Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 11136 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Freddy Oloan Purba; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: M. Hafizurrachman, Ronnie Rivany, Amiruddin
Abstrak: RSUD Menggala sebagai unit baru yang dalam pengembangan memerlukan perencanaan strategis yang komprehensif dan berkelanjutan. Sehubungan uraian diatas, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rumusan perencanaan stratejik RSUD Menggala dengan rerangka Balanced Scorecard. Penelitian dilaksanakan di RSUD Menggala dengan metoda penelitian operational reseach. Dimana data sekunder diperoleh dari berbagai sumber yang kemudian dilakukan proyeksi. Hasil proyeksi tersebut digunakan sebagai informasi didalam kegiatan Diskusi Kelompok Terarah untuk mengidentifikasi variabel lingkungan eksternal dan internal rumah sakit. Dari hasil FGD diperoleh variabel eksternal faktor-faktor strategis yang menjadi ancaman bagi rumah sakit meliputi : geografis, teknologi, pelanggan. Sedangkan faktor-faktor strategis yang menjadi peluang meliputi : sosial ekonomi, demografi, kebijakan, sosial budaya, pendidikan, pemasok, pesaing, serta epidemiologi. Faktor-faktor strategis pada variabel lingkungan internal yang menjadi kelemahan adalah : visi dan misi, organisasi manajemen, pemasaran, SIM-RS, serta (5) keuangan. Sedangkan faktor-faktor strategis yang menjadi kekuatan meliputi : SDM, sarana prasarana, serta jenis pelayanan. Pada tahap the input stage menggunakan EFAS matriks diperoleh nilai faktor peluang dan ancaman sebesar 2,33 dan 0,48. Sedangkan berdasarkan IFAS matriks diperoleh nilai kekuatan dan kelemahan sebesar 0,65 serta 2,18. Tahap the matching stage dengan menggunakan TOWS matriks posisi rumah sakit pada Internal Fix-It Quadrant dan IE matriks memposisikan pada sel V Hold and Maintain, dari kedua metoda tersebut menghasilkan alternatif strategi product development. Strategi yang terpilih meliputi diversifikasi produk layanan dan diferensiasi produk layanan. Rumusan strategi tersebut dikembangkan dengan rerangka Balanced Scorecard pada keempat perspektifnya.
Kata kunci : Perencanaan Strategis, Balanced Scorecard

RSUD Menggala as a new unit, which is in development, need comprehensive and sustainable strategic plan. Due to the description above, this research aimed to find a formula of strategic planning for RSUD Menggala by Balanced Scorecard. This research is held in RSUD Menggala, using operational research method. Where secondary data obtained from various sources. And result from projection of the data used as information in Focus Group Discussion (FGD) activity to identify hospital?s internal and external environmental. From the FGD, found external variable that becomes the strategic factors, which have the opportunity for hospital; are: geography, technology, customer. While of strategic factor which become opportunity consist: economy, demography, regulation, cultural, education, suppliers, competitors and epidemiology. Strategic factors in internal environmental variable which have the opportunity to become weaknesses are: vision and mission, organization management, marketing, hospital information system and finance. While strategic factors, which become strength, are: human resource, building and equipments, the existence of service. In input stage phase, by using EFAS matrix, obtained an opportunity and treaths factor value equal to 2.33 and 0.48. Based on IFAS matrix, strength and weak value obtained is 0.65 and 2.18. In matching stage phase, using TOWS matrix, placed hospital on Internal Fix-It Quadrant and IE matrix placed Hospital on V cell Hold and Maintain. From both methods, an alternative strategy in product development founded. A strategy, which include service product diversification and differentiation, have been determined, according to alternative strategy founded. Then, the details of the strategy are developed by Balanced Scorecard on its four perspectives.
Keyword : strategic planning, balanced scorecard
Read More
B-845
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deses Esa Karya; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: M. Hafizurrachma, Dumilah Ayuningtyas, Eddi Junaini
B-941
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ewin Rommel; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Amal C. Sjaaf, Lamsaria Siburian
B-975
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ami Nuryanti; Pemb. Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Yani Suryani
Abstrak:

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan salah satu bagian yang strategis dari Rumah Sakit, kegiatannya yang terus menerus selama 24 jam mempakan cermin kinerja Rumah Sakit sehingga kesan pertama pelanggan Rumah sakit dapat terlihat dari penampilan dan kemampuan kerja. Tujuan Penelitian ini adalah menghasilkan rumusan perencanaan strategis untuk pengembangan IGD BPK-RSUD Datu Iieru Takengon dengan menggunakan pendekatan Balanced scorecard penclitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana data sekundef' diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik) Aceh Tengah Pemda Aceh Tengah, Dlnas Kesehatan Aceh Tengah dan profil BPK-RSUDB Aceh Tengah. Pengumpulan informasi dilakukan dengan wawancara menclalam dan CDMG (Consensus Decision Making Group). Teknik penyusunan strategi dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu: Tahap I (Input Stage) meliputi analisis Iingkungan ekstemal dan lingkungan internal dengan menggunakan Mafriks Elrsremal Factor Evaiuatfon ( EFE ) dan Matrilcs Internal Factor Evalualfan ( IFE ). Dari hasil analisis input srage diperoleh hasil skor total faktor EFE adalah 2,30 sedangkan untuk total faktor IF E yaitu 2,65 Tahap II (Matching Stage), pada mhap ini dilakul-can pencocokan atau penyesuaian dengan menggunakan matriks SWOT dan matriks IE, berdasarkan analisis kedua matriks tersebut diketahui bahwa posisi IGD BPK-RSUD Datu Beru Takengon berada pada sel V yaitu hold and maintain dengan strategi yang dianjurkan adalah Product Development dan market Peneration. Berdasarkan altcmatif strategi terseiaut, strategi yang terpilih menjadi prioritas utama adalah Product Development. Tahap IH ( Decision Stage ) meliputi penetapan strategi terpilih IGD BPK-RSUD Dam Beru Takengon tahun 2008 - 2012. Berdasarkan basil scoring matriks QSPM (Quantitatg' Straregic Planning Matrix), diperoleh 4 strategi terpilih yang dijabarkan menjadi 6 tujuan strategi, dimana perspektif keuangan 2 tujuan straiegi, perspektif pelanggan 2 tujuan strategi, perspektif proses bisnis intemal 3 tujuan strategi serta perpektif pertumbuhan dan pembelajaran 3 tujuan suategi, Sedangkan pengadaan alat-alat kesehatan dan diagnostik IGD menjadi prioritas utama untuk diimplementasikan, dalam melaksariakan strategi terpilih, IGD BPK-RSUD Datu Bern Takengon mendapat duklmgan scpenuhnya dari Pemda Aceh Tengah melalni anggaran APBD dan APBN. Selain dilakukan Penetapan ukuran (Key Performance Indicator) dari masing-masing tujuan strategi bescrln penanggungiawabnya juga dilakul-Lan pendeiinisian dan penetapan target dari masing- masing KPI untuk jangka waktu lima tahun mendatang. Kesimpulan secara umum dengan memperhatikan beberapa komponen yang sesuai dengan kondisi IGD BPK-RSUD Dam Benn Takengon saat ini maka pengembangan gedung IGD aan pengaaam smug dan fasilitas IGD mmm 2008~20l'2 dapat direalisasikan. Saran kepada Pemda Aceh tcngah, selain anggaran untuk invcstasi juga dialokasikan anggaran khusus untuk operasional IGD. Unruk BPK RSUD-Datu Beru Takengon, perencanaan strategik yang telah disusun sebaiknya disosialisasikan, Sedangkan untuk implementasi Balanced Scorecard disarankan KPI yang sudah ditetapkan untuk masing-masing penanggung jawab sebaiknya di distribusikan ke struktur dibawahnya sehingga musing-musing bagian yang tcrkait mempunyai KPI. IGD BPK-RSUDB hams mempunyai standar kinegia yangjelas dan terukur, pemberian bobot pada sctiap KPI dapat dirancang ulang alan direvisi oleh masing- masing pemilik KPI, perlunya dukungan clan komitmen dari Stake Holder untuk mensosialisasikan Balanced Scorecard di seluruh jajaran BPK RSUD dalam mendukung kemajuan IGD BPK-RSUD Dam Beru Takengon dimasa mendatang.


Emergency Installation (IGD) is a strategic part of hospital. Its continuous 24 hours activity is a reflection of hospital perfonnance and hence tirst impression of hospital is resulted from performance of IGD. This study objective was to develop a strategic planning on the development of Emergency msallarisn in Dam Bern liospital (BPK-RsUnB),Takengon, cena-at Aceh using Balance Scorecard. The study was a qualitative study with secondary data liom Statistics Bureau Oiiicc Central Aceh, Central Aceh Government Office, Central Aceh Heqalth Oflice, and profile of BPK-RSUDB. Data was collected through in-depth interview and Consensus Decision Making Group. Strategic planning was developed through three stages, namely Input Stage including extemal and intemal environment analyses using Extemal Factor Evaluation (EFE) and Intemal Factor Evaluation (IF E). The analyses show that total scores for EFB was 2.30 and IFE was 2.65. The second stage was Matching Stage where matching or adjustment was done using SWOT matrix and IE matrix. Based on those matrices, it was known that position of IGD BPK-RSUDB was in cell V, namely ?hold and maintain? with advised strategy of ?Product Development? and ?Market Penetration". Between those two strategies, the chosen priority strategy was ?Product Development". 'Third stage was Decision Stage including determination of strategy. Based on Quantitative Strategic Planning Matrix, four strategies was expanded to 6 strategic objectives consisting of 2 strategic objective in finance, 2 strategic objectives in customer, 3 strategic objectives internal business process, and 3 in growth and teaming. The procurement of health and IGD diagnostics equipments was prioritized to be implemented. The hospital was supported by Aceh Tengah Govemment Office through APBN and APBD funding schemes. Beside the determination of Key Perfomance Indicator fiom each strategic objective and the persons incbarge, delining and targeting were also conducted for the next tive years. It could be concluded that considering the components of IGD BPK-RSUDB at the present time, the development of IGD and procurement of equipment and facilities year 2008-2012 could be implemented. It is suggested to Central Aceh Govemment to allocate speciiic funding for IGD operationalization beside investment allocation. Strategic planning that had been develop should be informed and balance scorecard should be distributed until the lower level including the KPI. Performance standard should be clear and measurable, weighing of KPI could be re-designed or be revised by each KPI owner, there is need of support and commitment 'from all stakeholders to socialize Balance Scorecard among all management of BPK-RSUDB to improve the performance in the future.

Read More
B-1062
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Mufti; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wahyu Sulistiadi, M. Hafizurrachman, Rahmi Rahim
Abstrak: Penelitian ini bertujuan menyusun rencana strategis Rumah Sakit Budhi Graha (RSBG) Jambi tahun 2006-2010 dengan menggunakan pendekatan balanced scorecard (BSC). Lingkup penelitian meliputi formulasi strategi dan penyusunan action plan dengan BSC. Metode penelitian ini adalah action research. Pengambilan keputusan melibatkan staf RSBG yang dikumpulkan dalam Consensus Decision Making Group (CDMG). Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam serta kuesioner terhadap staf RSBG. Data sekunder diperoleh dari data internal RSBG, Dinkes/Depkes, BPS serta literatur. Data primer dan sekunder yang didapat dipaparkan kepada anggota CDMG. Selanjutnya dilakukan analisis lingkungan eksternal dengan EFE dan lingkungan internal dengan IFE. Tujuan jangka panjang ditentukan secara konsensus, dilanjutkan dengan menentukan strategi alternatif dengan matriks TOWS dan matriks IE. Strategi terpilih ditentukan secara konsensus. Dengan kuesioner dan teknik delphi ditentukan tema-tema strategis yang penting untuk keberhasilan RSBG. Berdasarkan tema-tema strategis ditentukan tujuan, ukuran, target dan inisiatif dari keempat perspektif BSC yaitu perspektif keuangan, konsumen, proses bisnis internal dan pertumbuhan dan perkembangan. Selanjutnya ditentukan peta strategi berdasarkan BSC. Skor EFE = 1,66 menunjukkan respons RSBG terhadap peluang dan ancaman di bawah rata-rata atau cenderung tidak berespons. Skor IFE = 2,30 menunjukkan posisi RSBG secara internal lemah. Penentuan strategi alternatif dengan matriks TOWS dan IE menghasilkan satu strategi yaitu restrukturisasi. Strategi terpilih yang ditetapkan secara konsensus adalah restrukturisasi. Kemudian disusun berbagai tujuan, ukuran, target dan inisiatif sesuai BSC. RSBG disarankan untuk mengimplementasikan sistem manajemen strategis BSC secara menyeluruh dan lebih memperhatikan inisiatif-inisiatif perspektif pertumbuhan dan pembelajaran untuk mencapai keuntungan dalam jangka panjang. Kata kunci : rencana strategis, balanced scorecard, action research, consensus decision making group, restrukturisasi, peta strategi
This research was purposed to arrange a strategic plan for Budhi Graha Hospital (BGH) Jambi using balanced scorecard (BSC) approach. The scope was strategy formulation and action plan arrangement. This was an action research. Decision taking was done by BGH staffs whom jointed to Consensus Decision Making Group (CDMG). Primary data was collected by deep interview and questioner. Secondary data was collected from internal data of BGH, Local Health Agency, Department of Health, Central for Statistical Bureau, and literatures. It was analyzed the environment using EFE and IFE. Alternative strategies generated using TOWS and IE matrix. Decision strategy was decided by consensus. It was collected the strategic themes which were important to BGH as critical success factors. Based on the strategic them, it was developed objectives, measures, targets and inisiatives of the four BSC?s perspectives, namely financial, costumer, internal bussiness process, growth and learning perspective. Then the strategy map drawed based on BSC. The EFE score = 1,66 meaned the respond to opportunities and threats was below average or went to no respond tendency. IFE score = 2,30 showed the position internally was weak. The generation of alternative strategies resulted to one strategy namely restructurization and was taken by consensus as the decision strategy. Then it was arranged objectives, measures, targets and inisiatives according to BSC. BGH was suggested to implement BSC as strategic management system comprehensively to all unit, and more concern to inisiatives in growth and learning perspective in order to get advantage in long-term. Keywords : strategic plan, balanced scorecard, action research, consensus decision making group, restructurization, strategy map
Read More
B-898
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emma Edyarti; Pembimbing: Agustin Kusumayati, Adang Bachtiar Kantaatmadja; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Nanang Hasani
Abstrak:

Suku Dinas Pelayanan Kesehatan Kotamadya Jakarta Barat merupakan salah satu institusi pemerintah bidang kesehatan yang dibentuk dengan Keputusan Gubernur Propinsi Daerah Khusus lbukota Jakarta Nomor 58 tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. lnstansi ini bertanggungjawab dalam tugas melaksanakan pelayanan perizinan, perencanaan, pengendalian dan penilaian efektifitas pelayanan kesehatan dalam Wilayah Kotamadya Jakarta Barat. Bcrlandaskan Undang undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem perencanaan Pembangunan Nasional yang mewajibkan setiap Kementerian atau Lembaga untuk menyusun Rencana Strategis Kementerian atau Lembaga yang dipergunakan sebagai pedoman penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian atau Lembaga terkait, maka mengacu kepada Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1274/MENKES/SKIVIII/2005 tentang Rencana Strategis Departemen Kesehatan 2005-2009 dan Rcncana Slrategis Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta Tahun 2002-2006, maka Suku Dinas Pelayanan Kesehatan Kotamadya Jakarta Barat dengan dukungan berbagai pihak pada tahun 2006 merencanakan dan melaksanakan Penyusunan Rencana Strategis Suku Dinas Pelayanan Kesehatan Kotamadya Jakarta Barat Tahun 2007-2001. Rencana Strategis disusun dengan Pendekatan Balanced Scorecard sebagai suatu metodologi penilaian kinerja yang berorientasi pada pandangan strategis kemasa depan, mampu menterjemahkan visi dan strategi menjadi aksi, menjabarkannya dalam tujuan strategis yang secara komprehensif dapat dijalankan dalam program dan kegiatan operasional sehari-hari dengan sasaran dan target serta tolok ukur yang jelas dan spesifik Gaspersz (2003). Balanced Scorecard merupakan alat manajemen kontemporer (kontemporary management toob dengan Kekomprehensifan, Kekoherenan dan Keseimbangan serta Keterukurannya mempunyai keunggulan tersendiri dalam mengukur kinerja masa depan melalui Empat Perspektif Balanced Scorecard yaitu Perspektif Finansial, Perspekrif Pelanggan, Perspektif Proses lntemal dan Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Organisasi sehingga mampu memasuki lingkungan bisnis yang sangat kompetitif dan turbulen dimana system manajemen yang digunakan oleh perusahaan masih belum pas dengan tuntutan lingkungan bisnis masa kini dalam era global. Jenis penelitian ini adalah penelitian operasional (operational research) dengan menerapkan metoda kualitatif yang bersifat deskriptifanalitik menggunakan data primer dan sekunder.

 
Read More
T-2461
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
David Rainer Irianto Hutajulu; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Adang Bachtiar, Dumilah Ayuningtyas, Desi Harviani, Citra Bakti Pangaribuan
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui posisi strategis RSIA Nabasa saat ini, (2) merekomendasikan alternatif strategi yang sesuai, (3) menerjemahkan strategi terpilih menjadi program kerja dengan pendekatan Balanced Scorecard, dan (4) mengusulkan rencana implementasi strategi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Keabsahan data diuji dengan metode triangulasi. Tahapan penelitian mencakup input stage menggunakan analisis EFAS dan IFAS, matching stage menggunakan matriks IE dan TOWS, serta decision stage menggunakan QSPM. Strategi terpilih kemudian diterjemahkan ke dalam sasaran strategis dan program kerja menggunakan kerangka Balanced Scorecard. Hasil penelitian menunjukkan posisi strategis RSIA Nabasa berada pada kuadran V (Hold and Maintain) matriks IE dan kuadran II (Internal Fix-It) matriks TOWS, yang mengarahkan pada strategi penetrasi pasar. Strategi ini dijabarkan ke dalam 12 sasaran strategis dan 31 program kerja dalam 4 perspektif Balanced Scorecard. Program kerja unggulan yang direkomendasikan antara lain peningkatan kualitas layanan, efisiensi biaya, pengembangan SDM, dan optimalisasi teknologi. Rencana implementasi strategi disusun untuk periode 5 tahun dengan roadmap, indikator kinerja, dan target yang jelas. Implikasi manajerial utama meliputi penguatan fungsi pemasaran, pengembangan sistem informasi, penyelarasan organisasi, serta monitoring dan evaluasi berkala. Penelitian ini juga merekomendasikan penerapan strategi omnichannel marketing untuk meningkatkan jangkauan pelanggan dan memberikan pengalaman layanan yang konsisten.

This study aims to (1) assess the current strategic position of RSIA Nabasa, (2) recommend suitable alternative strategies, (3) translate the chosen strategy into action plans using the Balanced Scorecard approach, and (4) propose a strategy implementation plan. This research employs a qualitative methodology with a case study approach. Data collection is conducted through in-depth interviews, observations, and document analysis. Data validity is examined using the triangulation method. The research stages include an input stage using EFAS and IFAS analysis, a matching stage using IE and TOWS matrices, and a decision stage using QSPM. The selected strategy is then translated into strategic objectives and action plans using the Balanced Scorecard framework. The findings reveal that RSIA Nabasa's strategic position lies in quadrant V (Hold and Maintain) of the IE matrix and quadrant II (Internal Fix-It) of the TOWS matrix, directing towards a market penetration strategy. This strategy is elaborated into 12 strategic objectives and 31 action plans across 4 perspectives of the Balanced Scorecard. The recommended flagship programs include service quality improvement, cost efficiency, human resource development, and technology optimization. The strategy implementation plan is developed for a 5-year period with a clear roadmap, performance indicators, and targets. Key managerial implications encompass strengthening the marketing function, developing an information system, organizational alignment, and regular monitoring and evaluation. This study also recommends the adoption of an omnichannel marketing strategy to enhance customer reach and deliver a consistent service experience. The results of this research contribute to the body of knowledge in strategic management, particularly in the context of healthcare organizations. The proposed strategic plan and implementation roadmap serve as a guiding framework for RSIA Nabasa to navigate the dynamic healthcare landscape, optimize its resources, and deliver superior value to its stakeholders. Furthermore, the recommendation to embrace omnichannel marketing highlights the importance of integrating digital and physical touchpoints to create a seamless patient experience in the digital era.
Read More
B-2470
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iskandar; Pemb. Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Mieke Savitri, Sutirto Basuki
B-1056
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isma Priatiningsih; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Purnawan Junadi, Wachyu Sulistiadi, Yono Supriyono, Eyo Karmulyo
Abstrak:

Dinas Kesehatan Kota Cirebon merupakan salah satu institusi pemerintah di bidang kesehatan mempunyai tugas pokok melaksanakan kewenangan otonomi daerah kota dalam rangka pelaksanaan tugas desentralisasi bidang kesehatan di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon. Keberhasilan tersebut akan tercapai salah satunya dengan upaya mengelola sumber daya manusia ( SDM ) secara efektif dan eiisien, bukan saja dari segi kuantitasnya tetapi yang penting kualitasnya. Penelitian ini untuk melihat gambaran perencanaan strategis SDM kesehatan Dinas Kesehatan Kota - Cirebon, menganalisa upaya perencanaan strategis dcngan pendekatan Balanced Scorecard menezjemahkan misi dan strategi kedalam berbagai tujuan dan ukuran kedalam empat Perspektif Balanced Scorecard yaitu Perspcktif Finansial, Perspektif Pelanggan, Perspektif Proses Intemal dan Perspektif Pembelajaran dan Pertumbungan Organisasi sehingga mampu mengkomunikasikan stratgi kepada pegawai. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif yang bersifat deskriptif analitik mengunakan data primer dengan mclakukan wawancara mendalam, CDMG serta data sekunder. Daxi hasil penelitian ini didapat langkah-langkah kelja yang dibagi dalam empat tahapan yaitu Tahap I, Tahap pengumpulan data (The Input Stage) akan menghasilkan visi dan misi SDM serta Nilai (score) Variabei Ekstcmal dan Internal (EFB dan IFE Score), Tahap II, tahapnpencocokan (The Adaching Stage) sehingga menghasilkan strategi alternatif, stralegi terpilih dan tujuan strategis yang dimangkan dalam Peta Strategi (Strategy Map), Tahap III, adalah tahap pengambilan keputusan (The Decision Stage) menghasilkan Indikator Kinerja Kunci (Key Perfomance Indicators/KP1), ukuran-ukuran KPI, Target-target KP1 dan Program Prioritas serta kegiatan dalam periode 2008 - 2012, Tahap IV adalah Tahap Implementasi (Plan of Aclibn) menghasilkan Format Implementami, Form Monitoring dan Evaluasi. Pada tahap ini ditetapkan kategori nilai kinerja. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai instrument rencana szrarcgis SDM kesehatan, khususnya pada Dinas Kesehatan Kota Cirebon.


City of Cirebon Health office is one of government institution of health department which has a fundamental job to perform a district autonomy responsibility for implementing a decentralization duty of health jobs at Government of Cirebon. This success will be reached, one of them is trying to manage a Human Resource Development (HRD) effectively and efficiently, not only fiom their quantity but more important that is their quality. This study showed a describing on strategic plan of Human Resource Development (HRD) City of Cirebon Health office, analyzing a strategic plan effort with a Balanced Scorecard method, implementing a mission and strategy into various objectives and measurement to become four Balanced Scorecard perspectives, that are Financial Perspective, Customer Perspective, Intemal Process Perspective, Study and Organization Growth Perspective, so they cart communicate a strategy to officer. This study used a qualitative method which has an analytic descriptive, primary data with a deep interview, CDMG and secondary data. From this study result known that job steps divided into four steps. The first step is data collecting (The Input Stage) which conducted a vision and mission of Human Resource Development and External and Intemal variable score (EPB and IFE Score). The second step is adaptation (The Matching Stage) which conducted an objective and alternative strategy that implemented on Map Strategy (Strategy Map). The third step is a decision making (The Decision Stage) which conducted a Key Performance Indicator (KPI), criteiia of Key Perfomance Indicator, the objectives of KPI, priority program and activity in period of 2008 - 2012, The fourth step is implementation (Plan of Action) which conducted an Implementation Format, Monitoring Form and Evaluation. In this step is specified a performance score category. From this study result is suggested can be used as a strategic plan instnunent of Human Resource Development on health, especially for City of Cirebon Health office.

Read More
T-2514
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Effek Alamsyah; Promotor: Bambang Sutrisna; Ko-Promotor: Amal C Sjaaf, Adang Bachtiar; Penguji: Syahrizal Syarif, Suprijanto Rijadi, Mondastri Korib Sudaryo
d-211
Depok : FKM-UI, 2007
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive