Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35846 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Desy Safitri; Pembimbing: Haryoto K; Penguji: Suyud Warno Utomo, Inswiasari
Abstrak: Pneumonia pada balita masih merupakan masalah kesehatan utama baik di dunia maupun di Indonesia. Di Indonesia, Pneumonia merupakan penyebab kematian nomor dua pada bayi dan anak balita. Kecamatan Cakung merupakan salah satu daerah yang memiliki kasus pneumonia pada balita yang cukup banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah Puskesmas Kecamatan Cakung. Penelitian ini menggunakan desain studi case control. Populasi penelitian adalah balita usia 12-59 bulan yang berada di Wilayah Puskesmas Kecamatan Cakung. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara paparan asap rokok dalam rumah (OR=4,67; 1,19-18,33); tingkat konsumsi rokok (OR=2,77; 1,12-6,86), pencahayaan alami dalam rumah (OR=5,16; 1,94-13,70); pengetahuan ibu (OR=3,85; 1,12-13,25), status gizi (OR=9,14; 1,90-43,89), riwayat imunisasi (OR=3,85; 1,12-13,25) dan riwayat ASI ekslusif (OR=3,11; 1,24-7,78) terhadap kejadian pneumonia pada balita di wilayah Puskesmas Kecamatan Cakung. Faktor yang diprediksi paling dominan mempengaruhi kejadian pneumonia adalah status gizi (OR=5,607; 1,082-29,058).

Kata Kunci: Pneumonia, Balita, Fakto Risiko

Pneumonia in children under five is still major public health problem in the world or in Indonesia. In Indonesia, Pneumonia is the number two cause of death in infants and children under five. Cakung sub-district is one of the areas that have quite a lot cases of pneumonia in children under five. This study aimed to determine the risk factors associated with the incidence of pneumonia in children under five in the region of Cakung sub-district health center. This study uses a case control study design. The population in this study are all of children aged 12 month until 59 months who lived in the region of Cakung sub-district health center. The results of this study indicate that there was a significant correlation between exposure to secondhand smoke in the home (OR = 4.67; 1.19 to 18.33); the number of ciggarates smoked per day (OR=2,77; 1,12-6,86), lighting in the home (OR = 5.16; 1.94 to 13.70), knowledge of mothers (OR = 3.85; 1.12 to 13.25), nutritional status (OR = 9.14; 1.90 to 43.89), immunization history (OR = 3.85; 1.12 to 13 , 25) and a history of exclusive breastfeeding (OR = 3.11; 1.24 to 7.78) with the incidence of pneumonia among children under five in the region of Cakung sub-district health center. The variable that predicted the most dominant cause of pneumonia is the nutritional status (OR = 5.607; 1.082 to 29.058).

Keywords: Pneumonia, Children under five, Risk factors
Read More
S-8655
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fransiska Gultom; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ema Hermawati, Yusdayani Aisya Aprilia
Abstrak: JUMLAH PENDERITA DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN MAKASAR MENGALAMI KENAIKAN DARI TAHUN 2014 SAMPAI 2016. KELURAHAN KEBON PALA MENJADI PENYUMBANG TERBANYAK DARI KESELURUHAN KASUS DIARE. JUMLAH PENDERITA DIARE BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELURAHAN KEBON PALA TAHUN 2014 SEBESAR 182 KASUS KEMUDIAN NAIK TAHUN 2015 SEBESAR 251 KASUS DAN MENGALAMI PENURUNAN PADA TAHUN 2016 SEBESAR 238 KASUS. PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGETAHUI FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELURAHAN KEBON PALA. DISAIN PENELITIAN YAITU CASE CONTROL, KASUS ADALAH PENDERITA DIARE YANG TERCATAT DALAM REGISTER PUSKESMAS SELAMA 14 HARI TERAKHIR WAKTU PENELITIAN BERLANGSUNG DAN KONTROL ADALAH TETANGGA KASUS. JUMLAH SAMPEL MASING-MASING KONTROL DAN KASUS 60 RESPONDEN. PENGUMPULAN DATA DENGAN WAWANCARA LANGSUNG DAN OBSERVASI MENGGUNAKAN KUESIONER. KUESIONER BERISIKAN PERTANYAAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN, PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, SUMBER AIR BERSIH, SARANA JAMBAN DAN SARANA PEMBUANGAN SAMPAH. PENELITIAN INI DIDAPATKAN HASIL ADANYA HUBUNGAN YANG SIGNIFIKAN ANTARA PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN (NILAI P 0.005; OR 5,107), PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF (NILAI P 0,005; OR 4,030), SARANA JAMBAN (NILAI P 0,022; OR 2,993) DAN SARANA PEMBUANGAN SAMPAH (NIALI P 0,003; OR 3,406) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA.

KATA KUNCI : DIARE, FAKTOR RISIKO, KASUS KONTROL

THE NUMBER OF DIARRHEA SUFFERERS IN UNDER-FIVE CHILDREN IN THE WORKING AREA OF PUSKESMAS KECAMATAN MAKASAR INCREASED FROM 2014 TO 2016. KEBON PALA VILLAGE BECAME THE BIGGEST CONTRIBUTOR OF ALL DIARRHEA CASES. THE NUMBER OF DIARRHEA SUFFERERS IN THE WORK AREA OF KEBON PALA PUBLIC HEALTH CENTER IN 2014 AMOUNTED TO 182 CASES AND THEN INCREASED IN 2015 BY 251 CASES AND DECREASED IN 2016 BY 238 CASES. THIS STUDY AIMS TO DETERMINE THE RISK FACTORS OF DIARRHEA OCCURRENCE IN INFANTS IN THE WORKING AREA OF KEBON PALA PUBLIC HEALTH CENTER. THE CASE STUDY DESIGN WAS CASE CONTROL. THE CASE WAS DIARRHEA SUFFERER RECORDED IN THE PUSKESMAS REGISTER FOR THE LAST 14 DAYS WHILE THE STUDY TOOK PLACE AND THE CONTROL WAS NEIGHBORING CASE. THE NUMBER OF SAMPLES OF EACH CONTROL AND CASE ARE 60 RESPONDENTS. DATA WAS COLLECTED BY DIRECT INTERVIEW AND OBSERVATION USING QUESTIONNAIRE. THE QUESTIONNAIRE CONTAINS QUESTIONS ON HANDWASHING BEHAVIOR WITH SOAP, EXCLUSIVE BREASTFEEDING, CLEAN WATER SOURCES, TOILET FACILITIES AND GARBAGE DISPOSAL FACILITIES. THE RESULTS OF THIS STUDY SHOWED THAT THERE WAS A SIGNIFICANT RELATIONSHIP BETWEEN HANDWASHING WITH SOAP (P 0.005, OR 5,107), EXCLUSIVE BREASTFEEDING (P VALUE 0.005, OR 4.030), TOILET FACILITIES (P VALUE 0.022, OR 2,993) AND GARBAGE DISPOSAL FACILITIES NIALI P 0,003; OR 3,406) WITH THE INCIDENCE OF DIARRHEA IN INFANTS

KEY WORDS: DIARRHEA, RISK FACTORS, CASE CONTROL
Read More
S-9357
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anifa Dhiya Rifqiya; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Ema Hermawati, Laila Fitria, RR. Dian Novianti, Didik Supriyono
Abstrak:
Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang penting karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rawatembaga Kecamatan Bekasi Barat Tahun 2026. Desain penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol. Sampel penelitian berjumlah 104 balita yang terdiri atas 52 balita stunting dan 52 balita tidak stunting. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara ASI Eksklusif (OR=3,89), riwayat penyakit infeksi (OR=3,20), dan kepemilikan jamban sehat (OR=2,50) dengan kejadian stunting. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa ASI Eksklusif merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting (OR=3,2), diikuti oleh riwayat penyakit infeksi (OR=2,5). Upaya pencegahan stunting perlu difokuskan pada peningkatan cakupan ASI Eksklusif, pencegahan penyakit infeksi, serta penguatan edukasi kesehatan kepada ibu dan keluarga.

Stunting remains a major public health problem because it affects physical growth, cognitive development, and the quality of human resources in the future. This study aimed to analyze the risk factors associated with stunting among children under five in the working area of Rawatembaga Public Health Center, West Bekasi District, in 2026. This study employed a case-control design. The study sample consisted of 104 children under five, including 52 stunted children and 52 non-stunted children. Data were analyzed using univariate analysis, bivariate analysis with the Chi-Square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The results of the bivariate analysis showed significant associations between exclusive breastfeeding (OR = 3.89), history of infectious diseases (OR = 3.20), and ownership of a sanitary latrine (OR = 2.50) and the incidence of stunting. The multivariate analysis revealed that exclusive breastfeeding was the most dominant factor associated with stunting (OR = 3.2), followed by a history of infectious diseases (OR = 2.5). Stunting prevention efforts should focus on increasing the coverage of exclusive breastfeeding, preventing infectious diseases, and strengthening health education for mothers and families.
Read More
T-7557
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yeti Heryati; Pembimbing: Sumengen Sutomo, Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Rusli, Nurcholis Madjid
Abstrak:
Puskesmas Haurpanggung Keeamatan Tarogong Kidul adalah salah satu puskcsmas dari 63 puskesmas yang berada di Kabupaten Garut dengan cakupan penemuan pneumonia selama tahun 2006 menunjukkan angka yang tinggi dibandingkan dengan puskesmas lainnya yaitu 68,4%. Insifien pneumonia di Kabupaten Garut pada tahun 2006 sebesar 30,8% dan berada pada urutan pertama dari kasus penyakit dan penyebab kematian bayi dan balita dan berada pada 10 besar penyakit. Penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui faktor xisiko yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita. Pcnclitian mcnggunakan jcnis penelitian kasus kontrol dengan jumlah sampel sebanyak 124 responden yang terdiri atas kasus sebanyak 62 orang dan kontrol sebanyak 62 oxang. Subyek penelitian adalah balita berumur 2 - 59 bulan yang bertempat tinggal di wilayah kelja Puskesmas I-Iaurpanggung Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut selama bulan Juni sampai dengan Desembcr 2007. Sebagai variabel terikat kejadian pneumonia pada balita dan variabel bebas terdiri atas ventilasi, kcpadatan hunian, jenis lantai, letak dapur, jenis bahan bakar, kelembaban, pcncahayaan alami, kebiasaan merokok, dan penggunaan obat nyamuk bakar. Analisis data menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan distribusi frekuensi. Analisis analitik untuk mcnggambarkan hubungan antar variabel dan analisis logistik untuk menetukan prcdiksi. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pnenunonia pada balita yaitu luas ventilasi, kepadatan hunian, letak dapur, pencahyaan alami, kebiasaan merokok., dan pcnggunaan obat nyamuk bakar. Faktor yang paling dominan mempengamhi kejadian Pneumonia pada balita adalah variabel kebiasaan merokok Oleh karena itu pcrlu ada upaya promosi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang penyakit pneumonia, rumah sehat, dan bahaya asap rokok.

Haurpanggung Public Health Center in Tarogong Kidul District is ones public health center between 63 public health center at Kabupaten Gantt with coverage pneumonia evidence along 2006 indicated the high evidance number compared to another Puskemas which is 68,4%. The pneumonia evidence occurred in Garut on 2006 at about 30.8% and existed the first rank of disease evidence and coursed mortality on infant and baby under tive years old. This research purposed to know risk factor which is related to pneumonia evidence on baby under five years old. The observational utilized case control observational type with total sample are [24 respondent there are on case evidence 62 respondent and control case are 62 respondent. The observational subject was baby with 2-59 months age which is live at working area of l-laurpanggung Public Health Center in Tarogong Kidul District, Garut along June until December 2007. As dependent variable on pneumonia evidence on baby under tive years old and independent variable are on ventilation. population density. floor type, kitchen position, fuel type, humidity. natural lighting. smoking habitual and utilize anti mosquitoes bums type. The analysis data performed by descriptivcmethod to presented frequently distribution schemas. The analytic analysis pertbrmcd to presented the relation between variable and logistic analysis to make a prediction. The risk factor which is related to the pneumonia evidence on baby under five years old are wide ventilation. population density, kitchen position, natural lighting smoking habit. and using anti mosquitoes bums type. The most dominant factor was influence pneumonia evidence on baby under five years old is smoking habit variable. Therefore it is necessary to implementate the promotion to socialize program to the community about pneumonia disease. healthy house, and cigarettes smokes danger.
Read More
T-2892
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agit Christy Rehulina; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Zakianis, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang diakibatkan Mycobacterium tuberculosis. DKI Jakarta selalu menempati dua posisi teratas provinsi dengan jumlah kasus tuberkulosis di Indonesia pada tahun 2019-2021. Jakarta Timur menjadi kota yang memiliki kasus TB paru terbanyak di DKI Jakarta, serta kasus TB di Kecamatan Jatinegara merupakan jumlah yang paling tinggi di Kota Jakarta Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko, yaitu karakteristik individu dan lingkungan dengan kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Jatinegara Jakarta Timur Tahun 2023. Penelitian menggunakan desain studi kasus kontrol dengan total sampel sebesar 70 responden dengan jumlah kasus pasien TB paru positif BTA dan suspek TB paru negatif BTA sebagai kontrol masing-masing sebesar 35 responden. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran lingkungan. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis univariat, analisis bivariat dengan uji kai kuadrat, dan analisis multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian ini yang menunjukkan hubungan bermakna dengan kejadian TB paru adalah status gizi (23,27;5,84 – 92,69), riwayat TB paru keluarga (3,57;1,26 – 10,01), kepadatan hunian (5,05; 1,59 – 16,07), suhu (3,78;1,3 – 10,93), kelembaban (7,26; 2,54 – 21,34), dan ventilasi (4,79; 1,74 – 13,19). Faktor risiko yang paling dominan mempengaruhi kejadian TB paru adalah status gizi (16,87;3,45 – 82,35).

Pulmonary TB is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. DKI Jakarta ranked top 2 province in Indonesia with most pulmonary TB case in 2019-2021. East Jakarta is the city in DKI Jakarta with most pulmonary TB case, Jatinegara is the sub district in East Jakarta with the highest TB case. The purpose of this research is to analyze risk factors, namely individual characteristic and environment with pulmonary tuberculosis in the work area of Jatinegara sub-district health center in 2023. This study used case control study design with a total sample of 70 respondents, with the number of BTA positive pulmonary TB patients as cases and BTA negative pulmonary TB suspects as controls was 35 respondents each. The data was collected through interview using questionnaire and environmental measurement. Data were analyzed using univariate analysis, bivariate analysis with chi-square test and multivariate analysis (logistic regression). The study’s result showed the variables that had a significant relationship with pulmonary TB were nutritional status (23,27;5,84 – 92,69), family history of pulmonary TB (3,57;1,26 – 10,01), household overcrowding (5,05; 1,59 – 16,07), temperature (3,78;1,3 – 10,93), humidity (7,26; 2,54 – 21,34), dan ventilation (4,79; 1,74 – 13,19). The most dominant risk factor influencing pulmonary TB are nutritional status (16,87;3,45 – 82,35).
Read More
S-11526
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Athaya Yumni Ridianti; Pembimbing: R. Budi Haryanto; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Inu Haryo Harimukti
Abstrak:
Latar Belakang: Pneumonia merupakan penyakit menular dari manusia ke manusia lain melalui udara yang umumnya disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae. Indonesia menempati posisi ke-7 di dunia dengan kasus kematian balita akibat pneumonia dan diare terbanyak pada tahun 2020 dengan 5,6 kematian per 1000 kelahiran hidup. Kota Jakarta Timur menempati posisi ke-2 di Provinsi DKI Jakarta dengan jumlah kasus pneumonia balita terbanyak. Tujuan: Mengetahui hubungan antara status imunisasi, pemberian ASI eksklusif, status gizi buruk dan BBLR dengan kejadian pneumonia pada balita di 10 kecamatan di Kota Jakarta Timur tahun 2022 dengan data bulanan. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan cakupan status imunisasi memiliki hubungan yang signifikan di Kecamatan Kramat Jati (p = 0,034; r = 0,613), cakupan pemberian ASI eksklusif memiliki hubungan yang signifikan di Kecamatan Cakung (p = 0,021; r = –0,655), cakupan status gizi buruk memiliki hubungan yang tidak signifikan di 10 kecamatan (p = 0,069 – 0,957; r = –0,018 – 0,542) dan cakupan BBLR memiliki hubungan yang tidak signifikan di 10 kecamatan (p = 0,070 – 0,923; r = –0,031 – 0,520).

Background: Pneumonia is a disease transmitted from human to other humans through the air which is generally caused by Streptococcus pneumoniae. Indonesia occupies the 7th position in the world with the most under-5 mortality cases due to pneumonia and diarrhea in 2020 with 5.6 deaths per 1000 live births. East Jakarta City occupies the 2nd position in DKI Jakarta Province with the highest number of cases of pneumonia under five. Objective: To determine the relationship between immunization status, exclusive breastfeeding, malnutrition status and LBW with the incidence of pneumonia in toddlers in 10 sub-districts in East Jakarta City in 2022 with monthly data. Results: The results of this study showed that coverage of immunization status had a significant relationship in Kramat Jati District (p = 0.034; r = 0.613), coverage of exclusive breastfeeding had a significant relationship in Cakung District (p = 0.021; r = –0.655), coverage of malnutrition status had an insignificant relationship in 10 sub-districts (p = 0.069 – 0.957; r = –0.018 – 0.542) and LBW coverage had an insignificant relationship in 10 sub-districts (p = 0.070 – 0.923; r = –0.031 – 0.520).
Read More
S-11406
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiara Ananda; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Nurusysyarifah Aliyyah
Abstrak:
Pneumonia adalah salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang menyerang alveoli dan disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur. Pneumonia menjadi penyakit utama yang membunuh anak dibawah usia lima tahun (balita). Kelurahan Ancol menunjukkan tren fluktuatif kasus pneumoniaa dan didominasi oleh permukiman padat, menjadikannya wilayah yang rentan terhadap penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor balita, perilaku anggota keluarga dan rumah dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Ancol. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol dengan total sampel 36 responden. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi lingkungan. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis univariat, analisis bivariat, dan analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan variabel usia memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian pneumonia dan menjadi faktor yang dipredisksi paling dominan mempengaruhi kejadian pneumonia. Puskesmas Kelurahan Ancol dapat meningkatkan penyuluhan rutin kepada keluarga balita mengenai pentingnya ventilasi dan pencahayaan alami rumah, bahaya asap rokok, dan asap dari obat nyamuk bakar. 


Pneumonia is one of the acute respiratory infections (ARI) that affect the alveoli and is caused by bacteria, viruses, or fungi. Pneumonia remains a leading cause of death among children under five years old. Kelurahan Ancol shows a fluctuating trend of pneumonia cases and is dominated by densely populated settlements, making it a vulnerable area for disease transmission. This study aims to analyze the relationship between child, family behavioral, housing conditions factors with the incidence of pneumonia among children under five in the working area of Puskesmas Kelurahan Ancol. A case-control study design was employed, involving a total of 36 respondents in both case and control groups. Data were collected through interviews and environmental observations. The analysis included univariate, bivariate, and multivariate approaches. The results revealed that age had a significant association with pneumonia incidence and was identified as the dominant predictive factor influencing its occurrence. Puskesmas Kelurahan Ancol can enhance routine health education for families with children under five regarding the importance of home ventilation and natural lighting, as well as the dangers of cigarette smoke and mosquito coil smoke. 
Read More
S-12068
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mida Arafina Nurdita; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Budi Hartono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak: Penyakit Diare merupakan penyakit menular dan menempati urutan kedua penyebab kematian anak balita di dunia. Di Indonesia, khususnya Jawa Barat adalah wilayah endemis untuk diare, Kabupaten Bogor merupakan salah satu kabupaten dengan prevalensi diare balita yang cukup tinggi. Puskesmas Purwasari merupakan puskesmas dengan kasus diare balita tertinggi di Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko (karakteristik balita, karakteristik ibu, dan sarana sanitasi) kejadian diare balita di Wilayah Kerja Puskesmas Purwasari Kabupaten Bogor tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kasus-kontrol dengan sampel 53 kasus dan 53 kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik model prediksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pemberian ASI Eksklusif (0,28; 0,11-0,67), pemberian imunisasi campak (0,18; 0,08-0,42), pengetahuan (0,16; 0,07-0,38), perilaku pembuangan tinja balita (0,18; 0,07-0,46), dan sarana jamban (0,32; 0,14-0,72) dengan kejadian diare pada balita. Variabel yang diprediksi paling berpengaruh terhadap terjadinya diare balita di wilayah kerja Puskesmas Purwasari adalah variabel pengetahuan (9,76; 2,78 - 34,21).
Diarrhea is an communicable disease and ranks the second cause of death for children under-five in the world. In Indonesia, especially West Java, which is an endemic area for diarrhea, Bogor is one of the districts with a fairly high prevalence of diarrhea in children under-five. Purwasari Community Health Center is a health center with the highest cases of diarrhea in children under-five in Bogor Regency. This study aims to analyze the risk factors (characteristics of children under-five, characteristics of mothers, and sanitation facilities) for the incidence of diarrhea in children under-five in the Purwasari Public Health Center, Bogor Regency in 2022. This study used a case-control research design with a sample of 53 cases and 53 controls. Data analysis was performed using chi-square test and logistic regression predictive model. The results showed that there was a relationship between exclusive breastfeeding (0,28; 0,11-0,67), measles immunization (0,18; 0,08-0,42), knowledge (0,16; 0,07-0,38), toddler stool disposal behavior (0,18; 0,07-0,46), and latrine facilities (0,32; 0,14-0,72) with the incidence of diarrhea in children under-five. The variable that is predicted to have the most influence on the occurrence of diarrhea under five in the working area of the Purwasari Health Center is the knowledge variable (9,76; 2,78 - 34,21).
Read More
S-11139
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hetty Fiddiani; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Zakianis, Didik Supriyono
S-6484
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Holong Purnama Putra; Pembimbing: Abdul Rahman; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Ramdan Tiar
Abstrak: Diare pada balita merupakan salah satu penyebab kematian pada bayi (31,4%) dan anak balita (25,2%). Sekitar 162.000 balita meninggal akibat diare tiap tahunnya atau sekitar 460 balita per hari (Depkes, 2011). Di Bogor angka diare meningkat tiap tahunnya data dari 2011-2013 menunjukkan ada peningkatan kasus di tahun 2011 ada 21.687 kasus tahun 2012 ada 22.625 kasus dan di 2013 ada 24.187 kasus (P3KL Dinkes Bogor, 2013). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor risiko apa saja yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja puskesmas Bogor utara. Studi ini menggunakan metode kasus kontrol dengan jumlah sampel 46 kasus dan 46 kontrol metode pengumpulan data dengan cara wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang berpengaruh antara faktor penyebab dengan kejadian diare yaitu : Perilaku mencuci tangan OR: 4,28 (95% CI 1,587-11,575), Penanganan sampah OR: 3,87 (95% CI 1,632-9,203), Sumber air bersih OR: 3,16 (95% CI 1,244- 8,039), Sarana Jamban OR: 4,52 (95% CI 1,845-11,081), Sanitasi makanan OR: 2,92 (95% CI 1,249-6,809), dan Pengetahuan orang tua OR: 2,66 (CI 95% 1,146- 6,198). Upaya penanggulangan dengan cara meningkatkan sanitasi lingkungan dan memberikan program penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sekitar.

Kata kunci : Diare pada balita, Faktor-faktor penyebab diare

Diarrhea is one cause of death in infants (31,4%) and children under the age of five years (25,2%). Approximately 162.000 children under the age of five death every year or 460 every day (Depkes) in Bogor incident rate of diarrhea increase every year from 2011-2013. in 2011 there are 21.687 case, in 2012 there are 22.625 case and in 2013 there are 24.187 case. this research have a purpose to determine risk factors associated with diarrhea incident in children under the age of five on working area Puskesmas north Bogor. this study use case control method with number of sample 46 people case and 46 control. Method of data collection by interview and observation. the results showed influence of risk factors with diarrhea incident. the risk factors have influence are Handwashing behaviour OR: 4,28(95% CI 1,587-11,575), Waste handling OR: 3,87 (95% CI 1,632-9,203), Source of clean water OR: 3,16 (95% CI 1,244-8,039), Availabilty of latrines OR: 4,52 (95% CI 1,845-11,081), Food hygiene and sanitation OR: 2,92 (95% CI 1,249-6,809), and Knowledge of parents OR: 2,66 (CI 95% 1,146- 6,198). Diarrhea prevention efforts by improving enviroment sanitation and providing education programs to increase public knowledge.

Key Words : Diarrhea in children under the age of five, Risk factors cause diarrhea
Read More
S-9060
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive