Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 23701 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Henri Peranginangin; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Dian Ayubi, Anwar Hasan, Alex Sasela, Dani Kadarisman
Abstrak:
Perjan Rumah Sakit Fatmawati Jakarta telah dan sedang meningkatkan berbagai upaya yang mengarah kepada peningkatan kepuasan pasien secara keseluruhan, di antaranya dengan kegiatan kampanye kesehatan, pengadaan kotak saran pasien dan angket kepuasan pelanggan. Hasil kegiatan tersebut pada dasarnya cukup memadai ditandai dengan antara lain adanya informasi berkala tingkat kepuasan pasien; namun demikian informasi tersebut belum cukup spesifik per poliklinik atau per unit pelayanan termasuk faktor-faktor yang berhubungan. Hal ini dapat menimbulkan kesulitan serta kurang efektif dan efisiennya dalam penetapan intervensi apa yang paling tepat dikembangkan per unit pelayanan berdasarkan prioritas. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien rawat jalan atas pelayanan Poliklinik Penyakit Dalam Perjan Rumah Sakit Fatmawati Jakarta tahun 2003 / 2004 dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan tersebut. Rancangan penelitian yang digunakan ialah analitis kuantitatif observasional dengan pendekatan Cross-sectionaI. Jumlah sampel adalah 553 orang pasien, diambil dengan metode sampel sistematis. Instrumen pengukuran mutu layanan atau kepuasan pasien yang digunakan ialah instrumen dimensi SERVQUAL (Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance dan Empathy) dengan modifikasi sesuai tujuan penelitian. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan uji Chi-square dan regresi Iogistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi jumlah pasien JDTSK (pasien yang menjawab dan menulis sendiri di kuesioner) yang puas atas pelayanan Poliklinik Penyakit Dalam Perjan Rumah Sakit Fatmawati tahun 2003 / 2004 adalah 68,4 %. Proporsi jumlah pasien JDTBK (pasien yang menjawab dan menulis di kuesioner dibantu peneliti) yang puas adalah 82,9 %. Kepuasan pasien JDTSK tertinggi menyangkut kinerja Dokter melayani pasien tidak berlebihan; sedangkan menurut pasien JDTBK yaitu menyangkut Dokter tidak pilih kasih dalam melayani pasien. Ketidakpuasan pasien tertinggi baik JDTSK maupun JDTBK menyangkut waktu tunggu pasien. Berdasarkan hasil analisis harapan dan pengalaman pasien dengan diagram Kartesius diketahui bahwa prioriias pengembangan atau peningkatan kinerja pada masa mendatang antara lain menyangkut masalah pendaftaran dan waktu tunggu pasien serta perawat melayani pasien dengan wajah ceria dan sabar. Dari penelitian diketahui pula bahwa berdasarkan JDTSK secara statistik (pada alpha 0,05) ada hubungan yang bermakna antara kebutuhan individu yang tercermin dari status kunjungan dan jenis pembiayaan dengan kepuasan pasien. Berbeda dengan JDTBK walaupun secara statistik (pada alpha 0,05) dapat menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kebutuhan individu yang tercermin dari status kunjungan dengan kepuasan pasien, namun belum mampu menunjukkan hubungan yang bermakna antara kebutuhan individu yang tercermin dari jenis pembiayaan dengan kepuasan pasien. Kesimpulan umum penelitian ini bahwa tingkat kepuasan pasien atas pelayanan Poliklinik Penyakit Dalam Perjan Rumah Sakit Fatmawati tahun 2003 / 2004 tidak hanya berhubungan dengan faktor kinerja pelayanan tetapi juga dengan faktor kebutuhan dan karakteristik pasien. Faktor dan kinerja yang masih perlu ditingkatkan menyangkut waktu tunggu dan pendaftaran pasien serta keceriaan dan kesabaran perawat dalam melayani pasien. Informasi ini diharapkan bermanfaat bagi Pimpinan Perjan Rumah Sakit Fatmawati beserta Staf dalam mengambil keputusan terutama untuk monitoring dan evaluasi tingkat kepuasan pasien serta upaya peningkatan kinerja pelayanan pasien rawat jalan secara berkelanjutan.
Read More
T-2002
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
C. Monica P HUtabarat; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianty Permanasari, Jan Andries Tangkilisan, Felly Senewe
Abstrak:

ABSTRAK

Tesis ini membahas hubungan faktor sosial budaya, pribadi dan psikologis dengan kepuasan pasien pengguna Kartu Jakarta Sehat (KJS) pada 110 responden di Unit Rawat Jalan RSU UKI. Rancangan penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Hasil penelitian menunjukkan kepuasan pasien KJS sebesar 40,9%. Akses ke rumah sakit, motivasi, informasi baik dan informasi tidak baik berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien KJS, namun motivasi adalah hal yang paling dominan berhubungan. Selain itu kepuasan pasien KJS juga berhubungan signifikan dengan pemanfaatan kembali layanan dan minat merekomendasikan layanan pada orang lain.


ABSTRACT

The focus of this study is the relation among socio-culture, characteristics, and psychology factors to Jakarta Health Card (JHC) Patient Satisfaction in 110 outpatient UKI Hospital. The study design is descriptive quantitative with cross sectional approach. The result shows that only 40,9% of the patients are satisfied with the hospital service. Access to the hospital, motivation, good information and bad information are significantly associated with JHC patient satisfaction, but motivation is the dominant factor. Besides, JHC patient satisfaction also has significant correlation with reuse and recommendation of the hospital service to others.

Read More
T-3987
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Roy Naibaho; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Dian Ayubi, H.A.Y.G. Wibisono, Sri Nur Djunaida
Abstrak:

Pemanfaatan poliklinik gigi Rumah Sakit Umum Daerah Sanggau belum optimal dilihat dari rendahnya jumlah kunjungan pasien yang memanfaatkan poliklinik tersebut. Dari laporan bulanan dan tahunan rumah sakit jumlah kunjungan pasien yang berobat tahun 2005 ada 294 orang (24 orang/bulan) dan tahun 2006 ada 347 orang (29 orang/bulan). Untuk itu perlu dilakukan penilaian terhadap pelayanan poliklinik gigi Rumah Sakit apakah sudah memuaskan dan memenuhi apa yang menjadi harapan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien dan faktorfaktor yang mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Rumah Sakit Umum Daerah Sanggau, menggunakan metoda penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitiannya adalah cross sectional terhadap 119 orang responden. Tingkat kepuasan pasien dari hasil penelitian masih rendah yaitu 37,8%. Hal ini mungkin penyebab pemanfaatan poliklinik di Rumah Sakit Umum Daerah Sanggau masih rendah. Faktor dimensi mutu yang paling berhubungan dengan kepuasan pasien adalah reliability. Umur, pendidikan dan pekerjaan merupakan faktor konfounding terhadap hubungan dimensi mute dengan kepuasan pasien. Dapat disarankan kepada pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Sanggau dan instansi terkait untuk lebih membenahi lingkungan poliklinik gigi balk papan petunjuk maupun papan informasi yang berhubungan dengan lokasi dan tempat-tempat pelayanan di rumah sakit, memperhatikan waktu pelayanan di poliklinik gigi, membuat usulan pengadaan obat dan bahan yang diperlukan dalam pelayanan gigi dan mulut sehari-hari, usulan kebutuhan tenaga perawat gigi serta perlu dilakukan benchmarking dengan pelayanan kesehatan lain dalam rangka pembangunan clinical governance.


Dental polyclinic use in Sanggau District Public l-Iospital was still not optimal as seen in low patient visit rate to use the polyclinic. Based on monthly and annual reports, patient visit rate in 2005 were 294 patients (24 patients per month) and in 2006 were 347 patients (29 patients per month). Thus, it is needed to conduct the evaluation of hospital dental polyclinic service, whether it has satisfied and met patient expectation. The aim of this study was to identify patient satisfaction and factors affecting dental and oral health service quality in Sanggau District Public Hospital. Quantitative research method and cross sectional research design were used with 119 participants. The result revealed that patient satisfaction level was low, 37.8%. This is the possible cause of low use of Sanggau District Public Hospital Dental Polyclinic. The most associated quality dimension factor to patient satisfaction were reliability. Age, education and work were confounding factors to the relationship between quality dimension and patient satisfaction. It is recommended to Sanggau District Public Hospital Management and related institution to improve the dental polyclinic environment, including providing guide and information boards of the location and service posts in the hospital, to pay attention to dental polyclinic service time, to make proposals of drug and material procurements needed in daily dental and oral services and dental nurse requirement, and it is needed to perform benchmarking with other health service in order to build a clinical governance.

Read More
T-2496
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suzana Sinaga; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Besral; Agustin Kusumayati, Rahmatsyah Said, I Nengah Mustika
Abstrak:

Rumah sakit sebagai institusi yang melayani kesehatan dituntut untuk terus berkembang dan melakukan perbaikan sehingga dapat memberikan pelayanan yang bermutu yang memuaskan pasien. Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator dalam mengukur mutu pelayanan di rumah sakit dan juga sebagai indikator dari standard suatu rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan di poliklinik rawat jalan RS. Marzoeki Mahdi, mengetahui gambaran karakteristik pasien di poliklinik rawat jalan RS. Marzoeki Mahdi, mengetahui hubungan karakteristik pasien dengan tingkat kepuasan, serta mengetahui faktor karakteristik yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan di poliklinik rawat jalan RS.Marzoeki Mahdi. Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan cross- sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen terhadap 158 responden yang diambil secara acak dengan menggunakan systemic random sampling. Penelitian ini berlangsung selama 5 (lima) minggu. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat, multivariat Serta diagram Kartesius. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa responden terbanyak yang datang berobat ke poliklinik rawat jalan RS. M. Mahdi adalah kelompok umur produktif yaitu 30-60 tahun,jeniS kelamin terbanyak adalah perempuan, tingkat pendidikan terbanyak adalah akademi/ perguruan tinggi , status pekerjaan terbanyak adalah tidak bekerja/ibu rumah tangga dan sumber pembiayaan terbanyak adalah askes PNS. Dari hasil penelitian didapati tingkat kepuasan responden di polikilnik rawat jalan yaitu yang merasa puas sebanyak 70.9% dan respoden yang merasa tidak puas sebanyak 29.1%. Dan diperlihatkan bahwa pendidikan mempunyai hubungan yang bennakna dengan tingkat kepuasan pasien di poliklinik rawat jalan RS. M. Mahdi. Diketahui juga variabel yang paling dominan berhubungan dengan tingkat kepuasan di poliklinik rawatjalan adalah variable pendidikan. Hasil analisis diagram Kartesius didapati dimensi mutu yang menjadi prioritas utama dan harus diperbaiki serta dilaksanakan sesuai harapan pasien adalah dimensi tangible dan reliability. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepuasan pasien di poliklinik rawat jalan RS. Marzoeki Mahdi cukup baik, namun diharapkan pihak manajemen rumah sakit dapat lebih meningkatkan mutu pelayanannya, sehingga unit rawat jalan ini berkembang dengan pesat sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan pasien dari tahun ketahun yang terus mengalami kenaikan jumlah kunjungan, untuk itu perlu mendapat perhatian.

Read More
T-2409
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosmaitaliza; Pembimbing: Kusdinar Achmad; Penguji: Dian Ayubi, Ratu Ayu Dewi Sartika, Suhartono, Kusnadi, Thoyib
T-4229
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siska Maytasari; Pembimbing: Ayu Dewi Sartika; Penguji: Dian Ayubi, Wahyu Sulistiadi, Fera Dewiyani, Dian Elco Nora
Abstrak: Latar Belakang: Masyarakat yang menerima pelayanan secara langsung merasakan bagaimana tingkat kepuasan pelayanan yang diberikan instansi pemerintah. Tingkat kepuasan masyarakat tersebut diukur dengan menggunakan instrument seperti Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Hasil pengukuran kepuasan pelanggan yang obyektif dan akurat dapat membantu puskesmas dalam merumuskan bentuk pelayanan yang lebih baik. Rata-rata Indeks Kepuasan Masyarakat di 36 Puskesmas pada Tahun 2019 sebesar 84,28. Target IKM pada Tahun 2019 adalah 82.8 sedangkan Puskesmas X tidak mencapai target dan memiliki skor IKM terendah yaitu sebesar 77.75. Dari hasil IKM di Puskesmas X Tahun 2019 diketahui terdapat 3 unsur pelayanan dengan nilai mutu layanan kurang baik (<3,06) yaitu unsur kecepatan pelayanan dengan nilai 2.89, unsur kejelasan dan kepastian pelayanan dengan nilai 2.95, dan dan unsur kewajaran biaya 2.98. Tujuan: Mengetahui informasi mendalam mengenai kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan rawat jalan di Puskesmas X Tahun 2020. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu studi kasus, instrument yang digunakan pedoman wawancara mendalam dan telaah dokumen, informan dalam penelitian ini terdiri dari 1 orang kepala puskesmas, 6 orang petugas puskesmas dan 5 orang pasien. Hasil: Kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan rawat jalan di puskesmas X sudah baik, seluruh informan pasien merasa puas untuk dimensi jaminan, kehandalan, ketanggapan dan empati, namun seluruh informan pasien merasa tidak puas pada dimensi bukti fisik. Kualitas pelayanan pada dimensi bukti fisik cukup baik dalam kelengkapan sarana dan prasarana, namun masih kurang memadai kondisi gedung dan penempatan media informasi kurang optimal karena tidak semua pasien melihat media tersebut. Pada dimensi jaminan pasien merasa aman dan percaya terhadap petugas, kemampuan petugas cukup baik dan sopan santun. Pada dimensi daya tanggap petugas selalu memberitahukan kapan pelayanan akan diberikan, petugas memberikan pelayanan dengan cepat. Pada dimensi kehandalan jadwal pelayanan sesuai dengan waktu yang ditetapkan dan sudah memberikan pelayanan maksimal sesuai SOP, untuk penanganan keluhan pasien disediakan kotak saran, namun ada informan pasien yang tidak tahu adanya kotak saran. Pada dimensi empati, informan merasakan petugas sudah cukup baik dalam berempati dengan memberikan perhatian dan memberikan bantuan kepada pasien. Kesimpulan: Kualitas pelayanan pada dimensi bukti fisik, jaminan, kehandalan, ketanggapan dan empati sudah cukup baik, sehingga pasien merasa puas namun pasien menyatakan kurang puas pada dimensi bukti fisik khususnya terkendala dengan gedung puskesmas yang kecil, sempit dan panas
Background: People who receive services directly feel the level of satisfaction of services provided by government agencies. The level of public satisfaction is measured using instruments such as the Community Satisfaction Index (IKM). The results of measuring customer satisfaction that are objective and accurate can help health community service in formulating a better form of service. The average Community Satisfaction Index at 36 health community service in 2019 was 84.28. The IKM target in 2019 is 82.8, while health community service X does not reach the target and has the lowest IKM score, namely 77.75. From the results of the IKM at health community service X in 2019, it is known that there are 3 elements of service with poor service quality values (<3.06), namely elements of service speed with a value of 2.89, elements of clarity and certainty of service with a value of 2.95, and elements of fairness of costs 2.98. Objective: To find in-depth information about patient satisfaction with the quality of outpatient services at health community service X in 2020. Methods: This research is descriptive using qualitative research methods, namely case studies, the instruments used are in-depth interview guidelines and document review, the informants in this study consisted of 1 head health community service, 6 health community service officers and 5 patients. Results: Patient satisfaction with the quality of outpatient services was good, all patient informants were satisfied with the dimensions of assurance, reliability, responsiveness and empathy, but all patient informants were dissatisfied with the dimensions of physical evidence. The quality of service in the physical evidence dimension is quite good in terms of the completeness of facilities and infrastructure, but the building conditions are still inadequate and the placement of information media is not optimal because not all patients see the media. In the assurance dimension, the patient feels safe and trusts the officer, the ability of the officer is quite good and polite. In the dimension of responsiveness, officers always tell when services will be provided, officers provide services quickly. On the reliability dimension, the service schedule is in accordance with the time set and has provided maximum service according to the SOP, for handling patient complaints a suggestion box is provided, but there are patient informants who do not know there is a suggestion box. In the dimension of empathy, the informant felt that the staff was good enough at empathizing by giving attention and providing assistance to patients. Conclusion: The quality of service in the dimensions of physical evidence, assurance, reliability, responsiveness and empathy is good enough, so that the patient feels satisfied, but the patient states that he is not satisfied with the dimensions of physical evidence, especially constrained by the small, narrow and hot health community service building
Read More
T-6069
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jamilla Upik Noras; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Robiana Modjo, Wachyu Sulistiadi, Setiawaty, Emilia Amir
Abstrak:

Perawat merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan langsung kepada pelanggan selama 24 jam. Mereka diharuskan untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan, sesuai dengan visi dan misi rumah sakit. Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati merupakan Rumah Sakit Tipe B terletak di Jakarta Selatan dengan kapasitas tempat tidur 605 (Mei 2010) 44.46% dari tempat tidur yang ada terdapat di ruang rawat kelas III. Belum pernah dilakukan penelitian mengenai kepuasan kerja perawat dibandingkan dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan kelas III di RSUP Fatmawati Jakarta. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional serta pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Dari data kualitatif dan kuantitatif yang terkumpul dianalisis, diperoleh hasil tidak ada kesesuaian antara kepuasan kerja perawat dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan kelas III. Kata Kunci: Kepuasan kerja perawat dan kepuasan pasien


 

Nurses are front liner in providing direct services to customers for 24 hours. They are required to be able for providing the best service to the customers according to the company’s statement in their vision and mission. As General Hospital Center, Fatmawati is type B Hospital located in South Jakarta with a capacity of 605 beds (May 2010) and 44.46% of existing beds are 3 rd Class. There is no research concerning nurse job satisfaction compared with patients' satisfaction toward nursing services in the department of 3 rd grade in Fatmawati Hospaital of Jakarta. This descriptive research is utilizing contrivance of cross sectional with qualitative and quantitative approaches. The analysis result of qualitative and quantitative data is found that nurse’s job satisfaction is not appropriate to the patient satisfaction in nursing services. Keywords: Nurse’s job satisfaction and patient satisfaction

Read More
T-3165
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mulyanah Abdulhaq; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Dian Ayubi, Sandi Iljanto, Kodrat Pramudho, Henni Setiawati
Abstrak:

Salah satu indikator puskesmas yang bermutu adalah apabila puskesmas dapat memberikan kepuasan kepada pasienya. Kepuasan pasien di puskesmas, khususnya di Poli KIA di Indonesia pada umumnya masih rendah, sehingga perlu ditingkatkan. Survei pendahuluan di Poll KIA Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, diketahui sebesar 27,5% pasien menyatakan tidak puas terhadap pelayanan Poll KIA.Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya pengaruh pemaparan hasiI survei dalam peningkatan kepuasan pasien di Poli KIA Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen, dengan model kuasi eksperimen ulang non random, yang menggunakan tempat penelitian di Poli KIA Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan sebagai eksperimen, dan Poli KIA Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan sebagai kontrol.Penelitian ini menganalisis kepuasan pasien berdasarkan tingkat kesesuaian antara harapan dan pelaksanaan pelayanan yang diterima pasien, berdasarkan dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty. Kepuasan pasien terwujud apabila tingkat pelaksanaan pelayanan yang diterima pasien minimal sama dengan tingkat harapan pasien. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan diagram kartesius atau importance and performance analysis.Penelitian ini berlangsung dari tanggal 12 Februari sampai dengan tanggal 20 Juni 2002. Data diperoleh melalui kuesioner terstruktur dari pasien sebanyak 480 orang, yang terbagi dari dua puskesmas, masing-masing puskesmas dilakukan dua kali survei (pre dan post). Informasi dari kepala puskesmas, penanggung jawab Poli KIA dan staf Poli KIA diperoleh melalui wawancara mendalam tak terstruktur dan diskusi. Untuk melihat fenomena perubahan lingkungan yang terjadi dilakukan observasi. Hasil survei kepuasan pasien awal diumpanbalikan ke Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan melalui forum pertemuan resmi, sebagai bentuk intervensi dalam penelitian ini. Kepada Puskesmas Kecamatan Mampang, Jakarta Selatan, umpan balik disampaikan melalui laporan tertulis. Sekitar dua bulan kemudian dilakukan survei kembali untuk melihat pengaruh pamaparan tersebut. Data yang terkumpul diolah secara statistik dengan menggunakan perangkat komputer.Hasil penelitian pada survei kepuasan pasien awal di Poli KIA Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, diperoleh tujuh unsur yang tidak memuaskan pasien, sedangkan pada survei kepuasan pasien akhir hanya satu unsur yang tidak memuaskan pasien, yaitu kebersihan WC. Pada survei kepuasan pasien awal di Poli KIA Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, terdapat 6 unsur yang tidak memuaskan pasien, dan pada survei kepuasan pasien akhir diketahui 5 unsur yang tidak memuaskan pasien.Hasil lainnya, menunjukkan adanya perbedaan proporsi kepuasan pasien yang bermakna antara proporsi kepuasan pasien sebelum dan sesudah pemaparan hasil survei kepuasan pasien di Poli KIA Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, dengan p = 0,023, OR = 2,390 (CI: 1,166 - 4,898), dan terdapat perbedaan proporsi kepuasan pasien yang bermakna antara kepuasan pasien survei akhir di Poli KIA Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan dengan kepuasan pasien survei akhir di Poli KIA Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dengan p = 0,016, OR 2,505 (CI: 1,226 - 5,118).Dari hasil penelitian ini disarankan agar dilaksanakan peningkatan kebersihan WC dengan cara optimalisasi tenaga cleaning service dalam mengontrol dan membersihkan WC, penggunaan WC terintegrasi antara petugas dan pasien, penempelan slogan kesebersihan WC, penyediaan sarana tempat sampah di sekitar WC. Pemantauan kepuasan dilanjutkan secara berkesinambungan dan diuji terapkan ke unit lain di lingkungan puskesmas, hasil pemantauan dipaparkan kepada seluruh staf puskesmas, Bagi Suku Dsinas Kesehatan Jakarta Selatan, dapat mereplikasikan survei kepuasan pasien ke puskesmas lainnya di wilayah Jakarta Selatan, dan hasil survei kepuasan pasien dipaparkan kepada pihak terkait. Daftar bacaan: 45 (1984 - 2001).


 

Influence of survey result exposure in enhanging patient satisfaction at mother and child health (KIA) policlinic in Cilandak sub-district community health center (puskesmas), South Jakarta, year 2002.One of the qualified community health center (puskesmas) indications is when the clinic can afford to provide patients satisfaction. As the patients satisfaction in the clinic especially at KIA policlinic, all over Indonesia is generally still low, there must be any increase in service. The preliminary survey at KIA polyclinic in community health center Cilandak, South Jakarta, found up to 27,5 % patients stated dissatisfied with the service.The aim of this research was to produce the influence of survey result explanation for the patients satisfaction at KIA polyclinic in community health center Cilandak, South Jakarta. This kind of research was non-random quasi experiment modeld, located at KIA polyclinic in community health center Cilandak, as the experiment, and in community health center Mampang Prapatan, South Jakarta as the control.This research analyzed the patients satisfaction based on appropriateness level between the expectation and the service performance among it's five dimentions the: tangible, reliability, responsiveness, assurance and emphaty. The satisfaction was fulfilled if the minimal gain of the service implementation level equals to the expected. Then, the cartesius depicted or importance and performance analysis.The research was conducted from February 12th up to June 20th, 2002. Data were collected from the structured questionnaire given to 480 patients in two local government clinics with in two periods of surveys (pre and post). The information from the clinic head and the responsible person from KIA polyclinic through indephtinterview were not in structure and the observation was done- to see the" on going environment chanbe phenomena. The first survey to the patients satisfaction was the feedback for community health center Cilandak, mainly the KIA polyclinic officers and head in formal meeting forum as the intervention. To see the influence of the exposure, the re-survey was held about two months later.From the initial research in community health center Cilandak, seven elements were dissatisfying the patients, meanwhile only one was found in the final namely the cleanliness of water closet. In community health center Mampang Prapatan, there were six elements in the beginning and five in the end. Another result indicated that there was statistically satisficated difference between patients satisfaction before and after the intervention = 0,023, OR = 2,390 (CI:1,166 - 4,898)}. Similar to the result mentioned above there was also statically satisficated difference between the final survey at KIA polyclinic in community health center Cilandak and community health center Mampang Prapatan = 0,016, OR = 2,505 (CI:1,226 -- 5,118)1.By this research, the implementation water closet cleanliness is suggested to be improved by means of optimizing the cleaning service men in order to control and clean it, integration between officers and patients in using the water closet, attachment of water closet slogan, provision of means of trash can around it. The satisfaction controlling was continuous and implemented to other units in the clinic environment, and its result was explained to the staff for the health service in community health center Cilandak, South Jakarta. For Suku Dinas Kesehatan Masyarakat, South Jakarta, it is suggested to replicate the patients stisfaction survey and the following intervention to other community health centers in South Jakarta.References: 45 (1984 -- 2001).

Read More
T-1308
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jusuf Kristianto; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Adang Bachtiar, Anwar Hasan, Inneke Panjaitan, S.A. Tandayu
T-1263
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nia Yuliatri; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Agustin Kusumayati, Adang Bachtiar, Luwiharsi, Slamet Effendy
Abstrak:
Meningkatnya kebutuhan akan pelayanan kesehatan, di tengah-tengah tingginya tarif pelayanan, terbatasnya sumber daya dan munculnya berbagai variasi dalam praktek kedokteran, mengakibatkan peningkaatan kualitas pelayanan menjadi agenda nasional di negara-negara maju. Di Indonesia telah dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan, antara lain dengan pembangunan sarana pelayanan kesehatan baik di tingkat dasar maupun di tingkat rujukan. Pembangunan sarana pelayanan kesehatan rujukan. mengakibatkan pertambahan jumlah rumah sakit yang pesat Di lain pihak, masyarakat sebagai pengguna pelayananan kesehatan menjadi semakin kritis, antara lain karena peningkatan pendidikan dan status ekonomi. Tingkat kepuasan pasien sebagai salah satu outcome pelayanan di samping status kesehatan (indikator klinik), sekarang ini telah secara luas digunakan untuk menilai kualitas pelayanan. Metode pengukuran tingkat kepuasan yang telah secara luas digunakan adalah metode SERVQUAL PZB (Parasumman, Zeithmall, Berry, 1988)_ Untuk menyempurnakan kekurangan metode ini, Andaleeb, melakukan modifikasi untuk melakukan pengukuran tingkat kepuasan. Modifikasi metode SERVQUAL oleh Andaleeb mengukur tingkat kepuasan secara umum dengan 5 dimensi kepuasan, yaitu responsiveness, assurance, communication, discipline dan baksheesh. Selain mengukur tingkat kepuasan pasien, penting juga diketahui faktor--faktor yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien, yang antara lain terdiri dari karakteristik sosiodemografik, karakteristik kesehatan, karakteristik rawat inap dan karakteristik pelayanan (Thi dick , 2002). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien secara umum di Instalasi Rawat lnap RS Pusat PERTAMINA berikut faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepuasan tersebut. Dalam penelitian ini tingkat kepuasan diukur dengan 4 dimensi kepuasan menurut Andaleeb yaitu dimensi responsiveness, assurance, communication, dan discipline. Determinan kepuasan yang diteliti terdiri dari karakteristik sosiodemografik (umur, jenis kelamin, status pernikahan, status pendidikan, status pasien dan pilihan atas rumah sakit), karakteristik kesehatan pasien (persepsi pasien tentang kondisi kesehatannya dan persepsi pasien tentang perubahan kondisi kesehatannya), karakteristik rawat inap (lama perawatan, persepsi pasien tentang lama perawatan, jumlah tempat tidur dalam ruang perawatan, jenis kelas rawat inap) dan karakteristik pelayanan (rasio jumlah pasienlperawat). Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang menggunakan analisis kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel adalah 194 pasien rawat inap berusia 20 tahun yang telah dirawat minimal 3 hari, pada hari terakhir masa perawatannya di RS Pusat PERTAMINA selama bulan Mei 2004. Metode yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan adalah modifikasi SERVQUAL dari Andaleeb. Karakteristik kesehatan pasien diukur dengan SF 36 v2 dari Rubin dan Ware. Dari penelitian ini diperoleh gambaran tingkat kepuasan pasien secara umum di Instalasi Rawat inap RS Pusat PERTAMINA, yaitu pasien puas 48.1%, tidak puas 51.9%; ditemukan hubungan yang bermakna dan berbeda kekuatannya antara tiap dimensi kepuasan dengan tingkat kepuasan secara umum, di mama dimensi assurance sebagai dimensi yang paling dominan berhubungan dengan tingkat kepuasan secara umum. Model regresi akhir dari tingkat kepuasan pasien secara umum dibentuk oleh variabel persepsi pasien tentang perubahan kondisi kesehatannya (karakteristik kesehatan) dan persepsi pasien tentang lama perawatannya (karakteristik rawat inap). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pihak manajemen RS Pusat PERTAMINA untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanannya.

Analysis in Factors Correlate to Inpatient Satisfaction in PERTAMINA Central Hospital, Jakarta, 2004Growing demand for health care, rising costs, constrained resouncigN and evidence of variations in clinical practice have made improving the quality of health care became one of important point in national agenda of many developed countries. Indonesia have tried many efforts to increased the quality of medical services, i.e. by developing many primary and referral health facilities. The impact of this process is the increasing number of hospitals. On the' other hand, the community, as the customer of the heath service, have became more critical, along with improved education and finance of the community. Patient satisfaction level, which has became one of the outcome from health service process, besides the functional status (clinical indicator), nowadays has been widely used to evaluate quality of medical service. SERVQUAL method from PZB (Parasuaaman, Zeithmal, and Berry, 1988) has been widely applied to evaluate quality of medical service. To control many weakness of this method, Andaleeb modified this instrument He measured overall satisfaction based on 5 dimensions of satisfaction, which are responsiveness, assurance, communication, discipline and baksheesh It is also important to notified factors that correlate to patients overall satisfaction, such as sociodemographic, health, stay and service characteristics (Thi et al, 2002). The objective of this research is to know the overall inpatient satisfaction level in PERTAMINA Central Hospital and the correlated factors. In this study, the inpatient satisfaction was measured by 4 satisfaction dimensions of Andaleeb, which are responsiveness, assurance, communication and discipline. Factors correlate to satisfaction are sosiodemographic characteristics (age, sex, marital status, education level, patient status and patient's choice of hospital), health characteristics (patient's self-perceived of their general health status and patient's self perceived of changes in their general health status), stay characteristics ( length of stay, patient's perception of their length of stay, bed and class) and service characteristics (patients/nurse ratio). It is an observational research, using quantitative analysis and cross sectional design. Samples are 194 inpatients, ages? 20 years, which have stayed for at least 3 days in hospital., on their last day in PERTAMINA Central hospital during May 2004. The method has been used to measure the satisfaction is SERVQUAL modification instrument from Andaleeb. Patient's health characteristics were measured with the SF 36 v2 from Rubin and Ware. The results are satisfied patients 48.1%, unsatisfied patients 51.9% with 905 cut of point_ There are correlations with different strength association between each dimension to the overall satisfaction. Assurance was the most dominant dimensions that correlate with overall satisfaction. The last regression model of overall satisfaction was constructed by patient's self perceived of changes in their general health (health characteristics) and patient's perception of their length of stay (stay characteristics). The result of this study was hopefully can be utilized by the hospital management to improve their quality in delivering medical service.
Read More
T-1916
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive