Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29568 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hadri Pramono; Pembimbing: Pujiyanto
B-758
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hadi Rahmatsyah; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal C. Sjaaf, Vetty Yulianty Permanasari, Dedi Rohendi, Suwenda
Abstrak:

Hadi Rahmatsyah Analisis Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Logistik Farmasi Terkomputerisasi di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Indramayu Tahun 2013 164 Halaman, 21 Gambar, 21 Tabel Tesis ini menganalisis pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Logistik Farmasi Terkomputerisasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Indramayu Tahun 2013. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan SIM Logistik Farmasi Terkomputerisasi di RSUD Kabupaten Indramayu Tahun 2013 tidak dilakukan sesuai rencana tahapan pengembangan Sistem Informasi menurut teori System Development Life Cycle dan sebagian besar fungsi-fungsi yang dibutuhkan oleh Instalasi Farmasi belum terpenuhi oleh Pengembang Sistem Informasi. Faktor keterbatasan waktu, ketidaksepahaman antara Instalasi Farmasi dan Pengembang Sistem Informasi terkait alur proses perbekalan farmasi dan keterbatasan sumber daya manusia dalam mengoperasikan, mengelola dan memelihara sistem aplikasi mempengaruhi keberhasilan pengembangan SIM Logistik Farmasi Terkomputerisasi di RSUD Kabupaten Indramayu Tahun 2013. Kata kunci : pengembangan sistem informasi manajemen terkomputerisasi, logistik, farmasi, pelayanan kefarmasian, System Development Life Cycle. Daftar Bacaan : 22 (1992 – 2013)


POSTGRADUATE PROGRAMME HOSPITAL ADMINISTRATION STUDY PROGRAMME PUBLIC HEALTH FACULTY UNIVERSITY OF INDONESIA Thesis, Juni 2013 Hadi Rahmatsyah The analysis of the development of computerized pharmacy logistic management information system at Indramayu District General Hospital in 2013 164 Pages, 21 Figures, 21 Tables This study analyzed the development of computerized pharmacy logistic Management Information System (MIS) at Indramayu District General Hospital (DGH) in 2013. This study is qualitative descriptive study. This study could be concluded that the development of computerized pharmacy logistic MIS at Indramayu DGH in 2013 was not carried out as planned phases of development of information system as System Development Life Cycle theory and most of the function as Pharmacy Department needed has not fulfilled by Information System Developer. The factor of time limitation, disagreements between Pharmacy Department and Information System Developer of pharmacy logistic and pharmacy services process flow, and human resources limitation of maintaining, managing and operating the application system contributed to succeessed of the development of computerized pharmacy logistic MIS at Indramayu DGH in 2013. Key words : development of computerized management information system, pharmacy, logistic, pharmacy service, System Development Life Cycle. References : 22 (1992 – 2013)

Read More
B-1518
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Henny F. Fachrudin; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Peter A.W. Pattinama, Alex Papilaya, Mike Kaltarina
Abstrak:

Pengendalian adalah proses yang digunakan oleh manajer untuk memastikan bahwa aktivitas yang sebenarnya sesuai dengan rencana. Pengendalian bermanfaat untuk mengevaluasi seluruh kegiatan. Keberhasilan tujuan manajemen farmasi akan tergantung dari unsur-unsur pengendalian yang ada. Instalasi Farmasi merupakan satu-satunya unit kerja dirumah sakit yang bertanggung jawab dalam pengelolaan barang farmasi dan mempunyai kedudukan yang sejajar dengan instalasi lainnya. Kelebihan atau kekosongan persediaan obat dan alkes pada waktu tertentu menunjukkan bahwa pengendalian terhadap pengelolaan obat dan alkes di Instalasi Farmasi Rumah Sakit kurang baik. Temuan di Instalasi Farmasi RSD Ciawi menunjukkan bahwa sistem pengendalian obat dan alkes kurang baik sehingga mengakibatkan overstock dan out of stock. Penelitian ini dilakukan di RSD Ciawi yang bertujuan untuk menganalisa sistem pengendalian obat dan alkes kebutuhan dasar ruangan Rawat Inap di Instalasi Farmasi, tujuan khusus mengidentifkasi dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi setiap unsur pengendalian. Penelitian merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dan informasi mengenai sistem pengendalian Obat dan alkes kebutuhan dasar ruangan Rawat Inap diperoleh dengan cara in-depth interview terhadap pejabat struktural dan staf pelaksana. Pengumpulan data melalui telaah dokumen serta pengamatan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengorganisasian yang belum efektif, kebijakan yang belum terarah, penyusunan rencana kerja belum optimal, pencatatan dan pelaporan yang belum baik, anggaran yang teratas dan belum terbentuknya pcngawasan intern. Dalam pembahasan diulas tentang kondisi RSD Ciawi scat ini melalui wawancara, meneliti data sekunder serta pengamatan di lapangan dibandingkan dengan teori manajemen pengendalian logistik. Pembahasan menguraikan tentang struktur yang baik, menegaskan kembali uraian tugas tiap unit kerja, menyusun kebijakan tentang standar terapi dan formularium, proses pengendalian obat dan alkes di Instalasi Farmasi. Kesimpulan yang didapat dari basil penelitian bahwa proses pengendalian obat dan alkes kebutuhan dasar ruangan di Instalasi Farmasi RSD Ciawi masih kurang optimal, sehingga banyak terjadi over stock dan out of stock.


 

Controlling is process used by manager to ensure that activity which in fact as according to plan. Useful controlling to evaluate entire all activity. Efficacy of pharmacy management target will be depended from existing operation elements. Pharmacy Installation is the single unit work at home pain in charge of in management of pharmacy goods and have to domicile the parallel ness with other installation. Excess or blankness of supply of drug and medical equipment periodically indicate that control to management of drug and medical equipment. Unfavorable Installation Pharmacy Hospital. Finding Installation Pharmacy of RSD Ciawi indicates that system control of drug and medical equipment. Unfavorable so that results over stock and out of stock. This research is conducted in RSD Ciawi with aim to analyze system controlling of drug and medical equipment inpatient requirement of to lodge Installation Pharmacy, special target identify and analyze factors influencing each element. Research is case study with approach qualitative. Data and information concerning system controlling drug of medical equipment inpatient requirement of to lodge to be obtained by interview in-depth to structural functionary and executor staff. Data collecting through document study and also perception in field. Research result indicate that organization which not yet effective, policy which not yet directional, compilation of plan work not yet optimal, reporting and record-keeping which not yet good, limited budget and not yet been formed by internal control him. Is under consideration commented by concerning condition of RSD Ciawi in this time through interview, accurate data of secondary and also perception in field compared to management theory operation of logistics. Solution elaborate concerning good structure, re-affirming the breakdown of duty every activity unit, compiling policy concerning therapy standard and of formularium, process controlling drug of and medical equipment in Installation Pharmacy. Got conclusion of research result that process controlling of and medical equipment inpatient requirement in Installation Pharmacy of RSD Ciawi still less optimal, so that happened many over stock and out of stock.

Read More
B-961
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yunita Andriani; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Ede Surya Darmawan, Wahyu Sulistiadi, Kemal Imran, Endang Adriyani
Abstrak: Pengelolaan obat adalah salah satu aspek manajemen rumah sakit yang sangat penting dalam usaha pelayanan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan obat di instalasi farmasi Rumah Sakit Stroke Nasional Bukitinggi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan proses pengelolaan dan pengendalian yang dilakukan selama ini belum berjalan dengan baik terlihat dari masih tingginya angka kekosongan obat pada tahun 2017 yaitu 7,6% dari 421 jenis obat setiap bulannya dan jumlah obat kadaluwarsa yaitu sebesar 10,45% yang seharusnya 0%. Perencanaan dengan memprioritaskan pembelian kelompok VA, EA dan NA perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kekosongan obat. Untuk mencegah tingginya jumlah obat kadaluwarsa adalah dengan penghitungan jumlah obat yang dipesan berdasarkan penghitungan ROP dan Safety Stock. Kelompok VA merupakan kelompok dengan prioritas utama dalam pengadaan terdiri dari 10 macam obat dengan NS 500cc infus sebagai obat terpenting dalam kelompok. NS 500 cc infus membutuhkan Safety Stock 23.400 sebesar dengan nilai ROP 34.860.
Kata Kunci : Penglolaan, pengendalian, farmasi, obat

Drug management is one important aspect of hospital management. This study is aiming at analysing drug management in pharmacy unit National Stroke Hospital Bukittinggi. This case study was using qualitative approach. The study revealed that drug management and monitoring controlling were not well performed. A high percentage of drug stock out in 2017 was found 7,6% out of 421 drugs item each month, while number of expired drugs was high, reaching 10,45% compared to 0% as target.. Planning to prioritize purchasing of drugs using VA, EA and NA drug need to implement in order to prevent stock out. To avoid expired drug, hospital need to purchased based on ROP and Safety Stock. VA group is the highest priority that include 10 drug item where NS 500 cc infusion fluid is the top one in the group. NS 500 cc infusion fluid would need Safety Stock as much as 23.400 number as Safety Stock and ROP 34.860.
Keywords : Management, control, pharmacy, drug
Read More
B-2036
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Murwati; Pembimbing: Sutan Yenis
Abstrak:
Pemenuhan kebutuhan obat Instalasi Farmasi oleh Bidang Logistik adalah merupakan hal yang sangat vital. Hal ini terjadi karena karakteristik pelayanan rumah sakit dimana hasil dari pelayanan medis oleh dokter dalam memberikan terapi kepada pasien akan menimbulkan kebutuhan obat. Bagaimanapun baiknya pelayanan medis yang diberikan apabila terhambat oleh adanya kekosongan obat akan menyebabkan mutu pelayanan medis yang dihasilkan tidak optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana proses pemenuhan kebutuhan terjadi, faktor-faktor yang mempengaruhi proses pemenuhan kebutuhan, serta apa kendala-kendala yang terjadi dan mengganggu kelancaran dalam pelaksanaan proses tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan proses yang diteliti, melakukan observasi terhadap proses yang terjadi di lapangan, serta dilengkapi dengan melakukan telaah data administrasi kegiatan yang ada di Bidang Logistik yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan penyebab timbulnya masalah dalam pemenuhan kebutuhan obat Instalasi Farmasi oleh Bidang Logistik terdapat baik di Instalasi Farmasi dan Bidang Logistik. Kendala yang menyebabkan masalah terjadi yaitu kebijakan yang dilakukan di Bidang Logistik, sumber daya manusia yang bertugas baik di Instalasi Farmasi maupun di Bidang Logistik. Faktor lain yang dapat mengganggu pemenuhan adalah kegagalan pengiriman barang pesanan oleh suplier. Dapat dilihat penyebab terjadinya masalah juga disebabkan adanya perbedaan dalam cara menyusun perencanaan kebutuhan yang dilakukan antara Instalasi Farmasi dan Bidang Logistik. Proses pengadaan juga menjadi penyebab terjadinya gangguan pemenuhan. Masih ditemukan adanya masalah dalam pemenuhan kebutuhan obat Instalasi Farmasi oleh Bidang Logistik yang diakibatkan karena pengaruh faktor-faktor yang ada baik di Instalasi Farmasi maupun di Bidang Logistik. Upaya yang dilakukan dalam menghadapi permasalahan proses pemenuhan kebutuhan diupayakan dengan melalui peningkatan baik kualitas maupun kuantitas sumber daya manusia. Juga perlu diberikan pengetahuan kepada semua yang terkait dengan persediaan logistik farmasi, lakukan pengendalian melalui koordinasi mulai dari tahapan perencanaan kebutuhan antara bagian pemakai dalam hal ini Instalasi Farmasi dengan Bidang Logistik sebagai penanggung jawab pengadaan barang farmasi. Tujuannya adalah agar masalah dalam pemenuhan kebutuhan obat Instalasi Farmasi oleh Bidang Logistik dapat ditiadakan atau diminimalkan.

Study of Full Fill Process the Drug Pharmacy Department needs by Logistic Department in Bayukarta HospitalTo full fill of drug Pharmacy Department needs by Logistic Department is a rimary things. Its caused by hospital services characteristic with result from medical services by doctors giving diagnostic to the patient can caused the drugs need. Even though the medical services good if delayed by emptiness drugs on medicine stock will caused of medical services not optimum. The goal of this study is to know how to full fill the needing happened, what the factors can be influence that, and what handicaps can be happened in this process. This research is qualitative study where the data is taken by in depth interview with person who have connect with this research, doing observation with the process that happened at the field, and to doing research administration data on Logistic Department who have connect with this research. The result of research showed cause of problems in full fill need by Logistic Department at Pharmacy Department and Logistic Department. Shown handicap that caused the problem, its policy by Logistic Department, human resources that handled in Pharmacy Department and Logistic Department. The other factor who can disturb supply in the delivery fault by vendor. Shown cause of problem happened is different way of the need planning between Pharmacy Department and Logistic Department And the purchase process to influence that full fill failure too. Still founded many problems in full fill the needing of drugs Pharmacy Department by Logistic Department causing by influence at Pharmacy Department or Logistic Department. The things that should be prepare to the problems of process to full fill the needing with increasing Quality , Quantity and development of knowledge to all people who connect with drug stock, do the controlling by coordinating from the plan of need of customer in this ease is Pharmacy Department with Logistic Department as authority purchase drugs. The goal of the problem in drugs full fill Pharmacy Department by Logistic Department can do minimized.
Read More
B-694
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Fransiska Uba Lamak; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Budi Hidayat, Roni Kurniawan
S-6357
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pita Aprilia; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Purnawan Junadi, Susan Oktiwidya Ananda, Dian Trisnawati
Abstrak:
Persediaan farmasi harus dikelola dengan baik untuk kelancaran operasional dan keuangan rumah sakit. Sistem informasi dibutuhkan untuk mengelola persediaan farmasi agar memudahkan pengambilan keputusan dengan data yang akurat pada waktu yang tepat. RS Premier Jatinegara mengembangkan sistem persediaan baru yaitu RSDI yang menggabungkan informasi data perencanaan hasil analisis metode ABC-VEN dan MMSL, serta informasi terkini status tahap pemesanan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur output dari penggunaan sistem RSDI yang ditinjau dari indikator efektivitas dan efisiensi. Penelitian dilakukan dengan operational research terhadap sampel obat hasil analisis ABC-VEN dan MMSL di Instalasi Farmasi RS Premier Jatinegara setelah dilakukan intervensi. Hasil analisis ABC diperoleh obat kategori A mewakili 70% dari total investasi. Jumlah non esensial mencapai 53% dari total obat secara keseluruhan. Obat kategori EA dan NA memiliki nilai investasi tertinggi yaitu 63%. Apabila obat kategori EA dan NA dikelola dengan baik maka sekitar 63% biaya investasi dapat dikendalikan. Hasil penelitian menunjukan angka kejadian kekosongan obat turun 57%. Kekosongan masih ada karena kondisi stok yang kosong di distributor yang tidak dapat dihindari oleh karena itu integrasi B2B dengan distributor perlu ditingkatkan. Namun nilai ITOR juga turun dari 7 kali menjadi 6 kali. Penyesuaian periode pengadaan, pengurangan lead time distributor dan pengurangan jumlah stok obat non esensial perlu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi. Informan menyampaikan sistem RSDI membantu memprioritaskan pengadaan ketika obat vital, esensial atau kategori A kosong, mempercepat pengambilan keputusan, menghilangkan permintaan berulang, dan meningkatkan komunikasi antara Instalasi Farmasi-Gudang-Pengadaan. Penelitian diharapkan dapat dilanjutkan agar pencapaian efektivitas dan efisiensi persediaan semakin baik.

Pharmaceutical supplies must be managed well for smooth hospital operations and finances. Information systems are needed to manage pharmaceutical supplies to facilitate decision making with accurate data at the right time. Premier Jatinegara Hospital developed a new inventory system, namely RSDI. This research aims to measure the output from using the RSDI system in terms of indicators of effectiveness and efficiency. The research was carried out using operational research on drug samples resulting from ABC-VEN and MMSL analysis at the Pharmacy Department after the intervention. The results showed that total investment category A drugs is 70%. The number of non-essential drugs reaches 53%. EA and NA category drugs have the highest investment value 63%, if EA and NA category are managed well then around 63% of investment costs can be controlled. The research results showed that the incidence of stock out decreased by 57%. Stock out still exist due to unavailable stock at distributors which cannot be avoided, therefore B2B integration with distributors needs to be improved. However, the ITOR value also fell from 7 times to 6 times. Adjusting the procurement period, reducing distributor lead time, and reducing the amount of non-essential drug needs to be done to increase efficiency. Informants said that the RSDI system helps prioritize procurement when vital or category A drugs are out of stock, speeding up decision making, eliminating repetitive requests, and improving communication between the Pharmacy-Warehouse-Procurement. This research should be continued to achieve better inventory effectiveness and efficiency.
Read More
B-2424
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wellya Hartati; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Suprijanto Rijadi, Hendrik Johanenes, Iing Irat Setiamasa
B-1316
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mike Kaltarina; Pembimbing: Sutan Yenis; Penguji: Petter Patinama, Heru Kusumanto, Torang P. Batubara, Neni Murniati
Abstrak:

Penelitian dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa penyediaan jasa logistik farmasi relatif tinggi yang mencapai 60% anggaran rumah sakit, sehingga diperlukan tindakan efisiensi. Temuan di Instalasi Farmasi RSUD Ciawi menunjukkan perencanaan kebutuhan obat dan alat kesehatan yang tidak akurat sehingga mengakibatkan situasi yang disebut overstock dan out-of-stock.Penelitian dilakukan untuk melakukan analisis proses perencanaan kebutuhan obat dan alat kesehatan di Instalasi Farmasi RSUD Ciawi, Bogor. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dan informasi mengenai proses perencanaan kebutuhan obat dan alat kesehatan diperoleh dengan cara in depth interview, data sekunder, dan perhitungan kuantitatif khusus untuk masalah yang terukur.Hasil penelititan menunjukkan bahwa perencanaan obat dan alat kesehatan dasar ruangan di Instalasi Farmasi RSUD Ciawi belum efektif dan efisien karena perencanaan obat dan alat kesehatan kebutuhan dasar ruangan tidak akurat yang disebabkan adanya hambatan yang terjadi pada SDM, organisasi, kebijakan, prosedur, laporan pemakaian obat dan alat kesehatan, penentuan perencanaan jumlah obat dan alat kesehatan dasar ruangan pada Instalasi Farmasi.Untuk meningkatkan akurasi perencanaan kebutuhan obat dan alat kesehatan dapat dilakukan upaya bimbingan atau pelatihan SDM yang membuat perencanaan kebutuhan logistik farmasi, menyusun kebijakan internal antara lain dengan standardisasi terapi dan formularium, menyusun dan menetapkan uraian tugas yang jelas, menyusun standar prosedur operasional tentang perencanaan kebutuhan obat dan alat kesehatan di ruangan dan instalasi, membuat usulan kebutuhan obat dan alat kesehatan yang secara rutin dan periodik harus disampaikan kepada Instalasi Farmasi. Selain itu, Instalasi Farmasi perlu membentuk sistem informasi sehingga tercipta koordinasi terutama dalam penyusunan perencanaan kebutuhan obat dan alat kesehatan dasar di ruangan dan instalasi.


 

Analysis of Basic Ward Needs Planning For Drugs and Medical Supplies of the Pharmacy Department, Ciawi General Hospital, Bogor This study was based on the facts that budget allocation for pharmacies logistic was relatively high, almost 60% of annual hospital budget; a situation that needed certain efficient efforts. Data of the Pharmacy Department at Ciawi General Hospital showed inaccurateness on drugs and medical supplies planning which was finally resulted an overstock and out-of stock situations. The study was conducted to analyze the process on drugs and medical supplies planning of the Pharmacy Department at Ciawi General Hospital, Bogor.This is a case study with qualitative approach. Information and data on drugs and medical supplies planning were collected by in-depth interviews, secondary data, and quantitative analysis specifically for several measured issues.This study showed that basic wards planning for drugs and medical supplies in the Pharmacy Department at Ciawi General Hospital had not been ran effectively and efficiently because of lack of good human resources, organizational issues, regulations, procedures, drugs and medical supplies inventory reports, drugs and medical supplies planning for basic inventory wards supply.Several efforts could be used to increase the accurateness on drugs and medical supplies, i.e. training for the employee who ran the pharmacy logistics planning, internal regulations such as standardization on medical pharmacy and formularium, a finned job description, a good standard operating procedure of drugs and medical supplies needed in all wards and installations, propose a basic drugs and medical supplies for wards and installations which has to be routinely and periodically reported to the Pharmacy Department. Besides, the Pharmacy Department itself should make an information system network to provide a good coordination mostly on drugs and medical supplies planning in the wards and installations.

Read More
B-640
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lidya Pusparia Manurung; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Purnawan Junadi, Dumilah Ayuningtyas, Ait Nirwanawati
Abstrak: Instalasi Farmasi merupakan salah satu terminal pelayanan kesehatan, jalur perbekalan farmasi yang berhadapan langsung dengan masyarakat, dan merupakan bagian dari revenue centre. Latar belakang penelitian ini adalah proporsi kunjungan instalasi farmasi dengan resep obat yang rendah, yaitu kurang dari 50%, serta keluhan pasien akan pelayanan instalasi farmasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lebih rinci tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan instalasi farmasi dikaitkan dengan minat pasien menebus kembali resep obat di instalasi farmasi RSUD Budhi Asih.
 
Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif, desain penelitian ini adalah survey cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner kepada 100 orang responden. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat yaitu membandingkan skor harapan dan kenyataan, kemudian diaplikasikan kedalam diagram kartesius, analisis bivariat dengan chi kuadrat, dan analisis multivariat dengan regresi logistic.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat kepuasan dengan minat kembali menebus resep obat di instalasi farmasi RSUD Budhi Asih. Responden yang menyatakan puas sebanyak 15% responden, sedangkan responden yang menyatakan tidak puas akan pelayanan instalasi farmasi ada sebanyak 85% responden. Frekuensi responden yang berminat menebus kembali resep obat sebanyak 37% responden, sedangkan responden yang tidak berminat sebanyak 63% responden. Variabel yang dominan mempengaruhi minat menebus kembali resep obat yaitu usia, dan dimensi reliability.
 

Pharmacy is one of terminal health care, pharmaceutical supply lines dealing directly with the community, and is part of a revenue center. The background of this study is the proportion of visits with prescription drug pharmacy low, at less than 50%, and complaints of patients will service pharmacy. This study aimed to find out more detailed level of patient satisfaction of outpatient pharmacy services related to the interests of patients redemption pharmacy prescription drugs at Budhi Asih Hospital.
 
This study is descriptive and analytical with a quantitative approach, this study design was cross sectional survey. Data collected through questionnaires to 100 respondents. Data analysis was performed by univariate analysis that compared the scores of hope and reality, then applied into Cartesian diagrams, bivariate analysis using chi square, and multivariate analysis with logistic regression.
 
Results showed that there was a correlation between satisfaction with the interest to re-purchase a prescription drug in the pharmacy department Budhi Asih Hospital. Respondents who said they were satisfied as much as 15% of respondents, while respondents who expressed dissatisfaction pharmacy service will be there as much as 85% respondents. Frequency of respondents who are interested to re-purchase prescription drugs as many as 37% of respondents, while respondents who are not interested as much as 63% respondents. Dominant variables that influence the intention to re-purchase prescription drugs are the age, and the dimension of reliability.
Read More
B-1220
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive