Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37214 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yusrahma Nurina; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: HM. Hafizurrachman, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Ahmad Husni Basuni
Abstrak: Situasi saat ini RS Cengkareng sedang dalam tahap mengubah image atau citra rumah sakit pemerintah yang masih melekat dan berkonotasi negative, Perencanaan strategik pemasaran merupakan upaya pemecahan masalah dan antisipasi terhadap keadaan mendatang, strategi pemasaran yang akan dijalankan adalah migrasi segmentation ke target market kelompok masyarakat menengah keatas, hal ini dilakukan karena peluang yang besar , dimana wilayah RS berada merupakan daerah pemukiman dan industri, sehingga peluang ini dapat memberikan kontribusi maksimal bagi pendanaan RS, tetapi tidak meninggalkan segmen awalnya (current market ). Desain strategi pemasaran RS Cengkareng secara sistematis terdiri dari : strategi segmentasi pasar, marketing targeting srategik dan yang terakhir adalah market positioning strategy. Kemudian dilakukan Taktis strategi berupa marketing program development dengan mix marketing (produk, price, place, promotion). Penelitian dilaksanakan di RS Cengkareng dengan metoda penelitian operational reseach. Dimana data sekunder diperoleh dari berbagai sumber yang kemudian dilakukan proyeksi dan korelasi data base . Hasil proyeksi tersebut digunakan sebagai informasi didalam kegiatan Diskusi Kelompok Terarah (FGD) untuk mengidentifikasi variabel lingkungan eksternal dan internal rumah sakit. Dari hasil penelitian Wilayah yang menjadi segmentasi target sasarannya adalah wilayah Jakarta Barat , Tanggerang serta Jakarta Utara berusia 25-64 tahun dengan pendidikan D3 – S1. Target sasarannya secara moderat maka potensi penjualan untuk Jakarta barat per bulan rata ratanya pada tahun 2005 sampai dengan 2010 adalah 210, 814, 907 , 979, 984 : dengan pertumbuhan pertahunnya masing- masing wilayah ± 30 – 40 % , keadaan ini diimbangi dengan penambahan kapasitas layanan meningkat 50 % di tahun 2006 dan 100 % pada tahun 2007. Untuk pengembangan pemasaran produk RS Cengkareng adalah mengoptimalkan performance core produknya : poliklinik dan rawat inap serta mengangkat issue kesehatan dan keselamatan kesehatan kerja, termasuk medical check up. Promosi produk tersebut diimbangi dengan Penetapan harga dimulai berdasarkan kebutuhan dan manfaat yang didapat dari produk dibandingkan dengan produk dari kompetitor. Harga ditentukan relatif lebih murah dibandingkan dengan harga dari kompetitor untuk dapat memberikan nilai lebih bagi konsumen . Selain itu distribusi (place) Lebih mendekat ke industrial market dan pasar komunitas kelas menengah keatas di sekitar RS. Cengkareng, tujuannya adalah untuk menyesuaikan citra produk yang dihubungkan dengan segmen yang dituju. dengan memaksimalkan kinerja staf pemasaran. Kata kunci :Strategik pemasaran (STP) , Bauran Pemasaran
At present Cengkareng Hospital has just entering into the stage of changing an image of a government Hospital that is still attached and has a negative conotation.marketing strategic Plan constitutes an effort of solving the problem and anticipation toward the future, a marketing strategy that will be perform is migration segmentation toward a target on middle to upper community group market, this issue is performed because of a large opportunity, where the existence area of the Hospital is a residencial and industrial area so that this opportunity will be able to give maximum contribution for the hospital funding, however it doesn’t leave out the current market. The Design of Cengkareng Hospital systematically consist of market segmentation strategy, marketing targeting strategy and the last one is strategy positioning market. Further Tactic strategy is carried out in the form of development marketing program by mix marketing (product, price, place and promotion). This research is held in RS Cengkareng , using kuantitative and kualitatif analysis . Where secondary data obtained from various sources and corelation data base . And result from projection of the data used as information in Focus Group Discussion (FGD) activity to identify hospital’s internal and external environmental. From the result of regional research that become the segmentation target, its aim is West Jakarta district, Tanggerang as well as North Jakarta with the community segmentation who domiciled in the area mentioned above aged 25 – 64 , with minimal graduate diploma 1 – University. The main objective is in a moderate manner then the selling potential for west Jakarta per month in the year of 2005 up until 2010 is as follow : 210, 814, 907 , 979, 984 persons. By the annual increase of each district +/- 30 – 40 % this condition is kept in balance by additional service capacity increases with 50 % in 2006 and 100 % in 2007. To optimalize more the result of developing in marketing product of Cengkareng Hospital is to optimalize the performance of its core product : Policlinic and Hospitalization and also to raise the issue of health and work health safety, including medical checkup. The promotion product mentioned is balanced by decisioning of price which start based on the need and benefit which is gained from the product to compared with the product of competitors. The price is decided relatively to be compared with competitors price to be able to give value added for the consumers. Other than that (becides) the place is closer to the industrial market and middle and upper class community market around Cengkareng Hospital, its objective is to make in accordance with the image product which is connected with the pricing segment by maximalizing marketing staff performance. Intensive networking by Soekarno Hatta Airport managers and the road managers around Cengkareng . Keyword : strategic marketing , marketing mix
Read More
B-905
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Lisdawati; Pembimbing: Slamet Hindarto Gunawan
B-701
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sintia Roshana Candra Sari; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, M. Hafizurrachman, Mieke Savitri, Yuli Prapancha Satar
B-945
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Minarsih Moerdhoko; Pembimbing: Hasbullah Thabrany
B-684
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hasri Dinirianti; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Mieke Savitri, Fadil Rasad
B-1430
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mohamad Joesro; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: M. Hafizurrachman, Ronnie Rivany, Supriyantoro
B-912
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tan Suyono; Pembimbing: Yuli Prapanca Satar; Penguji: Mieke Savitri, Pujiyanto, A. Zanuri, Heru Kusumanto
Abstrak:

Rumah sakit tentara yang semula hanya mempunyai fungsi untuk melayani kesehatan prajurit dan keluarganya, sebetulnya tidak memerlukan konsep pemasaran, karena sudah memiliki langganan tetap yang jelas. Akan tetapi mengikuti perkembangan zaman maka saat ini rumah sakit tentara juga dibuka untuk umum, maka sebagai akibatnya status rumah sakit tersebut juga mengalami perubahan, dari yang semula hanya untuk kalangan tentara dan keluarganya sendiri sekarang berubah menuju ke mekanisme pasar.Rumah Sakit Tingkat IV Cijantung Kesdam Jaya merupakan rumah sakit tentara milik TNI-AD tingkat IV, yang setara dengan rumah sakit pemerintah tipe D dengan kemampuan tempat tidur sebanyak 66 TT pada tahun 2002.Pada tahun 2001 dengan tempat tidur sebanyak 66 TT angka Bed Occupancy Rate (BOR) 60,6 %, terdiri dari anggota 55 % dan pasien umum hanya 45 %, maka kapasitas Unit Rawat Inap RS. Cijantung belum optimal dan seharusnya masih dapat melayani masyarakat umum, sehingga dengan perbandingan antara fasilitas yang ada dengan BOR pasien umum maka terlihat angka BOR nya rendah. Unit Rawat Inap RS. Tk. IV Cijantung Kesdam Jaya belum mempunyai rencana strategi pemasaran.Persaingan rumah sakit khususnya pelayanan rawat inap cukup berat sehingga perlu dilakukan penyusunan rencana strategik pemasaran yang tepat untuk unit rawat inap RS.Tk. IV Cijantung Kesdam Jaya Tahun 2002.Tujuan penelitian ini adalah memperoleh informasi faktor pada lingkungan eksternal daninternal yang mempengaruhi unit rawat inap, kemudian menghasilkan strategi pemasaran yang tepat. Dari hasil analisis faktor eksternal (EFE Matriks) yang menyimpulkan semua peluang dan ancaman, serta analisis faktor internal (IFE Matriks) yang menyimpulkan semua kekuatan dan kelemahan unit rawat inap melalui prosesConsensus Decesion Making (CDM). Kemudian dengan mengunakan TOWS matriks dan IE matriks ditentukan alternatif strategi pemasaran. Posisi Unit Rawat Inap RS. Cijantung pada matriks TOWS terletak pada posisi Future Quadrant(SO) dan dengan matriks IE terletak pada posisi "Hold and Maintain", kemudian dilakukan matching didapat alternatif strategi yang dianjurkan adalah penetrasi pasar dan pengembangan produk. Berdasarkan nilai total masing-masing alternatif strategi prioritas dengan menggunakan QSPM maka strategi terpilih yang harus dikembangkan adalah penetrasi pasar.Saran yang diberikan berdasarkan hasil penelitian dianjurkan dilakukan cara meningkatkan pangsa pasar unit rawat inap RS. Cijantung melalui promosi serta pemasaran agresif, penambahan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, melengkapi fasilitas sarana dan prasarana, pengembangan jenis pelayanan sub spesialistik serta meningkatkan kerjasama dengan perusahaan.


 

The Army Hospital, firstly function as medical treatment hospital for the army and family, actually does not implement the marketing concept. However in globalization, hospital made opened for public which caused its status change from the army and family facility to market mechanism.The Forth Grade Cijantung Kesdam Jaya Hospital is the property of the Forth Grade Armed Forced which is the same as Type D Government Hospital that has 66 bedrooms in 2002.In 2002, with 66 bedrooms, BOR (Bed Occupancy Rate) has shown 60.6% consists of 55% are members and 45% are public. The comparison of hospital facilities and its BOR public patient is still low due to unplanned marketing strategy.The competition in In-Patient Medical Treatment considered moderate, so that it is important to implement its marketing strategy accordingly for the Forth Grade Cijantung Kesdam Jaya Hospital in 2002. The purpose of this research is to have some information factors externally and internally which resulting the right strategy. The result of the external analysis (EFE Matrix) determines opportunity and threats, strength and weakness by Consensus Decision Making (CDM). The next is the matching stage; determine its goals and alternative strategy using TOWS and IE Matrix. The position of In-Patient at TOWS Matrix curvently is on Future Quadrant position (SO) and in "Hold and Maintain" position on IE Matrix.Then the analysis is matched to obtain recommended alternative strategy, market penetration and product development. The alternative strategy suggested by QSPM Matrix is the Market Penetration.The suggestion implemented according to the research to develop the market for In-Patient Unit Cijantung Hospital is by doing Aggressive Marketing Promotion, value added and developing its human resources, increasing its facilities, improving sub-specialist services and working and making a good relationship to companies.

Read More
B-623
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tjeffy Gunadi; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Yuli Prapanca Satar, Supriyanto, Lih Supiasih
B-616
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mita Juliawati; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Yuli Prapancha Satar, Amila Megraini, Mardalena
Abstrak:

Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) merupakan rumah sakit setara tipe C+ yang pada awalnya hanya memberi pelayanan kepada karyawan, keluarga Pertamina serta perusahaan yang berhubungan dengan Pertamina. Dengan perubahan status RSPJ menjadi salah [p;'-09satu unit usaha Peramedika, maka pihak manajemen RSPJ mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan pengelolaan rumah sakit dengan mandiri yaitu dengan menerima pasien Non Pertamina. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbandingan yang ekstrem antara kunjungan pasien Pertamina dan Non Pertamina pada poli Rawat Jalan RS Pertamina Jaya Tahun 2006 yang mencapai kurang lebih 85 :15. Faktor tersebut mendorong penulis untuk melakukan penelitian di bidang pemasaran rurnah sakit dalam hal ini RS Pertarnina Jaya khususnya tentang segmentasi,target dan posisi RS Pertamina Jaya sehingga diharapkan terjadinya peningkatan kunjungan pasien Non Pertamina. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapat informasi mengenai segmen pasar Rumah Sakit Pertamina Jaya sebagai dasar analisa penetapan segrnentasi, target, posisi pasar sehingga selanjutnya dapat direncanakan strategi pemasaran untuk meningkatkan kunjungan pasien Non Pertamina. Penelitian dilakukan dengan melakukan survei kepada 150 pasien poli rawat jalan RS Pertamina Jaya, bersifat deskriptif dengan pendekatan gabungan kuantitatif yaitu pengumpulan data melalui kuesioner untuk mengetahui segmentasi pasar dan kualitatif dengan analisa hasil wawancara mendalam kepada pihak manajemen RSPJ untuk mengetahui segrnentasi, target dan posisi rumah sakit. Hasil penelitian segmentasi demografi, geografi dan psikografi diperoleh bahwa profil pasien Non Pertamina yang berobat ke poli Rawat Jalan RSPJ adalah dari segmen menengah ke atas, dengan rincian jenis kelamin perempuan, usia produktif yaitu. 15 -


Pertamina Jaya Hospital (Rumah Sakit Pertamina Jaya RSPJ), as the member Pertamedica's Strategic Business Unit, was established to provide medical services particularly for their traditional customer, i.e the employees of Pertamina with their family and any company who has business relationship with Pertamina. Considering current development, however, as C+ Class Hospital, RSPJ may extend their services by receiving non traditional customer, that is, Non Pertamina patients. Background of the research was the extreme composition of 85% : 15% of "Pertamina" and "Non Pertamina" at Outpatient Clinic RSPJ in the year of 2006. As the objective of this research is to get clear market segmentation of RSPJ, and at the end, to define sound marketing plan (segmentation, targetting, and positioning) in order to increase the incoming of Non Pertamina Patient. The data for the research was collected through questionaire, descriptive with the approach of combining either quantitative and qualitative, towards 150 patients who visited Outpatient Policlinic R,SPJ 2006. To provide a comprehensive result, indepth interview was done also with Pertamina Jaya Hospital management. As summary of the result, the profile of Non Pertamina patient that comes to outpatient policlinic Pertamina Jaya Hospital 2006 are from middle to high segment as follows, gender is female, age from 15 -

Read More
B-1029
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Doris Lumban Tobing; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Suprijanto Rijadi, Puput Oktamianti, Yuli Prapancha Enny Satar, Ekasari
Abstrak: Berdasarkan UBA pasien di RS Siloam Kebon Jeruk, didapat komentar mengenaipemulangan pasien, yaitu : waktu tunggu penyelesaian administrasi pulang pasienmasih cukup lama, terutama menggunakan asuransi. Dari uji petik didapatkanrata-rata waktu tunggu yang menggunakan jaminan perusahaan/asuransi 5 jam 45menit dan non jaminan 3 jam 4 menit. Penelitian bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan administrasi pulang pasienrawat inap dengan jaminan perusahaan/asuransi di RS Siloam Kebon Jeruk.Desain penelitian menggunakan kuantitatif dan kualitatif. Data primer didapat dariwawancara dan observasi dan data sekunder didapat dari telaah dokumen danlaporan pasien pulang. Dari hasil penelitian didapatkan faktor-faktor yangmempengaruhi adalah pengisian resume medis, jumlah sumber daya manusia,kebijakan dan alur proses rumah sakit yang sudah ada perubahan dengan prosesyang dilaksanakan di lapangan.Dapat disimpulkan dengan efisiensi waktu padatahap admin, tahap farmasi dan tahap gudang satelit dapat memperpendek waktuproses di rumah sakit. Efisiensi proses mempersingkat penyelesaian administrasipulang pasien rawat inap dengan jaminan perusahaan/asuransi menjadi 2 jam.Saran peneliti yaitu sosialisasi mengenai pentingnya peran dokter spesialis,pengkajian ulan tenaga staf admin ruangan, revisi kebijakan dan alur prosesadministrasi pulang pasien dengan jaminan perusahaan/asuransi dan uraian tugasstaf yang berperan, revisi MoU dengan pihak penjamin untuk masalah konfirmasi.Kata kunci : waktu tunggu penyelesaian administrasi pulang pasien rawat inap,pasien jaminan perusahaan/asuransi
Based UBA hospital inpatients in Siloam Kebon Jeruk , gained criticism andsuggestions regarding the discharge of patients, namely: the waiting time ofpatients still settling administrative home long enough, especially the use ofinsurance. From the test results obtained quotes the average waiting time ofpatients who use the guarantee is 5 hours 45 minutes and non warranty is 3 hours4 minutes. The study aims to determine the factors that influence waiting timesadministrative services to inpatients home insurance in Siloam Kebon JerukHospital. Design using both quantitative and qualitative research. The primarydata obtained from interviews and observations and secondary data obtainedfrom the study of documents and reports patient's home.From the results, the factors that affect the length of time patients wait forcompletion of home administration is charging inpatient medical resume, theamount of human resources, policies and workflow processes existing hospitalswith process changes implemented in the field.It can be concluded in less time on admin stage, stage pharmaceutical andsatellite warehouses stage can shorten the processing time in the hospital. Theefficiency of the process beyond the administrative processes to shorten hospitalinpatients with insurance to 2 hours. Suggestions researchers that thesocialization of medical importance to specialist resume, review of workforce,policy revisions and return patient administration process flow with insuranceand job descriptions of staff whose role, revised MoU with an insurer to issue aconfirmation.Keywords: waiting time home administrative settlement inpatients, corporateguarantee patient / insurance
Read More
B-1618
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive