tanah dua kali lebih besar dalam empat bulan. Korelasi konsentrasi CO, HC dan Opasitas dari emisi gas buang dengan perparkiran sangat erat dengan nilai r untuk rata-rata kandungan CO mencapai 0.9845. Kandungan CO dan HC dapat terakumulasi di perparkiran tertutup dengan terbatasnya ventilasi, sirkulasi udara dan exhaust. Perancangan sistem perparkiran yang memadai dan memenuhi kaidah Kesehatan dan Keselamatan Kerja menentukan seberapa besar akumulasi CO. Kandungan CO dalam darah dan Phenol dalam air kemih merupakan indikasi paparan CO emisi gas buang kendaraan dengan udara ruang parlor P2 BEJ. Kandungan CO berdampak negatif langsung terhadap kesehatan manusia. CO dengan cepat dapat menggeser 02 dari dalam darah karena CO dengan Hb membentuk COHb dengan cepat 200 - 300 kali lebih kuat dari oksigen dalam mengikat Hb darah. Dampak CO terhadap pekerja parkir tergantung lamanya pemajanan dan konsentrasi CO nya. Perokok lebih berisiko terhadap pajanan CO di P2. Kondisi pekerja yang terpajan CO di P2 sudah relatif terganggu, potensi hipoksia sudah megganggu sistem kardiovaskuler terlihat dari keluhan-keluhan pekerja seperti nyeri kepala, pusing, mual dan vertigo. Pengendalian dampak emisi gas buang dapat dilakukan oleh pekerja secara proaktif. Tindakan preventif dengan menekan emisi gas buang melalui penyuluhan pemeliharaan mesin secara teratur, pemiiihan jenis dan tahun produksi kendaraan. Pengelola gedung sebaiknya melakukan tindakan perbaikan yang terpadu mencakup perencanaan system perparkiran, ventilasi, sirkulasi udara dan sistem pengaturan kerja.

Within four month periods the gas emissions from burning gasoline vehicles has the potential to doubling increase of the carbon monoxide (CO) concentration in the underground parking area. The correlation of HC, CO and Opacity of gas emission is very close to the parking indoor air quality, it shows by the r-value of CO about 0.9845. CO and HC content can be accumulated in the indoor parking area due to the poor ventilation, air circulation, number and capacity of exhaust fans. The adequate parking system designs that meet with Health and Safety requirement will effect the CO content accumulation. The CO content in the blood and phenol in the urine are indicating the employee exposure to CO vehicles gas emission and P2 BET parking indoor air quality. The CO concentration at P2 has direct impact to the parking employee health. Carbon monoxide quickly reduce the oxygen intake from blood stream and by binding carbon monoxide with hemoglobin (Hb) to become a carboxyhemoglobin (COHb) compounds that toxic to human. CO bound Hb rapidly 200 - 300 times stronger than oxygen in the blood. The effect of carbon monoxide to the employee depends on the duration of exposure and CO concentration. Moreover smokers have a higher risk to the CO exposure in the P2. The condition of employee who expose to the CO at P2 has relatively been affected of the gas emission and will suffering from hypoxia with aggravated cardiovascular problem such as head pain, headache, fatigue and vertigo. The employee can proactively participate in controlling of vehicles gas emission. Preventive action by minimizes the gas emission through awareness program, regular engine maintenance, choosing type of vehicles and year of product are parts of better control_ The building management should concern a continuous improvement through corrective action such as redesign the parking system, ticketing system, ventilation system, and shift work system of the employee.
Read More
T-1636
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puji Kuntars; Pembimbing: Baiduri; Penguji: Fatma Lestari, Yudi
S-4982
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aidila Fitri; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdan; Penguji: Hendra, Rudy Saptari Sulesuryana
Abstrak: POLUSI UDARA MENJADI SALAH SATU PENYEBAB TINGGINYA ANGKA KEJADIAN PENYAKIT KARDIOVASKULAR DI DUNIA. PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGUKUR DAN MENGANALISIS PAJANAN PERSONAL DEBU PM2,5 DAN KADAR APOLIPOPROTEIN-B (APO-B) SEBAGAI BIOMARKER ATEROSKLEROSIS DALAM DARAH PEKERJA DI PUSAT PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR CILINCING TAHUN 2017. STATUS MEROKOK, OBESITAS, PENGGUNAAN APD, DAN RIWAYAT PENYAKIT JUGA DI ANALISIS DALAM PENELITIAN INI DENGAN MENGGUNAKAN T-TEST INDEPENDEN. SAMPEL PENELITIAN BERJUMLAH 35 ORANG PEKERJA PKB CILINCING SEBAGAI KELOMPOK TERPAJAN DAN 24 ORANG PEKERJA FKM UI SEBAGAI KELOMPOK KONTROL. PAJANAN PERSONAL DIUKUR MENGGUNAKAN LELAND LEGACY PUMP DAN SIOUTAS CASCADE IMPACTOR, SEDANGKAN ANALISIS APO-B MENGGUNAKAN METODE POLYETHYLENEGLYCOL (PEG) ENHANCED IMMUNOTURBIDIMETRIC ASSAY. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN RATA-RATA KONSENTRASI PAJANAN PADA PEKERJA ADALAH 232,233 ΜG/M3 , SEDANGKAN RATA-RATA KADAR APO-B PADA KELOMPOK TERPAJAN ADALAH 107,30 MG/DL DAN KELOMPOK KONTROL ADALAH 91,17 MG/DL.

AIR POLLUTION BECOMES ONE CAUSE OF CARDIOVASCULAR DISEASE IN THE WORLD. THIS STUDY AIM FOR MEASURING PERSONAL EXPOSURE OF PARTICULATE MATTER 2,5 (PM2,5), AND APOLIPOPROTEIN-B LEVEL IN DIESEL EXHAUST EMISSION INSPECTOR BLOOD IN PKB CILINCING, 2017. IN ADDITION THIS STUDY ANALYZE SMOKING STATUS, OBESITY, FPE USING, AND HISTORY OF DISEASE USING INDEPENDENT T-TEST. STUDY SAMPLES OF 35 WORKER OF PKB CILINCING AS EXPOSED GROUP AND 24 WORKER OF FKM UI AS CONTROL GROUP. PERSONAL EXPOSURE MEASURE USING LELAND LEGACY PUMP AND SIOUTAS CASCADE IMPACTOR, WHILE ANALYSIS OF APO-B USING POLYETHYLENEGLYCOL (PEG) ENHANCED IMMUNOTURBIDIMETRIC ASSAY METHOD. RESULT OF STUDY SHOWS MEAN CONCENTRATION OF PERSONAL EXPOSURE TO WORKER IS 232,233 ΜG/M3 , WHILE MEAN APO-B LEVEL TO EXPOSED GROUP IS 107.30 MG/DL AND CONTROL GROUP IS 91.17 MG/DL. 
Read More
S-9524
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Pratiwi; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Fatma Lestari, Eko Pudjadi
S-6110
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Angga F. Ortega; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Hendra, Yuni Kusminanti
S-6315
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tajudin Noor; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Doni Hikmat Ramdhan, Eko Pudjadi, Tri Purwanti
Abstrak:
Tambang uranium bawah tanah memiliki bahaya fisika berupa pajan radiasi gamma, gas radon dan thoron. Para pekerja tambang uranium berisiko terkena penyakit kanker paru 3 hingga 6 kali lebih tinggi dari masyarakat umum. Risiko tersebut disebabkan pajanan gas radon dan turunan radon di dalam tambang. Untuk mengantisipasi dan mengendalikan risiko pada pekerja dari pajanan tersebut maka perlu dilakukan suatu kajian risiko kesehatan dari pajanan radiasi gama dan radon dan thoron pada pekerja tambang uranium bawah tanah. Pengukuran pajanan sinar gama dan konsentrasi gas radon dilakukan di dalam tambang eksplorasi uranium dan sekitar kamp pekerja di daerah Kalan, Kalimantan Barat. Pengukuran pajanan sinar gama dilakukan dengan surveimeter gama sementara untuk pajanan radon dan thoron dilakukan dengan detektor pasif RADUET. Hasilnya, konsentrasi gas radon di dalam terowongan secara umum cukup tinggi, konsentrasi radon berkisar antara 188,84 hingga 495,86 Bq/m 3 (rata-rata 375,80 Bq/m 3 ) sementara thoron berkisar antara 58,07 hingga 340,73 Bq/m 3 (rata-rata 189,80 Bq/m 3 ). Nilai tersebut berada di atas nilai reference level radon yang disaranakan ICRP 300 Bq/m 3 . Untuk dosis efektif tahunan dari sinar gama, didapatakan estimasi dosis efektif tahunan 85,18 mSv pada salah satu kelompok pekerja di dalam terowongan eksplorasi uranium. Nilai tersebut berada di atas nilai batas dosis tahunan 20 mSv untuk pekerja. Penilaian risiko dihitung dengan mengalikan nilai skala peluang terjadinya efek kesehatan dengan nilai skala konsekuensi dari rentang penerimaan dosis. Hasilnya, didapatkan nilai risiko C pada salah satu kelompok pekerja yang berarti risiko belum dapat diterima dan perlu dilakukan tindakan pengendalian tambahan. Para pekerja terkena dosis radiasi kronis dan dapat terkena efek stokastik yang dapat menginduksi kanker. Dengan demikian diperlukan upaya pengendalian risiko dan proteksi radiasi bagi pekerja agar risiko dari pajanan dari sinar gama, radon dan thoron dapat dikendalikan.

Underground uranium mines pose physical hazards in the form of exposure to gamma radiation, radon gas and thoron. Uranium mine workers are at risk of getting lung cancer 3 to 6 times higher than the general public. To anticipate and control the risk from these exposures, a health risk assessment was carried out from the exposure to gamma, radon and thoron radiation in underground uranium mine workers. Measurements of gamma ray exposure and radon gas concentrations were carried out in the uranium exploration mine and around the workers' camp in the Kalan area, West Kalimantan. Gamma-ray measurements were carried out by gamma detector, while radon and thoron exposure were measured using a passive detector RADUET. As a result, the concentration of radon gas in the tunnel ranged from 188.84 to 495.86 Bq/m 3 (average 375.80 Bq/m 3 ) while thoron ranged from 58.07 to 340.73 Bq/m 3 (average 189.80 Bq/m 3 ). This value exceeds the reference level for the radon  recommended by ICRP 300 Bq/m 3 . For annual effective dose of gamma rays, an estimated annual effective dose of 85.18 mSv was obtained in one group of workers. This value exceeds the annual dose limit value of 20 mSv for workers. From the results of the risk assessment, a risk value of C is obtained, which means that the risk cannot be accepted, and additional control measures are needed. Workers are exposed to chronic doses of radiation and can be exposed to stochastic effects that can induce cancer.

Read More
T-5941
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alda Fuji Yahmi; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Edy Sufa'at
Abstrak:
Pencemaran udara, khususnya oleh partikulat PM2.5, telah menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, baik di dalam maupun di luar ruangan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan kipas angin turbin dengan filter sebagai penjernih udara do-it-yourself di Unit Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB) Pulogadung. Unit Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor Pulogadung, sebagai sumber aktif PM2.5 dari aktivitas pengujian kendaraan, memiliki rata-rata konsentrasi PM2.5 yang tinggi, yang dapat berdampak pada kesehatan pekerja. Melalui eksperimen, penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan alat dalam mengurangi konsentrasi PM2.5 di dalam ruangan serta potensi penggunaannya sebagai alternatif penjernih udara untuk menurunkan konsentrasi PM2.5 dalam hal menjaga kualitas udara dalam ruangan di tempat kerja tetap baik. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap upaya-upaya pengendalian kualitas udara dalam ruangan di lingkungan industri, terutama dalam konteks pengujian kendaraan bermotor di negara berkembang seperti Indonesia.

Air pollution, particularly by PM2.5 particulate matter, has become a significant global health issue, both indoors and outdoors. This study aims to explore the effectiveness of using a DIY turbine fan with a filter as an air purifier at the Motor Vehicle Testing Unit (UP PKB) Pulogadung. Unit Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor Pulogadung, as an active source of PM2.5 from vehicle testing activities, exhibits high average PM2.5 concentrations, which can impact the health of workers there. Through experimentation, this research aims to measure the device's ability to reduce indoor PM2.5 concentrations and its potential use as a mitigation strategy to maintain indoor air quality in workplace settings. The findings of this study are expected to contribute to efforts in controlling indoor air quality in industrial environments, particularly in the context of motor vehicle testing in developing countries like Indonesia.
Read More
S-11708
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cindy Patricia Yosika; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Edy Sufa’at
Abstrak:
Pencemaran udara memberikan dampak yang berbahaya pada daerah yang mempunyai tingkat pencemaran udara yang tinggi akibat paparan PM2.5. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas filter antara HEPA Filter dan N95 Mask Filter dalam menurunkan PM2.5 dengan kipas angin. Penelitian ini dapat memberikan saran pengurangan partikulat yang lebih hemat dibandingkan menggunakan alat pembersih udara. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian eksperimen dengan melakukan pengujian filter sebanyak lima kali. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan alat penghitung partikulat CEM DT-9881M di kantor pengujian kendaraan bermotor. Sampel dianalisis untuk mencari hasil pengurangan konsentrasi partikulat. Hasilnya menunjukkan bahwa filter HEPA dan filter masker N95 mampu mereduksi partikulat pada kisaran 66,96% dan 59,04%. Secara keseluruhan, penelitian ini merekomendasikan penggunaan alat pembersih udara dengan filter HEPA dibandingkan filter masker N95 dengan beberapa pertimbangan.

Air pollution has a dangerous impact in areas that have high levels of air pollution due to exposure of PM2.5. This research aims to find out the effectiveness of the filter between the HEPA Filter and the N95 Mask Filter in reducing PM2.5 with a fan. This research can provide suggestions for reducing particulates that are more economical compared to using an air purifier. This research was carried out using an experimental study by testing the filter five times. The sample was taken using a CEM DT-9881M particulate counter in the motor vehicle testing office. Samples were analyzed with looking result of reducing particulate concentration. The results show that Hepa Filter and N95 Mask Filter can reduce particulates in the range of 66,96% and 59,04%. Overall, this study recommends using fan with HEPA filters to reducing PM2.5.
Read More
S-11734
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elisa Moetiara; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari; Henry Victor Matakupan
S-5272
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wini Handayani; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Wahyu Hidayat, Andry Kurniawan
Abstrak: Tesis ini menganalisispartisipasi keselamatan pada pekerjaPertambangan Emas Bawah Tanah PT X Propinsi Banten.Penelitian dilakukan oleh penulis berdasarkan 7 (tujuh) kalikejadian berbahaya yang samayang terjadi secara berturut-turut pada tahun 2015, dimana kinerja keselamatan terutama partisipasi keselamatan menjadi penyebab kejadian. berdasarkan kondisi atau suasana keselamatan yang menjadi antesenden dalam membentuk partisipasi keselamatan pekerja dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja keselamatan sehingga dapat mengurangi dan mencegah terjadinya kejadian yang dapat menyebabkan gangguan kesejahteraan, kesehatan dan cidera. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif analitik dengan pendekatan mixed methods meliputi analisis kualitatif dan kuantitatif dengan desain study cross sectional, Hasil penelitian ditemukan bahwa iklim keselamatan, motivasi keselamatan kerja dan kepuasan kerja memberikan pengaruh terhadap partisipasi keselamatan pada pekerja di Pertambangan Emas Bawah Tanah PT X. Perusahaan perlu melakukan tinjauan ulang keterlibatan pekerja, perwakilan pekerja dan manajemen dalam perencanaan dan pelaksanaan program K3. Kata kunci: Partisipasi, pekerja, keselamatan, iklim kerja, motivasi, kepuasan kerja This thesis analyzes the safety participation of underground gold mining workers of PT X of Banten Province. The research is conducted by the authors based on 7 (seven) different harmful phenomenon that occur respectively in 2015, where safety performance especially safety participation is the cause of the incident. Based on safety conditions or moods that are antecedent in shaping workers' safety participation with the aim of improving safety performance so as to reduce and prevent the occurrence of events that may cause welfare, health and injury. This research is an analytic descriptive research with mixed methods approach including qualitative and quantitative analysis with cross sectional study design. The result of the study found that the safety climate, work safety motivation and job satisfaction have an effect on the safety participation of the workers in the Underground Gold Mine of PT X. Company is necessary to review the involvement of workers, workers' representatives and management in the planning and implementation of OSH programs. Keywords: Participation, workers, safety, work climate, motivation, job satisfaction.
Read More
T-5055
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive