Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32226 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mila Kurnia Putri; Pembimbing: Peter A.W.Pattinama
B-512
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mila Kurnia Putri; Pembimbing: Peter A.W. Pattinawa; Penguji: Amal C. Sjaaf, Endang Jeniati, Yuli Prapancha Satar, Hannibal Pardede
B-855
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
MHD Indra Gunawan Lubis; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianty, Nusati S., Lies Dina Liastuti
Abstrak: Salah satu permasalahan sistem rujukan kesehatan yang mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab secara timbal balik, maupun struktural dan fungsional terhadap kasus penyakit dalam permasalahan kesehatan hal ini juga terjadi juga di kota Batam. Untuk mengatasi hal tersebut sistem pelayanan kesehatan di era BPJS Kesehatan mengutamakan optimalisasi di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), seperti Puskesmas, klinik pratama, maupun dokter praktek perorangan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dalam menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat. Namun masih sering kita temui masalah rujukan pelayanan rumah sakit yang terjadia ketidak tepatan dalam rujukan yang dialami oleh IGD Rumah Sakit dan Klinik-klinik di Batam. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahuai penyebab ketidak tepatan atau penyimpangan dalam rujukan FKTP yang terjadi di kota Batam. Hasil penelitian mendapatkan bahwa BPJS selalu menghimbau pimpinan dan dokter klinik untuk menahan laju rujukan yang relatif tinggi (berdasarkan asumsi yang banyak beredar di kalangan klinik dan tenaga medis baik di rumah sakit dan klinik). Dan rujukan non spesialistik yang rationya tidak lebih boleh lebih dari 15% agar tidak berdampak pada turunnya jumlah kapitasi (pasien kepesertaan BPJS kesehatan dalam tiap bulannya) yang dimiliki klinik. Disarankan Saran yang dapat disampaikan sehubungan dengan hasil penelitian merupakan peningkatkan kualitas atau mutu tenaga kesehatan dalam pelayanan kesehatan, mengadakan sosialisasi terhadap aturan-aturan kebijakan secara berkesinambungan mengingat agar terhindari dari konflik dalam pelayanan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan. Dan perlu adanya edukasi akan sebuah sistem dan aturan pelayanan untuk mengatasi masalah rujukan dan mengembalikan peran dokter umum sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan tingkat primer.
Kata Kunci : Pelayanan Kesehatan, Implementasi Sistem Rujukan, Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Rumah Sakit.
One of the problems of the health referral system that regulates the delegation of tasks and responsibilities on a reciprocal basis, as well as the structural and functional aspects of illness in health problems is also happening in the city of Batam. To overcome this the health care system in the era of BPJS Health prioritizes the optimization in first-rate health facilities (FKTP), such as health centers, clinics, and individual practice physicians in collaboration with BPJS Health in providing health services for the community. But still we often encounter the problem of hospital service referral that happened inaccurate in the references experienced by IGD Hospital and Clinics in Batam. The purpose of this research is to know the cause of inaccuracy or deviation in FKTP reference that occurred in Batam city. The results found that BPJS always appealed to clinical leaders and clinicians to withhold relatively high referral rates (based on widely circulated assumptions among clinics and medical personnel in hospitals and clinics). And non-specialist referrals whose ration is no more than 15% in order not to affect the decrease in the number of capitals (monthly health membership BPJS patients) owned by the clinic. Suggested suggestions that can be submitted in relation to the results of the study is to improve the quality or quality of health personnel in health services, socialization of policy rules continuously in order to avoid the conflict in service, increasing the competence of health workers. And there is need for education of a system and rules of service to overcome the problem of referrals and return the role of general practitioners as the spearhead of primary health care.
Keywords: Health Service, Implementation Referral System, Health Service Facilities, Hospital.
Read More
B-1935
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Nyoman Rudi Susantha; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Jaslis Ilyas, Puput Oktamianti, I Nyoman Gede Anom, A. A. Ngurah Budiarta
Abstrak: Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yangberhubungan dengan kepuasan terhadap imbal jasa medis dokter di Rumah SakitSanjiwani Gianyar.Methode: Penelitian observasional ini menggunakan methode potong lintangmelalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Responden kuantitatif adalah 75orang dokter umum dan dokter spesialis yang memenuhi kriteria inklusi sudahmenerima jasa medis minimal tiga kali. Informan penelitian terdiri dari DirekturRSUD Sanjiwani, Wadir Pelayanan, Wadir Umum, Wadir Keuangan Kepala KMF,Ketua Tim Jasa Pelayanan, Kepala KSM Bedah, Kepala KSM Neurologi, KepalaKSM Interna, Kepala KSM Pediatri total berjumlah 11 orang.Hasil: Lima elemen imbal jasa medis yang diteliti diantaranya: besar jasa medis,cara pembagian jasa medis, waktu pembagian jasa medis, kesesuaian jasa medis,serta perbandingan jasa medis yang diterima dengan rumah sakit lainnya. Hasilpenelitian menunjukkan adanya hubungan antara sistem pembagian jasa medis,komunikasi dan kepemimpinan, dengan kepuasan terhadap imbal jasa medis dokter(p<0.05).Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlu perbaikan dalam hal besarjasa medis, cara pembagian jasa medis, pola kepemimpinan yang mengayomidokter, mampu mengadvokasi pihak Owner, transparansi dalam segala bidang,mampu membangun komunikasi ke owner dan ke pihak dokter, dalam upayameningkatkan kepuasan dokter terkait imbal jasa medis dokter di rumah sakit.Kata kunci: Jasa Medis, Komunikasi, Kepemimpinan, Kepuasan.
Read More
B-2026
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yusniar Oesman; Pembimbing: Prastuti C. Soewondo
B-440
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astried Yustika Rini; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Puput Oktamianti, Yuli Prapancha Satar
Abstrak:
Tesis ini menganalisis mengenai penyusunan dan penetapan strategi pemasaran RS.Otorita Batam sebagai unit pelaksana teknis Badan Pengusahaan Kawasan Batam, yang di identifikasi melalui faktor internal dan faktor eksternal serta melalui analisis TOWS. Metode yang dipakai dalam penelitian ini merupakan penelitian operasional dengan disain cross sectional. Hasil penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu faktor internal dan eksternal RS.Otorita Batam, didapatkan bahwa RS.Otorita Batam saat ini berada pada posisi yang lemah dan terancam. RS.Otorita Batam telah berusaha menyusun rencana strategisnya namun dalam bentuk yang masih sangat sederhana, belum ada penetapan segmentasi, target pasar serta positioningnya secara tertulis. Ke depan RS.Otorita Batam harus dapat menyusun dan mengimplementasikan suatu strategi pemasaran jika tidak mau tertinggal dengan Rumah Sakit lain yang ada di Pulau Batam dan sekitarnya.

This thesis analyzes the preparation and adoption of RS.Otorita Batam marketing strategies as a technical implementation unit of Badan Pengusahaan Kawasan Batam, which was identified through internal and external factors as well as through the TOWS analysis. The method used in this research is operasional research with cross sectional study. The results of research carried out by identifying the factors that affect the internal and external factors of RS.Otorita Batam, and obtained that are currently in a weak position and threatened. RS.Otorita Batam has tried to make the strategic plan of but in a form that is still very simple, there is no determination in segmentation, target market and its positioning in a written form. Looking ahead RS.Otorita Batam should be able to formulate and implement a marketing strategy if RS.Otorita Batam do not want lto be left behind by other hospitals in Batam Island and surrounding areas.
Read More
B-1287
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Martini Heniastaty Patuwondatu; Pembimbing: Yaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Masyitoh Bashabih, Astried Yustika Rini, Savitri Gemini
Abstrak: Ketidaksesuaian jumlah kesediaan perawat dengan perhitungan kebutuhan perawat merupakan suatu masalah yang perlu dikaji. Salah satunya dengan mengetahui beban kerja sebenarnya sebagai usaha peningkatan mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Beban kerja yang tidak sesuai kemampuan perawat akan menyebabkan kelelahan, stress kerja hingga ketidakpuasan pasien yang dirawat. Penelitian ini menganalisa kebutuhan tenaga perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap Teratai berdasarkan beban kerja menggunakan time and motion study yang kemudian diolah berdasarkan metode WISN dan metode Ilyas. Penelitian secara observasional dilaksanakan selama 7 hari kepada 7 orang perawat pelaksana untuk mengetahui beban kerja perawat. Hasil penelitian memperoleh waktu produktif perawat 91% dari seluruh waktu kegiatan perawat. Beban kerja pada shif sore memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan shif pagi. Peneliti menyimpulkan beban kerja perawat di ruang rawat inap Teratai termasuk kategori berat dan memerlukan penambahan tenaga perawat. Pengalihan beberapa kegiatan keperawatan kepada professional lain sesuai tugas dan jabatannya dapat mengurangi beban kerja perawat. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan metode perhitungan kebutuhan perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam.
The discrepancy between the number of nurses' willingness and the calculation of nurse needs is a problem that needs to be studied. One of them is knowing the actual workload as an effort to improve the quality of nursing services in hospitals. Workloads that are not in accordance with the ability of nurses will cause fatigue, work stress and dissatisfaction of patients who being treated. This study analyzes the need for practical nurses in the Teratai Ward based on workload using time and motion studies which are then processed based on the WISN method and the Ilyas method. Observational research was carried out for 7 days to 7 nurses to determine the workload of nurses. The results of the study obtained that the productive time of nurses was 91% of the entire time of nurses' activities. The workload on the afternoon shift has a higher value than the morning shift. The researcher concludes that the workload of nurses in the Teratai ward is in the heavy category and requires additional nursing staff. Transfered of some nursing activities to other professionals according to their duties and positions can reduce the workload of nurses. Hoppely that this research can be a consideration indetermining the method of calculating the needs of nurses in the Inpatient Installation, Hospital of Badan Pengusahaan Batam
Read More
B-2234
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wiwiek Herytha; Pembimbing: Zulazmi Mamdy
B-405
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Candra Friyadi; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Mieke Savitri, Indah Rosana, Yuli Prapanca
B-1283
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hilda Muliana; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Purnawan Junadi, Vetty Yulianty Permanasari, Vitrie Winastri, Perima Yunika
Abstrak: Di Rumah Sakit Awal Bros Batam selama bulan Oktober 2015 sampai bulan September 2016 ditemukan ada kejadian penundaan resep pasien yang berdampak pada kualitas pelayanan rumah sakit dan terjadi back order yang berdampak pada keuangan rumah sakit. Penulis ingin meneliti permasalahan yang terjadi untuk melakukan perbaikan dalam hal pengendalian persediaan farmasi di rumah Sakit Awal Bros Batam untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas pelayanan dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Peneltian ini merupakan penelitian riset operasional untuk menyusun model pengendalian persediaan farmasi. Model pertama, dalam penelitian ini akan dilakukan analisis ABC pemakaian, analisi ABC investasi, dan ABC Indeks kritis, untuk mengetahui persediaan farmasi yang menjadi kelompok A, B dan C. Selanjutnya akan dihitung EOQ dan ROP, serta efisiensi TIC. Dilakukan wawancara mendalam dengan informan. Model kedua, metode Periodic Review System, Order up to level, didalam penelitian ini juga melakukan analisis 10 persediaan tertinggi berdasarkan ABC Investasi dan ABC pemakaian melalui penilaian average inventory, ITOR dan PNP pada rumah sakit Awal Bros Batam selama periode 12 bulan. Pada metode kedua ini diharapkan dapat menghindari terjadinya kelebihan stok farmasi dengan investasi tinggi yang dapat mempengaruhi cash flow rumah sakit. Pengendalian persediaan farmasi di Rumah Sakit Awal Bros Batam masih belum dilakukan dengan optimal, meskipun setiap bulan telah dilakukan analisa ABC Investasi dan menerapkan metode maksimal dan minimal stok yang sederhana. Penelitian ini, menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk Rumah Sakit Awal Bros Batam untuk dapat membantu pihak managemen dalam melakukan perbaikan pengendalian persediaan farmasi dan mengatasi permasalahan stock out di farmasi. Kata kunci : Pengendalian Persediaan,Stock out, analisis ABC, EOQ, ROP, TIC, Periodic Review System, Order up to level, Average inventory, ITOR, PNP Prescription delays at Pharmacy Department services Awal Bros Batam Hospital during the month of October 2015 until September 2016 influences the impact on the quality of hospital services and going on back order ending with financial problems to Awal Bros Batam hospitals. The author wants to identify problems that occur for improving efficiency and effectiveness of services pharmacy inventory control at Awal Bros Batam Hospital and overall improving the quality of hospital services. This study is an operational research study to develop a pharmaceutical inventory control models. The first model, in this study will be made use of ABC analysis, investment analysis ABC, and ABC critical index, to determine pharmaceutical supplies into groups A, B and C. Furthermore, will be calculated EOQ and ROP, as well as the efficiency of TIC. Conducted in-depth interviews with informants. The second model, the method Periodic Review System, Order up to the level, in this study also conducted an analysis 10 largest inventory investment by ABC and ABC average user through the assessment of inventory, ITOR and PNP on Awal Bros Batam hospital over a period of 12 months. In the second method is expected to avoid overstocking pharmaceuticals with high investments that may affect the cash flow of the hospital. Pharmacy inventory control at Awal Bros Batam Hospital has not performed optimally, although every month have made the ABC analysis Investments and apply maximum and minimum stock method is simple. This research, produce policy recommendations for the Awal Bros Batam Hospital to help the management to improve ppharmacy inventory control and solve the problems in the pharmaceutical stock out. Keywords : Inventory Control, Stock Outs, ABC analysis, EOQ, ROP, TIC, Periodic Review System, Order up to Level, Average Inventory, ITOR, PNP
Read More
B-1875
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive